
Semakin mendekat dan mendekat, tak ada yang bisa lari darinya, mau secepat apapun dirinya, itu sia sia.
Win tiba tiba terjatuh saat sedang lari, dia melihat kebawah dan memeriksa apakah kakinya baik baik saja, tapi itu tentunya bukanlah sebuah luka yang serius.
Dia menghadap ke depan, tepat saat itu, seseorang berjubah hitam berdiri dihadapannya. Dia seperti mengenal orang itu, tapi dia sudah sedikit lupa. Orang itu tidak seperti yang Win temui sebelumnya, orang itu tidak memancarkan aura apapun, baik ataupun buruk. orang itu hanya berdiri dihadapannya tanpa melakukan apapun seperti sedang menunggu Win datang kepadanya.
Win sebelumnya tidak pernah melihat orang itu dihadapannya sebelumnya, sesaat sesudah dia terjatuh dan berdiri menghadap ke depan lagi, sosok itu muncul secara tiba tiba, tapi Win tak menyadari hal itu.
"Siapa orang ini?" pikir Win.
Win mulai bersiap siap sewaktu waktu orang itu tiba tiba menyerangnya, tapi aura yang dipancarkan orang itu tak seperti akan berbahaya bagi Win.
__ADS_1
Lalu karena dia sudah muak dengan ini, diapun bertanya sesuatu pada orang itu.
"Siapa kau?"
Sesaat setelah Win mengucapkan itu, tepat setelah dia berkedip, orang itu tiba tiba menghilang tanpa jejak, seperti tidak pernah ada sebelumnya eksistensi semacam itu.
Win tentu terkejut dengan hal itu, dia sempat berpikir kalau itu adalah roh atau semacamnya, tapi untuk apa sesuatu seperti itu berbuat seperti tadi?
"Apa maksudnya?"
"Kalau itu memang benar roh, untuk apa spirit berbuat itu?"
__ADS_1
"itu hanya akan membuatku bingung penasaran dan berpikir seperti ini."
Namun tidak beberapa lama kemudian, orang itu muncul lagi dihadapannya sepertinya sebelumnya. Walau begitu saat win melihatnya kemudian mengedipkan matanya lagi, orang itu menghilang tanpa sebab. Win sempat berpikir bahwa itu hanyalah ilusi belaka, tapi yang dirasakan itu tidak hanya sekali atau dua kali, namun berkali kali.
Win hanya bisa terdiam termenung tak tahu harus berbuat apa. Dia bahkan tak bisa menggerakkan tubuhnya seperti biasa. semakin lama, orang itu terus mendekati nya, semakin lama, perasaan win semakin kacau. Rasa takut mulai dia rasakan dengan sangat jelas.
Orang itu kemudian mengucapkan sepatah kata yang membuat win semakin tak berdaya.
"Jika kau ingin cepat bertemu dengannya, maka dengan senang hati akan kulakukan."
Sebuah pedang muncul di tangan orang itu, pedang itu memunculkan aura yang sangat dahsyat. Itu adalah aura keputusasaan yang sangat kuat, kegelapan yang mutlak berada di sana. Konon, pedang itu adalah senjata yang digunakan oleh demon lord terdahulu untuk melawan Hero pada masa lampau. Pedang itu tak dapat hancur walaupun telah dihancurkan berkali kali, bahkan sihir penyucian tingkat tertinggipun tak dapat melenyapkan pedang itu secara permanen. menghancurkan nya saja sudah susah sekali, dan jika pedang itu hancur, maka pedang itu akan tetap kembali lagi seperti semula, seperti tak terjadi apapun.
__ADS_1
Eksistensi itu mulai mengarahkan pedangnya ke arah win. Jangankan ingin melawan, bergerak saja tidak bisa. Win sudah tak dapat menyelamatkan diri lagi. Dia hanya bisa pasrah ditebas oleh pedang itu, kekuatan yang selama ini dia dapatkan dia rasa sia sia jika dia terbunuh saat ini. Tapi seabadi apapun suatu makhluk, tidak dapat lari dari kematian, kecuali dia yang telah tak terikat dengan konsep kematian atau sesuatu yang melebihi itu.