The Destroyer

The Destroyer
Chapter 17


__ADS_3

Di tempat lain, Red sedang berada di suatu ruangan yang hitam pekat hingga dia tak dapat melihat apapun di sana, namun setelah terdengar suara langkah seseorang, kegelapan yang menyelimuti ruangan itupun tiba tiba terhapus dan ruang yang gelap itu tiba tiba menjadi tempat yang sangat indah.


"Aku... di mana?"


Setelah ruang itu menjadi tempat seperti ini, suara langkah itu tidak terdengar lagi, bahkan itu hanya terdengar sekali saja dan setelah itu tiba tiba menghilang.


Red mulai merasakan perasaan yang tidak mengenakan, sesaat sesudahnya, dia pun berpikir kenapa dia bisa berapa di tempat ini padahal beberapa saat sebelumnya dia sedang melawan demon lord Zezt. Tak lama kemudian, terdengar suara dari berbagai arah di sana, suara itu membuat red mulai was was terhadap sekitarnya.


Dia melihat sekeliling dan tak menemukan siapapun di sana selain dirinya sendiri. Tak lama setelah itu, terdengar lagi suara yang sama, kali ini suara itu terdengar lebih jelas dan keras seperti semakin dekat. Lagi lagi Red tidak menemukan siapapun di sana, dia bahkan tak merasakan hawa keberadaan seseorang di sana.


Semakin lama suara itu terdengar semakin keras, walaupun Red sudah menjauh dari tempat sebelumnya, dia masih bisa mendengar suara itu. Walaupun itu tidak menyakitinya tapi itu membuat dia merasa gelisah dan mulai panik, tak pernah selama hidupnya dia mengalami hal itu sebelumnya.


Dia menyadari bahwa berlari lari ke sana ke sini itu adalah hal yang sia sia.


"Apa-apaan ini!? Tempat macam apa ini!? Tch siall!!"


"Apa yang harus kulakukan? Suara itu tetap terdengar walau aku sudah menutup telingaku, apa ini neraka!?"


Semakin lama, dia merasa frustasi. Namun hal yang tak disangka terjadi.


Saat dia menoleh ke belakang, dia melihat seseorang sedang memetik buah, padahal tadi dia tidak melihat siapapun di sekitar sana dan dia tak merasakan hawa keberadaan orang itu.


"I-itu?"


"Apa mungkin orang itu yang melakukannya?"


Dia tak tahu pasti orang itu laki laki atau perempuan, jika dilihat lihat orang itu terlihat seperti anak kecil. Red semakin penasaran. Diapun mendatangi anak itu, dan anehnya suara yang tadi sudah tak terdengar lagi.


Saat dia mendatangi anak itu, anak itu menoleh ke arah Red. Saat mata mereka saling bertatapan, Red tiba tiba tak dapat bergerak sama sekali, bernapaspun juga sulit.


"Apa-apaan ini?!"


"Kenapa aku tak bisa bergerak!?"


Anak itu kemudian melangkahkan kakinya ke arah Red, setiap langkah anak itu membuat dunia itu bergetar semakin banyak langkah nya semakin besar pula getarannya, dan saat langkah terakhir saat dia tepat berada di hadapan Red, tiba tiba tempat yang tadinya indah berubah menjadi kegelapan yang sangat gelap. Red tak dapat melihat apapun, itu sudah terjadi dua kali sejak dia berada di sini.


Semakin lama kesadarannya mulai menurun, dia semakin lemah dan melemah. Matanya mengeluarkan darah yang menetes ke kegelapan itu. Suara yang dia dengar sebelumnya pun mulai terdengar lagi, tapi suara itu hanya terdengar sekali saja. Red sekarang tak lagi berdaya, dia bagaikan bayi yang baru lahir, tak dapat melakukan apapun selain menangis.


Saat dia merasakan penderitaan yang menyakitkan itu, terdengar suara anak kecil yang tadi mendatanginya.


"Kau ingin hidup kembali?"


