
"Kenapa Benwang harus takut dengan sekte kecil seperti Yueliangxing?" Yu Jianyu dengan nada meremehkan.
Pembeli dan penjual disekitar mereka melihat perseteruan mereka mulai berkerumun disekitar mereka. Mereka membicarakan Yu Jianyu yang dengan berani menghina Sekte Yueliangxing.
Sekte Yueliangxing berada didekat gunung tak jauh dari pasar, sedikit terpencil namun banyak org yang mengetahuinya. Sekte Yueliangxing sudah berdiri lama sekitar seratus dua puluh tahun, membuatnya memiliki banyak murid. Meskipun begitu reputasi Sekte Yueliangxing belum masuk duapuluh besar di Negeri Phoenix, murid Sekte Yueliangxing bertindak sangat arogan dengan penduduk dekat pasar.
"Kamu.... kamu!?" Hui Ke'er langsung menghilang dari tempatnya.
"Bagaimana? Apakah sudah selesai?" Melihat Jing Tian berhenti mengukir, Fengzhao bertanya padanya.
"Eh? Oh ya hanya kurang sedikit lagi, Tuan Muda warna apa yang anda inginkan untuk ukirannya?" Jing Tian tersadar dari lamunannya, untung saja ia tidak mengacaukan ukirannya jika tidak mungkin tangannya akan dipatahkan oleh Yu Jianyu.
"Putih" Yu Jianyu kembali tersenyum samar dan aura mengerikan disekelilingnya menghilang ketika memikirkan Xia Qiuyue.
*Yueyue ku sangat suka warna putih, dan aku menyukai apa yang disukai Yueyue"
Tiba tiba seseorang datang dan menundukkan kepala pada Yu Jianyu. Banyak orang yang tadi sudah berpencar kembali membicarakan kedudukan Yu Jianyu karena Keluarga Tang adalah Keluarga terkemuka di Negeri Phoenix.
"Tuan Muda Yu, saya dari utusan Keluarga Tang. Saya ingin memberikan kabar bahwa Pemimpin kami sudah datang" Pria itu mengatakan tujuannya.
Yu Jianyu melihat baju yang dikenakan pria itu melihat bajunya yang sama dengan orang dari Keluarga Tang, Yu Jianyu percaya dengan pria itu.
"Sudah selesai?" Yu Jianyu sangat tidak sabar untuk kembali bertemu dengan Xia Qiuyue, ia tanpa sadar mengeluarkan aura menindas.
"Sudah selesai Tuan" Jing Tian mengerahkan tusuk konde yang sudah ia bungkus dengan indah pada Yu Jianyu.
"Fengzhao pergi ke Kediaman Keluarga Tang!"
Mereka bertiga menghilang secepat kilat. Dan tidak lama kemudian mereka telah sampai didepan Gerbang Kediaman Tang. Pria utusan Keluarga Tang membuka gerbang, dan berdiri disamping gerbang dengan kepala yang ditundukkan.
"Tuan Muda Yu Pemimpin Tang sudah menunggu anda didalam" Seorang wanita menghampiri Fengzhao yang sedang mendorong kursi roda Yu Jianyu kedalam.
Yu Jianyu hanya mengangguk menanggapi ajakan wanita tersebut, dengan sigap Fengzhao mendorong kursi roda Yu Jianyu mengikuti wanita itu. Banyak Dayang dan Kasim menunduk ketika wanita itu berjalan melewati mereka. Yu Jianyu dan Fengzhao sudah sampai di ruang tamu Kediaman Tang.
"Tuan Muda Yu, apa gerangan anda mencari Tuan ini?" Suara berat terdengar menyambut kedatangan Yu Jianyu dan Fengzhao.
"Salam Pemimpin!" Wanita itu memberi hormat pada Pria itu.
"Terima kasih Tang 'Erxi" Pria itu berbalik badan menghadap Yu Jianyu.
Tang 'Erxi yang mengantar Yu Jianyu memberi hormat kembali kepada pria itu lalu pergi dari sana. Fengzhao pun ikut pergi dari sana setelah memberi hormat kepada Yu Jianyu.
Pria itu terlihat muda sekitar 35 tahun-an. Melihat kearah Yu Jianyu dengan senyuman ramah.
"Tuan Muda Yu apakah anda mencari obat untuk anda?" Tuan Tang melihat kearah kursi roda Yu Jianyu.
"Tidak, Benwang ini tidak mencari obat untuk Benwang. Tapi Benwang mencari obat untuk Racun Akar Sanca" Mendengar jawaban Yu Jianyu, senyuman Tuan Tang menghilang.
"Racun Akar Sanca? Untuk siapa?" Tuan Tang bertanya dengan serius.
