The Destroyer

The Destroyer
Chapter 11


__ADS_3

Sesampainya di ruangan itu, si officer meminta Leon menunggu sebentar, dia seperti ingin mengambil sesuatu dari ruang brangkas penyimpanan.


"kenapa officer itu repot repot mengajakku ke ruangan ini? apa ada sesuatu yg yg aneh tentang ku?" pikir Leon.


Setelah menunggu beberapa saat, officer itu menghampiri Leon dengan membawa sebuah kotak.


"Terimakasih telah menunggu, akan lebih enak jika menukarkan koin emas nya disini."


"Jika melakukan nya di ruangan terbuka, mungkin akan menimbulkan keributan di guild."


"Oh iya, tak apa," balas Leon.


"Jadi, apa isi kotak itu?" tanya Leon.


Untuk menjawab pertanyaan Leon, officer itu kemudian membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya kepada Leon.


"Ini..? Sebanyak ini?" tanya Leon.


"Ya, untuk 1 koin emas setara dengan 100.000 koin perak."


"Dan koin perak ini dalam bentuk 100 perak, jadi ada 1.000 koin perak di kotak ini," ucap officer itu.


Leon agak terkejut dengan banyaknya jumlah koin perak itu, dan lebih tak masuk akalnya, dia bahkan punya ratusan bahkan ribuan koin emas dari gubuk yg dia temukan sebelumnya.


"Koin emas disini sangat berharga, karena hanya dapat di temukan di ibukota kerajaan dan hanya dimiliki oleh para orang orang kaya," ucap officer itu.


"Jadi, koin emas disini adalah sesuatu yang luar biasa," Pikir Leon sambil menghela nafas sejenak.


"baiklah, akan ku terima ini," ucap Leon.


Setelah dia menerima nya, dia menerima sekotak koin emas itu, dia memberikan juga 1 koin emas.


"Dengan begini penukarannya selesai, jika tuan butuh bantuan, tuan bisa datang ke guild ini," ucap officer itu dengan sedikit tersenyum.


"Yah, kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah itu Leon pun pergi meninggalkan guild itu dan menuju ke tempat penginapan nya sebelum nya.


Sesampainya disana, banyak mata yang mengarah padanya seakan akan sedang menunggu kedatangan nya.


Situasi nya juga sedikit tidak bagus.


"kenapa orang orang ini menatap ku seperti ini?" pikir Leon.


Namun dia tak mempedulikan itu dan terus menuju ke meja pemesanan untuk memesan kamar.


"Aku ingin pesan 1 kamar, 3 malam saja."


"Baiklah totalny- ," sebelum menyelesaikan kata katanya dia baru sadar bahwa itu adalah orang yang tadi ingin memesan kamar menggunakan koin emas.


"Bukankah Anda orang yang ingin memesan kamar pakai koin emas?"


"Oh iya, aku sudah menukarkan nya menjadi koin perak di guild tadi," jawab Leon.


"Oh begitu ya, maaf tadi saya sedikit terkejut."


"Kalau begitu 3 malam berarti 6 koin emas."

__ADS_1


Leon kemudian mengambil koin perak nominal 100 untuk membayar kamarnya.


"Um, apa tidak ada yang lebih kecil?" tanya pelayan itu.


"Ah, hanya ada ini saja," jawab Leon.


"Baiklah"


Pelayan itu menerima koin perak nya dan meminta Leon menunggu sebentar untuk kembaliannya.


Beberapa saat kemudian.


"Ini kembaliannya tuan, dan kunci kamarnya, kamar nya ada di lantai 3."


Leon pun mengambil kunci itu dan menuju ke kamarnya di lantai 3.


Sesampainya disana dia langsung rebahan untuk menghilangkan rasa penatnya.


"Ah, sungguh hari yang melelahkan setelah kebangkitan ku."


"Mungkin aku harus tidur sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku."


Setelah itu, diapun tidur hingga pagi.


keesokan harinya


Dia terbangun dari tidurnya yang dia kira sebentar, padahal itu hingga pagi hari.


Diapun bergegas mandi disana, tapi pelayan tadi malam belum memberitahu dimana letak kamar mandinya, apakah itu berbentuk kamar atau pemandian.


"Hei bro, kalo mau mandi dimana?" tanya Leon.


"Oh, lu turun kebawah, trus ke belakang, disitu ada pemandian," jawab seorang


"Ouh oke, thanks bro."


"Woke"


Diapun turun kelantai bawah lalu menuju ke belakang seperti yang dikatakan orang itu padanya.


