The Destroyer

The Destroyer
Chapter 8


__ADS_3

saat win kembali melanjutkan latihan nya, red dan Asta melanjutkan pembicaraan mereka.


mereka tampaknya membicarakan sesuatu yang serius, terlihat dari raut wajah mereka.


"jadi, kau paham kan apa yang telah kau lakukan?", Asta bertanya pada red dengan tatapan tajam.


"ya ya ya, aku tau itu kok", jawab red dengan santai nya.


"bisa bisanya kau santai seperti itu, padahal kau sedang membiarkan makhluk berbahaya itu bebas", balas Asta.


"makhluk berbahaya?, maksudmu dia?", tanya red.


"memangnya siapa lagi kalau bukan dia".


"aku mengerti kalau kau tidak tega untuk membunuh nya, tapi apa kau yakin pilihan mu itu adalah yang terbaik?", tanya Asta.


pembicaraan mereka makin serius.


"ya, aku yakin",


"kalau sesuatu yang mengerikan terjadi pada dunia ini, apa kau akan bertanggung jawab?", tanya Asta.


"umm, kalau itu...".


red agak ragu menjawab nya.


dia tau bahwa win itu adalah anak yang sangat berbahaya, bahkan dia sudah tau itu saat pertama kali bertemu dengan nya.


"kau pasti sudah tau konsekuensinya nya kan? kalau kau terus membiarkan nya seperti itu".


red tidak bisa berkata apa apa saat ditanya seperti itu.


red sebenarnya tidak ingin membiarkan win bebas Tumbuh dewasa begitu saja, karena ada kemungkinan kalau red tidak akan bisa menangani win lagi. kalau itu sampai terjadi maka dunia hanya akan menuju kehancuran nya.


"tenang saja, aku yakin kalau dia akan menjadi anak yang baik!", balas red


"aku akan menjaga nya hingga dia cukup dewasa untuk kulepas sendiri", red melanjutkan kata kata nya.


"aku mengerti, jika itu terjadi maka dia akan menjadi aset berharga bagi dunia ini bahkan dia mungkin akan menjadi kunci perdamaian antar negara dan ras", ucap Asta.


"yah, itu bagus kan?, hehe".


"huh", Asta sedikit tersenyum.

__ADS_1


"baiklah aku percaya anak itu padamu, red".


"ha ha, serahkan semuanya padaku!".


Asta pun pergi kembali ke wilayah nya dengan sihir teleportasi miliknya, saat dia kesini juga dia juga menggunakan sihir teleportasi.


teleportasi nya hanya bisa digunakan untuk ketempat yang pernah dia kunjungi sama halnya dengan sihir teleportasi red.


sementara itu di tempat yang berbeda, win telah sampai itu puncak gunung di wilayah itu.


"ah, akhirnya sampai juga", ucap win dengan senang nya


udara disana terasa lebih dingin dibandingkan dengan rumah red Karena itu lebih tinggi.


dia juga melihat banyak gunung gunung yang lebih rendah dari sana, mungkin lebih tepatnya disebut bukit.


sebelum dia turun kembali ke tempat awal, dia bersantai disana sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya.


dia juga memakan buah yang dia dapatkan disekitar sana, buahnya mirip seperti anggur tapi berwarna kuning dan struktur nya agak keras namun terasa segar saat dimakan.


"ah, rasanya pengen tidur", win mengucapkan itu sambil menguap.


tapi dia teringat kalau dia sedang dalam latihan dan red sedang mengawasi nya dari kejauhan.


beberapa saat Kemudian dia berhasil sampai ke tempat awal dan menyelesaikan latihan nya, red juga sudah ada di sana dan terlihat sudah menunggu win.


dia mendekati red dan menanyakan sesuatu yang membuat win penasaran dari tadi.


"um, sensei aku mau tanya, serigala yang namanya Asta itu siapa ya? kayaknya dia sangat akrab dengan sensei", tanya win dengan rasa penasaran nya.


"oh, dia cuma temanku saja", red menjawabnya dengan singkat.


win yang masih tidak puas dengan jawaban yang dia dapatkan, dia pun bertanya sekali lagi dengan nada yang lebih serius.


