
karena dia merasa urusan nya sudah selesai disana, diapun bergegas pergi ke tempat lain.
dia memunculkan sayap dari punggung nya yang tercipta dari dark magicnya, diapun terbang dengan itu menuju ke tempat lain.
disepanjang perjalanan nya, dia hanya melihat hutan hutan lebat yang sangat luas.
"seperti dugaanku, dunia ini pasti telah banyak berubah sejak ribuan tahun yang lalu".
"padahal dulu, sepanjang aku menatap hamparan yang luas, hanya ada kekosongan yang kulihat".
setelah terbang cukup jauh, dia melihat sebuah desa kecil. diapun mendatangi desa itu namun dengan cara yang tidak mencurigakan, dia mendarat di dekat hutan desa itu lalu masuk ke sana tanpa sayapnya.
saat akan memasuki desa itu, dia dihadang oleh 2 orang. tampaknya mereka adalah penjaga desa itu.
salah satu penjaga bertanya sesuatu pada dia.
"apakah anda orang baru di sini?", tanya penjaga itu dengan sopan nya.
"oh, iya aku baru pertama kali datang kesini", jawab nya.
"oh begitu ya, pantas saja kami saya tampak asing dengan anda", balas penjaga itu.
"kalau begitu, boleh aku masuk ke desa ini sekarang?", tanya dia.
"karena alasan keamanan, kami tidak bisa membiarkan Anda memasuki desa ini, anda harus ikut kami ke FC (Tempat pemeriksaan orang asing) jika anda ingin tetap ingin memasuki desa ini", kata penjaga yang satunya.
"jadi kalian ingin mengintrogasi ku?", tanya dia.
"tidak juga, kami hanya akan menanyai anda beberapa hal", jawab penjaga itu.
"hmm, ribet juga masuk ke desa ini", pikir dia
"baiklah, aku akan ke FC untuk melakukan pemeriksaan agar bisa mesuk ke Desa ini", ucap dia.
kemudian salah satu penjaga itu menandu dia ke FC.
tempat itu berada di luar desa itu, tapi tidak terlalu jauh juga.
disana dia melihat sedikit orang yang ada di sana, hanya beberapa penjaga dan sebagainya.
sesampainya di sana, dia di interogasi oleh introgator disana.
"jadi, sebelum saya mulai, bolehkah saya mengetahui nama anda?", tanya introgator itu
"namaku Leonard, biasa di panggil Leon", jawab Leon.
"sebenarnya ini bukan nama asliku, hanya nama itu yang ada di pikiran ku", pikir Leon dalam hati.
"oh, tuan Leon, saya ingin bertanya sesuatu, untuk apa anda datang ke desa terpencil ini? bukankah desa ini sangat jauh dari ibukota, apa anda ada alasan khusus?".
"aku sebenarnya sedang dalam misi di sekitar sini, dan kebetulan aku menemukan sebuah desa, jadi kupikir aku akan beristirahat sebentar untuk melepas penatku".
"oh saya mengerti!, kalau boleh tahu anda dari kota/negara mana?".
__ADS_1
Leon bingung ingin menjawab apa, dia tentu berbohong dengan apa yang dia katakan tadi.
lalu dia kepikiran sebuah nama kota yang pernah dia temui dahulu.
"aku dari ibukota silvadas, aku menerima misi ini dari kota itu", jawab Leon
"oh, itu kota yang jauh dari sini".
"ya begitulah".
"well, hanya itu saja yang saya tanyakan. maaf jika mengganggu waktu anda, dan selamat datang di desa ini", penjaga itu mengizinkan Leon untuk memasuki desa ini.
introgasi nya telah selesai dengan baik.
setelah beberapa saat, dia pun memasuki desa itu.
dia ingin pergi ke penginapan, tapi dia tidak tahu dimana letaknya, diapun bertanya kepada salah satu penduduk sekitar.
"permisi tuan, apa anda tahu dimana letak penginapan terdekat?"
"oh, pendatang baru ya?", tanya orang itu
"iya, saya baru saja datang ke desa ini dan saya ingin beristirahat di penginapan sebentar, jadi apa anda tahu tempat penginapan terdekat?".
karena para penjaga yang dia temui berbicara bahasa yang sopan, Leon pun mengikuti cara berbicara nya karena merasa itulah adab di desa ini.
