The Destroyer

The Destroyer
Chapter 13


__ADS_3

"Nah, akan kujelaskan dengan singkat. Sebenarnya sekitar 2 Minggu lalu, ada seorang anak didesa ini yang bernama Win. Rumor nya, dia disebut atau bahkan telah dikonfirmasi sebagai bawah reinkarnasi dari Demon Lord Zezt. Dan pada saat para Ksatria dan Sage membawanya menuju ke ibukota kerajaan, dia membantai seluruh Ksatria dan Sage yang membawanya dalam waktu singkat, namun ternyata masih ada satu orang yang selamat, yaitu seorang Sage. Katanya dia selamat karena menggunakan potion tingkat tinggi yang bahkan dapat menyembuhkan dan meregenerasi bagian tubuh yang berlubang atau terpotong seperti perut ataupun tangan. Jadi dia berpura pura mati dan menunggu anak itu meninggalkannya kemudian baru dia menggunakan potion itu. Tapi karena dia hanya punya satu Potion saja, diapun tidak bisa menolong rekannya yang lain dan pergi dari sana sendirian dan melaporkan semuanya ke ibukota kerajaan. Dan penyebab kenapa desa ini ketat penjagaannya adalah karena anak itu mungkin masih berkeliaran di sekitar sini, apalagi cerita tentang dia membantai Ksatria dan Sage tadi itu dengan mudah membuat para penduduk desa di sekitar hutan contohnya di sini merasa tidak aman."


"Oh jadi begitu ya, baiklah", ucap Leon


Kemudian Leon memberikan koin emas yang diajanjikan kepada petualang itu.


"Nah sekarang ini, ambillah," ucap Leon.


"Baiklah, sedang berbisnis denganmu, tuan", balas petualang itu.


Setelah itu Leon kemudian meninggalkan penginapan itu dan jalan jalan di desa itu.


Di tengah perjalanan.....


"Ahhh, suasana di sini sangat membosankan," ucap Leon.


"Hmm, sebenarnya aku ingin cepat cepat memusnahkan semua kebosanan ini, tapi tampaknya aku bisa sedikit lebih lama lagi, dan mungkin aku bisa mendapatkan beberapa informasi yang berguna."


"Tapi telah kutetapkan bahwa malam ini adalah malam terakhir bagi seluruh penduduk di desa ini, dan juga pedangku tampaknya ingin menyerap beberapa sihir."


"Mungkin akan lebih baik jika kujadikan mereka sebagai bawahanku, tapi jika mereka menolak, akan kulakukan apa yang seharusnya kulakukan."


Karena dia sudah bosan berjalan jalan tanpa tujuan yang jelas, diapun mampir ke sebuah tempat makan kecil seperti angkringan dan memesan sebuah minuman untuk menyegarkan dirinya.


"W**in ya, aku masih ingat dengan anak sialan itu, akan kuambil tubuhnya lagi dan kuasai dunia ini!"


Setelah beberapa saat, minuman nya datang dan dia segera meminumnya sampai habis.


Sesudah itu dia pergi lagi jalan jalan tidak jelas mengelilingi desa itu untuk mencari sesuatu yang menarik.


"Tch, semakin lama rasanya semakin membosankan, pada saat saat yang seperti ini biasanya aku akan bermain dengan bawahanku untuk menghilangkan rasa bosan ini."


.


.


.


Haripun menjelang gelap, matahari mulai tenggelam dan waktunya bagi Leon untuk kembali ke penginapan.


"..."


Setelah sampai dikamarnya, dia sedikit menggumamkan sesuatu.


"Yah, dua hari terakhir mungkin adalah hari yang sedikit menyenangkan, namun pada malam ini, semuanya akan berakhir!"

__ADS_1


Dia memiliki kebiasaan berbicara sendiri untuk menghibur dirinya. Walau itu terlihat sedikit aneh, tapi dia hanya melakukan itu saat sendirian.


Semakin malam, suasana semakin tidak nyaman. aura yang mengerikan menyebar di seluruh desa, membuat perasaan orang yang terkenanya merasa tidak nyaman.


Detik demi detik.


Menit demi menit.


Jam demi jam.


.


.


.


Tengah malampun tiba....


Terlihat dari atas desa itu seseorang berjubah hitam dan terbang menggunakan sayap sedang memperhatikan desa itu.


"Akhirnya, tiba juga saatnya," gumamnya


"Sebelum itu mungkin aku harus melakukan rencana pertama sebelum rencana kedua."


"Haha."


"I-itu!?," ucap seorang penduduk desa sambil ketakutan.


ledakan itu sangat tinggi hingga membuat langit berlubang menuju angkasa, dan seketika langit diwarnai dengan warna merah darah.


