The Destroyer

The Destroyer
Chapter 15


__ADS_3

Sementara itu, Zezt dari tadi hanya diam saja di tempat dan hanya menyimak obrolan mereka.


"Nah, apa sudah selesai bicaranya?"


Dengan cepat win melarikan diri dari sana sejauh mungkin seperti yang dikatakan Red.


"Aku tidak tahu siapa sebenarnya kau ini, tapi aku tidak akan memaafkan karena telah menyakiti muridku!"


"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya ingin memegang nya."


"Dan juga ternyata kau tak menyadari siapa sebenarnya aku ini, padahal kukira kau pasti tahu."


"Memangnya siapa kau ini!?"


"Hahaha, kau pasti ingatkan tentang kematian adikmu dahulu. Saat itu kau terlihat seperti seorang pecundang yang tidak bisa apa apa, kau hanya lari dan mengandalkan orang lain!"


Kata kata itu sontak membuat Red marah dan kesal sekaligus semakin penasaran siapa sebenarnya pria itu.


"apa jangan jangan, dia ini...."


"Aku Zezt, seorang demon lord yang akan menata ulang dunia yang menyedihkan ini!"


"Zezt!?"


Dia sekarang sudah tahu siapa sebenarnya pria itu, dia pada awalnya memang merasa sedikit tidak asing dengan aura pria itu tadi, tapi dia mengabaikan itu karena menurutnya demon lord Zezt telah tiada. Namun kenyataannya tidak seperti itu.


"The Fire, The Knight Dragon, Leonard Van Estarosa!"


"Aku masih mengingat namamu itu."


"Haha, begitu ya, tapi aku yang sekarang sudah berbeda! aku pasti akan membunuhmu sampai sampai kau tak bisa bereinkarnasi lagi!"


"Hmm baiklah, kuterima tantanganmu itu."


Zezt mengeluarkan pedangnya dan bersiap siap untuk menyerang Red, Begitu juga dengan Red, dia menguatkan dirinya ke mode terkuatnya yang telah dia kembangkan selama ini.


Dan pertarungan antar Demon dan Dragon pun dimulai!


Pertarungan itu menjadi duel pedang yang sangat sengit, Masing masing-masing dari mereka saling menyerang dengan membabi buta, Apapun yang ada disekitar mereka, tidak peduli apapun itu, hancur semua akibat terkena dampak pertarungan mereka.


Awanpun mulai menjadi gelap dan aura jahat terasa semakin kuat.

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba jadi gelap begini? Apa dia melakukan sesuatu?" pikir Red.


Dia mencoba untuk tetap fokus melawan Zezt dan tidak mempedulikan itu tadi. Namun lama-lama, kekuatan Red terasa terserap oleh sesuatu dan awan hitam itu semakin besar dan meluas hingga menutupi awan awan cerah nan biru sebelumnya.


Karena hal itu, Zezt melihat celah Red dan menyerang nya menggunakan Dark Magic yang berukuran sangat besar.


"Darkness Ball!"


Red menyadari akan hal itu dan dia mencoba untuk menghindarinya, namun sekarang sudah terlambat, untuk ukuran dark magic sebesar itu walaupun tidak mengenai targetnya, dampak kerusakannya masih akan dirasakan dalam skala yang sangat besar.


"Sekarang, berakhirlah dirimu."


*Duarrrrr.....


Ketika Darkness Ball itu menyentuh permukaan tanah, suara dentuman yang sangat keras terdengar hingga berkilo-kilo meter jauhnya, bahkan Win pun mendengar nya dengan sangat keras. Tidak hanya itu, dampak dari serangan itu juga tentunya mengakibatkan kerusakan yang sangat sangat besar di sana.


Dari atas langit, Pria berjubah itu mengucapkan sesuatu.


"Hmm, hanya karena aku yang sekarang berbeda, bukan berarti kau dapat menandingiku."


"Masih terlalu cepat jutaan tahun bagimu untuk menyaingiku."


Sementara itu, keadaan Red sekarang sangatlah buruk, dia tertimpa reruntuhan akibat dampak serangan tadi dan dia tak dapat bergerak sekarang, setidaknya dia masih bisa menggunakan barrier sebelum serangan itu mengenainya, dengan begitu serangan tadi tidak akan bisa membunuhnya.


"A-a-ku tak bo-leh berakhir di- di sini!"


Semangat masih membara di dalam dirinya, dia masih ingin melawan iblis itu dan membunuhnya walaupun dengan keadaan dia yang menyediakan seperti ini.


Tidak berselang lama, lawannya muncul tiba tiba di hadapan nya.


