
Namun tiba tiba... waktu menjadi berhenti. Di tempat nan gelap gulita, terdapat seseorang yang sedang berdiri sendirian di sana. Tubuh orang itu diselimuti cahaya yang menjadi penerang dalam kegelapan itu. Saat ini Win sedang berada di sana. Orang itu menoleh kepada Win dan mendatanginya dan kemudian mengatakan suatu hal.
"Jadi kaulah yang mewarisi kekuatan ini, tapi tak kusangka akan bertemu denganmu secepat ini, Win."
"Si-siapa?" tanya Win.
"Wajar saja kau tak mengenalku karena ini pertemuan pertama kita setelah ratusan bahkan ribuan tahun telah berlalu."
"huh? Apa maksudmu?" Win bingung dengan ucapannya. Itu cukup aneh bagi Win.
"Karena waktu sedang berhenti sejenak, akan kujelaskan pelan pelan."
"Kau tahu tentang Hero yang mengalahkan Demon Lord Zezt, kan?"
"Y-ya, aku tahu."
"Apa kau tahu siapa nama Hero itu?"
__ADS_1
"Kalau tak salah, namanya Hero Leon."
Saat orang itu bertanya seperti itu, Win mulai menyadari suatu hal.
"ah tunggu!! Apa jangan jangan kau ini Hero itu?"
"Yah, begitulah."
"Ta-tapi bagaimana bisa?" tanya Win dengan muka yang penuh rasa penasaran, dia tak percaya bahwa di hadapannya adalah sang Hero Leon.
"Aku mewarisi kekuatan Hero? Tapi bagaimana bisa? Aku ini wadah demon lord Zezt, lalu kenapa aku bisa memiliki kekuatan dari Hero??" Itu adalah sesuatu yang tak masuk akal, layaknya seseorang yang dapat menggunakan Light Magic dan juga dark Magic. Tapi jika aturan itu dapat dipatahkan, maka itu tidak menjadi sesuatu yang mustahil.
"Kau ini adalah keberadaan yang berbeda, saat ribuan tahun yang lalu, aku sudah memikirkan siapa penerus dari kekuatan ini, karena sekuat apapun aku, makhluk hidup pasti akan mati, terlebih lagi aku ini manusia. Tapi kau ini berbeda, Win! Kau ini bukan manusia maupun demon atau semua ras yang ada di dunia ini. Saat kulihat dirimu, kau adalah sesuatu yang melebihi segala akal sehat, saat itupun saat aku mati melawan Zezt, kuberikan kekuatan yang besar ini kepadamu! Aku berharap dengan kekuatan itu kau bisa menyelamatkan dunia ini dari kehancuran." Leon menjelaskan itu dengan harapan yang besar kepada Win.
"Tapi.... Aku tidak yakin bisa memenuhi harapanmu itu! Aku ini lemah!! aku bahkan meninggalkan sensei ku sendirian melawan iblis itu, kalau saja aku bisa menggunakan kekuatan ini, mungkin aku bisa melakukan yang lebih baik daripada sebelumnya." ucap Win dengan wajah keputusasaannya, air matanya pun ikut jatuh saat melontarkan kata kata itu.
Kemudian Leon mendekati Win dan memeluknya agar Win bisa tenang.
__ADS_1
"Jangan pesimis, percaya dirilah! Kaulah satu satunya harapan di dunia yang gelap ini, Win. Kau pasti bisa menyelamatkan dunia ini dari kegelapan dengan kekuatan yang kau miliki."
Walau begitu, Win tetaplah anak kecil. Dia pastinya masih sulit untuk mengontrol ego-nya sendiri, karena itulah dia butuh pendamping, dan di sini Leon siap untuk menemani Win hingga dia dapat tenang.
"Sekarang waktu-ku di sini tinggal sedikit lagi, karena itulah Win..." Leon melepas dekapannya.
".... Setelah aku pergi, kumohon selamatkan dunia ini." Leon mengatakan itu sambil tersenyum pada Win, itu membuat Win sadar betapa pentingnya dirinya untuk dunia ini.
"Um, kurasa kau benar, aku harus bisa menyelamatkan dunia ini dari kegelapan itu! Aku tak ingin lagi melihat orang yang kusayangi pergi meninggalkanku!" tegas Win.
"huh, syukurlah akhirnya kau bisa memahaminya. Lalu, dengan begini aku bisa pergi ke alam sana dengan tenang, terima kasih, Win." setelah mengucapkan kata kata itu, tubuhnya secara perlahan mulai menghilang.
"Tu-tunggu!" Teriak Win.
"Sekali lagi, terimakasih, Win."
Lalu Leon pun menghilang dari sana dan dia pergi ke tempat dia seharusnya berada.
__ADS_1