
"Ayo kita keluar!" Xia Qiuyue memegang tangan Yu Jianyu lalu meninggalkan SRM.
Xia Qiuyue dan Yu Jianyu sudah kembali di dunia asli. Yu Jianyu melihat sekelilingnya lalu menatap Xia Qiuyue, Xia Qiuyue tersenyum menanggapi tatapan Yu Jianyu padanya.
Tiba tiba pintu yang tertutup terbuka lebar, lalu 4 orang masuk kedalam. Melihat Xia Qiuyue telah sadar, Xia Zichen langsung berlari mendekati Xia Qiuyue dan memeluknya.
"Yue jie susah bangun? Chenchen minta maaf pada Yue jie kalau Chenchen salah. Yue jie tidak boleh tidur lama seperti tadi, Chenchen takut Yue jie tidak bangun karena marah sama Chenchen" Xia Zichen langsung menumpahkan air matanya di pelukan Xia Qiuyue.
"Tidak mungkin Yue jie marah pada Chenchen yang sangat baik ini. Yue jie hanya tidak bisa bangun waktu itu, bukan karena marah sama Chenchen" Xia Qiuyue membalas pelukan Xia Zichen sambil menenangkannya.
"Bagaimana keadaanmu Yueyue?" Wen Huimu sangat senang putri angkatnya sudah sadar walaupun wajahnya sedikit pucat.
"Aku tidak apa apa ayah, hanya saja kakiku masih belum bisa berjalan" Mendengar jawaban Xia Qiuyue, Wen Huimu langsung memeriksa kaki Xia Qiuyue yang terlihat sedikit bengkak karena tulangnya sedikit retak.
Ketika selimut yang menutupi kakinya dibuka, Xia Qiuyue lantas melihat Yu Jianyu. Sangat terlihat jelas raut wajah marah dicampur khawatir.
*Bagaimana aku tidak memperhatikan kakinya tadi?*
"Bagaimana rasanya?" Wen Huimu menyentuh lembut kaki Xia Qiuyue yang bengkak itu, sedangkan Yu Jianyu yang melihat itu ingin marah pada Wen Huimu.
*Bagaimana jika Yueyue kesakitan ketika orang tua bodoh ini menyentuh kaki Yueyue?!*
"Tidak berasa ayah, sepertinya mati rasa. Jadi aku tidak bisa berjalan beberapa hari nanti" Xia Qiuyue langsung menjawab pertanyaan Wen Huimu ketika melihat Yu Jianyu ingin memarahi Wen Huimu.
"Baiklah, ayah akan menyiapkan resep obat untukmu jadi tunggu sebentar" Wen Huimu langsung pergi dari kamar Xia Qiuyue.
Xia Qiuyue tersadar ada orang asing berada di kamarnya, ia meletakkan adiknya yang sedang tertidur disampingnya. Xia Qiuyue tersadar bahwa pasangan itu selalu melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan, ia pun membalas pandangan itu dengan pandangan penuh tanya. Xia Qiuyue melihat kearah Yu Jianyu yang sedang duduk manis disamping kanannya, Yu Jianyu sepertinya mengerti arti dari tatapan bingung Xia Qiuyue.
"Yueyue ini adalah Pemimpin Keluarga Tang Tuan Tang dan istrinya Nyonya Liu. Tuan Tang Nyonya Liu ini adalah Yueyue" Hanya ketika ada Xia Qiuyue, Yu Jianyu mengucapkan lebih dari lima kata.
Nyonya Liu memandang Xia Qiuyue dengan pandangan penuh kasih. Sedangkan Xia Qiuyue memandang bingung dengan pandangan Nyonya Liu yang diberikan padanya.
"Xiao Yue?" Nyonya Liu mulai mendekati Xia Qiuyue dengan tatapannya yang masih tidak ia mengerti.
"Xia Qiuyue lebih tepatnya Nyonya" Xia Qiuyue membenahi posisi tidur adiknya, tanpa sadar lengan bajunya terangkat sedikit dan memperlihatkan sebuah tanda yang familiar bagi Nyonya Liu.
"Kamu benar benar Xia Yue anakku" Nyonya Liu langsung memeluk Xia Qiuyue sambil menangis bahagia.
