
"Benwang tidak peduli dengan kasta, pokoknya kamu harus memanggil Benwang Jianyu Yue-er" Protes Yu Jianyu.
"Baik baik, saya menyerah Jianyu" Xia Qiuyue menyerah dengan apa yang diinginkan Yu Jianyu.
"Dan jangan menggunakan kalimat formal dengan Benwang" cerca Yu Jianyu.
"Tapi anda sendiri seperti membanggakan kasta anda didepan saya, anda menyebut diri anda Benwang sedangkan saya tidak bisa menggunakan kata formal. Ini sangat tidak adil" Xia Qiuyue akhirnya protes dengan tingkah laku Yu Jianyu yang seperti anak kecil.
"Begitukah? Baiklah aku akan berbicara seperti ini, tapi Yue-er harus berbicara seperti ini denganku" Yu Jianyu mengganti nada bicaranya seperti orang lain.
*Dia marah sangat imut*
"Jianyu, karena kita ada disini sebaiknya kamu juga memesan ramuan untuk mengurangi rasa sakit mu" Xia Qiuyue teringat dengan perkataanya yang sebelumnya ingin ia sampaikan pada Yu Jianyu.
"Ramuan apa yang kamu maksud? Aku sudah semua ramuan untuk mengurangi rasa sakitku, tapi semuanya tidak pernah berhasil" kata Yu Jianyu dengan nada bersemangat.
"Bunga es abadi dan rumput bulan hitam. Mungkin ini sangat susah untuk dicari, tetapi ramuan ini bisa mengurangi rasa sakit sekitar setengah yang biasa kamu rasakan" Xia Qiuyue menatap iba Yu Jianyu.
"Jangan menatapku seperti itu Yue-er, tatapan kasihan yang selalu mereka tunjukkan ketika melihatku" Yu Jianyu mengalihkan pandangannya dari Xia Qiuyue karena ia merasa kecewa dengannya.
*Jadi selama ini dia hanya kasihan pada Benwang? Kasihan dengan kekurangan Benwang? Seperti orang lain, kupikir dia berbeda ternyata sama saja. Tapi kenapa Benwang merasa sedih?*
"Kamu salah paham lagi Jianyu. Aku bukan menatapmu dengan kasihan dan apapun yang kamu pikirkan itu. Tapi aku merasa sedih dengan apa yang kamu rasakan selama ini, rasa sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Yang kuketahui tentang Racun Bunga Malam adalah racun yang akan muncul ketika bulan mengenai kulit penderita, rasa sakit seperti tertusuk ribuan jarum panas yang menusuk seluruh tubuh" Jelas Xia Qiuyue ketika melihat tatapan dingin Yu Jianyu.
**Kenapa aku sangat sedih ketika melihat tatapan dinginnya padaku, bukankah seharusnya aku takut?
Tanpa Xia Qiuyue ketahui, mendengar penjelasan Xia Qiuyue Yu Jianyu tersentak kaget. Xia Qiuyue merasa kecewa dengan Yu Jianyu yang tidak menunjukkan perubahan. Xia Qiuyue pergi menuju Papan Informasi.
**Tenyata sudah banyak juga, perasaan kemarin sudah ku isi semuanya. Apakah tenaga medis di Negeri Lotus kurang pengetahuan?
Xia Qiuyue mengambil pena dari SRM lalu mengisi satu persatu kasus yang tertulis di kertas yang ada disana. Sedangkan ia selalu diperhatikan oleh Yu Jianyu tanpa ia sadari.
"Nona ini yang anda..." Penjaga toko Li terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Xia Qiuyue.
Tersadar dengan pesan Master Wen, Penjaga toko Li masuk kedalam ruangan utama.
"Master Wen! Master Wen! Orang yang anda cari ada didepan!" Kata Penjaga toko Li.
"Apa yang kamu maksud itu Penjaga toko Li? Orang yang aku cari? Yang mana?" Master Wen masih terlihat bingung dengan perkataan Penjaga toko Li.
"Orang yang menjawab kasus Master Gu! Kasus yang tidak bisa anda pecahkan, Master Wen!" Kata Penjaga toko Li geram dengan kelakuan Master Wen yang seperti tidak tahu apa apa atau sedikit pelupa.
