The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor

The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor
#21 - Attack


__ADS_3

[Aku sudah tidak tahan lagi]


"Apakah kalian mendengar suara ini?" Ucapan Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu, Diemo, dan Yuxi was-was.


"Suara?" Yu Jianyu menatap mata Xia Qiuyue penuh tanya, Yuxi dan Diemo saling bertatap mata.


Lantas bagaimana mereka tidak mendengar suara apapun, padahal kekuatan spiritual mereka lebih tinggi dari Xia Qiuyue yang tidak memiliki energi spiritual sama sekali. Yu Jianyu semakin waspada ketika ia sama sekali tidak mengerti ucapan perempuan yang sedang di pangkuannya itu.


[Apakah ini sudah akhir ku?]


"Dia bersuara lagi, apakah kalian tidak mendengarnya?" Xia Qiuyue menatap Yu Jianyu dengan wajahnya yang memelas.


Yu Jianyu yang melihat wajah imut Xia Qiuyue langsung memeluk erat tubuh kecil itu, sungguh ia sangat gemas dengan wajah yang Xia Qiuyue buat itu. Ia sangat tidak rela wajah imut yang dibuat gadisnya dilihat oleh pria lain.


"Yueyue aku tidak mendengar apapun, sungguh. Jelaskan padaku apa yang kamu dengar" Yu Jianyu mengusap kepala Xia Qiuyue, sembari menenangkan dirinya sendiri.


"Dia mengatakan [Aku sudah tidak kuat, apakah ini sudah akhir ku?] apakah kalian mendengarnya? Sungguh sedih mendengar suara itu" Xia Qiuyue menjelaskan apa yang dirinya dengar, membuat Yu Jianyu dan para penjaganya semakin waspada.


Bagaimana tidak, Xia Qiuyue mengucapkan bahasa yang sama sekali tidak mereka pahami bahkan mendengarnya.


[Kamu bisa mendengar suara ku?]


Suara itu terdengar lagi, dengan refleksnya Xia Qiuyue melepaskan diri dari pelukan Yu Jianyu dan berdiri.


"[Ya, aku mendengar suara mu]" Xia Qiuyue menghadap kearah hutan untuk berbicara dengan suara itu.


[Bisakah kamu datang padaku? Aku tidak bisa bergerak]


Tanpa menjawab suara itu, Xia Qiuyue langsung meninggalkan Yu Jianyu dan memasuki hutan yang sangat gelap untuk mencari sumber suara itu. Yu Jianyu yang masih mencerna apa yang Xia Qiuyue lakukan langsung terkejut melihat Xia Qiuyue meninggalkan dirinya dan memasuki hutan tanpa mengatakan apapun padanya.


Dengan kekuatannya, Yu Jianyu mengejar Xia Qiuyue kedalam hutan. Walaupun terlihat sangat damai, di dalam hutan itu adalah tempat bersembunyi para Monster yang takut akan keberadaan Yu Jianyu. Dengan gusar Yu Jianyu mencari keberadaan Xia Qiuyue, tak lama kemudian terlihatlah gadisnya sedang memangku seekor kucing putih seukuran anjing besar yang penuh luka dan duduk di batang pohon yang sudah patah.


Nafas yang tadinya gusar kembali tenang ketika melihat gadisnya yang sudah berada didepannya. Jujur Yu Jianyu adalah seorang penakut jika tidak mengetahui keberadaan Xia Qiuyue.


"[Bagaimana bisa kamu terluka?]" Suara halus gadisnya itu mengusap kepala hewan berbulu putih itu dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya membersihkan luka dengan persediaan air yang ia bawa.


[Aku diserang oleh manusia yang mengejar ku]


"[Dimana keluarga mu?]"


[Keluarga? Aku tidak tahu, atau bahkan tidak pernah memilikinya]


"[Siapa namamu?]"


[Tidak tahu]


"[Aku akan memanggilmu Xiao Bai]"


[Aku menyukainya, siapa namamu?]


"[Xia Qiuyue]"

__ADS_1


[Qiuyue, nama yang indah]


"[Terima kasih]"


Dahi Yu Jianyu berkerut ketika Xia Qiuyue yang berbicara sendiri dengan bahasa yang tidak ia ketahui. Yu Jianyu mendekati Xia Qiuyue yang masih sibuk membersihkan luka hewan itu sembari berbicara.


"Yueyue apa yang kamu lakukan?" Suara Yu Jianyu membuat Xia Qiuyue terkejut bukan main, dirinya melihat kearah Yu Jianyu dengan wajah tidak bersalah miliknya.


"Jianyu bolehkan aku membawanya?" Xia Qiuyue menatap Yu Jianyu penuh harap.


"Aku bisa menuruti mu, tapi kamu tidak boleh meninggalkan ku lagi Yueyue. Jantung ku hampir berhenti ketika melihatmu masuk hutan" Yu Jianyu mengusap rambut Xia Qiuyue yang sangat wangi menurutnya itu.


