The Destroyer

The Destroyer
Chapter 1


__ADS_3

"Oy, Win! bangun!"


Terdengar di telinganya teriakan yang kencang yang membuatnya bangun.


"Huh? Ada apa tiba tiba membangunkanku?" jawabnya sambil bangun dari tidurnya, dia melihat ke samping dan ternyata itu adalah temannya, Shin.


"Hehe.... "


Saat ini mereka sedang berada di dalam hutan yang tak jauh dari desa mereka berada, karena tidak berbahaya, tempat ini sudah menjadi seperti tempat bermain mereka. Suasana dan pemandangan nya indah membuat mereka betah berlama-lama di sana hingga matahari terbenam.


"Oiya, Win, besok kau pasti tahu kan hari apa?" tanya Shin.


"Um, besok, ya?" balas Win dengan sedikit bingun, dia tak ingat besok hari ini, baginya mungkin besok hari hari yang sama seperti sebelumnya.


"Lah? Jangan bilang kau tak ingat?! Besok itu hari yang sangat penting lho! Bahkan berkaitan dengan masa depanmu!" Shin menerangkannya sambil berteriak keras sehingga membuat Win menutup telinganya.


"Ouh begitu, ya! Memangnya besok hari apa?" tanya Win dengan polosnya.


"Tvh dasar kau ini!"


"Ayolah kawan, aku sungguh tidak ingat besok hari apa." bujuk Win dengan senyuman nya.


"Hmm, baiklah! Besok itu hari pemberian Gift, kah tau!!"


Saat Shin bilang begitu, Win pun mulai teringat dengan yang namanya Gift.


"Ouh iya, bagaimana aku bisa lupa, hahaha."


"Yah, begitulah dirimu, haha."


Gift merupakan suatu berkah yang diberikan oleh The Creator kepada manusia. Gift merupakan suatu keberadaan yang sangat penting dalam kehidupan ini karena itulah yang akan menentukan siapa dirimu di masa yang akan datang nanti.


Gift itu bermacam macam, tidak sama semuanya. contohnya ada yang diberi Gift Magic, maka orang tersebut berpeluang besar menjadi seorang Sage ataupun Mage, juga jika ada yang diberi Gift Sword master, maka dia berpeluang besar untuk menjadi seorang Royal Knight ataupun Holy Knight.


Gift biasanya diberikan ketika seorang anak telah berumur 10 tahun atau sekitarnya. Biasanya anak anak pada umur segitu pasti akan diberikan Gift, namun tak jarang ada beberapa anak yang tidak diberikan Gift. Alasannya masih belum diketahui, namun pastinya anak anak yang tidak memiliki Gift, di masa depan kehidupan dia pasti suram, dijauhi dari orang orang, dicap tak berguna dan ditindas hingga dijadikan budak.


*****


Malam hari telah tiba, Bintang bintang terlihat indah bagaikan berlian di atas sana. Saat malam hari, Win sangat suka melihat objek objek itu sambil berangan-angan dia bisa menggapainya.


"Bintang itu..... di mana ya tempatnya," ucapnya sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah bintang bintang.


Semakin lama, malam semakin dingin, namun dia tak henti meratapi bintang bintang itu. Ini adalah ritual hariannya sebelum tidur, melakukan ini setiap hari merupakan proses penenangan jiwa bagi dirinya.

__ADS_1


"Win, cepat tidur, besok jangan bangun kesiangan!" Terdengar suara dari arah luar pintu kamarnya, itu adalah kakeknya yang menyuruh Win untuk segera tidur.


"Iya kek, selamat malam!"


"Selamat malam."


Kakeknya adalah satu satunya keluarganya yang dia miliki sekarang. Ayah, ibu, dan kakaknya telah tiada saat Win masih kecil, jadi Kakeknya lah yang merawat Win. Untunglah Win merupakan anak yang penurut, jadi kakeknya tidak merasa kesusahan ataupun kerepotan saat merawat Win.


***


Keesokkan harinya, Win memulai paginya seperti biasanya dan kemudian segera bergegas untuk suatu yang sangat penting, yaitu upacara penerimaan Gift.


