
"Bisakah saya tahu bagaimana hubungan Xiao Yue dengan Keluarga Xia?" Nyonya Liu teringat percakapannya Xia Zichen ketika mereka diluar ruangan.
"Mereka tidak bisa disebut seperti manusia, bagaimana bisa seorang ayah menghukum anaknya tinggal disebuah rumah yang tidak bisa dianggap seperti rumah selama bertahun tahun dan ingin membunuh anaknya yang tidak memiliki energi spiritual dengan tekanan Tingkat Bumi Tahap Akhir. Benar benar seperti hewan tidak layak disebut manusia" Wen Huimu pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menceritakan apa yang ia lihat 2 hari yang lalu.
"Benar benar bukan manusia orang itu, putriku ini masih kecil sudah mengalami hal hal seperti itu sungguh keji orang orang itu!" Nyonya Liu terbakar amarah mendengar cerita Wen Huimu.
"Aku benar benar tidak bisa membiarkan para penjahat itu hidup, mereka sudah melukai putri kecilku aku harus membunuh mereka" Tuan Tang pun terbakar amarah, ia mengambil pedang yang ia simpan di Tas Luar Angkasanya.
Mereka adalah orang tua kandung Xia Qiuyue walaupun baru saja bertemu setelah 15 tahun lamanya, mereka sangat paham penderitaan anaknya walaupun hanya melalui cerita orang lain. Jika itu adalah keluhan dari putrinya langsung mereka tidak akan segan memusnahkan seluruh klan dan orang yang terlibat.
"Anda tidak perlu melakukan itu Tuan Tang" Yu Jianyu menghentikan Tuan Tang dan Nyonya Liu yang ingin pergi dari sana, ia sangat ingin ikut mereka memusnahkan klan terkutuk itu tapi janjinya dengan kekasihnya sangat tidak bisa diremehkan.
"Bagaimana bisa anda menghentikan kami Tuan Muda Yu? Kami sudah tidak bisa membiarkan mereka hidup!" Nyonya Liu langsung kebingungan dengan ucapan Yu Jianyu.
*Bukannya lelaki ini mencintai putriku? Tapj mengapa dia menghentikan kami memusnahkan penyebab penderitaan Xiao Yue?*
"Ini adalah permintaan Yueyue sendiri, dan Benwang tidak bisa menerima konsekuensinya jika ada orang melanggar permintaan darinya. Benwang sebenarnya sangat ingin menghancurkan mereka ketika melihat Yueyue seperti ini, tapi seperti yang Benwang ucapkan tadi permintaan Yueyue sangat berharga daripada keinginan Benwang dan Tuan Tang pun tahu hal itu" Yu Jianyu tidak melihat reaksi mereka berdua, ia masih setia berada disamping Xia Qiuyue.
*Tentu saja aku tahu itu, jika Ah-Heng marah denganku sangat berbahaya. Sepertinya putriku itu memiliki sifat yang sama dengan ibunya*
"Ah-Heng benar kata Tuan Muda Yu sebaiknya kita tidak melakukan hal itu. Kita tunggu permintaan darinya saja, dia mungkin belum menerima kita sepenuhnya jadi kita tidak boleh mengambil keputusan yang terburu buru" Tuan Tang menarik tangan istrinya untuk digenggam.
"Ming ge benar, Xiao Yue kita mungkin belum menerima kita sepenuhnya jadi kita tidak boleh terburu buru mengambil keputusan. Ming ge jika Xiao Yue ingin bersama kita, kita harus mengasuh Chenchen juga karena kita tidak bisa memisahkan mereka berdua" Nyonya Liu melihat interaksi putrinya dengan Xia Zichen membuatnya berfikir untuk mengasuh Xia Zichen karena putrinya.
"Tentu saja kita harus mengasuh Chenchen, bukan hanya karena Xiao Yue tidak bisa berpisah dengan Chenchen tapi Chenchen adalah anak yang tidak bersalah di Klan Xia" Tuan Tang membawa istrinya mendekati putrinya yang sedang tertidur bersama adiknya.
"Dia sangat patuh membuatku menyukainya, Ming ge bagaimana jika kita memasukkan Chenchen di Tablet Keluarga?" Nyonya Liu menatap teduh Xia Zichen yang masih tertidur pulas disamping putrinya.
"Kenapa tidak? Adik Xiao Yue adalah anak kita juga" Tuan Tang mengusap pelan kepala Xia Zichen.
*Mereka akan menyesal membuang anak yang sangat berbakat ini*
"Ini sudah malam Tuan Tang dan Nyonya Liu akan istirahat dimana?" Wen Huimu melihat hari sudah gelap dan mereka baru saja datang dari perjalan ia sangat tidak enak jika meninggalkan mereka berdua di kamar Xia Qiuyue.