"Apakah Benwang harus menjawabnya?"
"Tentu saja Tuan Muda Yu, karena tujuan utama pembuatan tonik Racun Akar Sanca untuk menyembuhkan anak perempuan saya. Entah bagaimana ketika tonik tersebut selesai dibuat, anak saya menghilang entah kemana. Untuk berjaga jaga saya bertanya pada Tuan Muda Yu" Nada yang diucapkan oleh Tuan Tang terdengar sedih.
"Tonik itu untuk wanita Benwang, Benwang sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena Benwang tidak bisa menghubungi wanita Benwang dan tonik itu harus diberikan kepadanya dalam waktu tiga hari nanti" Yu Jianyu menjawab dengan nada tidak sabar.
"Baiklah saya akan memberikannya pada anda, tetapi anda harus menceritakan wanita anda pada saya. Mungkin saja wanita anda adalah anak saya yang hilang"
"Wanita Benwang bernama Xia Qiuyue, Benwang baru bertemu dengannya ketika Benwang tidak sadar lima belas hari yang lalu. Wanita Benwang sangat menyukai warna putih, dan juga wanita Benwang adalah seorang Dokter yang hebat. Tapi kehidupannya di Keluarga Xia sangat menyedihkan, dia dan adiknya sering dipukul dan diinjak injak oleh keluarganya sendiri. Ibunya sudah meninggal bunuh diri dan kejadian itu terjadi didepan matanya sendiri, membuatnya dan adiknya tidak memiliki perlindungan lagi. Dia mengalami hal yang menyakitkan selama lima belas tahun lamanya. Tapi sekarang dia dan adiknya memiliki ayah angkat , Tetua Assosiasi Dokter, Wen Huimu" Yu Jianyu menceritakan Xia Qiuyue dengan senyum tipis di bibirnya.
"Dia baru berumur lima belas tahun? Apakah ini kebetulan?" Tuan Tang terlihat bingung ketika mendengar cerita Jianyu.
*Apakah itu putriku yang hilang?*
__ADS_1
"'Erxi!"
Tang 'Erxi yang menunggu didepan pintu masuk kedalam ketika dipanggil oleh Tuan Tang.
"Pemimpin, ada gerangan apa engkau memanggil hamba?"
"Panggil istriku kemari, dan bawakan Tonik Racun Akar Sanca" Tuan Tang seperti memiliki harapan ketika mendengar cerita Yu Jianyu.
"Baik Pemimpin!" Tang 'Erxi langsung pergi meninggalkan Yu Jianyu dan Tuan Tang.
"Sepertinya anda sangat senang Tuan Tang" Yu Jianyu melihat gelagat Tuan Tang.
"Cerita anda membuat saya memiliki harapan kembali Tuan Muda Yu, mungkin hanya harapan kecil. Tapi setidaknya jika bukan putri kami, saya tahu siapa yang menerima tonik yang kami ciptakan untuk putri kami" Tuan Tang tersenyum lebar.
Sekitar 20 menit kemudian wanita berparas anggun berbaju merah muda masuk bersama Tang 'Erxi yang membawa nampan berisi Tonik. Tang 'Erxi menyerahkan nampan pada Tuan Tang.
"Ming-ge ada apa memanggilku?" Tanya wanita itu.
"Ah-Heng apakah kamu percaya dengan kebetulan?"
"Kebetulan? Kebetulan seperti apa Ming-ge?"
"Tuan Muda Yu ini memiliki wanita berumur lima belas tahun dan wanita itu terkena Racun Akar Sanca. Mungkin saja itu adalah Xiao Yue kita"
"Benarkah itu, Tuan Muda Yu apakah yang dikatakan suamiku benar?"
"Benar Nyonya Liu, Yueyue memang memiliki Racun Akar Sanca dan baru berumur lima belas tahun. Tapi jika dalam tiga hari kedepan Tonik Racun Akar Sanca tidak diberikan kepadanya, Benwang tidak bisa menerima hal itu"
"Aku ikut denganmu Tuan Muda Yu, aku penasaran dengan wanita itu" Nyonya Liu sangat antusias ikut serta.
"Ah-Heng apakah kamu ingin meninggalkanku? Lagipula aku juga ikut denganmu"
"'Erxi, tolong ambilkan Tas Ruang Angkasa milikku di kamar"
"Sepertinya Nyonya Liu sudah siap sebelumnya" Fengzhao tiba tiba sudah muncul disamping Yu Jianyu.
"Kamu benar Tuan Muda Yu, aku sudah menyiapkan barang barang ku sebelumnya karena mungkin saja ada yang menemukan putriku Xiao Yue" Air mata Nyonya Liu tida tiba menetes.
