The Destroyer

The Destroyer
Chapter 14


__ADS_3

"Manusia memang seperti ini sejak dahulu."


Dalam sekejap dia menebas seluruh penduduk desa yang berada di sana dengan menggunakan pedangnya, Bahkan Rumah dan bangunan yang ada disekitar itupun ikut tertebas hingga terbelah menjadi dua.


Darah darah berceceran di mana mana. Malam yang damai seketika menjadi malam yang penuh pembantaian. Dia tidak merasakan rasa bersalah atau penyesal setelah melakukan itu, yang dia rasakan hanyalah rasa kesenangan karena berhasil memuaskan hasratnya.


"Ha ha ha...!"


Pedangnya menyerap jiwa jiwa dari penduduk desa itu dan menjadikan itu sebagai energi sihirnya. Semakin banyak yang diserap, semakin kuat juga dirinya, namun itu masih belum cukup.


Setelah menyelesaikan itu tadi, dia langsung membumihanguskan desa itu dengan Fire Ball nya hingga desa itu berubah menjadi kawah besar yang berkali kali lipat luasnya dari desa itu. Dampak dari serangan itu sampai membuat binatang dan hewan yang ada di hutan kabur menjauh dari sana untuk menyelamatkan diri. Dampak dari serangan itu juga menimbulkan dentuman yang sangat keras sekali hingga terdengar sampai berkilo-kilo meter jauh nya.


Dari tempat yang jauh itu, Win dan Red mendengarnya. Dentuman itu membuat win menghentikan sejenak latihannya dan Red juga bingung tentang dentuman yang keras itu.


"Apa apaan tadi?"


Karena dia penasaran dengan apa yang terjadi, Red pun mengajak Win ke sumber suara itu. Win juga penasaran dengan hal itu, jadi Win menerima tawaran Red dan pergi bersama ke sumber dentuman itu.


Agar lebih cepat sampai di sana, Red memunculkan sayap di pinggangnya agar lebih cepat sampai di sana dengan cara terbang. Win berpegangan pada kaki Red agar tidak terjatuh ke bawah.


"Apa ini aman aman saja?" pikir Win.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sumber suara keras itu.


"I-ini... ?"


Red menurunkan Win di sana dan mulai mencaritahu sebab ini bisa terjadi.


Tempat itu benar-benar kacau sekali, seperti ada yang sengaja melakukannya.


"Apa-apaan ini?? Seingatku, tempat ini dulu nya adalah sebuah desa," gumam red dengan sedikit shock.


Sementara itu Win tampak meneteskan air mata perlahan lahan. Red yang melihat itu langsung menanyai Win kenapa dia menangis. Namun Win tidak menjawab apapun, dia hanya termenung terdiam di tempat.


"Hei Win! Jawab aku!"

__ADS_1


Kata kata Red itu membuat Win kembali sadar lagi setelah beberapa saat yang lalu.


"Ah, a-aku menangis? Kenapa air mata ini keluar?"


Win bingung kenapa dia tadi menangis, dia juga sempat tidak sadarkan diri. Namun Win mengingat sesuatu yang membuat hatinya merasa sakit.


"Entah kenapa saat aku di sini, aku merasa seperti berada di kampung halaman (desa) ku," ucap Win dengan wajah sedihnya.


Setelah pertarungan antara hidup dan mati Win melawan demon lord Zezt, dia kehilangan sedikit ingatannya, namun dia masih mengingat siapa dirinya, tapi tidak dengan bahwa dia pernah tinggal di sebuah desa.


"Begitu ya, aku juga ingat kalau di sini dulunya adalah sebuah desa kecil," balas Red.


Di tengah tengah pembicaraan mereka, sebuah batu yang sangat besar yang ukurannya hampir sebesar meteor datang ke arah mereka berdua. Batu itu memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan dengan ukuran nya itu dapat menutupi sebuah kota/kerajaan.


Sebelum batu besar itu menghantam mereka berdua, Red menyadari itu dengan cepat. kurang dari 30 meter jarak mereka dengan batu itu, Red dengan cepat bergerak menghindari itu bersama dengan Win.


"Dummmm!!"


Dentuman keras terjadi lagi di sana. Untung saja Red dan Win dapat menghindari itu, jika tidak maka akan ada hal buruk yang terjadi.