"Anak? Apa maksud anda Nyonya? Saya adalah anak Ye Zi dan Xia Wenshen, bagaimana bisa saya menjadi anak anda?" Xia Qiuyue masih kebingungan dengan reaksi Nyonya Liu padanya, dalam ingatan Xia Qiuyue asli tidak ada satupun tentang Nyonya Liu dan Tuan Tang.
**Tapi kenapa aku tidak menolak pelukan orang ini?
Xia Qiuyue terlihat sangat kebingungan dengan pelukan Nyonya Liu yang sangat erat, ia melihat kearah Yu Jianyu yang tidak kalah bingung dengannya. Yu Jianyu yang ditatap oleh Xia Qiuyue hanya membalas senyuman tipis.
"Bukan, kamu bukan anak kandung mereka aku sangat yakin itu karena kamu memiliki tanda lahir yang sama persis dengan anakku dan apakah kamu tidak sadar jika istriku sangat mirip denganmu?" Tuan Yang mendekati istrinya yang sedang memeluk Xia Qiuyue.
"Tanda lahir?" Xia Qiuyue melihat kearah tanda lahir di lengan kirinya, disana memang ada tanda lahir berbentuk Bunga Lotus dan kenyataan bahwa Nyonya Liu sangat mirip dengan dirinya memang benar.
__ADS_1
**Apakah benar itu? Aku adalah anak kandung mereka? Tapi bagaimana jika benar, apakah Chenchen akan tersiksa di Neraka itu?
"Akhirnya aku bisa menemukan dirimu Xiao Yue" Tuan Tang mengusap kepala Xia Qiuyue.
"Bagaimana bisa saya mempercayainya?" Xia Qiuyue masih tidak bisa menerima kenyataan yang mendadak ini.
"Dan juga anakku Xiao Yue memiliki tanda lahir lain di bahu kanannya, dan kamu memiliki tanda lahir itu" Tuan Tang melirik kearah bahu kanan Xia Qiuyue, memang benar ada sebuah kelopak bunga di bahu kanannya karena hanya dia yang mengetahui hal itu.
*Gadis ini benar benar gadis kecilku*
"Jika kamu tidak mempercayainya, kamu boleh tes darah dengan kami" Nyonya Liu melepaskan pelukannya dan melihat lembut manik matanya.
"Tapi.." Ucapannya langsung terhenti karena rasa sakit yang tiba tiba menyerang di sekujur tubuhnya, ia membanting tubuhnya kebelakang dan Yu Jianyu dengan sigap menyelamatkan kepala Xia Qiuyue dari hantaman kepala ranjang.
**Kenapa rasanya sakit sekali?!
[Ini adalah tanda tanda Racun Bunga Sanca yang sudah menguasai seluruh tubuh anda Nona]
Melihat kondisi Xia Qiuyue membuat semua orang yang ada disana sangat panik, terlebih Yu Jianyu yang sudah memeluk erat tubuh Xia Qiuyue. Xia Qiuyue menarik erat baju Yu Jianyu menyalurkan rasa sakit yang mendera di sekujur tubuhnya. Tepat disaat itu Wen Huimu tiba dengan semangkuk obat untuk Xia Qiuyue, ia melihat Yu Jianyu memeluk erat tubuh Xia Qiuyue langsung meletakkan obat yang ia pegang dimeja dan memeriksa tubuh Xia Qiuyue.
"Ini sangat diluar prediksi, Racun Bunga Sanca hampir mengambil alih tubuhnya, Yang Mulia Yu apakah Tonik sudah ada?" Wen Huimu langsung teringat Tonik yang ia katakan waktu itu.
"Ini Tonik nya, selamatkan Xiao Yue kami" Nyonya Liu memberikan Tonik pada Wen Huimu.
"Yueyue minumlah ini" Wen Huimu membuka tutup tonik lalu memberikannya pada Xia Qiuyue yang masih memeluk erat Yu Jianyu.
Yu Jianyu melihat obat itu sudah dibuka langsung ia ambil dan ia berikan pada Xia Qiuyue, Xia Qiuyue melihat samar botol porselen didepan mulutnya langsung meminumnya. Rasa sakit yang lebih menyakitkan dari sebelumnya langsung mendera diseluruh tubuhnya.
"Tenang saja aku ada disini" Yu Jianyu menenangkan Xia Qiuyue yang ada di pelukannya.