"Jangan menangis Ah-Heng, kita akan melihat wanita itu" Tuan Tang memegang tangan istrinya untuk menenangkan kesedihan istrinya.
Tang 'Erxi kembali dengan cepat dengan Tas Ruang Angkasa berwarna merah ditangannya. Ia membungkuk untuk menyerahkan pada Nyonya Liu.
"Terima kasih 'Erxi! Mari Tuan Muda kita berangkat" Dibalas anggukan oleh Yu Jianyu.
Mereka berempat, Tuan Tang, Nyonya Liu, Yu Jianyu, dan Fengzhao meninggalkan Kediaman Tang. Mereka berjalan tanpa mengeluarkan suara, hanya sesekali obrolan kecil tercipta namun mereka sangat menyukai perjalanan yang damai. Walau dihati mereka memiliki perasaan tidak sabaran yang meronta-ronta, mereka menyukai suasana yang damai.
Ditengah perjalanan mereka menuju gerbang portal, mereka dihadang oleh sekelompok pria yang memegang senjata. Tak lama kemudian wanita yang mengganggu Yu Jianyu muncul bersama seorang pria paruh baya disampingnya.
"Guru! Pria itu mengambil barang yang Ke'er inginkan!" Hui Ke'er menarik lengan baju pria itu.
"Lancang sekali! Apakah anda tidak mengetahui jika Hui Ke'er adalah murid Sekte Yueliangxing? Serang mereka!" Segerombolan pria itu langsung menyerang Yu Jianyu.
Fengzhao dengan sigap melindungi Tuannya. Ia menyerang kearah orang orang itu. Karena kekuatan Fengzhao sangat tinggi dibanding gerombolan itu, membuatnya mengalahkan orang yang berjumlah 20 orang langsung tumbang. Hui Ke'er dan gurunya terkejut melihatnya, mereka langsung ketakutan.
"Fu Wuping berani sekali kamu menyerang Tuan Muda Yu dihadapan kami!" Kehadiran Nyonya Liu membuat guru Hui Ke'er, Fu Wuping semakin ketakutan.
Fu Wuping langsung bersujud pada Nyonya Liu dan Tuan Tang. Hui Ke'er masih belum memahami alasan gurunya bersujud, ia menarik tangan gurunya.
"Guru mengapa kamu bersujud? Kamu tidak salah guru, yang salah adalah pria itu!" Masih tetap tidak mau bersalah, Hui Ke'er menarik tangan Fu Wuping untuk berdiri.
"Ke'er jangan bertindak bodoh! Nyonya Liu Tuan Tang maafkan murid saya yang bodoh ini, karena saya selalu memanjakannya membuatnya bertindak tidak tahu malu" Fu Wuping menarik tangan Hui Ke'er untuk bersujud.
"Tidak tahu malu! Guru bagaimana bisa kamu menyalahkan ku tidak tahu malu? Sudah jelas pria itu mengambil barang yang kuinginkan, dia yang seharusnya tidak tahu malu!" Hui Ke'er berusaha berdiri lagi, ia tidak mau bersujud karena merasa benar.
__ADS_1
"Kamu benar benar menguji kesabaran Benwang! Jika Benwang menginginkan sesuatu, semua orang harus memberikannya padaku! Fengzhao wanita ini terlalu berisik!" Yu Jianyu semakin tidak sabar.
*Berani beraninya orang ini menghalangi jalan Benwang! Yueyue sudah lama menunggu Benwang!*
Fengzhao langsung menyerang Hui Ke'er. Belum sempat Hui Ke'er berteriak, ia langsung terjatuh.
"Tuan ku sudah melepaskan mu waktu itu, tapi kamu benar benar sangat bodoh menghalangi jalan Tuan ku! Bukankan penjual tadi sudah mengatakan bahwa Tuan ku sudah terlebih dahulu datang tapi kamu hampir merusak hadiah untuk wanita Tuan ku. Apakah kamu masih tidak merasa bersalah?" Fengzhao menyerang tangan kanan Hui Ke'er.
"Kerja bagus Fengzhao!" Yu Jianyu memuji. hasil pekerjaan Fengzhao.
Hui Ke'er menangis keras tanpa bisa mengeluarkan suara. Fengzhao merusak pita suaranya dan merusak tendon lengan kanannya. Orang orang Yu Jianyu selalu diajarkan untuk membalas semua perbuatan yang mereka terima. Mereka tidak mentolerir pangkat, jabatan, status, kasta, bahkan pekerjaan orang yang berbuat baik atau jahat. Mereka sering dipandang keji oleh orang lain, tapi mereka tidak memikirkannya. Bahkan jika orang yang bekerja dengan Yu Jianyu mengkhianati Yu Jianyu, akan selalu dikejar oleh mereka.
