The Destroyer

The Destroyer
Chapter 5


__ADS_3

satu malam yang panjang telah dilalui mereka dengan obrolan yang panjang. disitulah mereka lebih saling kenal mengenal walaupun mereka lebih banyak membahas tentang zezt.


pagi hari yg cerah, udara dingin yang segar, pemandangan yang indah luas terbentang hingga ujung dunia. win saat ini sedang merasakan kenikmatan pagi hari di sana.


"tak kusangka, ini akan lebih indah dari yang kubayangkan".


di atas sana dia bisa melihat banyak hal, seperti hutan hutan yang lebat, sungai sungai yang mengalir derasnya dan bahkan hamparan lapangan hijau yang luas.


itu sangat memanjakan matanya yang sudah lama tidak merasakan hal ini.


tidak lama setelah itu, red menyapa win dari belakang.


"Yo, selamat pagi!", sapa red.


"ouh, selamat pagi juga sensei", jawab win dengan senyum nya.


red mendatangi win.


setelah dia cukup dekat dengan nya mereka pun mengobrol sebentar.


"sensei, kapan kita mulai latihannya?, aku sudah tidak sabar!", tanya win.


"mungkin sebentar lagi, tapi sebelum itu kau harus tau apa yang harus dilatih dulu", jawab red.


"maksudnya?", tanya win.


"latihan itu dibedakan menjadi beberapa macam".


"ada latihan sihir, latihan berpedang, latihan pengendalian element/magic, latihan kekuatan, latihan kecepatan dan lainnya". ucap red


"jadi kau mau yang mana dulu, win?".


"oh, Begitu ya!", ucap win


"kalau begitu, aku akan melatih pengendalian element ku dulu", ucap win


"ohh, pasti kau ingin aku melatihmu cara mengendalikan dan menggunakan dark magic, kan?", tanya red


"haha, sensei tau saja".


mereka menuju ke tempat latihan.


tempat itu tidak jauh dari sana.


dikarenakan gunung itu sangat luas maka banyak sekali lahan kosong yang cocok digunakan untuk latihan.


tempat itu berupa hamparan lapangan hijau yang sangat luas.


"nah Sekarang kita sudah sampai", ucap red.


"bukankah menurutmu ini tempat yang cocok untuk latihan?", tanya red.


"yeah, menurut ku begitu, tempat ini begitu luas dan suasananya juga bagus", jawab win


"aku suka tempat ini".


"baiklah, kalau begitu aku akan jelaskan secara singkat bagaimana cara mengendalikan suatu elemen dengan baik".


"yang paling penting adalah, kau harus tenang saat mengumpulkan energi dari elemen itu, jika kau goyah sedikit saja maka kemungkinan itu akan melukai diri mu sendiri".


"tenang ya?", ekspresi win agak lesu


"ya, kalau kau tidak tenang saat menggunakan sihir kau tidak akan bisa menggunakan dan kemungkinan terburuk nya kau bisa melukai dirimu sendiri".


"ketenangan adalah kunci utama dalam penggunaan dan pengendalian sihir".


"ada orang yang memiliki kekuatan sihir yang sangat besar, namun itu tidak akan berarti jika dia tidak bisa mengendalikan kekuatan sihir itu, itu hanya akan membahayakan nya".


"Karena itulah pengendalian sihir itu sangat penting, apalagi jika kau bisa mengatur berapa energi sihir yang akan kau gunakan saat menghadapi lawan".


"itu mungkin akan menghemat penggunaan energi sihir mu".


win mendengar penjelasan dari red dengan sangat baik.


saat ada yang tidak paham dia bertanya padanya.


"um, apakah untuk menggunakan sihir harus merapalkan mantra dulu?", tanya win


"itu tergantung, ada orang yang harus merapalkan mantra dulu dan ada yang tanpa merapalkan mantra dulu".


"biasanya jika orang itu bisa menggunakan sihir tanpa merapalkan nya, dia adalah seorang yang sangat sangat hebat, biasanya orang itu disebut sebagai "great mage" ".


"ouh begitu ya!"


"dan juga, apa kau harus merapalkan mantra dulu sebelum menggunakan sihir, sensei?".


"tentu tidak, aku bisa menggunakan sihir tanpa merapalkan mantra terlebih dahulu, walaupun aku tidak termasuk "great mage" namun aku ada di tingkatan yang lebih tinggi dari itu".