"Hei bocah, bagaimana rasanya? Apakah semenyakitkan itu? hahaha!."


"Perlu kau ketahui, kau ini terlalu naif berpikir bisa melawanku, apa kau lupa tentang kejadian waktu dulu??? kau seperti pengecut yang mengharapkan bantuan orang lain!!"


"Lalu, tentang adik kesayangannyamu itu, kau menggendong mayatnya dengan rasa takut saat melihatku, rasa keputusan yang menyenangkan!!"


"Heii ayo jawab!!"


"Dasar lemahhhh!!"


"Aku sudah muak melihatmu hidup seperti itu, akan kubantu kau dalam meringankan beban hidupmu."

__ADS_1


"Ini sedikit sakit tapi, lama lama kau tak akan merasakan sakitnya."


Kata kata Zezt membuat Red hanya terdiam dan membuat air matanya menetes, mentalnya sekarang sedang hancur mengingat kejadian yang seperti ini pernah terjadi di masa lalu.


"."


Zezt mengarahkan pedangnya ke arah kepala red secara perlahan.


"Tenang saja, dengan begini kau akan lebih bahagia di sana."


"Bersama adik kesayangannya mu itu tentunya!!"


"Hahaha!"


*Sheehhss


It's over.


.


.


.


Win terus berlari menjauh dari sana ke tempat yang jauh, namun entah kenapa perasaannya sekarang sedang buruk, apalagi dengan langit yang dari tadi gelap hitam pekat belum berakhir. Dia sempat mengira kalau itu tanda akan hujan, namun tebakannya ternyata salah, dia kemudian berpikir kalau itu salah satu dari kemampuan Red ataupun Zezt yang sedang bertarung.


Dia masih merasa ragu apakah Red bisa mengalahkan Zezt, walau Win tahu kalau Zezt sekarang telah melemah, tapi bagaimanapun juga Zezt tetaplah Demon Lord yang sangat kejam dan kuat pada masanya, terasa sangat mustahil bagi Red untuk mengalahkannya walaupun dalam kondisi Zezt yang saat ini.


"Kuharap sensei baik-baik saja," pikir nya sambil berlari dengan perasaan cemas tak terkendali.


Namun itu hanya bertahan lama, dia telah kembali. Sejauh apapun Win berlari, itu tidak ada gunanya. Berlari hanya akan membuatmu dianggap bodoh oleh sang pemangsa, pada akhirnya sejauh apapun buruan berlari, sang pemangsa akan selalu mendapatkannya.


"--"


Tiba tiba Win merasakan sesuatu yang tidak asing mendekati dirinya. Sesuatu itu memunculkan aura yang sungguh tidak wajar. Aura yang bersumber dari keputusasaan atas penderitaan seseorang, menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.


Itu semakin dekat! Win bisa merasakan itu.


Namun setelah beberapa saat, aura itu menghilang entah pergi kemana. Win menurunkan kewaspadaannya dan tetap berlari apapun yang terjadi sesuai yang dikatakan senseinya.


Tapi, seperti yang dikatakan sebelumnya, itu tidak berguna. Bagaimana jika sang pemangsa membuat buruannya berpikir bahwa dia sudah aman dari kejarannya? Dia berhenti sejenak dan mulai pelan pelan menuju targetnya. Kemudian si buruan tidak sadar bahwa dia telah sedang diikuti dan walau sudah melarikan diri, jarak tidak sedang berada di pihaknya. Dan sang pemangsa pun berhasil mendapatkan buruannya dengan penuh usaha yang tak menghianati hasil.

__ADS_1


Itu mirip dengan situasi saat ini, Sesuatu itu menyembunyikan hawa keberadaannya agar Win berpikir bahwa sesuatu itu telah pergi atau menghilang, padahal dia masih mengikuti Win dengan aura yang disembunyikan.


Tapi walau begitu, sebenarnya sesuatu itu tidak perlu menyembunyikan auranya untuk mendapatkan win, dia hanya perlu ke tempat Win sekarang secara instant dengan sihir tertentu. Tapi itu terlalu membosankan bagi makhluk itu, Sesuatu itu adalah makhluk yang haus akan keputusasaan manusia. Keputusasaan sudah seperti makanan dan kekuatan bagi dirinya. Sesuatu yang menggemparkan Realm ini pada masa lampau. Sesuatu yang telah menantang sang penciptanya. Sesuatu yang telah melampaui hukum hukum duniawi, tidak peduli apapun itu. Baginya.... awal dan akhir itu hanyalah sebuah lelucon belaka....


__ADS_2