Namun Red tak menghiraukan itu, dia tak dapat berbicara, bergerak atau bahkan melihat sekarang. Matanya terus mengeluarkan darah yang tak terhitung jumlahnya. Tapi anak itu bertanya sekali lagi.


"Kau ingin hidup kembali?"


Akan tetapi, Red tetap mengabaikan perkataan anak itu. Dan untuk ketiga kalinya anak itu bertanya pertanyaan yang berbeda.


"Kau ingin bertemu dengan adikmu?" tanya anak itu.

__ADS_1


"Ya," jawab Red.


Tak seperti sebelumnya, saat ditanya apakah dia mau hidup kembali, dia seakan akan tak mendengarkan itu, namun saat ditanya tentang adinya dia dengan segera menjawab pertanyaan itu. Bagi Red, Adiknya lebih penting daripada hidupnya.


Setelah itu, darah yang keluar dari mata Red terhenti dan dia dapat menggerakkan tubuhnya lagi, rasa sakit yang sebelumnya dia rasakan juga tiba tiba menghilang.


"Apa yang terjadi?"


Ruang gelap yang itupun berubah menjadi tempat yang indah seperti sebelumnya. Bagi Red itu adalah yang sangat mustahil, Makhluk apa yang dapat melakukan itu semua dengan begitu sempurnanya.


"Jadi, kau ingin bertemu dengan adikmu, kan?" tanya anak itu.


Red tidak menyadari bahwa anak itu masih berada di hadapannya, dia sedikit terkejut tapi dia kembali tenang lagi. Dia mulai terbiasa dengan sesuatu yang tak dia mengerti.


"Ya!" jawab Red.


"Tapi sebelum itu, bolehkah aku bertanya?" tanya red.


"Tanya apa?"


"Sebenarnya ini ada di mana, dan kenapa aku bisa mengalami kejadian kejadian sebelumnya, lalu kau ini siapa?" tanya red.


Anak itu terdiam sebentar sebelum menjawab nya.


"Kalau kubilang kau sedang berada di surga, apa kau percaya?" tanya anak itu.


Saat pertama datang ke tempat yang indah ini, dia sesekali beranggapan bahwa tempat ini layaknya surga, tapi kenapa sesuatu yang mengerikan tadi dia alami meskipun dia berada di surga?


"Kalau kubilang kau sedang berada di neraka, apa kau percaya?" tanya anak itu.


"hmm... I-itu."


Jika ini adalah neraka, lalu kenapa tempat ini terlihat begitu indah layaknya surga? Jika yang dimaksud adalah ruang gelap itu, maka itu mungkin saja adalah neraka.


"Lalu, jika kubilang kalau aku adalah Creator, apa kau percaya?" tanya Creator.


"Creator?"


"Eksistensi yang menciptakan segalanya dan merupakan awal dan akhir dari segalanya, itulah aku, Wobbs' " jawab Wobbs'


"Maksudmu, kau ini dewa? keberadaan yang menciptakan seluruh semesta!?" tanya Red.


"Dewa ya, jangan samakan aku dengan mahluk lemah itu," jawab anak itu.


Red masih tidak percaya bahwa sekarang dia berada di hadapannya penciptanya, dia bahkan tak tahu bahwa penciptanya itu adalah seorang anak kecil.


"Kau pasti tidak percaya kalau penciptamu itu adalah anak kecil, kan?" tanya Wobbs'.


Red terkejut anak itu bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


"Kau pasti kaget kan kenapa aku bisa tahu apa yang kau pikirkan?" balas Wobbs'.


Red hanya bisa terdiam setelahnya.


"Menurutmu, apakah mungkin seorang penulis tak tahu apa yang karakter buatannya pikirkan? Dan bisa saja sang penulis telah merencanakan apa yang akan kau pikirkan," balas anak itu.


Red semakin tak paham dengan situasi nya.


"Wobbs', aku punya permintaan," pinta Red.


"Sebelum kau menyebutkan permintaanmu itu, aku sudah tahu," balas Wobbs'.


