
"Selamat pagi Ayah, Ibu, dan Jianyu" Xia Qiuyue tersenyum dengan senyuman terbaiknya.
"Bagaimana keadaanmu saat ini Xiao Yue?" Nyonya Liu sangat senang putrinya bisa menerima mereka sebagai orang tua.
"Sudah baik, hanya saja Yueyue masih belum bisa berjalan" Xia Qiuyue tersenyum.
"Xiao Yue apakah kamu mau ikut tinggal bersama kami di Negeri Phoenix?" Tuan Tang mengusap kepala putrinya sayang.
"Boleh saja, tapi Chenchen harus ikut. Chenchen masih sangat bergantung dengan Yueyue."
"Tentu saja Chenchen ikut, jadi kapan kita bisa pulang ke rumah?" Nyonya Liu sangat bersemangat karena putrinya bisa tinggal dengan mereka.
"Setelah Yueyue bisa membalaskan dendam pada mereka" Xia Qiuyue menjawab dengan halus.
**Walaupun ini bukan ibu dan ayah asliku, mereka adalah ayah dan ibu kandung Xia Qiuyue asli jadi akan menjadi ayah dan ibu kandungku disini.
"Jika kamu memiliki masalah atau beban berat dengan semua itu jangan segan untuk meminta pada kami ya Xiao Yue" Tuan Tang mengusap kepala putrinya, mungkin saja memanjakan putrinya adalah hobinya setelah memanjakan istrinya.
*Tentu saja Liu Weiheng nomor satu*
"Xiao Yue kami akan kembali sekarang" Liu Weiheng berpamitan pada sang putri ketika merasa sudah cukup untuk bertemu sekarang, ia menggandeng suaminya untuk kembali dengan mengikuti Diemo yang berada diluar.
"Yueyue nanti akan menemui kalian" Xia Qiuyue sedikit berteriak ketika ayah dan ibunya sudah meninggalkan tempat.
Kini hanya ada seorang yang menatap intens Xia Qiuyue, tentu saja itu Yu Jianyu. Merasakan tatapan dari Yu Jianyu, Xia Qiuyue membalas tataan itu.
"Ada apa?" Xia Qiuyue penasaran arti tatapan Yu Jianyu yang tidak terbaca.
"Mereka bertanya padaku pertanyaan yang sangatku nanti jawaban dari mu Yueyue" Yu Jianyu masih ingin bermain teka-teki dengan Xia Qiuyue, sedangkan Xia Qiuyue sudah sangat gemas dengan ekspresi Yu Jianyu yang menurutnya sangat lucu.
"Apa yang mereka tanyakan padamu dan membuatmu sangat menanti jawabanku Jianyu?" Xia Qiuyue mencubit pipi tirus Yu Jianyu membuat orang yang dicubit terkejut, hanya Xia Qiuyue yang berani melakukan apapun padanya.
"Kapan aku akan menikahi mu, itu yang mereka tanyakan padaku. Jadi apa yang akan kamu jawab!" Mata Yu Jianyu yang menatap Xia Qiuyue semakin berbinar binar, Xia Qiuyue yang sudah gemas dengan kelakuan Yu Jianyu pun mencubit pipi Yu Jianyu pelan.
"Setelah semuanya selesai kamu boleh menikahi ku Jianyu, hanya ketika semuanya sudah selesai" Xia Qiuyue menjawab dengan lembut pertanyaan Yu Jianyu.
Yu Jianyu menatap mata Xia Qiuyue intens dan dibalas oleh Xia Qiuyue tak kalah intens juga penuh makna yang tersirat. Xia Qiuyue merasa sangat senang ada yang mencintainya sepenuh hati tanpa memandang wanita lain selain dirinya.
Namun itu tidak berlangsung lama, suara seorang pelayan menganggu kegiatan kedua sejoli yang sedang bertatapan dalam diam.
"Yang Mulia apakah hamba boleh masuk?" Terdengar suara Wenhao terdengar dari luar, membuat pandangan mereka terputus lebih tepatnya Xia Qiuyue lah yang memutuskan pandangannya terlebih dahulu.