"Baiklah, sekarang para penduduk pasti telah terbangun dan menyaksikan semua ini, kalau begitu akan kumulai rencanaku," gumamnya.


"Tapi tak kusangka kalau aku akan menggunakan nama pahlawan itu sebagai nama samaranku."


Tidak lama setelah itu, terdengar suara seorang pria yang keras hingga terdengar dalam skala yang sangat jauh.


"Wahai para manusia yang berdosa, aku akan memberikan kalian pilihan hidup atau mati!"


"Jika kalian masih ingin tetap hidup, maka jadilah bawahanku."


"Tapi jika kalian menolak nya, maka kalian akan merasakan kematian yang tidak pernah kalian bayangkan!!"


"Jadi, bagaimana?"


Orang orang yang mendengar kata kata itu merasa ketakutan, bayi bayi dan anak anak bahkan sampai menangis tidak karuan.

__ADS_1


Mereka tidak tahu harus menjawab apa. karena ketakutan yang sudah tak dapat ditahan lagi, merekapun berlarian keluar desa dengan rasa panik yang disertai dengan ketakutan.


Hanya dengan melihat sosok itu saja membuat mereka hampir gila, bahkan para petualang yang berpengalaman sekalipun belum pernah bertemu dengan makhluk mengeru seperti itu.


Pria itu hanya melihat orang orang yang berlari tidak jelas itu dari atas sana, tampaknya dia sudah yakin untuk memilih pilihan kedua.


Agar orang orang itu tidak melarikan diri dari desa itu, pria berjubah itupun membuat sebuah penghalang yang membuat orang orang tidak dapat melarikan diri dari desa.


Para orang kuat sudah mencoba untuk menghancurkan penghalang itu, namun karena penghalang itu terlalu keras, mereka tidak bisa menghancurkannya walaupun telah menggabungkan kekuatan.


"Hahaha, jangan pikir kalian bisa kabur dari sini!!" teriak pria berjubah itu.


Tapi tidak lama kemudian, ada seseorang yang menyerang pria berjubah itu menggunakan sebuah pedang besar, tampaknya orang yang melakukan itu adalah seorang swordman.


Dengan mudahnya pria berjubah itu menghindari serangan itu dan menyerang balik swordman itu dengan menendang nya ke tanah dengan sangat keras hingga tanah disekitar nya retak dan organ organ dalam swordman itu keluar dari tubuhnya. Sungguh pemandangan yang mengerikan.


"Bagi kalian yang menentangku atau tidak setuju denganku, kalian akan berakhir seperti orang ini."


Kemudian dia turun dan mengeluarkan pedangnya, kemudian menyerap energi kehidupan orang tadi dengan pedang nya.


Ketakutan, Tangisan, Keputusasaan menyelimuti orang orang itu.


Melihat manusia dengan perasaan dan ekspresi seperti itu membuat pria berjubah itu tertawa kesenangan, namun bagi orang orang itu tawa nya seperti tawa yang menyeramkan.


"Bisakah kalian tenang?" ucap pria berjubah itu sambil menyebarkan aura intimidasi yang membuat orang orang itu tak dapat menggerakkan tubuh mereka dan tak dapat berbicara.


"Nah bukankah kalau seperti ini lebih bagus," ucap dia sambil tersenyum.


"Sekarang akan kuperkenalkan diriku pada kalian, wahai manusia!"


Kemudian pria berjubah itu melepas topeng dan tudung yang menutupi wajahnya.


Dan ternyata pria berjubah itu adalah Leon, tapi itu hanyalah nama samarannya saja. Nama nya yang sebenarnya adalah....


"Aku Zezt, Sang demon lord yang hidup ribuan tahun lalu, dan sekarang akan melenyapkan semua Manusia yang ada di dunia ini!!"


Orang orang yang mendengar nya hanya dapat menyimak apa yang Zezt bicarakan, karena saat ini mereka sedang diintimidasi oleh auranya.


"Karena kalian tidak memilih ingin hidup atau mati tadi, jadi akan kuputuskan sendiri."


Yang dirasakan orang orang itu saat ini hanyalah keputusasaan yang mendalam, mereka tidak dapat melakukan apapun lagi saat ini, para petualang tingkat B pun hanya terdiam ketakutan saat melihat Zezt.


"Sudah kuputuskan, tapi sebelum itu aku minta kalian tutup mata sebentar."


Zezt menurunkan aura intimidasinya agar mereka melakukan apa yang Zezt katakan. merekapun menutup mata mareka seperti yang Zezt katakan.

__ADS_1


Dan yang terjadi setelah itu adalah.....


__ADS_2