"Owh, jadi mereka bisa menghindari itu ya! Cukup menarik,"


Kemudian pria berjubah itu turun ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan mengarah kepada Red.


Red menyadari lagi kalau ada sesuatu yang mendekatinya dengan kecepatan tinggi. Karena merasa susah terlambat untuk menghindar dari kecepatan itu, dia menggunakan barrier yang menutupi seluruh sisi nya, Win juga berada didalam barrier itu.


1 detik berlalu dan benar saja, pria berjubah itu tertahan akibat barrier milik Red, namun dengan cepat Barrier itu retak dan pria berjubah itu menghantam Red dengan sangat keras hingga menghantam sebuah gunung sampai menimbulkan lubang yang besar di gunung itu.


Sementara itu, Win saat ini sedang berada di dekat pria berjubah itu. Win hanya terdiam ketakutan saat melihat pria itu dapat menendang Red sampai sampai gunung itu akan hancur.


"perasaan ini... entah kenapa aku pernah merasakannya.... tapi dimana?" pikir Win dengan perasaan yang tidak enak, dia bahkan sampai ketakutan saat berada di dekat pria itu.


Pria itu menatap Win dengan tatapan dan senyuman yang mengerikan. Win tidak berani menatap balik pria itu. Tatapannya hanya mengarah ke bawah dengan perasaan keputusasaan.


Pelatihan yang selama ini dia lakukan terasa sia-sia. Walaupun dia merasa kalau dirinya sekarang menjadi lebih kuat dari sebelumnya karena dilatih oleh Red, namun mentalnya masihlah lemah. Hanya dengan merasakan sesuatu yang membuatnya takut, dia hampir kehilangan kendali atas dirinya.

__ADS_1


"Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukanmu!"


Pria itu kemudian melepas topengnya. Wajah dibalik topeng itu adalah orang yang paling dibenci win, yaitu demon lord Zezt.


"Sekarang Win, hanya ada kau dan aku. Apa yang akan kau lakukan sekarang?"


Intimidasi dari Zezt membuat Win semakin tersudut, dia sudah tersudut sejak awal, namun sekarang lebih tersudut lagi karena aura intimidasi Zezt.


"perasaan ini... tidak salah lagi! Dia memang iblis itu!" pikir Win.


Dari kejauhan, Red bangkit kembali setelah menerima serangan yang cukup fatal. Dia seperti terlalu naif tadi sampai sampai musuhnya dapat menembus Barrier nya.


Dia mewujudkan pedangnya di tangannya lalu bergerak menuju zezt dengan kecepatan yang sangat cepat lalu menebas Zezt menjadi dua bagian.


Namun kecepatan itu masih kurang cepat untuk dapat mengenai Zezt.


Walau begitu, dampak serangan tadi membuat semua benda yang ada di jarak tebasannya itu terbelah menjadi dua. Itu juga membuat Zezt sedikit menjauhi Win karena menghindari serangan Red tadi.


Sekarang Win berada di dekat Red dan akan melindunginya apapun yang terjadi. Red merasa bahwa yang pria itu incar bukanlah dirinya, namun Win.


Red kemudian menyuruh Win untuk lari dari sini sejauh mungkin agar dia tidak bisa disentuh oleh Zezt. Namun Win menolak tawarannya.


"Biarkan aku di sini bertarung bersamamu sensei!" ucap Win dengan percaya dirinya, padahal beberapa saat lalu dia tampak tak berdaya di hadapan Zezt.


"Jangan bodoh! Dia terlihat sangat berbahaya, bahkan dapat menendangku sampai gunung hancur, kau bukanlah lawannya win," ucap Red.


"Tapi, aku punya kekuatan dari raja iblis, pasti aku bisa membantumu sensei!"


"Kau masih belum terbiasa dengan kekuatan itu, kalau kau memaksakan diri, kekuatanmu akan menjadi tak terkendali dan akan membuat dirimu dan dunia hancur."


Setelah mendengar penjelasan dari Red tadi, Win akhirnya memutuskan untuk menuruti perkataan Red tadi.


"Begitu ya, kalau begitu sensei harus janji jangan sampai kalah!"


"Yah, aku janji."

__ADS_1


Masing masing jari kelingking mereka bertemu untuk menyepakati janji nya masing masing. Win sudah menganggap Red sebagai keluarganya sendiri dan begitu juga dengan Red.


__ADS_2