The Destroyer

The Destroyer
Chapter 2


__ADS_3

"Kau lumayan juga ya, Win."


"Haha, kau juga, Shin"


Mereka saling menyerang satu sama lain menggunakan pedang mereka masing masing. Mereka terlihat imbang sejauh ini, tidak ada yang mendominasi salah satu pihak, benar benar duel yang imbang.


Akan tetapi, lama lama itu akan menjadi keuntungan bagi Win karena dia memiliki stamina yang lebih kuat daripada Shin, karena itulah semakin lama duel itu berlangsung, Shin semakin kelelahan, namun tidak dengan Win. Dia tidak terlihat cukup kelelahan. Di sini jelas Win menang dalam hal stamina, namun dalam hal menyerang Shin lah yang lebih unggul.


Sesekali Shin berhasil memukul mundur Win, walaupun tidak lama kemudian bisa diatasi oleh Win.


Beberapa saat kemudian.....


Mereka berdua masih melanjutkan duel itu, namun Shin tampaknya sudah kehabisan tenaga untuk melakukan sebuah serangan, dia dalam keadaan ini hanya bisa menahan serangan yang dilancarkan oleh Win kepadanya.


Win sudah mulai terlihat melakukan dominasi penuh terhadap Shin. Dia berhasil membuat Shin hanya dapat melakukan defense terhadap Win yang selalu melancarkan serangan terhadap Shin. Namun tentunya itu tak akan berlangsung lama.


Beberapa saat kemudian, Shin sudah mulai merasa sangat kelelahan, tangannya sudah tak sanggup lagi untuk mengangkat pedang besi itu, sedangkan Win masih tampak dapat terus melanjutkan duel ini dalam jangka panjang, Win memang memiliki stamina yang sangat besar, bahkan melebihi stamina rata rata orang dewasa.


Dan setelah itu, Shin harus menerima kekalahannya terhadap Win dalam duel yang panjang itu.


"Kau hebat juga ya, Win," kata Shin sambil tergeletak di atas tanah setelah serangan terakhir Win.


"Kau juga, Shin. Seranganmu benar benar sulit untuk ditangkis," balas Win.


"Yah, aku memang menang dalam hal serangan, tapi kalah dalam hal stamina. Kau punya stamina dan ketahanan tubuh yang kuat ya, Win."


"Begitulah."


Mereka menganggap duel tadi sebagai latihan serta unjuk kemampuan masing masing dari mereka. Karena mereka merasa sudah waktunya, merekapun pergi dari sana untuk pergi melakukan penerimaan Gift.


***

__ADS_1


Merekapun sampai di balai desa, itu adalah tempat penerimaan Gift berlangsung, tempat itu memang sudah lama dijadikan tempat penerimaan Gift bagi anak anak di desa itu. Setiap tahunnya ada puluhan anak anak yang pergi ke sana untuk mendapatkan Gift mereka.


"Untung masih belum ramai, jadi kita bisa lebih cepat dapat Gift nya," Ucap Shin.


"Ya, kau benar. Kukira kita tadi telat, haha," balas Win sambil tertawa lega.


Win melihat lihat area di sana untuk memastikan apakah kakeknya sudah ada di sana atau belum, tapi tampaknya dia belum melihat kakeknya di sana, mungkin kakeknya akan agak telat.


"Sepertinya kakekmu belum datang ya, Win," tanya Shin.


"Mungkin begitu, kuharap kakekku menepati janjinya," balas Win.


Upacara penerimaan Gift nya masih belum dimulai, tapi sebentar lagi akan mulai. Di sana terlihat cukup banyak Sage dan Royal Knight. Sage betugas untuk melakukan Pemberian Gift kepada anak anak, sedangkan Royal Knight bertugas untuk menjaga keamanan di sana serta untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.


***


Setelah beberapa saat kemudian, upacara penerimaan Gift akan segera dimulai, sudah banyak anak anak desa yang hadir di sana bersama dengan orang tuanya, berharap bisa membanggakan orang tuanya dengan Gift yang dimiliki. Kakek Win dan ayahnya Shin juga sudah ada di sana untuk melihat mereka berdua, Win dan Shin mendapatkan Gift apa.