"Masuk saja Wenhao!" Xia Qiuyue mengizinkan Wenhao untuk masuk, karena dirinya bisa menjamin jika Yu Jianyu tidak akan mengizinkan Wenhao masuk.
Wenhao masuk kedalam disambut oleh tatapan tajam Yu Jianyu dan senyum simpul Xia Qiuyue. Melihat tatapan Tuannya, Wenhao menundukkan kepalanya.
"Ada apa?" Ucapan dingin Yu Jianyu terdengar, membuat Wenhao yang berlutut dibelakang Yu Jianyu merinding ketakutan.
Sebenarnya Wenhao sendiri tidak ingin mengganggu Tuannya bersama Calon Nyonya masa depannya itu, namun karena ada hal penting yang harus dilaporkan pada Yu Jianyu membuatnya menyiapkan mental yang kuat untuk datang.
"Mereka menyerang secara licik Yang Mulia, para Pasukan Yu yang dikirim banyak yang gugur dan sakit karenanya" Wenhao mengucapkan hal itu dengan jantung yang berdebar sangat kencang, karena takut kemarahan Yu Jianyu.
"Apa yang sebenarnya terjadi ketika Benwang tidak ada? Bagaimana Pasukan Yu bisa tumbang?" Yu Jianyu langsung menghadap Wenhao dan menatap tajam Wenhao untuk menggali informasi.
"Kami juga tidak tahu Yang Mulia, tiba tiba saja dalam waktu lima hari lebih dari setengah jumlah pasukan kita tumbang. Tabib yang bertugas disana belum mengetahui akibat permasalahan" Wenhao menjawab tanpa ada tambahan atau kurang, karena untuk apa juga dia berbohong Tuannya itu sangat mudah mengetahui perubahan ekspresi.
Cukup lama ruangan Xia Qiuyue hening tak bersuara, Wenhao dan Yu Jianyu memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi pada Pasukan Yu. Sedangkan Xia Qiuyue tidak mengetahui akar masalah pun juga tidak mengeluarkan suara, hanya tangganya yang mengusap kepala Xia Zichen yang tidur disampingnya.
"Sebenarnya siapa yang menyerang?" Xia Qiuyue memecah keheningan.
Ia suka sekali keadaan tenang namun tenang dalam artian suasana hangat dan sepi, jika keadaan tenang dengan atmosfer yang mencekam dirinya tidak akan bertahan lebih dari 10 menit.
"Negara Wei" Yu Jianyu menjawab pertanyaan Xia Qiuyue, untuk apa dirinya menutupi masalahnya dengan Xia Qiuyue.
"Ada kemungkinan itu adalah racun, tidak mungkin mereka tumbang jika bukan karena racun. Ada kemungkinan diserang diam diam, karena tidak ada darah yang berceceran berarti bukan serangan langsung tapi karena racun" Xia Qiuyue menduga kalau kasus tumbangnya lebih dari setengah Pasukan Yu disebabkan oleh racun.
__ADS_1
"Bagaimana bisa mereka meracuni Pasukan Yu? Markas penjagaan Pasukan Yu dijaga sangat ketat, tidak ada orang yang bisa memasuki Markas" Yu Jianyu kembali menghadap Xia Qiuyue.
"Penyebaran racun itu sangat mudah sekali, bukan hanya disebabkan oleh manusia bisa saja hewan atau tumbuhan membawa racun" Xia Qiuyue menjelaskan secara rinci pada Yu Jianyu dan Wenhao.
Mereka membahas kasus itu lebih dari 1 jam lamanya. Xia Zichen yang terusik oleh perbincangan mereka terbangun dari tidurnya.
"Yue jie?" Panggil Xia Zichen memecahkan alir perbincangan ketiga orang yang ada disana.
"Ya Chenchen ada apa?" Xia Qiuyue mengusap kepala Xia Zichen dengan lembut.
"Chenchen lapar" Jawab Xia Zichen sambil memegang perutnya.
"Wenhao antar kan Zichen untuk makan" Bukan Xia Qiuyue yang menjawab tapi Yu Jianyu, ucapan yang ingin Xia Qiuyue keluarkan tertahan akibat ucapan Yu Jianyu.