"Kalau begitu, aku ingin kau mengabulkan permintaanku, hanya untuk kali ini saja! Kumohon!" Pinta Red sambil sujud memohon kepada Wobbs'.


"Sebelum itu, apa kau masih penasaran kau ada di mana?" tanya Wobbs'.


"Itu sudah tidak penting! aku tak peduli lagi dengan itu!" balas Red.


"Kenapa kau bersujud padaku? Apa dengan bersujud seperti ini aku sudah pasti mengabulkan permintaanmu?" Tanya Wobbs'.


"Kumohon! Kau itu pencipta ku kan? Apa kau tak bisa mengabulkan keinginanku yang singkat ini!? Kumohon!" Red memohon sampai air matanya menetes.


Setelah sekian lama bersujud dihadapannya, permintaannya pun dijanjikan oleh Wobbs' dengan suatu syarat.


"Di dunia ini, kau tak selalu mendapatkan apa yang kau inginkan."


"Apa syaratnya? Aku akan melakukannya! Apapun itu!" balas Red.


"Kau harus menyerahkan diri dan jiwamu padaku sebagai bentuk kesetiaan pada penciptamu," jawab Wobbs'.


"Baiklah, akan kuterima itu!"


"Kalau begitu, sekarang pergilah!"


Setelah itu dia tiba tiba terbangun di tempat yang sama saat seperti melawan Demon lord Zezt. Dia melihat dirinya yang berlumuran darah, dia kepala dan dada.


Dia menggunakan kemampuan pendeteksi nya untuk merasakan hawa keberadaan makhluk yang berada di sekitarnya, dia meluaskan nya hingga berkilo-kilo meter. Setelah itu dia berhasil merasakan aura sihir Win, tapi dia juga merasakan aura sihir yang aneh di dekat Win.


"Aku harus segera ke sana!"


Diapun pergi ke sana menggunakan sayapnya agar lebih cepat sampai, dia melihat keadaan area di perjalanan sangatlah rusak parah, pertarungannya dengan Zezt ternyata sedasyat ini. Tapi ini bukan saatnya untuk memikirkan itu, saat ini dia harus segera pergi ke tempat win untuk menyelamatkannya.


Sementara itu, dari kejauhan yang sangat amat jauh, Keberadaan yang berada di luar semesta, di luar dunia, di luar realm yang tak terhingga jumlahnya. Wobbs', sedang memperhatikan mereka.


"Akan ada saatnya anak itu pergi ke sini, tapi akan kutulis cerita ini dengan penderitaan yang sangat menyakitkan bagi dirimu!"


Wobbs' merupakan keberadaan yang tak dapat dibayangkan, dia sudah seperti The Creator of All Things bagi makhluk di Realm yang dia ciptakan. Walau begitu tak ada satupun makhluk ciptaannya yang menyadari keberadaannya, baginya tak ada gunanya makhluk fana mengetahui keberadaan yang jauh lebih mulia daripada mereka.


Keberadaan makhluk fana itu jauh di bawah Wobbs', sekuat apapun itu, sehebat apapun itu, tak dapat menggapai Wobbs' yang telah sampai di puncak kemahakuasaan. Jika dia mau, dia bisa saja melenyapkan dan menciptakan apapun, tak peduli apapun itu. Realm tak terhingga yang dia ciptakan untuk makhluk fana hanyalah sebagian kecil dari kemahakuasaannya. Sebuah eksistensi yang terlepas dari takdir kematian karena dialah yang menciptakan konsep kematian itu sendiri, Eksistensi yang kekal abadi selamanya, Eksistensi yang melampaui hukum hukum sebab-akibat, Eksistensi yang mengatur dan menulis semua kejadian di seluruh Realm, Eksistensi yang berada di atas segalanya, Eksistensi yang berada dalam ranah ketakterhinggaan tak terakses mutlak. Dialah Wobbs', 'The Creator of All Things', baginya, segalanya hanyalah kepalsuan bagi dirinya, hanya dialah yang nyata

__ADS_1


__ADS_2