"Tentu saja SwordMan, aku kan ingin jadi Royal Knight!" balas Win.


"Ouh begitu."


"Kalau kau Shin, mau Gift apa?" tanya Win.


"Tentunya sama sepertimu, Win! Tujuan kita kan sama, menjadi Royal Knight di masa depan nanti," jawab Shin.


Biasanya Gift akan sesuai dengan apa yang sering dilakukan oleh seorang anak, contohnya jika anak tersebut suka berlatih berpedang, maka dia kemungkinan besar akan memiliki Gift Swordman, jika anak tersebut suka belajar sihir walaupun belum bisa menggunakannya dengan baik, anak tersebut berpotensi besar memiliki Gift Sage ataupun Mage.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya giliran Shin datang. Penerimaan Gift dilakukan bergantian antar anak, jadi itu memakan waktu yang cukup lama, namun itu bukanlah masalah bagi anak anak di desa itu.


"Semoga kau beruntung, Shin!" ucap Win kepada Shin.

__ADS_1


"Yah, tentu!"


Setelah itu dia pun menuju ke seorang Sage untuk penerimaan Gift nya. Di sana ada beberapa Sage yang melakukan pemberian Gift kepada anak anak desa. Penerimaan Gift dilakukan dengan cara meletakkan tangan Sage di kepala seorang anak, lalu Sage tersebut akan membacakan sebuah mantra, setelah mantranya dibaca, di dalam pikiran anak itu akan muncul Gift yang dia dapatkan serta tubuh anak itu akan sedikit bercahaya dalam proses ini.


"Ini... Mage dan Swordman!?"


Saat melihat Gift nya di dalam pikiran, Shin langsung membuka matanya dan sedikit terkejut dengan apa yang dia dapatkan. Dia tak menyangka bahwa dia akan mendapatkan Gift yang dia inginkan selama ini, dan juga dia tak menyangka akan mendapatkan Gift Mage juga, padahal dia merasa bahwa dia tidak ahli dalam bidang sihir, dia juga tidak tertarik untuk mempelajarinya. Dia selalu memfokuskan untuk mengembangkan satu bidang saja, yaitu berpedang. Dengan begini, Shin memiliki dua Gift, itu sangat langka bagi seorang anak memiliki dua Gift yang Gift nya itu cukup langka. Sepertinya Shin memang benar benar anak yang sangat berbakat.


Setelah selesai pemberian Giftnya, dia langsung menemui Win dan memberitahukan Giftnya kepada Win.


"Hey Shin, bagaimana? Apa sesuai dengan yang kau inginkan?" Tanya Shin.


"Kau tahu, ini bahkan melebihi ekspektasiku selama ini," balas Shin.


"Huh? Maksudmu?"


"Aku dapat dua Gift, Mage dan juga Swordman!"


Win sontak terkejut dengan apa yang dia dengar dari Shin, Win tak menyangka kalau Shin akan mendapatkan dua Gift.


"Kau dapat Gift Mage juga? Bagaimana bisa? Bukankah kau tidak pernah belajar sihir atau sesuatu yang berkaitan dengan itu??" tanya Win dengan ekspresi terkejutnya.


"Entahlah, aku juga tak tahu. Kupikir aku cuma akan dapat Gift Swordman, tapi tak kusangka akan dapat Mage juga," balas Shin.


"Haha, kau memang benar benar beruntung, Shin!"


"Haha, begitulah. Semoga kau sama beruntungnya Win!"


"Ya, kuharap begitu."


Setelah itu Giliran Win pun tiba, Win merasa agak gugup dengan Gift yang akan dia dapatkan nanti. Dia bahkan sempat berpikir bahwa dia tidak akan mendapatkan Gift apapun, tapi berpikir negatif seperti bukanlah hal yang bagus. Dia pun berdoa agar mendapatkan Gift yang dia inginkan selama ini, yaitu Swordman atau bahkan Swordmaster.

__ADS_1


__ADS_2