Melihat kelakuan Yu Jianyu, Xia Qiuyue hanya bisa tersenyum pasrah. Wenhao pun mengajak Xia Zichen untuk meninggalkan tempat itu. Kini hanya tinggal mereka berdua yang ada disana. Yu Jianyu pun langsung pindah duduk disamping Xia Qiuyue.
"Jianyu kapan kamu akan pergi menuju markas?" Tanya Xia Qiuyue pada Yu Jianyu yang susah berada disampingnya.
"Karena kasus ini sudah membuat lebih dari setengah Pasukan, kemungkinan besar hari ini aku berangkat. Memangnya ada apa?" Yu Jianyu penasaran dengan pertanyaan yang diajukan Xia Qiuyue padanya.
*Apakah Yueyue ingin ikut denganku kesana? Tapi Yueyue masih sakit*
"Aku akan menemanimu" Xia Qiuyue memegang tangan Yu Jianyu yang berada disampingnya.
"Tidak boleh Yueyue, kamu masih sakit" Yu Jianyu sebenarnya senang dengan jawaban Xia Qiuyue, tapi memikirkan kondisinya yang masih lemah membuatnya khawatir.
"Aku sudah baik baik saja Jianyu" Xia Qiuyue tersenyum hangat menanggapi kekhawatiran Yu Jianyu.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi, aku akan ikut kamu kesana. Mungkin saja aku bisa menyembuhkan mereka"
"Kamu tetap disini saja Yueyue, aku tidak mau kamu sakit lagi"
"...Lagipula mereka nanti akan menjadi Pasukan ku juga bukan? Baru saja kamu mendengar jawabanku tentang menjadi istrimu Jianyu, aku ingin mengetahui bawahan mu bagaimana mereka berlatih. Bukankah itu yang seharusnya dilakukan oleh Nyonya Yu?" Xia Qiuyue menggoda Yu Jianyu.
"Inilah alasan kenapa aku mencintaimu Yueyue" Yu Jianyu menarik tangan Xia Qiuyue dalam pelukannya.
Xia Qiuyue membalas pelukan Yu Jianyu, mereka berdua menikmati pelukan itu.
"Bagaimana dengan kakimu? Apakah bisa digunakan untuk berjalan?" Yu Jianyu mengingat kondisi kaki Xia Qiuyue yang belum bisa digunakan untuk berjalan.
"Aku tahu cara menyembuhkannya dengan cepat, tapi berapa lama kita menuju Markas Pasukan Yu?"
"Akan menempuh waktu lima hari, bagaimana dengan ayah mu, ibumu, dan Zichen?"
"Aku akan berbicara dengan mereka, setelah ini. Aku juga ingin menitipkan Chenchen pada ayah dan ibu"
...
Mereka berlima sudah berkumpul di kamar Xia Qiuyue. Tidak ada suasana tegang setelah Xia Qiuyue mengakui Tuan Tang dan Nyonya Liu sebagai orang tuanya, hanya ada suasana hangat yang ada disana.
"Xiao Yue, kenapa kamu memanggil kami? Apakah kamu merasa kesakitan? Atau kamu perlu bantuan kami?" Nyonya Liu bertanya pada putrinya yang sangat dirindukannya.
"Yueyue tidak sakit ibu, jangan khawatir. Yueyue hanya ingin meminta tolong pada kalian berdua, apakah boleh?"
"Tentu saja sayang! Memangnya kamu ingin dibantu kami apa?"
"Yueyue ingin menitipkan Chenchen pada kalian selama Yueyue berada di Markas Pasukan Yu, Yueyue ingin membantu Jianyu memecahkan masalah disana"
"Kamu ingin pergi jauh dalam keadaan seperti ini sayang? Kalau kamu sakit lagi bagaimana?"
"Yueyue tidak apa apa ibu, bukankah Yueyue juga seorang dokter? Yueyue pasti bisa menjaga kesehatan Yueyue, lagipula ada Jianyu bersama Yueyue jadi kalian jangan khawatir"
"Ibu memang tidak bisa melarang mu sayang, kami akan menjaga Chenchen disini dan kamu juga harus menjaga kesehatanmu ya! Tuan Muda Yu, kami serahkan Xiao Yue padamu"
__ADS_1
"Tenang saja Nyonya Liu, aku akan menjaga Yueyue dengan baik" Jianyu menghilangkan otoritas nya sebagai yang lebih tinggi dari orang tua Xia Qiuyue.