*Apakah rasanya sesakit itu? Aku tidak boleh marah pada siapapun, Yueyue sedang kesakitan aku tidak boleh marah*
"Tenang saja Xiao Yue, rasa sakit itu tidak akan lama. Itu akan menghilangkan semua Racun yang ada di tubuhmu" Nyonya Liu sangat tidak tega dengan kondisi anaknya, ia sangat yakin bahwa Xia Qiuyue adalah anaknya insting seorang ibu tidak akan salah mengenali anaknya.
*Aku harus kuat demi anakku*
"Jianyu aku tidak kuat lagi, ini sangat menyakitkan" Xia Qiuyue tidak pernah mengalami rasa sakit seperti ini, rasanya ingin mengakhiri hidupnya saja.
**Tapi jika aku tidak ada bagaimana dengan Chenchen dan Jianyu. Tidak boleh Qiuyue kamu harus bertahan.
"Tidak boleh Yueyue kamu harus kuat" Yu Jianyu menyemangati Xia Qiuyue, ia benar benar tidak mau kehilangan Xia Qiuyue.
"Jianyu.... ooobat yang kuberikan padamu apakah masih ada?" Xia Qiuyue tidak bisa mengakses SM karena ada orang lain disana, ia teringat dengan Yu Jianyu yang pernah ia beri obat pereda sakit.
Yu Jianyu pun langsung paham dengan perkataan Xia Qiuyue, ia mengambil botol porselen dari Tas Luar Angkasanya. Ia membuka tutup botol lalu ia berikan ada Xia Qiuyue, Xia Qiuyue langsung mengambil alih botol itu lalu mengambil 5 butir pil sekaligus dan memakannya. Xia Qiuyue menghela nafas lega karena rasa sakit yang ia rasakan sedikit demi sedikit mulai menghilang, dan pasti ia tahu efek samping dari obat itu adalah ia mulai mengantuk.
"Jianyu aku mengantuk jadi jangan khawatir, aku hanya ingin tertidur sebentar" Xia Qiuyue merasa bahwa ia akan tertidur dan ia tidak mau Yu Jianyu panik karena ia tidak sadar.
__ADS_1
"Tidurlah, aku akan menunggumu dan menjagamu disini" Yu Jianyu sedikit mengerti rasa mengantuk ketika ia meminum obat itu apalagi ia melihat Xia Qiuyue langsung meminum 5 butir obat.
Nafas Xia Qiuyue mulai stabil membuat Nyonya Liu, Tuan Tang, dan Wen Huimu bernafas lega. Ia pasti berfikir Xia Qiuyue kelelahan karena melawan rasa sakit itu.
Yu Jianyu meletakkan Xia Qiuyue kembali di kasur dan ia mengambil kursi yang ada didekatnya untuk ia duduki. Yu Jianyu melihat kearah Nyonya Liu dan Tuan Tang yang berada di seberangnya.
"Bagaimana bisa kalian yakin bahwa Yueyue adalah anak kalian?" Yu Jianyu menatap curiga kearah pasangan itu.
"Insting seorang ibu pada anaknya tidak pernah salah, apalagi sifatnya sangat mirip dengan ayahnya jadi tidak ada keraguan lagi jika itu adalah anak kami" Nyonya Liu mengusap lembut kening Xia Qiuyue yang berkeringat.
"Tetapi bagaimana bisa Tuan Muda Yu ini memiliki hubungan dengan Xiao Yue?" Tuan Tang yang sedari tadi melihat interaksi anaknya dan Yu Jianyu menjadi penasaran dengan awal mula hubungna mereka.
"Yueyue adalah penolong Benwang. Waktu itu Benwang terluka parah dan Benwang sudah kehabisan Qi dan tidak bisa menggunakan Qinggong untuk sampai di kediaman Benwang, Yueyue menemukan Benwang ketika ia sedang ingin pulang di Kediamannya lalu Yueyue menyembuhkan Benwang ia sangat penasaran dengan topeng yang dipakai Benwang dan membukanya. Yueyue adalah satu satunya orang yang mengatakan Benwang tampan dan langsung mengetahui cara menyembuhkan racun Benwang" Tanpa sadar Yu Jianyu berkata lebih dari 10 kata pada orang lain, ia seperti bukan dirinya ketika menyangkut tentang kekasihnya itu.