"Lanjutkan perjalanan!"
Mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju gerbang perbatasan. Barulah mereka mengeluarkan Kristal Teleport untuk sampai di Negeri Lotus. Perjalanan memakan waktu hingga 2 hari lamanya. Cara Kristal Teleport dapat berpindah tempat, memakan waktu lebih cepat daripada perjalanan biasa namun juga tidak bisa dalam sekejap mata.
...
#2 Hari Kemudian (Sebelum kedatangan Yu Jianyu)
Sudah 2 hari berlalu, namun Xia Qiuyue belum ada tanda tanda untuk bangun. Wen Huimu setia mengamati kesehatan Xia Qiuyue, walaupun sudah stabil namun tidak ada tanda tanda untuk bangun. Xia Zichen selalu melihat kakaknya yang masih tertidur pulas, ia tidak bisa menangis lagi karena Wen Huimu memberitahunya jika ia menangis kakaknya akan ikut sedih. Yuxi menjaga Xia Qiuyue tanpa bergerak selangkah pun dari tempatnya berdiri, ia merasa sangat bersalah dan lalai dengan tugas dari Yu Jianyu. Sedangkan Diemo sudah bangun sejak 3 hari yang lalu mencari informasi tentang Keluarga Xia dan mengamati gerak gerik Anggota Keluarga Xia.
"Ayah apakah Yue jie baik baik saja?" Tanya Xia Zichen ketika Wen Huimu selesai memeriksa nadi Xia Qiuyue.
"Yue jie baik baik saja Chenchen, kita tunggu saja Yue jie bangun" Meskipun sangat khawatir dengan keadaan Xia Qiuyue, Wen Huimu berusaha terlihat baik baik saja untuk menenangkan hati Xia Zichen.
"Apakah Yue jie akan tertidur terus? Yue jie tidak lapar Ayah? Apakah Yue jie marah sama Chenchen? Yue jie, Chenchen minta maaf kalau Chenchen nakal. Yue jie bangun ya! Chenchen bosan tidak bisa main sama Yue jie" Xia Zichen masih memikirkan kakaknya yang sedang tertidur pulas.
"Tidak Chenchen, Yue jie tidak marah sama Chenchen. Yue jie mungkin terlalu lelah untuk bangun, jadi Yue jie tidur" Wen Huimu mengusap kepala Xia Zichen pelan.
Tak lama kemudian suara roda terdengar hingga kamar Xia Qiuyue.
"Yang Mulia datang!" Yuxi tiba tiba muncul di kamar.
Trakk~
"Hormat kepada Yang Mulia!" Yuxi langsung bersujud dihadapan Yu Jianyu.
"Siapa yang dirawat? Dimana Yueyue?" Melihat disekelilingnya Yu Jianyu mencari Xia Qiuyue didalam ruangan itu.
Melihat Yu Jianyu berada didepan pintu, Xia Zichen bersembunyi dibelakang Wen Huimu.
"Yuxi kenapa kamu disini, bukannya Benwang sudah memerintahkan mu untuk menjaga Yueyue? Sekarang dimana Yueyue?" Yu Jianyu semakin emosi karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya.
"Yang Mulia ini adalah kelalaian hamba, Nona Xia terluka karena hamba tidak mampu untuk menjaga Nona!" Yuxi semakin merasa bersalah karena Yu Jianyu menanyakan keadaan Xia Qiuyue.
"Apa maksudmu terluka? Yuxi dimana Yueyue sekarang?!" Aura dikamar itu semakin mendingin.
"Yue jie sakit Gege, jangan marah nanti Yue jie tidak mau bangun" cicitan suara Xia Zichen membuat Yu Jianyu semakin khawatir.
*Gege jangan marah, kalau Gege marah Yue jie nanti tidak mau bangun*
"Yueyue sakit? Dimana Yueyue?!" Yu Jianyu semakin marah.
*Kenapa mereka tidak mau menjawab? Jangan jangan yang tertidur itu Yueyue?"
Yu Jianyu sudah tidak memiliki kesabaran lagi, ia melayang mendekati ranjang dengan Qinggong nya. Ketika melihat Xia Qiuyue tertidur pulas dengan wajah pucat, Yu Jianyu semakin marah.
"Ada yang bisa jelaskan ini pada Benwang?" Suara penekanan khas milik Yu Jianyu yang sedang marah membuat semua orang yang ada disana merinding ketakutan.
----- TO BE CONTINUE -----
*NB \= Jaga selalu kesehatan kalian! Sering sering cuci tangan menggunakan sabun! Kurangi keluar rumah jika tidak perlu!
__ADS_1
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.