"Jadi maksudmu orang itu sudah datang!? Penjaga toko Li, kenapa kamu tidak memberi tahuku dari tadi?" Master Wen langsung berjalan menuju toko.
"Saya saya" Ucapan Penjaga toko Li terputus karena Tetua Wen sudah tidak ada disana.
"Master, tadi saya sudah memberi tahu anda!"
Master Wen melihat Xia Qiuyue yang masih mengisi kasus kasus yang ada di Papan Informasi. Master Wen menghampiri Xia Qiuyue. Yu Jianyu menyadari keberadaan Master Wen posisi duduknya berubah menjadi waspada.
"Bagaimana bisa kamu mengetahui tentang Usus Buntu Nona Muda?" Tanya Master Wen yang sudah berada disamping Xia Qiuyue.
Tangan Xia Qiuyue berhenti menulis.
"Itu adalah kasus mudah bagi saya, jadi saya bisa dengan mudahnya menuliskan bagaimana cara mengatasinya. Apakah anda keberatan dengan yang saya lakukan Tuan?" Xia Qiuyue merasa Master Wen bukan orang yang perlu ia waspadai, jadi Xia Qiuyue dengan santainya menjawabnya.
"Tidak! Saya tidak keberatan dengan yang kamu lakukan Nona muda, apakah kamu tertarik menjadi dokter di Asosiasi Dokter?" Tanya Master Wen tidak melewatkan kesempatan untuk mengajak Xia Qiuyue bergabung di Asosiasi nya.
"Saya memang tertarik menjadi dokter, tetapi tidak tertarik bergabung di Asosiasi manapun. Itu tidak akan membuat saya bebas, dan saya tidak menyukainya" Jawab Xia Qiuyue.
"Baiklah jika begitu, tetapi Nona bisakah aku tahu namamu?" Tanya Master Wen.
"Xia Qiuyue" Jawab Xia Qiuyue.
"Nona Xia Qiuyue, bisakah aku memanggilmu Yueyue?" Tanya Master Wen.
"Terserah Tuan saja, lalu siapa anda?" Tanya Xia Qiuyue.
"Wen Huimu, aku salah satu Tetua di Asosiasi Dokter"
__ADS_1
Master Wen (Wen Huimu) merasa nyaman ketika ia berbicara dengan Xia Qiuyue, seperti mereka pernah kenal sejak lama.
"Jadi Master Wen, apa yang bisa Yueyue bantu untuk memecahkan keresahan hati anda?" Tanya Xia Qiuyue ketika merasa Wen Huimu bukan sekedar basa-basi dengannya.
"Insting Yueyue sangat tajam. Jadi begini kasus Usus Buntu yang dialami pasien Master Gu salah satu tetua anggota Asosiasi Dokter tidak bisa aku tangani, bisakah kamu membantuku?" Tanya Wen Huimu.
"Saya bisa, tetapi Yueyue tidak membawa perlengkapan untuk itu sekarang. Besok Yueyue usahakan untuk menyembuhkan pasien itu, tetapi sebelum itu Master Wen Yueyue membutuhkan sebuah kamar bersih yang tidak boleh dimasuki siapapun dan hanya merisi kasur dan meja disebelahnya, apakah anda bisa menyediakan untuk Yueyue?" Xia Qiuyue merasa dirinya disini sangat diperlukan.
"Itu sangat mudah Yueyue, lalu apalagi yang kamu perlukan?"
"Bunga es abadi dan rumput bulan hitam. Apakah anda mempunyai kedua herbal itu?" Tanya Xia Qiuyue.
Mendengar hal itu membuat Yu Jianyu merasa sangat bersalah karena mendiamkan Xia Qiuyue.
*Dia masih peduli dengan Benwang ini?*
"Anda sangat beruntung Nona Yue, kami masih memiliki beberapa persediaan kedua herbal tersebut" Jawab Penjaga toko Li ketika mendengar percakapan kedua orang itu.
"Benarkah? Berapa harganya Master Wen?" Tanya Xia Qiuyue sedikit ragu dengan harga kedua herbal itu, karena setahu dia kedua herbal langka itu memiliki harga yang sangat mahal.