__ADS_1


"luar biasa!"


"sensei memang hebat!"


"hehe:v"


setelah pembicaraan panjang yang tak terduga itu, latihan dasar pun di mulai.


win menjauh beberapa meter dari red dan red memberikan arahan arahan kepada win.


"ingat! agar tetap tenang!" teriak red dari kejauhan.


"Yaa!".


"kumpulkan energi itu di tanganmu dan kendali kan itu atas kehendakmu".


sebuah dark magic ada di tangan win, namun itu masih terus melebur dan melebur.


"tch, tak kusangka akan sesusah ini".


beberapa saat kemudian, win berhasil mempertahankan dark magic Yang ada di tangannya, walaupun itu ukurannya masih terlihat kecil, namun mungkin memiliki dampak kerusakan yang besar.


"sensei, lihat ini!".


"yah, aku melihat nya!, kerja bagus".


win tersenyum setelah nya.


lalu red menyuruh win untuk melemparkan dark magic itu ke Golem yang telah disiapkan red untuk latihan win.


win melemparkan dark magicnya ke Golem itu.


setelah terkena serangan nya, Golem itu seketika hancur berkeping keping bahkan menembus Golem itu dan dark magic milik win masih melesat tanpa henti Hingga itu meledak sendiri di atas langit.


walaupun itu cukup jauh, tapi suara ledakan nya masih terasa.


red terkejut dengan apa yang dia lihat, dia berpikir bahwa dark magic kecil milik win tidak akan bisa menghancurkan Golem buatan red.


"apa apaan ini?", tanya red


"tak kukira akan sekuat itu", pikir red


lalu dia menghampiri win dengan cepat.


"apa aku berhasil, sensei?", tanya win


"kau berhasil melewati latihan pertama dengan baik!". ucap red


win merasa senang setelah mendengar perkataan red.


"tapi kusarankan padamu agar tidak menggunakan dark magic secara sembarang saat kau telah menguasainya", ucap red


red khawatir tentang dark magic milik win, padahal dia kira kalau semua sihir saat ini telah melemah dari ribuan tahun lalu, tapi dark magic tidak sama sekali melemah.


kekuatan sihir itu masih sama seperti dahulu.


dan dia kemudian berpikir bahwa itu karena dia mendapatkan kekuatan dari demon lord zezt, jadi itu adalah kekuatan sejati dari dark magic yang asli.


setelah itu mereka istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah, walaupun hanya win yang merasakannya.


"padahal tadi itu hanya dark magic kecil saja, tapi kekuatan nya begitu kuat, apalagi kalau yg lebih besar", ucap red


"aku bahkan mungkin tak akan sanggup untuk menahannya", ucap red


"jadi itu sihir yang sangat berbahaya ya?", tanya win


"dilihat sekilas pun pasti akan tahu kalau itu sihir yang berbahaya", jawab red


"tapi jika kau bisa mengendalikan sihir itu dengan baik, maka tidak ada yang perlu khawatir kan", ucap red


"ya, aku pasti akan segera bisa mengendalikan nya!"


semangat win tiba tiba naik kembali.


"anak ini...."


"walaupun aku tidak tahu dari mana dia berasal, namun aku merasa kalau dia ini bukan manusia atau pun demon".


"mungkin makhluk selain itu yang berwujud seperti manusia".


"tapi apa itu?".


"untuk saat ini lebih baik aku terus bersama nya dan terus mengawasi nya"


"ada kemungkinan bahwa dia akan menjadi bencana di masa depan"


dia memikirkan itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"ada apa, sensei?"


"apa ada yang lucu?"


"um, tidak tidak, bukan apa apa"


"hehe"


setelah istirahat, win kembali lagi melanjutkan latihan nya dengan semangat yang luar biasa.


"sensei, sekarang aku sudah siap!", ucap win dengan semangat nya.


"ya ya ya, aku akan membuat beberapa Golem untuk menjadi lawan tanding mu".


red menciptakan 3 Golem yang sama seperti tadi namun sedikit lebih keras dalam segi pertahanan nya.