Setelah sampai disana...


"Oh jadi disini ya."


"pemandian yang cukup besar, tapi sepertinya tidak ada orang disini, yah aku lebih suka begitu sih," pikir Leon


Tanpa berlama lama lagi, diapun bergegas mandi kemudian setelah dia selesai diapun memesan makanan di sana (penginapan).


"Aku mau pesan ini dan ini," ucap Leon sambil menunjuk makanan yang ingin dia pesan.


"Terimakasih telah memesan, silahkan ditunggu ya," jawab pelayan itu.


Diapun menunggu beberapa saat...


Saat dia sedang menunggu pesanan nya datang, dia kepikiran sesuatu yang mengganjal di pikiran nya.


"kenapa penjagaan di desa ini begitu ketat? padahal kan cuma desa, tapi seperti ada yang aneh disini," pikir Leon.

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat nya penasaran akan situasi di desa ini, apakah ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi?


Tapi dia tetap berfikir positif dan menganggap itu hanyalah karena ada mahkluk/hewan yang berbahaya yang berada disekitar desa ini, karena itulah kepala desa memanggil para petualang tingkat tinggi (tingkat C keatas) untuk melindungi desa ini hingga keadaan nya membaik.


Akan tetapi, kenapa saat Leon ingin memasuki desa ini, dia harus diintrogasi terlebih dahulu?


Mungkin jika ditanya sedikit oleh para penjaga di desa itu normal saja, tapi kenapa lebih dari itu?


Apakah ada sesuatu yang diluar nalar sedang terjadi di desa ini?


Pertanyaan itu terus memenuhi pikiran nya dan membuat nya bingung dan pusing jika memikirkan Nya.


Tidak lama setelah itu, makanan yang dia pesan datang dan siap di sajikan, diapun makan itu dengan lahap karena rasanya yang sangat lezat.


"Tak kusangka makanan manusia akan selezat ini," pikir Leon sambil memakan makanan nya hingga tersedak karena terlalu cepat makan.


Ditengah tengah dia menikmati makanannya, dia mendengar orang orang berbicara tentang demon lord dan anak bernama Win.


"Jadi jika kita menangkap anak itu mati maupun hidup, kita akan mendapatkan 1.000 koin emas??" tanya seorang kepada orang lain.


"Yah begitulah, jadi mau tidak ikut mencari bersama kami bertiga? bukankah akan lebih mudah jika lebih banyak yang mencari dan jika kita mendapatkan anak itu, hadiahnya akan dibagi sama rata," jawab orang itu.


"Tentu saja aku ikut, mana mungkin aku akan menolak tawaran sebagus itu!" balas orang itu.


Karena Leon memiliki pendengaran yang jauh lebih superior dari manusia biasa, dia dapat mendengar pembicaraan orang orang itu dengan baik, lalu dia ingat tentang dia dan Win.


"oh jadi begitu ya, tapi akan lebih yakin lagi kalau aku tanya ke orang nya langsung," pikir Leon.


Setelah selesai makan, diapun mendatangi orang orang tadi yang membicarakan tentang demon lord dan anak kecil bernama Win.


"Hei bro, boleh aku duduk disini?" tanya Leon kepada orang orang itu.


"Ah, tentu saja, tidak ada yang melarang," jawab orang itu dengan ramahnya.


"Oh iya, tadi aku mendengar pembicaraan kalian tentang demon lord, apa demon lord itu sudah bangkit?" tanya Leon.


"Tak kusangka kau mendengar nya."


"Apa kau belum tau tentang rumor itu?" tanya orang itu.


"Yah begitulah, aku baru sampai di desa ini dan melihat banyak sekali penjagaan kalo ingin memasuki desa ini. kalau aku boleh tau, kenapa begitu?" tanya Leon


"Sorry bro, tapi itu informasi yang mahal."


"Oh begitu ya, kalo begini, apa kau ingin memberitahukan nya?", ucap Leon sembari menunjukan koin emas yang dia miliki kepada mereka.


Karena mereka jarang sekali melihat sesuatu yang seperti ini, mereka sedikit terkejut.


"I-itu k-koin emas??"


"Ya, dan ini asli lho, jadi bagaimana kalau koin emas ini ditukarkan dengan informasi mahalmu tadi?"


"Hahaha, kau ini menarik sekali ya!, apa kau ini bangsawan atau orang kaya?"


"Haha, mungkin tidak keduanya, nah sekarang beritahu aku!"


"Fufu, baiklah."

__ADS_1


__ADS_2