"begitu ya, kau belok kiri di persimpangan itu lalu belok kanan setelah itu", jawab orang itu
"terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu".
Leon pun pergi ke penginapan itu sesuai instruksi yang telah orang tadi berikan.
setelah sampai di penginapan itu dia melihat banyak orang yang juga berada disana, sepertinya mereka adalah pendatang baru di desa ini juga.
Leon pun memasuki penginapan itu dan berencana memesan sebuah kamar.
"permisi nona, apa masih ada kamar yang tersedia?".
Leon pikir bahwa kemungkinan seluruh kamar telah penuh karena orang orang yang dia lihat di sana tadi.
"ouh, tentu saja!", jawab pelayan itu.
"kalau begitu aku pesan satu kamar, berapa harga per malam nya?".
"harga per malam nya 2 koin perak"
"aku pesan 3 malam".
note: jika di rupiah kan, mungkin sekitar seratus ribu.
mata uang terbesar disana adalah koin emas, 1 koin emas setara dengan 100.000 koin perak.
untungnya Leon mengambil beberapa harta dan benda berharga yang dia temukan di pondok kecil tadi, dia menyimpan nya di sihir ruang penyimpanan miliknya (storage inverior magic), jumlah koin emas yang dia ambil dari sana sangat banyak bahkan dia tidak dapat menghitung nya, jumlah nya diperkirakan mencapai ribuan.
__ADS_1
dia tidak punya koin perak, jadi dia pikir akan membayar biaya penginapan itu dengan koin emasnya.
dia mengambil 1 koin emas dari storage inverior nya dan memberikan itu pada pelayan itu.
"ini".
pelayan itu terkejut karena Leon memiliki koin emas.
"apa ini emas sungguhan?", tanya pelayan itu sembari kaget.
"iya, aku tidak punya koin perak, jadi bisakah aku membayar dengan ini?".
pelayan itu masih shock dengan apa yang dilihatnya, dia berpikir bahwa Leon hanyalah orang biasa, namun itu semua berubah saat dia memperlihatkan koin emas itu pada nya. tampaknya koin emas di desa ini sangat jarang ada, bahkan bisa jadi tidak pernah ada.
"sebelum itu apa anda ingin menukar koin emas ini ke koin lainnya? seperti koin perunggu, perak, atau tembaga", pelayan itu memberikan Leon saran.
"oh begitu ya, baiklah".
"apa bisa ditukar di sini atau harus di tempat lain?
"Anda bisa menukarkan nya di guild, tempat nya tidak jauh dari sini kok".
setelah mendengar saran dari pelayan itu, Leon pun pergi ke guild untuk menukarkan koin emasnya.
"aku akan kesini lagi nanti".
"dimengerti".
dia tak menyangka kalau akan serumit ini masalah nya, tapi dia masih menahan dirinya dan tetap menyamar menjadi orang biasa.
seperti yang dikatakan pelayan tadi, guild nya tidak jauh dari sana, Leon pun Sampai di guild itu dengan cepat.
saat dia memasuki guild itu, banyak perhatian dari para petualang tertuju padanya. itu membuat Leon sedikit tidak nyaman, diapun tidak menghiraukan nya dan menuju ke tempat penukaran uang koin yang berada disana.
"apa ada yang bisa saya bantu, tuan?", tanya seorang officer
"Saya disini ingin menukarkan uang saya menjadi koin perak", jawab Leon
Leon mengeluarkannya koin emasnya dan membuat officer itu sedikit kaget.
"ini..? koin emas? sudah lama aku tidak melihatnya", ucap officer itu.
setelah mendengar perkataan dan melihat reaksi officer itu, dia berpikir bahwa koin emas tampakny adalah koin yang sangat berharga dan langka.
"berapa koin perak yang bisa kudapatkan dengan menukarkan koin emas ini?"
"um.. bisa ikut saya ke ruangan itu?".
officer itu mengajak leon ke suatu ruangan di guild itu.
"hmm, baiklah".
Leon menyetujui permintaan nya dan pergi ke ruangan itu dengan officer itu.
__ADS_1