"nah sekarang lawanlah mereka dengan dark magic mu itu!".


sebelum win menyerang nya, Golem itu menyerang win lebih dulu, tapi win bisa menghindari serangan dari 3 Golem itu walaupun agak kesulitan.


dia mencari jarak yang bagus baginya untuk menyerang Golem itu dari kejauhan menggunakan dark magic nya.


saat win cukup jauh dengan golem Golem itu, win menggunakan dark magic nya lalu melemparkan itu ke Golem Golem itu.


"apa ini berhasil?"


sama seperti sebelumnya, Golem Golem yang telah diperkuat itu tetap hancur saat menerima serangan dark magic win, bahkan area sekitar Golem Golem itu berara hancur berantakan menjadi lubang yang cukup lebar namun tidak terlalu dalam dan itu juga menghancurkan pohon pohon yg berada di area serangannya.


"hmm, masih bisa hancur ya, kukira dengan kuperkuat begitu akan lebih susah dihancurkan", pikir red


"tak kusangka kau bisa mengalahkan mereka", ucap red.


"murid ku memang hebat ya".


"hehe".


"apa kau masih sanggup menggunakan sihir mu?, tanya red


"yah, mungkin aku bisa melakukan beberapa serangan dengan ini", jawab win


win terlihat agak kelelahan setelah mengalahkan Golem Golem itu.


"entah kenapa kurasa dark magic ini menguras banyak sekali energi sihir ku", ucap win


red menawar win untuk istirahat lagi, namun win menolak nya dan tetap melanjutkan latihan nya.


"kalau begitu, bagaimana kalau kau menggunakan sihir yang lainnya?, seperti api, angin, tanah atau semacamnya". ucap red


"aku tidak yakin bisa menggunakan itu, aku saja tidak tahu apakah aku memilih sihir elemen itu", jawab win.


"aku ingin tanya, kau ingin menguasai dark magic dahulu atau sihir dasar yang tidak menguras banyak energi sihir?", tanya red


"umm, itu pilihan yg sulit", jawab win


"huh(menghela napas)"


"baiklah, belajar satu sihir dulu mungkin lebih efisien, tapi kusarankan kau untuk belajar sihir elemen dasar terlebih dahulu", ucap red


"entahlah, tapi apa sensei bisa membuat golem lagi untuk ku?, aku ingin melatih dark magic ku agar lebih kuat lagi".


"baiklah"


red menciptakan 10 Golem sekaligus untuk menyerang win.


win awal awal merasa sedikit panik dengan musuhnya yang lumayan banyak, apalagi mereka berukuran cukup besar dan lebih kuat dari sebelumnya. tinggi Golem Golem itu sekitar 4 meter atau lebih.


satu persatu serangan dilancarkan oleh Golem itu, namun win bisa menghindari nya. gerakan win sekarang lebih cepat dari tadi, karena itulah dia bisa menghindari serangan Golem itu dengan sedikit mudah.


setelah bergerak kesana kemari untuk membuat golem Golem itu bingung dimana posisi win berada, win dengan cepat mengambil jarak untuk menyerang Golem Golem itu dengan cepat.


dia tanpa sengaja menciptakan dark magic yang lebih kuat dari sebelumnya, yang berarti ukurannya lebih besar, mungkin 2 kali lipat lebih besar.


dia melepaskan serangan itu pada Golem Golem itu.


red yang merasa sedikit khawatir tentang dark magic win yang lebih besar dari tadi, dia melangkah lebih jauh kebelakang untuk menghindari hal buruk yang mungkin akan terjadi.


saat serangan itu mengenai Golem, serangan itu berhasil menghancurkan semua Golem nya, dan serangan itu masih berlanjut walaupun Golem Golem itu sudah hancur, kejadian nya sama seperti yg terjadi saat melawan Golem pertama kali. namun ini lebih besar dan dark magic itu terus melayang tanpa henti nya.


dan itu berhenti setelah menabrak sebuah gunung yang jauh dari sana. serangan itu meninggalkan dampak kerusakan yang sangat besar, sebuah gunung besar hancur karena menerima serangan mengerikan itu.


red dari kejauhan bisa melihat nya.


"aha, ini sedikit berbahaya", pikir red


lalu ada win yang tidak percaya dengan apa yang dia lakukan.


tidak lama kemudian dia pingsan karena kelelahan akibat penggunaan sihir yang berlebihan. req membawa win kembali ke tempat nya.

__ADS_1


begitulah akhir dari hari pertama latihannya.


__ADS_2