
di suatu tempat nan jauh dari kehidupan, dia berhasil selamat dari kematian nya.
tempat yang gersang dan tidak ada tanda kehidupan sama sekali, hanya ada hamparan tanah kering.
dia terus bertahan meskipun dia tahu bahwa dia tidak akan bertahan lebih lama lagi.
dia hanyalah segumpal cairan hitam yang tampak seperti slime, juga dapat berubah bentuk dengan mudah.
dia hanyalah makhluk kecil yang tak berdaya dan jauh dari kata bahaya, tak perlu ada yang diwaspadai jika bertemu dengan "dia"
"tch, tak kusangka aku akan berakhir begini!", ungkap rasa kesalnya.
"suatu saat nanti, pasti aku akan membalasnya!",
dia tampaknya jadi seperti ini karena perbuatan seseorang dan karena itulah dia ingin membalas nya.
dia terus bergerak menuju Utara dan semakin kesana dia semakin dekat dengan sebuah lapangan hijau yang ada kehidupan nya, tidak seperti sebelumnya.
dia memasuki wilayah itu, dan melihat banyak sekali tumbuhan, tanaman, dan pohon pohon serta makhluk hidup lainnya seperti serangga dan sejenisnya.
tidak jauh dari sana, dia juga melihat sebuah pondok kecil yang terbengkalai, dia rasa kalau pondok itu kosong. dia pun mendekati pondok itu.
tak lama setelah itu, saat dia sampai dan memasuki nya, dia menemukan tubuh seorang pria yang tak bernyawa disana. pria itu tampaknya belum lama mati.
"ini...".
__ADS_1
tidak lama setelah itu dia meleburkan dirinya dan mulai menyelimuti atau bisa dibilang melahap pria tak bernyawa itu.
.
.
.
setelah memakan pria itu, dia tiba tiba bisa berubah wujud seperti pria yang tadi.
"ha ha... kurasa ini awalnya", pikir dia sambil tersenyum
sekarang tubuhnya bukan lagi seperti cairan hitam karena dia telah melahap seorang pria dan mengambil wujudnya, dia sekarang sudah tampak seperti seorang manusia.
tidak lama setelah itu, dia memasuki sebuah ruangan bawah tanah yang berada di pondok itu, walaupun pada awalnya dia tidak menyadari nya bahwa ada ruangan seperti itu di pondok ini.
dia melangkah perlahan lahan menuruni tangga yang terbuat dari kayu yang kuat. cukup dalam Sampai dia tiba.
saat di sana, dia melihat banyak sekali buku buku dan senjata yang tampak berharga. dia pun mencoba mengambil salah satu dari senjata itu, yaitu sebuah pedang berwarna kuning keemasan yang membuat nya cukup tertarik.
saat dia menyentuh pedang itu, dia merasakan energi sihir yang sangat besar dari pedang itu, dan tanpa sadar dia menyerap energi sihir di pedang itu.
"ahh, ini dia!", ucap dia sambil menyerap energi sihir dari pedang itu
dia lalu menatap semua senjata senjata itu lalu menyerap energi sihir mereka untuk dijadikan sebagai energi nya.
__ADS_1
hanya butuh beberapa saat dia melakukan nya bahkan tidak lebih dari 1 menit.
setelah merasa kalau dia cukup kuat, diapun memunculkan senjata sejatinya, itu adalah (BoD) Blade of Despair, sebuah pedang yang memiliki aura kegelapan, kebencian, serta, keputusasaan yang membuat siapapun selain penggunanya merasakan hal yang mengerikan. BoD juga tidak dapat di gunakan oleh selain pengguna aslinya karena pedang itu memiliki sifat yang setia.
karena kekuatan yang dahsyat dari pedang itu, ruang bawah tanah di pondok itu runtuh.
dia dengan cepat keluar dari sana untuk menghindari nya. karena sudah lama tidak menggunakan pedang itu dia agak kesulitan untuk mengendalikan nya, dia saat ini masih belum bisa menekan aura dari pedang itu yang menyebabkan kehancuran di wilayah itu.
tempat yang tadinya Sangat indah, langsung berubah jadi sebaliknya saat pedang itu muncul, seperti pedang itu menyerap energi kehidupan yang berada di sekitar nya.
tumbuhan, tanaman, dan pepohonan serta hewan hewan di sana tiba tiba layu dan mati dan dengan sekejam tempat itu menjadi tandus, tidak ada kehidupan disana selain dirinya.
"jadi benda ini masih tetap sama ya walau sudah kutinggal sangat lama".
"tapi ini tentu hal yang bagus!".
"dengan begini aku pasti akan membunuhnya!".
dia melontarkan kata kata itu untuk orang yang telah membuatnya seperti ini. dia sangat membenci orang itu lebih dari apapun. walaupun membutuhkan waktu yang lama, dia akan tetap akan melakukan keinginan nya itu apapun yang terjadi.
"untuk sekarang, akan ku simpan dulu benda (BoD) ini untuk nanti".
dia dapat memanggil dan menyimpan pedang itu kapanpun dan dimanapun karena pedang itu ialah perwujudan dari kekuatannya, bisa dibilang bahwa pedang itu terhubung dengan dia. semakin kuat dia, maka pedangnya juga akan semakin kuat begitu juga sebaliknya.
__ADS_1