The Destroyer

The Destroyer
Chapter 18


__ADS_3

Di kastil demon lord....


Terdengar suara tetukan pintu dari ruangan demon lord Zezt.


"Tuan Zezt, kami membawa sesuatu yang menarik," ucap salah satu bawahan Zezt.


"Masuklah."


Bawahannya pun masuk sembari membawa sesuatu yang menarik itu.


"Kita mungkin bisa menggali beberapa informasi dari manusia satu ini, Tuanku."


"Oh, tampaknya kau membawa buruan yang bagus ya, yuu zin."


Yuu zin merupakan salah satu tangan kanan dari Demon Lord Zezt, diantara yang lainnya, dialah yang paling patuh kepada Zezt.


"Terimakasih atas pujiannya, Tuanku."


"Kalau begitu, kita bawa dia ke ruangan itu. Aku tidak suka menyiksa di tempat seperti ini."


Setelah itu, merekapun pergi ke sebuah ruangan di kastil itu. Itu adalah sebuah ruangan yang sangat tertutup di bawah sana dan tampak seperti tempat interogasi.


Alasan Zezt tertarik dengan manusia itu adalah karena manusia itu merupakan salah satu ksatria tertinggi di kerajaan manusia, tingkatannya 1 level di bawah Hero, tentunya orang seperti itu memiliki banyak informasi yang berguna untuk Zezt.


"Sekarang letaknya dia di kursi ini, lalu bangunkan dia," kata Zezt.

__ADS_1


Yuu zin pun melakukan apa yang disuruh Zezt. Tidak lama kemudian, manusia itu terbangun. Saat dia melihat Yuu zin dan satu orang yang tak dia kenal, dia merasakan aura intimidasi yang luar biasa, seakan akan dia sudah mulai dekat dengan ajalnya.


"Nah, karena kau sudah sadar, kau ingin tetap hidup atau merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan dari kematian?" tanya Zezt.


manusia itu tidak bisa menjawabnya, tubuhnya tak dapat digerakkan, rasa takut dan keputusasaan yang mengerikan telah menghantui dirinya sejak melihat Demon Lord Zezt.


"Seperti tak ada manusia yang dapat menahan aura intimidasi tuan walaupun tuan telah menekannya hingga tersisa kurang dari 1%," kata Yuu zin.


"Haha, sepertinya aku ini interogator yang buruk, ya. Kalau begitu, kuserahkan ini kepadamu saja."


"Dimengerti."


Setelah itu, Zezt meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangannya.


"Nah, sekarang kau bisa bicara kan?" tanya yuu zin.


Manusia itu masih kepikiran tentang yang tadi, tapi dia masih lebih kuat daripada manusia pada umumnya. Biasanya jika ada manusia yang merasakan aura intimidasi dari Demon Lord Zezt, manusia itu akan tenggelam pada ketakutan dan keputusasaan mengerikan hingga menjadi gila. Namun, manusia yang merupakan seorang ksatria tertinggi itu masih bisa menahan dirinya dari kegilaan itu.


"Kalau begitu, apa kau ingin tetap hidup atau ...."


"Aku tak akan memberikanmu informasi apapun!! Bahkan jika kau mengancam akan membunuhku!!" tegas ksatria itu.


"Hmm, begitu beraninya kah kau ini!? Kalau begitu akan ku-tes keberanianmu itu!"


Yuu zin menatap tajam ke arah ksatria itu, namun ksatria itu masih tetap teguh terhadap pendiriannya itu.

__ADS_1


Bagi seorang ksatria, kehormatan adalah segalanya. Seorang ksatria harus berani mengorbankan dirinya untuk negaranya. Jika ksatria itu memberikan informasi kepada musuh, walau hanya sedikit saja, dia sudah merasa gagal menjadi seorang ksatria.


"Bagaimana kalau begini, kau beri tahu aku tentang Light Magic itu, lalu kau akan dapat hidup abadi, dengan begitu kau bisa menjadi ksatria seumur hidupmu! Bagaimana?"


"Lebih baik aku mati terhormat sebagai ksatria daripada hidup sebagai iblis!" balas ksatria itu.


Setelah dia berkata begitu, Yuu zin langsung memotong tangan kanan ksatria itu.


"ahmrghh!!"


"Bagaimana? Sakit bukan!?" kata Yuu zin sambil tersenyum jahat ke manusia itu.


"Apa hanya begini saja? hahh?!!" balas ksatria itu.


Tampaknya hanya dengan memotong tangan kanannya masih belum cukup untuk membuatnya buka mulut. Kemudian Yuu zin memotong tangan kirinya, lalu kedua kakinya pun dia tebas juga. Walau sudah dalam keadaan begitu, ksatria itu masih tidak mau memberikan informasi apapun terkait light magic.


"Hebat juga kau masih bertahan walau sudah begini," kata Yuu Zin.


keadaan ksatria itu sudah berlumuran darah dari atas sampai bawah, dia benar benar kacau saat ini.


"Cepat bunuh aku!! Percuma saja kau melakukan ini!! Dasar iblis!!" teriak ksatria itu.


"Terkadang, aku juga benci diriku."


Itu kata kata terakhir sebelum Yuu zin menebas kepala ksatria itu hingga darahnya bercucuran ke mana-mana.

__ADS_1


"Aku benci diriku, tapi aku lebih benci manusia rendahan sepertimu."


Hasil dari integrasi itu tidak membuahkan hasil apa apa. Zezt juga tidak marah kepada yuu zin karena tidak dapat memberikan informasi apapun terkait Light Magic. Zezt sudah menduga kalau manusia memang mahkluk yang keras kepala, egois, dan juga lemah.


__ADS_2