"Tidak usah memikirkan harga Yueyue, itu sebagai hadiahku karena kamu sudah mau menerima tawaranku" Jawab Wen Huimu.
"Terimakasih atas kerendahan hati Master Wen" Xia Qiuyue merasa tersentuh dengan ucapan Wen Huimu.
Didunia ini tidak ada yang memperhatikan dirinya kecuali adiknya Xia Zichen, bahkan ayah kandungnya sendiri tidak memperhatikannya. Dan Wen Huimu dengan senang hati memberi dia kemudahan untuk melakukan sesuatu.
"Ini yang anda butuhkan Nona Yue" Kata Penjaga toko Li menyerahkan pesanan Yue.
"Terimakasih Master Wen dan..??" Tanya Xia Qiuyue bingung, karena dia belum tahu nama penjaga toko.
"Li Moqing nona, panggil saja Penjaga toko Li" Jawab Li Moqing.
"Yueyue ini Li Moqing adalah asistenku yang aku tugaskan untuk menjaga tokoku" Kata Wen Huimu.
"Jadi begitu, baiklah terimakasih atas bantuannya Master Wen dan Tuan Li sampai jumpa" Xia Qiuyue keluar dengan mendorong kursi roda Yu Jianyu.
"Eh... Kapan orang itu ada disini?" Wen Huimu kebingungan dengan keberadaan Yu Jianyu yang tidak pernah ia sadari.
"Seberapa besar kekuatan internalnya hingga aku tidak bisa mengetahui keberadaan orang itu?" Wen Huimu masih merasa kebingungan *Apakah dia baik dengan Yueyue? Kuharap dia bisa menjada Yueyue dengan baik*
Wen Huimu dan Li Moqing masuk kedalam ruang utama. Xia Qiuyue mendorong kursi roda Yu Jianyu dengan diam, Xia Qiuyue masih merasa kecewa dengan kelakuan Yu Jianyu.
"Maaf" lirih Yu Jianyu.
Karena terkejut dengan perkataan Yu Jianyu, Xia Qiuyue menghentikan dorongannya.
"Apa maksudmu?" Tanya Xia Qiuyue bingung.
"Maaf karena salah mengira mu seperti orang lain" kata Yu Jianyu penuh kesungguhan.
"Tidak apa apa, lagipula kita juga baru kenal beberapa jam yang lalu jadi hal seperti ini pasti terjadi juga" Kata Xia Qiuyue dengan nada sedih tanpa ia sadari.
"Tidak akan lain kali, hanya kali ini kita perang dingin tidak ada lain kali. Jadi kita harus saling terbuka" sela Yu Jianyu. *Kenapa aku merasa marah? Memang kenyataannya jika kita baru kenal beberapa jam yang lalu, tapi kenapa aku marah?*
Xia Qiuyue merasa tersentuh dengan perlakuan Yu Jianyu padanya. Bukan seperti perlakuan Wen Huimu seperti ayah dan anak, tetapi seperti sepasang kekasih yang saling melengkapi.
**Jangan berfikir macam macam Yueyue.
"Baiklah, Jianyu bagaimana kakimu bisa seperti ini?" Tanya Xia Qiuyue mengeluarkan hal yang ingin ia tanyakan
**Padahal Sistem Dokter kemarin tidak mengatakan sesuatu mengenai kakinya
(Nona saya tidak mengatakannya karena tidak memungkinkan untuk menjalankan operasi kakinya. Kakinya mengalami kerusakan parah pada syarafnya, membuat Tuan Yu tidak bisa berjalan)
**Jadi begitu, Sistem Dokter lain kali katakan semuanya walau tidak memungkinkan untuk melakukannya pada saat yang sama.
(Baik Nona)
"Yue-er!" Panggil Yu Jianyu.
__ADS_1
"Eh? Ada apa?" Xia Qiuyue terkejut dengan panggilan Yu Jianyu.
"Apakah kamu mendengarkan ku saat ini? Kenapa kamu melamun tadi?" Tanya Yu Jianyu merasa Xia Qiuyue sedang berbicara dengan orang lain karena ekspresi wajahnya yang berubah-ubah.