"Maaf Jianyu, aku tanpa sadar meninggalkan ku" Xia Qiuyue menarik tangan Yu Jianyu agar duduk di sampingnya.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui bahasa hewan spiritual?" Yu Jianyu menebak jika hewan berbulu yang berada dipangkuan Xia Qiuyue adalah hewan spiritual.


"Hewan spiritual? Apa itu?" Xia Qiuyue menatap Yu Jianyu penuh dengan tanya.


"Hewan yang memiliki energi spiritual, sejenis monster tapi berbeda, bagaimana kamu mengerti yang mereka katakan?" Yu Jianyu menatap intens mata Xia Qiuyue.


"Tentu saja aku mengerti, bahasa yang mereka katakan adalah salah satu bahasa yang ku pelajari dulu..." Xia Qiuyue menatap Yu Jianyu dan menemukan ada yang aneh dengan tingkah laku Yu Jianyu.


"... Ada apa denganmu?..." Xia Qiuyue pun langsung menatap khawatir, karena wajah Yu Jianyu pucat dan seperti menahan sesuatu.


"... Apakah 'itu' muncul kembali?" Xia Qiuyue menyadari jika ini adalah waktu dimana kutukan Yu Jianyu menyerang.


Tanpa banyak berfikir, Xia Qiuyue mengambil suntikan bius dan membius hewan spiritual yang ada di pangkuannya dan membawanya ke Sistem Ruang Medis. Dan tak lupa membawa Yu Jianyu masuk kedalamnya.


"Dimana obatmu?" Xia Qiuyue dengan tenang bertanya pada Yu Jianyu yang sedang memeluknya erat.


"Ada di tas ruang angkasa ku" Yu Jianyu mengambil obat itu terburu buru dengan tangan yang gemetar hebat.


"Tenang, aku disini ambil saja dengan perlahan Jianyu. Aku tidak akan meninggalkan mu lagi" Merasakan tubuh Yu Jianyu yang kaku dan gemetar hebat, Xia Qiuyue menenangkan prianya itu dengan mengusap punggung tegap itu.


Mendengar suara itu Yu Jianyu sedikit tenang tapi tidak menghilangkan gemetaran tangannya. Melihat botol porselen yang dimaksud, Xia Qiuyue mengambil gelas dan mengisinya dengan air yang selalu tersedia di samping kasurnya lalu ia berikan pada Yu Jianyu.


Xia Qiuyue melepaskan pelukannya dari Yu Jianyu agar bisa melihat kondisi pria itu, dan tampaklah kondisi yang sangat menusuk hatinya. Yu Jianyu yang biasanya tersenyum padanya, terlihat dingin di mata orang lain, kini terlihat sangat rapuh. Setetes air mata terjatuh dari mata Xia Qiuyue, Yu Jianyu yang melihat itupun langsung mengusap air mata yang keluar dari mata indah Xia Qiuyue.


"Jangan melihatku seperti itu Yueyue, aku merasa sangat tidak berguna untukmu" Yu Jianyu memaksakan senyumnya pada Xia Qiuyue.


"Jianyu aku sangat mencintaimu, maafkan aku yang meninggalkan mu tadi. Aku lupa ini adalah malam kutukan itu kambuh, maafkan aku" Xia Qiuyue menunduk, dirinya sungguh menyesal meninggalkan Yu Jianyu tadi.


"Jangan menyalahkan diri sendiri Yueyue, kamu tahu jika aku sangat mencintaimu jadi jangan menangis" Yu Jianyu menarik tubuh Xia Qiuyue dengan tangannya yang masih gemetaran.


"Apakah obat tadi sudah kamu minum?" Xia Qiuyue sampai lupa dengan obat yang akan diminum Yu Jianyu.


"Bagaimana aku bisa minum jika aku melihat gadis yang ku sayangi menangis dihadapan ku"


"Aku akan membantumu" Xia Qiuyue mengambil obat Yu Jianyu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, dan tak lupa air.


Yu Jianyu melihat itupun hanya bisa tersenyum samar, lalu Xia Qiuyue mendekatkan wajahnya pada Yu Jianyu dan meminumkan obat yang berada di dalam mulutnya ke mulut Yu Jianyu. Setelah obat itu hilang dari mulut mereka Xia Qiuyue menarik wajahnya dan menempelkan dahi mereka satu sama lain.

__ADS_1


"Pertanda maaf ku" Xia Qiuyue ingin menarik diri dari wajah Yu Jianyu, tapi langsung ditahan oleh Yu Jianyu dan ditarik kembali menuju pelukannya.


"Permintaan maaf diterima" Yu Jianyu mengecup pelipis Xia Qiuyue berulang kali.


"Jianyu kamu harus istirahat" Xia Qiuyue tidak ingin terlena dengan perlakukan Yu Jianyu dan melupakan yang harus dilakukan prianya itu setelah meminum obatnya.


"Baiklah, tapi kamu tidak boleh kemana mana. Temani aku disini" Yu Jianyu yang tidak rela melepas pelukannya dari Xia Qiuyue menuntut agar Xia Qiuyue menemaninya tidur disampingnya sambil ia peluk.