"Kakek, aku mau pergi duluan, nanti kakek nyusul aja, ya!"


"Iya, Win, nanti kakek nyusul ke sana."


Mungkin ini masih terlalu pagi untuk pemberian Gift nya, tapi Win sudah terlalu bersemangat tentang Gift yang akan dia terima hari ini.


Saat sedang jalan jalan menuju ke tempat dia biasanya, dia melihat Shin yang sedang berlatih berpedang bersama ayahnya.


"Hai Shin, pagi," sapa Win dari kejauhan, kemudian dia mendatangi Shin.


"Pagi juga, Win," balas Shin dengan riang gembira.


"Sebenarnya aku masih ngantuk, tapi.... Yaa..." Shin memalingkan wajahnya dari Win.


"Ouh, hhaa aku paham."


"Setelah kau latihan, gimana kalo kita ke tempat biasanya sebentar? Pemberian Gift nya juga masih lama kan?" tanya Win.


"Hmm ide bagus, akan segera kuselesaikan ini."


"Oke, aku duluan ya!"


"Siap."


Win pergi duluan ke tempat biasanya sembari menunggu Shin menyusul ke sana.


Saat sedang dalam perjalanan ke sana, dia sedikit terpikirkan tentang Gift yang akan dia terima nanti, dia berharap mendapatkan Gift yang bagus seperti yang dia inginkan, yaitu SwordMan. Saat dia sudah dewasa nanti dia berkeinginan untuk menjadi seorang Royal Knight yang hebat. Setiap hari pun dia selalu melatih teknik berpedang nya, namun tidak seperti Shin, Win melakukannya sendirian. Shin sudah mengajak Win untuk berlatih bersama, tapi Win selalu menolaknya.


***


Matahari semakin naik, tibalah Shin di tempat Win berada sekarang. Dia terlihat membawa sesuatu di punggung nya.

__ADS_1


"Sampai juga kau akhirnya."


"Ya."


"Itu... Apa yang kau bawa, Shin?"


"Oh.. ini ya?" Kemudian dia menunjukkan itu kepada Win.


Ternyata itu adalah pedang besi.


"Pedang? Apa yang ingin kau lakukan dengan ini sekarang, Shin?"


Tak lama kemudian, Shin meminta Win untuk melakukan sesuatu padanya.


"Win, sebelum upacara pemberian Gift, aku ingin beradu pedang melawanmu!" Pinta Shin sambil mengarahkan pedangnya pada Win.


"Huh? Kenapa tiba tiba?" Win sedikit bingung dengan permintaan Shin.


"Tidak ada, hanya saja aku penasaran dengan kemampuan berpedang mu, ku lihat dari kejauhan kau sering berlatih pedang sendirian, saat kuajak kau berlatih bersama, kau malam menolaknya. Karena itulah aku penasaran sehebat mana dirimu sekarang, Win."


Setelah mendengar penjelasan dari Shin, Win awalnya ingin menolaknya, tapi hanya untuk hari ini, dia akan menerimanya tawaran duel dari Shin.


"Begitu ya, baiklah. Untuk hari ini akan kutemani kau, Shin."


"Terimakasih Win karena telah menerima ajakan egois ku".


"Tak apa, kita ini sahabat kan?"


"Um, ya."


***


"Nah, Win aku tak akan menahan diri sekarang. Kerahkan semuanya di sini!"


Duel mereka akan segera mulai. Mereka berdua tidak menggunakan pedang kayu, tapi pedang sungguhan di duel ini yang didapatkan dari Shin. Duel ini cukup berbahaya untuk seusia mereka, tapi mereka tak mempedulikannya.


"Tentu saja akan kukerahkan semua teknik yang telah kupelajari selama ini, Shin!"


Masing masing dari mereka memasang kuda-kuda yang bagus, dan juga dilihat lihat mereka berdua tampak tak ada celah. Mereka sama sama serius kali ini.


"10 detik dari sekarang, duel bisa dimulai."


Kemudian setelah 10 detik, mereka berdua maju secara bersamaan saling berhadapan. Pedang mereka berdua bertemu dan menyebabkan suara yang keras hingga membuat binatang binatang di sekitar kabur.

__ADS_1


__ADS_2