
hari ke dua latihan....
"ini hari yang cerah ya, sensei!",
"yah, sangat cocok untuk latihan"
mereka sedang menuju ke tempat latihan kemarin. tempat itu hancur lebur karena dampak serangan win yang dahsyat, namun tempat itu masih bisa dijadikan tempat berlatih nya.
merekapun sampai di sana.
benar saja, mereka melihat banyak sekali pohon yang tumbang dan tanah yang retak bahkan hancur. win tidak menyangka kalau itu adalah perbuatan nya, karena kemarin dia sangat lelah hingga pingsan sehingga lupa apa yang telah dia lakukan.
"baiklah, sekarang kau sudah bisa sedikit mengendalikan dark magicmu".
"sekarang saat nya untuk meningkatkan kekuatan fisikmu".
"kenapa begitu?, bukankah lebih baik kalau aku bisa menguasai dark magic sepenuhnya dulu?", tanya win.
"jika kau hanya meningkatkan sihirmu dan mengabaikan pertahanan mu, maka kau akan mudah mati karena terkena serangan", jawab red.
"ouh begitu ya!, tapi bukankah lebih bagus menggunakan barrier untuk menahan serangan musuh?", win bertanya sekali kali.
"kecepatan, ketahanan, dan penghalang (barrier) sangat penting untuk bertahan atau menghindari serangan lawan, jadi jangan hanya satu saja yang kau kuasai, namun semuanya". jawab red
"tapi kenapa aku harus melatih fisikku dahulu daripada belajar menggunakan barrier?". tanya win
"huh, kau pernah bilang padaku kan kalau kau ingin menjadi "sword master" terkuat di dunia".
setelah itu win paham kenapa red ingin dia melatih fisiknya dulu.
"oke, sekarang Untuk memperkuat fisikmu tentu saja kau sudah tau harus melakukan apa kan?", tanya red.
"hmm,... mungkin lari, push up, dan yang lainnya", jawab win.
setelah itu red menyuruh win untuk push up sebanyak 50 kali. tentu saja itu jumlah yang sangat banyak untuk seorang anak berusia 10 tahun, namun win berbeda, dia sekarang bukanlah sembarang anak kecil lagi. dia bahkan memiliki ketahanan fisik yang hampir setara dengan orang dewasa saat di desanya.
dia adalah anak yang sangat berbakat dan diakui di sana.
"50 kali!?"
"yah, apa kau keberatan nak?", red menjawabnya sambil menampilkan eksperi wajah yang mengesalkan.
"kurasakan itu bukanlah masalah".
setelah itu win melakukan apa yang disuruh red, yaitu push up sebanyak 50 kali.
beberapa menit telah berlalu.
win berhasil menyelesaikan push up nya walaupun dia terlihat sedikit kesulitan.
"ahhh, ini melelahkan!".
"hahaha baru begini saja kau sudah tepar".
win berdiri setelah itu, dan bertanya pada red apa yg harus dia lakukan lagi.
lalu red bilang kalau dia harus berlari dari sini sampai puncak gunung.
win yg sudah menduga itu tentu tidak terkejut dan dia yakin juga kalau pelatihan yg diberikan padanya tidaklah mudah, bahkan bisa membahayakan nyawanya.
"aku mulai dari sini kan, sensei?", tanya win.
__ADS_1
"ya, batas waktunya Tengah hari, aku juga akan kesana untuk mengawasi mu", jawab red.
"haha, aku mengerti".
dia pun mulai berlali ke puncak gunung, red mengikuti nya dari atas menggunakan sihir terbangnya, selain itu dia juga bisa menggunakan sayapnya untuk terbang pada wujud manusia nya.
"terlalu bahaya bagimu jika kau bisa menguasai dark magic", pikir red saat mengikuti win.
semakin ke atas semakin curam jalannya, jika dia tidak hati hati maka dia mungkin akan terjatuh ke jurang.
setelah perjalanan telah dia lewati, dia sekarang terlihat tampak lelah. keringat nya membasahi tubuhnya, namun dia tampaknya masih bisa melanjutkan ini.
namun saat dia hampir sampai di puncak, dia bertemu dengan seekor serigala yang sangat besar, besar nya itu tidak normal untuk kebanyakan serigala, besarnya sama seperti Golem buatan red, tinggi nya sekitar 3 meter.
win berhenti saat melihat nya, dia mundur perlahan dan waspada jika serigala itu tiba tiba menyerang. namun win merasa bahwa serigala itu tidak ada niatan untuk menyerang nya, serigala itu tidak menunjukkan reaksi ingin menyerang nya atau sesuatu seperti itu.
serigala itu masih berada di sana.