"um, benarkah? entah kenapa aku merasa dia sedikit tidak menyukai ku saat pertama kali bertemu tadi", ucap win


"bukannya wajar kalau mewaspadai orang yang baru ditemui?", balas red


"maksudnya? dia mewaspadai ku? tapi kenapa?", tanya win


"memangnya makhluk seperti apa yang tidak waspada dengan anak kecil yang memiliki aura kegelapan yang sangat mengerikan".


perkataan red tadi sedikit membuat win tersinggung, itu seperti bahwa win bukanlah anak yang normal yang harus diwaspadai.

__ADS_1


walaupun red tampak biasa biasa saja saat bersama win, tapi dia masih memiliki rasa kewaspadaan pada win.


"dan juga kau tidak menyembunyikan aura mu itu sepenuhnya, jadi itu bisa bocor kapan saja dan membuat orang lain mewaspadai mu dan bahkan takut padamu", red melanjutkan perkataannya tadi.


"aura kegelapan ku bocor? tapi kenapa aku tidak merasakan nya?", tanya win


"itu berarti kurang nya pemahaman tentang dirimu sendiri", Jawab red


win bingung dengan perkataan red barusan, dia tidak menyangka kalau dia belum sepenuhnya memahami tentang dirinya sendiri, bahkan sesuatu yang harusnya disadari dia tidak bisa menyadarinya.


"ouh aku paham, kalau begitu ajarkan aku cara menekan auraku", kata kata itu terlontar di kepala nya.


"hei nak, selesai satu dulu baru yang lain", balas red.


red tampak gelisah saat win meminta nya melakukan itu karena itu terlalu bahaya bagi win untuk menekan aura atau kekuatan sihir nya, jika dipaksakan kemungkinan buruknya win bisa saja kehilangan kendali atas tubuhnya atau bahkan kematian yang akan menanti nya.


"untuk itu akan kuajarkan nanti, setelah kau bisa mengalahkan ku dalam duel pedang", red berkata begitu agar bisa membuat win tambah semangat untuk latihan berpedang nya.


win pun dengan antusias menerima nya dan akan berlatih jauh lebih keras lagi hingga dia dapat melampaui batasannya.


sebelum win melanjutkan aktivitas nya, red menyuruh win untuk istirahat sebentar, red juga mengatakan kalau dia akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa kepada win, winpun menerima tawaran nya itu dan bergerak mendekati red.


"jadi apa yang mau sensei tunjukkan padaku?


"mau tau?"


"cepetlah! aku penasaran!", seru win.


"hahaha".


sesuatu yang ingin red tunjukkan pada win adalah bahwa dia memiliki sihir penyimpanan (storage inverior) yang dapat memuat apapun didalamnya dan dapat digunakan kapanpun dan dimanapun sesuai keinginan pengguna nya.


waktu di storage inverior selalu berhenti, itu bermaksud bahwa itu dapat menyimpan makanan dengan waktu yang lama tanpa harus khawatir makanannya itu akan basi karena waktu di storage inverior itu tidak berjalan/berhenti.


red menjelaskan semuanya tentang storage inverior miliknya pada win dan saat dia menjelaskan itu, ekspresi wajah win tampak terkejut dan terkesan pada red.


"bagaimana cara sensei melakukan nya? apa aku juga bisa?", tanya win dengan antusias nya.


dia juga ingin memiliki storage inverior seperti miliki red yang menurut dia menakjubkan.


"nanti juga kau bakal bisa", jawab red dengan santainya.


salah satu sifat dari storage inverior adalah simple, itu berarti orang yang memiliki sihir itu akan bisa mengambil sesuatu yang dimasukkan ke ruang itu tanpa ribet perlu membawa hal hal lain seperti tas.

__ADS_1


namun karena itu tergolong dalam sihir tingkat tinggi, tidak banyak orang yang memiliki storage inverior itu. itu adalah sihir yang tidak bisa didapatkan walaupun belajar dan latihan sekeras apapun karena itu adalah sihir yang diberikan saat seseorang lahir.


__ADS_2