"Maafkan aku Jianyu, sepertinya lapar membuatku tidak fokus" Jawab Xia Qiuyue setengah benar, memang saat ini dia lapar sekali.
"Baiklah baiklah, ayo kita makan terlebih dahulu" Kata Yu Jianyu.
"Kearah selatan" kata Yu Jianyu, Xia Qiuyue mendorong kursi roda sesuai permintaan Yu Jianyu.
Xia Qiuyue dan Yu Jianyu sudah sampai di 'Jianyu Mansion'. Xia Qiuyue merasa takjub dengan kemegahan gerbang yang bertuliskan 'Jianyu Mansion' itu.
**Padahal hanya gerbangnya saja sudah semegah ini, gerbang Kerajaan Negeri Lotus saja kalah megah dengan ini
"Ini kediamanmu?" Tanya Xia Qiuyue ketika penjaga gerbang membuka pintu.
Pengawal mengambil alih kursi roda Yu Jianyu dari tangan Xia Qiuyue atas perintah Yu Jianyu. Dan Xia Qiuyue sudah berjalan disamping Yu Jianyu.
"Bagaimana menurutmu?" Yu Jianyu tidak menjawab pertanyaan Xia Qiuyue.
*Dia sangat lucu dengan ekspresi itu, rasanya ingin ku sembunyikan dari dunia yang kejam ini*
"Pantas saja kamu membanggakan kastamu itu, Yang Mulia Jianyu"
"Jangan memanggilku seperti itu Yue-er" Yu Jianyu merasa tidak suka dengan panggilan yang menunjukkan kastanya lebih tinggi dari Xia Qiuyue. *Jangan merendahkan dirimu Yue-er, atau Benwang akan memberimu hukuman*
**Kenapa aku selalu merasa nyaman ketika berada disampingnya?
"Baik baik kamu selalu menang Jianyu"
"Diemo!!" Panggil Yu Jianyu pada tangan kanannya.
"Ada apa Yang Mulia?" Diemo berlari mendekati Yu Jianyu.
"Siapkan makanan"
"Baik!" Jawab Diemo lalu memasuki halaman.
(Nona orang yang bernama Diemo tadi harus segera di operasi)
**Operasi? Operasi apa?
(Ada benjolan dibelakang telinga kiri, hal itu bisa jadi adalah tumor jinak yang menggangu keseimbangan dan pendengaran nona)
**Baiklah
"Jianyu, orang tadi bernama Diemo?" Tanya Xia Qiuyue pada Yu Jianyu.
"Benar, ada apa memangnya?" Jawab Yu Jianyu dengan nada kesal.
*Kenapa gadis ini bertanya tentang Diemo? Apakah dia suka dengan Diemo?*
Meskipun Diemo adalah pelayan yang selalu bersamanya, tidak bisa dipungkiri lagi jika wajah Diemo lumayan tampan. Walau tidak dibandingkan dengan Yu Jianyu.
"Apakah kamu tidak memperhatikan jalannya yang tidak lurus itu?" Tanya Xia Qiuyue membuat udara disekitar Yu Jianyu menjadi turun drastis.
*Apakah dia selalu memperhatikan Diemo? Benwang akan beri pelajaran orang itu!*
"Itu sudah sejak lama Diemo berjalan seperti itu, Yue-er jangan memperhatikan pria lain" Jawab Yu Jianyu dengan nada cemburu.
**Apakah orang ini cemburu dengan calon pasienku? Dasar kekanak-kanakan
"Bukan seperti itu Jianyu! Aku tadi melihat ada benjolan dibelakang telinga kirinya membuatnya tidak seimbang. Dan... Apakah kamu cemburu?"
Meskipun seumur hidup dikedua kehidupannya Xia Qiuyue belum pernah memiliki hubungan dengan pria lain. Xia Qiuyue selalu diperlihatkan oleh kedua sahabatnya yang sudah memiliki kekasih itu, jadi dia tahu ciri ciri orang cemburu.
"Iya, aku cemburu jika kamu memperhatikan orang lain dan berbicara dengannya di hadapanku"
----- TO BE CONTINUE -----
__ADS_1
Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.