"apa kau manusia?"
serigala itu ternyata dapat berbicara, dia tidak berbicara bahasa manusia namun bahasa voizsh (yoizsh).
serigala itu tampaknya ingin mengajak win berbicara, dia juga tidak menunjukkan niatan permusuhan.
win menurunkan kewaspadaan nya dan mulai berbicara pada serigala itu.
red masih mengawasi win dari atas jika sesuatu yg buruk terjadi pada win.
red mengenal serigala itu, dia adalah king of wolf di wilayah nya dan nama serigala itu adalah astheoth.
red tidak langsung kesana untuk menemui win, dia ingin tahu bagaimana win berinteraksi dengan king of wolf itu.
sebelum menjawab pertanyaan king of wolf win berpikir apa yang akan terjadi jika dia bilang kalau dia adalah manusia, tentu saja serigala itu tidak percaya seperti yang terjadi saat win bertemu dengan red. "manusia tidak mungkin bisa masuk ke wilayah ini". itulah yg dikatakan red saat itu, winpun kemudian berpikir bagaimana kalau dia bilang pada serigala itu bahwa dia adalah demon, tentu saja serigala itu akan langsung menyerang win tanpa basa-basi karena demon adalah ras yang paling dibenci dan ditakuti pada masanya dan ras demon pasti sudah punah saat ini, jadi jika win mengaku sebagai demon maka kecurigaan padanya yg akan berdampak pada win.
"aku bukan siapa siapa".
itulah yg diucapkan nya pada king of wolf itu, dia tidak bisa memikirkan kata kata lagi selain itu.
serigala itu menatap win dengan tatapan tajam, win reflek mundur ke belakang dengan lambat, namun serigala itu maju perlahan lahan ke arah win.
"jangan mencoba membodohi ku, apa kau ini demon yang menyamar menjadi manusia agar tidak ketahuan?!", dia berbicara pada win dengan nada kasar dan dingin.
"aku tidak peduli!", jawab win dengan tegasnya.
win membuat wolf itu marah dengan perkataannya nya yang kasar dan menyinggung wolf itu.
"berani juga kau bersikap tidak sopan padaku!".
wolf itu kemudian menyerang win.
win bisa menghindari serangan nya. win lalu berlari lari mengelilingi wolf itu hingga dia bingung di mana win akan menyerang.
win mendapatkan kesempatan.
dia mencari jarak yang pas untuk menyerang wolf itu menggunakan dark magic nya, hanya itu sihir yg bisa dia kuasai walaupun masih lemah.
diapun menyerang wolf itu menggunakan dark magic nya.
"ball of darkness!"
itu adalah serangan nya kemarin yang dia namai, karena serangan nya itu mirip seperti bola tapi berwarna hitam.
__ADS_1
serangan itu bergerak dengan cepat dan berhasil mengenai wolf itu.
ledakan yang dahsyat terjadi di sekitar wolf itu, tanah tanah di sekitar nya hancur lebur dan pohon serta tumbuhan di sana tumbang dan musnah karena dampak serangan nya itu.
"huh, tak kusangka aku akan menggunakan nya tadi", ucap win dengan leganya.
debu yang menyelimuti akibat serangan itu tiba tiba tersapu bersih dan win melihat wolf itu masih belum tumbang.
dia tidak menyangka kalau dark magic miliknya yg bisa menembus Golem buatan red tidak bisa membunuh wolf itu.
dari kejauhan wolf itu mengatakan sesuatu pada win dengan tawanya yang menyeramkan.
"hahaha, kau bahkan bisa menggunakan sihir yang hanya bisa di gunakan oleh demon!, sangat menarik!", teriak wolf itu.
lalu dia mengenal kan dirinya kepada win.
"sebelumnya aku minta maaf, aku astheoth, king of wolf di wilayah ini".
dia menuju win secara perlahan.
"king of wolf kau bilang?", tanya win dengan perasaan penasaran nya.
"ya dan juga aku tidak berniat menyerang mu, tadi itu aku hanya menguji mu kau tau! hahaha".
"kau bisa memanggilku Asta, kawanan ku memanggil ku begitu".
"oh, begitu ya"
"oh iya, namaku win aku ini manusia tapi juga termasuk demon", win memperkenalkan dirinya.
"yah, aku sudah menduga itu tadi, walaupun aku kurang yakin ada makhluk yang seperti itu di zaman sekarang".
"hehe".
red yang tadi mengawasi win tiba tiba menemuinya.
"oy", sapa red pada Asta
"oh, kau ya, lama tak jumpa!", ucap Asta.
"eh tunggu dulu, kalian ini saling kenal?", tanya win.
mereka berdua hanya tertawa setelah mendengar pertanyaan win.
"kalau dia ini musuhku, maka kau sudah pasti ku bantu dari tadi, win", ucap red
"ah, aku bahkan tidak menyadari itu", ucap win.
setelah itu red bertanya sesuatu kepada Asta.
"biasanya kau tidak berada di wilayah ini, apa ada sesuatu yang membuat mu kesini?", tanya red.
"siapa sih yg tidak tertarik dengan hawa keberadaan demon, dan sampai lah aku di sini dan melihat demon itu, dan itu ternyata anak ini", ucap asta.
"kau juga dapat merasakan nya ya".
win hanya terdiam saja melihat mereka berbicara.
lalu red menyuruh win untuk meninggalkan mereka berdua sebentar, sepertinya red ada urusan yang harus dibicarakan oleh mereka berdua.
win pun mendengarkan nya dan meninggalkan mereka berdua kemudian melanjutkan latihan nya.
__ADS_1