The Dark Romance

The Dark Romance
CEO Dingin Itu Suamiku


__ADS_3

Sudah hampir jam 7 pagi dan anak gadis itu tidak juga terbangun. Sudah lama sekali Nina tak merasakan tidur senyaman ini, hingga deering alarm miliknya berbunyi mendendangkan lagi ‘Fire’ dari BTS tepat pukul 7. Dengan sedikit malas, Nina meraih hp dan hanya sedikit gerakan suara pun terhenti.


Berseling beberapa detik, mata Nina membelalak.


“Oh sial! Aku ada tes wawancara hari ini!”


“Wawacara apa?” Fara muncul dari kamar mandi dalam keadaan bugar dan terlihat fresh. Berbeda dengan dirinya.


“Aku memutuskan untuk magag di Yorr Group. Nanti kita bahas lagi!” Nina menghadap cermin, hanya membenarkan rambut berantakannya. Ia meraih tas yang ia taruh di atas meja. Sejurus kemudian, pintu kamar terbanting cukup keras.


“Setidaknya gosok gigimu dulu! Hei!”


Secara umum Nina adalah gadis yang ‘elastis’ dalam artian bisa menempatkan diri. Ada saat ia menjadi sagat pemalas, bahkan sebaliknya. Di rumahnya sendiri ia terbiasa menjelma menjadi seorang gadis rajin, hanya demi ibunya. Dan yang mengetahui sifat aslinya hanyalah adiknya, Iyul.


Iyul adalah adik kandungnya, anak dari hasil pernikahan kedua ayahnya. Berbeda dengan Merry yang dibawa ibu tirinya dari orang lain yang entah siapa ayahnya. Sampai sekarang Nina masih sangat membenci mereka berdua. Bagaimana bisa seorang pembantu rumah tangganya berubah menjadi ibu tiri?


Ruang lobby Yorr Group tampak ramai. Bukan hanya para pegawai yang berlalu lalang, tetapi juga sekitar 20 orang seusianya memenuhi ruang itu. Nina Qianchu berdiri, bersandar pada sebuah tembok di pojok ruang. Hari ini adalah hari perekrutan dua karyawan baru. Sebagai desainer dan asisten desain. Siapa pun yang terpilih, mereka adalah partner.

__ADS_1


Selama beberapa saat, Nina merasa agak pusing menatap banyak orang. Menunggu gilirannya dipanggil memang agak melelahkan.


“Nona Nina Qianchu, silahkan giliran Anda.”


Astaga, di saat Nina berharap mendapat giliran terakhir sendiri, ia justru dipanggil tepat di urutan ke tujuh. Jantungnya bergetar seakan hampir jatuh ke perut. Bagaimana tidak, seluruh peserta yang keluar dari ruangan berwajah muram. Bahkan ada satu gadis sampai menangis. Tak perlu ditanya, Nina tau hasilnya.


Nina melangkah, mengikuti seorang wanita cantik seksi itu yang diduga adalah sekretaris bos. Tak disangka selera suaminya begitu tinggi. Di depannya kini terduduk tiga orang berpakaian rapi. Satunya adalah seorang wanita cantik. Aah, lagi-lagi ia merasa kalah telak.


Tes wawancara berjalan lancar. Hanya berkisar lima belas menit dan hal itu akan berakhir. Salah satu juri berdiri dan hampir mengumumkan hasilmya. Ya, hampir. Sebelum si bos datang dan mengacaukannya.


“Bela, tolong rekrut tiga orang baru. Salah satunya anak magang, dua di antaranya karyawan biasa. Kau tau alasannya, ‘kan? Kita harus segera mengurus beberapa pekerjaan yang sempat tertunda. Semakin ba –” Yorick belum selesai bicara, seketika ia terpaksa berhenti. Wah, ada satu orang yang semalam tidak pulang dan kemudian ada di kantornya? “Hei, siapa yang mengizinkan seorang pelajar mendaftar? Cepat usir dia.”


“Hoo, jadi maksudnya kau tak mau mendengarkanku lagi?”


“Ah, mohon maaf para juri yang terhormat. Dari isu yang saya dengar Tuan Yorick adalah seorang pimpinan yang mementingkan perusahaan dari apa pun. Tak disangka ternyata semuanya Cuma hoax. Mungkin karena saya tak secantik para karyawan di sini, makanya Tuan Yorick mencari alasan untuk menggagalkan saya. Ah, malangnya diriku.”


“Wah, benar juga yang dikatakan gadis itu. Memang lebih dari separuh karyawan di sini cantik-cantik. Cuma karyawan tetap yang semakin tua lah yang tidak cantik. Ckckck!” salah satu juri bergumam. Walau dengan suara tertahan, tetap saJa Yorick bisa mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


Yorick mengepalkan tangan, berbalik dan meninggalkan ruang perekrutan. “Untuk kaNinan bertiga, bonus bulan ini jangan harap bisa keluar! Dan untuk kamu, gadis kencur, jangan harap bisa berlama-lama di sini.”


Walaupun umurnya baru 27 tahun, tapi kini dia sudah menjabat sebagai CEO perusahaan. Di tengah kesibukannya sebagai pemilik perusahaan terbesar di Jepang, ia masih sempat berkuNinah di salah satu universitas ternama di kota Tokyo dan mengambil jurusan sastra.


Suasana siang hari yang terasa terik hingga menyengat tulang. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya Nina masuk ke kandang macan. Di seberang sana, Yorick mematikan panggilan penting yang membahas masalah pekerjaan. Kini, matanya menatap gadis yang kini tepat berada di depannya.


“Jadi, ada apa Tuan memanggil saya?”


Mendengar Nina menyebutnya dengan kata ‘tuan’, spontan Yorick membelalakkan bola matanya. Yang ia tau, bahkan nama kontaknya tertulis ‘Si Brengsek’. Dan kini gadis itu memanggilnya dengan sebutan tuan?


“Hah! Nona, apa kau tidak terlalu sopan? Jika kau lolos seleksi tahap akhir, apa kau akan mengganti nama ponselku sebagai ‘Boss Kesayangan’?”


“Maaf, Tuan. Ini di kantor. Dan tentu Anda adalah calon bos saya. Tentu sebagai bawahan bukankah sewajarnya bersikap hormat pada atasan? Apakah saya salah, Tuan?” Nina menajamkan pandangan, menatap penuh wibawa dan percaya diri. Pantas saja Bela dan dua juri lainnya terpikat padanya.


Yorick menghela napas lebih berat dari biasanya. Ia hanya takut identitas Nina Qiachu akan terbongkar.


“Kuperingatkan untuk terakhir kalinya. Walaupun statusmu sebagai istriku, tapi jangan pernah berharap kau dapat perlakuan khusus dariku! Dan angan pernah mengatakannya pada siapa pun!”

__ADS_1


“Hmph! Tanpa kau beri tahu sekali pun, aku, Nina Qianchu akan berusaha dengan kemampuanku. Saya permisi, Tuan.”


__ADS_2