Tuan Tang dan Nyonya Liu sangat penasaran dengan karakter anak kandungnya yang baru mereka temukan setelah 15 tahun lamanya. Dan mereka sangat bersyukur Yu Jianyu berada disamping anaknya, karena mereka yakin Yu Jianyu mampu untuk melindungi anaknya walau kenyataan Yu Jianyu sangat tidak berperasaan pada orang lain. Dan sebagai pemimpin keluarga besar pastinya sudah paham dengan karakteristik seseorang, orang yang tidak berperasaan pun pasti akan melindungi orang yang ia cintai walau ia kehilangan nyawanya.
"Bisakah saya tahu bagaimana hubungan Xiao Yue dengan Keluarga Xia?" Nyonya Liu teringat percakapannya Xia Zichen ketika mereka diluar ruangan.
[Flashback]
Ia melihat anak laki laki kecil sedang duduk manis sambil memilin ujung bajunya ketika ia di tingalkan Master Wen bersamanya dan suaminya. Ia melihat anak laki laki itu termasuk anak yang sangat tertutup karena ia tidak menolak atau menangis pada Master Wen ketika ditinggal bersamanya.
*Ia berinisiatif bertanya dengan Xia Zichen agar rasa penasarannya dengan Xia Qiuyue yang belum ia lihat ketika masih berada di ruangan tadi.
"Nama kamu siapa anak manis?" Diringa temasuk orang yang sangat menyukai anak anak, terkadang ia bingung karena Xia Zichen duduk dengan tenang ketika ditinggal dan tidak merengek sama sekali.
"Chenchen" Ternyata anak manis itu bernama Chenchen, walau dijawab pelan ia masih bisa mendengarnya dengan jelas.
*Mungkin Chenchen adalah panggilan nya*
"Chenchen umur berapa? Dan yang sakit itu siapanya Chenchen?" Sebenarnya ia berusaha keras untuk tidak mencubit pipi Chenchen yang sedikit berisi.
"Delapan tahun, kata ayah Yue jie tidak sakit ia hanya kelelahan" Chenchen masih belum tahu jika kakaknya itu sakit, ia hanya tahu kakaknya itu sedang lelah saja.
*Ia benar benar anak yang masih polos*
"Bagaimana Yue jie bisa kelelahan seperti itu Chenchen?" Ia masih penasaran dengan sosok Yue jie yang dikatakan Chenchen.
*Aku merasa anak yang sedang sakit itu bukan anak biasa, apakah mungkin itu adalah Xiao Yue ku yang hilang?*
"Dua hati yang lalu Yue jie ingin mengajak Chenchen keluar tapi tiba tiba Ayah, Ibu Mu, Ibu Yi, Rong jie, An jie, dan Wen jie memarahi Yue jie tapi Yue jie tidak menganggap mereka ada dan melindungi ku dibelakangnya. Dan ketika Yue jie merasa sudah sangat kesal dengan mereka yang tidak membuat kami pergi untuk makan, Chenchen tahu Yue jie seperti itu karena dia tidak makan sejak malam dan Chenchen tahu Yue jie tidak bisa menahan lapar. Jadi Yue jie membawa Chenchen untuk pergi dari sana tapi ayah tiba tiba marah lalu membuat Yue jie tidak bisa bergerak Chenchen waktu itu sangat bingung kenapa Yue jie berhenti ketika Chenchen ingin bertanya pada Yue jie, tiba tiba Yue jie menyuruh Chenchen untuk memanggil ayah Wen disini. Tetapi ketika Chenchen dan ayah Wen sudah datang Yue jie tertidur" Chenchen menceritakan semuanya padanya, meskipun panjang, pelan, dan cepat tidak membuatnya tidak memahami perkataan Chenchen.
"Maaf Nyonya Liu, ini adalah Xia Zichen adik Xia Qiuyue yang dirawat disini. Jika ia mengganggu anda mohon dimaafkan" Salah satu pegawai Wen Huimu menarik Chenchen dihadapannya.
*Ternyata nama anak ini adalah Zichen dan anak itu adalah Qiuyue, dari keluarga Xia? Jendral besar Negeri Lotus sangat tidak dipercaya memperlakukan anak anaknya seperti ini
----- TO BE CONTINUE -----
__ADS_1
****NB \= Jaga selalu kesehatan kalian! Sering sering cuci tangan menggunakan sabun! Kurangi keluar rumah jika tidak perlu!
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar***.