"Aku tidak akan kemana mana" Xia Qiuyue melepaskan pelukan mereka, lalu memposisikan dirinya berbaring di tepi ranjang agar tubuh Yu Jianyu bisa terbaring sempurna.


Yu Jianyu juga ikut berbaring di samping Xia Qiuyue. Merasa jarak mereka agak jauh, Yu Jianyu menarik tubuh Xia Qiuyue ke dalam pelukannya. Xia Qiuyue pasrah saja ditarik kedalam pelukan pria itu, bagaimana pula kekuatan mereka terlampau jauh.


Karena obat yang diminum Yu Jianyu memiliki kandungan obat tidur, Yu Jianyu perlahan tertidur sambil memeluk tunangannya itu. Xia Qiuyue memposisikan badannya agar sama tinggi dengan kepala Yu Jianyu, Xia Qiuyue memberikan usapan ringan di rahang tajam Yu Jianyu yang terlihat menegang menahan sakit yang masih belum reda walaupun sudah diberi obat. Tak lama kemudian wajah Yu Jianyu perlahan tenang.


Melihat betapa pulas tidur Yu Jianyu yang memeluknya erat, Xia Qiuyue merasakan kantuk menyerangnya. Xia Qiuyue membalas pelukan Yu Jianyu lalu ikut tidur.


...


Mata Xia Qiuyue bergetar menandakan dirinya telah bangun dari tidurnya. Hal pertama yang dirinya lihat adalah wajah damai Yu Jianyu yang berada tepat dihadapannya. Tanpa sadar Xia Qiuyue mengecup bibir nya, tapi langsung ditarik kembali kepalanya setelah sadar akan kelakuannya. Wajah Xia Qiuyue memerah sempurna, karena malu perlahan ia membebaskan diri dari pelukan Yu Jianyu yang erat itu lalu pergi secara mengendap-endap dari kamar itu menuju kamar mandi.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu Qiu? Sangat memalukan"


Xia Qiuyue membasahi wajahnya agar sadar sepenuhnya lalu menggosok gigi karena sudah menjadi kebiasaannya untuk menggosok gigi setelah dan sebelum tidur. Setelah selesai dengan kegiatannya, dirinya teringat dengan hewan berbulu yang ia bawa dari dunia luar.


Xia Qiuyue berjalan menuju tempat dirawatnya Xiao Bai, nama hewan berbulu yang diberikan Xia Qiuyue sendiri. Karena didalam Sistem Ruang Medis tidak memiliki waktu, hewan itu masih tertidur dengan luka yang ada di tubuhnya.


Dengan cekatan Xia Qiuyue mengambil alat alat yang diperlukan untuk merawat hewan itu. Mulai alkohol, benang, pinset, kapas, obat merah, dan lainnya ia letakkan di baki. Lalu ia rawat semua luka yang ada di tubuh hewan itu hingga lupa dengan Yu Jianyu yang masih tidur dengan gelisah di atas.


Luka di sekujur tubuh Xiao Bai hampir selesai ditangani tiba tiba dirinya dikagetkan dengan sepasang tangan yang tiba tiba melingkar di pinggang nya. Tak perlu melihat siapa yang memeluknya, Xia Qiuyue melanjutkan pekerjaannya.


"Kamu meninggalkan ku lagi Yueyue" Bisik Yu Jianyu tepat ditelinga nya, seketika tubuh Xia Qiuyue meremang karena telinga adalah titik sensitif nya dan Yu Jianyu tahu itu.


"Aku tidak meninggalkan mu Jianyu, aku hanya ingin ke kamar mandi lalu teringat Xiao Bai" Xia Qiuyue tidak berbohong dan menutupi kebenaran, hanya saja dirinya tidak mengatakan jika dirinya telah berbuat semena-mena dengan wajah Yu Jianyu.


Xia Qiuyue merawat luka Xiao Bai dengan Yu Jianyu yang memeluknya dari belakang, walau sedikit tidak leluasa dirinya tidak mempermasalahkan hal itu. Akhirnya semua luka Xiao Bai selesai ia rawat, Yu Jianyu yang melihat jika hewan berbulu itu selesai dirawat langsung membalikkan tubuh Xia Qiuyue.


Kedua mata itu saling menatap teduh satu sama lain. Seakan mereka bisa membaca pikiran satu sana lain, mereka pun sama sama tersenyum.


"Bagaimana keadaanmu?" Xia Qiuyue mengusap rahang yang lebih tinggi dari kepalanya sendiri.


"Seperti yang kamu lihat, sudah membaik..." Yu Jianyu melihat gadis nya kesusahan melihat matanya langsung duduk di sofa yang ada disana dan memangku Xia Qiuyue.


"... Yueyue aku akan segera menikahi mu setelah kita pulang dari sini" Yu Jianyu mengatakan hal yang mengganggunya beberapa hari ini.


"Aku akan menunggu hari itu, Jianyu..."


"... Karena aku ingin menyembuhkan kutukan yang mengganggu mu itu"


----- TO BE CONTINUE -----


**by. TIFYL:DDMGE author ~Eira

__ADS_1


**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar**.


__ADS_2