"Kapan kalian akan berangkat Xiao Yue?" Tuan Tang berbicara setelah lama berdiam diri.
"Hari ini karena keadaan disana sudah sangat genting ayah" Xia Qiuyue mengalihkan pandangannya pada Tuan Tang.
"Kamu harus hati hati"
"Tentu saja ayah"
"Yue jie! Chenchen tidak akan nakal, Yue jie jangan lama lama ya!" Xia Zichen yang duduk disamping Xia Qiuyue menatap kakaknya sendu.
"Siapa bilang Chenchen nakal? Chenchen tidak nakal!"
"Kata Rong jie ibu pergi karena Chenchen nakal, jadi Chenchen tidak akan nakal lagi biar Yue jie tidak pergi seperti ibu" Perkataan Xia Zichen membuat orang yang disana langsung terdiam, Xia Qiuyue yang mendengar hal itu mengepalkan tangannya.
**Dasar Bi****, Aku akan segera menyelesaikan kasus ini agar bisa menghancurkan keluarga itu. Bisa bisanya mengajarkan Chenchen hal yang tidak benar, bukankah Chenchen pewaris Keluarga Xia?
Yu Jianyu yang melihat Xia Qiuyue menahan emosinya langsung memegang tangan yang terkepal itu dan mengurainya. Ia menenangkan Xia Qiuyue dengan mengusap tangan Xia Qiuyue lembut, diperlakukan seperti itu Xia Qiuyue melihat kearah Yu Jianyu dan dibalas senyuman oleh Yu Jianyu
"Jangan ingat perkataan mereka ya Chenchen! Yue jie tidak suka! Chenchen bukan anak nakal, Chenchen selalu baik dengan siapapun jadi jangan ingat perkataan mereka ya sayang!" Xia Qiuyue memeluk adiknya dengan erat.
Walaupun bukan adik kandungnya, Xia Qiuyue tetap menyayangi Xia Zichen. Mungkin karena Xia Zichen mirip dengan adik kandungnya di masa lalu membuatnya selalu ingin menjaga Xia Zichen.
Perbincangan mereka berlanjut sampai seorang pelayan memasuki kamar Xia Qiuyue.
"Nona Xia kami sudah menyiapkan semua hal yang anda minta dan sudah memasukkannya kedalam Kereta" Ucap pelayan itu, pelayan wanita pertama yang dimiliki Mansion Jianyu hanya karena kehadiran Xia Qiuyue yang membuat Yu Jianyu melarang pelayan pria melayani Xia Qiuyue.
"Baiklah!..."
"...Ayah Ibu, kami berangkat dahulu! Chenchen belajar yang baik ya sayang!..."
"...Ayah jangan membalaskan dendam Yueyue terlebih dahulu!"
Perkataan Xia Qiuyue menohok Tuan Tang. Memang niat Tuan Tang ketika tidak ada putrinya disini akan membalaskan dendamnya pada Keluarga Xia itu, apalah daya putrinya memang mirip dirinya yang mudah sekali membaca niat seseorang. Xia Qiuyue dan Yu Jianyu menuju kereta kuda yang dimiliki Mansion Yu.
Jika kalian ingin tahu bagaimana cara Xia Qiuyue menuju Kereta?
Berjalan?
Bukan!
Digendong?
Kurang tepat!
Dengan Kursi Roda?
Sedikit lagi!
Jawabannya adalah Yu Jianyu nersikera memintanya untuk duduk di pangkuannya, dan Wenhao lah yang mendorong mereka menuju Kereta kuda.
"Yue jie hati hati!!"
CTAR~
Kereta kuda itu melaju dan perlahan menghilang dari pandangan mereka.
----- TO BE CONTINUE -----
Jika kalian suka cerita tentang perjalanan romansa pasangan mata mata terkenal yang masih SMA, kalian jangan lupa membaca ceritaku yang berjudul |SPY Couple| oke!!
***NB \= Jaga selalu kesehatan kalian! Sering sering cuci tangan menggunakan sabun! Kurangi keluar rumah jika tidak perlu!
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar***.
__ADS_1