Jangan ditanya kenapa dirinya tidak mengatakannya pada Yu Jianyu, pastinya lelaki itu akan menjawab 'Tidak perlu, Benwang akan disini dan menemani Yueyue'.
"Kami akan tinggal di penginapan dekat sini, jadi jika ada apa apa dengan Xiao Yue katakan padaku" Tuan Tang sebenarnya ingin tinggal disana untuk menemani putrinya yang sedang tidur, tapi ia khawatir akan membuat istrinya itu kelelahan dan juga putrinya itu sudah ada yang menemaninya jadi ia tidak khawatir jika putrinya akan kesepian.
"Tuan Muda Yu kami mohon jaga Xiao Yue kami" Nyonya Liu sebenarnya sudah sangat lelah, tapi ia juga tidak mau berpisah dengan putrinya yang beri mereka temukan setelah sekian lamanya.
"Tidak perlu meminta pada Benwang, Benwang akan selalu menjaganya dengan seluruh nyawa Benwang" Yu Jianyu tidak pernah berpaling kepada orang yang mengajaknya berbicara, apalagi ada Xia Qiuyue yang ada disisinya.
Tuan Tang menggandeng Nyonya Liu keluar dari sana menuju penginapan. Diikuti dengan Wen Huimu yang memandu mereka berdua menuju penginapan yang biasanya digunakan pengantar pasien yang berobat dari negeri seberang.
Dan kini hanya ada Xia Zichen, Xia Qiuyue, dan Yu Jianyu dikamar itu. Suasana terasa sepi dan gelap karena Yu Jianyu tidak ingin cahaya yang terang mengganggu tidur Xia Qiuyue.
Mata yang biasanya tidak pernah memandang siapapun itu kini hanya memandang satu orang saja. Aura yang biasanya penuh dengan niat membunuh dan dingin itu menghangat hanya pada satu orang saja. Jiwa dan raga yang biasanya digunakan untuk niat membunuh orang yang mengganggunya kini ia berikan sepenuhnya untuk memanjakan satu orang saja. Hidup yang biasanya tidak memiliki arah kini hanya menuju satu arah saja. Mulut yang biasanya tidak pernah tersenyum kini hanya tersenyum pada satu orang saja. Semua itu adalah perubahan Yu Jianyu ketika ia bertemu dengan Xia Qiuyue. Yu Jianyu pun tidak pernah terbayangkan perubahan yang ekstrim ketika bertemu Xia Qiuyue.
Yu Jianyu hanya akan merasakan kedamaian hatinya ketika melihat kekasih hatinya sedang tersenyum padanya. Ia sangat senang ketika dimanjakan atau memanjakan gadis itu. Ia sangat mudah rindu pada gadisnya jika berjauhan meskipun hanya beberapa menit. Dan ia sangat mudah terpancing emosinya jika berkaitan dengan gadisnya. Tapi semua itu ia hanya ia rasakan ketika berkaitan dengan gadisnya. Ia sudah berjanji hanya mencintai gadisnya saja.
__ADS_1
...
Pagi pun tiba, semalaman Yu Jianyu habiskan untuk memandangi gadisnya. Entah kenapa setelah kejadian yang menimpa gadisnya ia sangat takut kehilangan, apalagi ia mengetahui asal-usul Xia Qiuyue yang kini ia cintai. Semalaman juga ia menggenggam tangan gadisnya sesekali mengusap kepalanya. Ia merasa bukan Xia Qiuyue yang beruntung karena ia cintai, tapi ia sangat beruntung bisa bertemu gadisnya yang bisa mencintainya disaat gadisnya dengan senang hati merawatnya ketika ia sedang terluka dan berubah untuk mencintainya hanya untuk dirinya.
Tak lama Tuan Tang, Nyonya Liu, dan Wen Huimu datang. Wen Huimu langsung memeriksa keadaan Xia Qiuyue. Nyonya Liu, Tuan Tang , dan Yu Jianyu menunggu jawaban atas pertanyaan mereka yang mengganjal dihatinya.
"Yueyue sudah baik baik saja, kini hanya tinggal lima persen racun yang ada ditubuhnya. Saya percaya Yueyue bisa mengatasinya, karena sebelum ia diberikan Tonik Penawarnya racun ditubuhnya sudah berkurang menjadi sembilan puluh persen" Wen Huimu menjelaskan keadaan Xia Qiuyue.
"Bagaimana bisa?"
"Tuan Tang apakah anda lupa bahwa anak anda bukan hanya dokter biasa, kemampuannya bahkan bisa melampaui ketua asosiasi kami"
"Jika begitu, Yueyue akan tinggal di Kediaman Benwang, jika kalian ingin tinggal dengan Yueyue Benwang izinkan karena kalian adalah ibu dan ayah kandung Yueyue. Dengan kata lain kita akan menjadi keluarga" Yu Jianyu mengangkat tubuh Xia Qiuyue di pangkuannya dan Fengzhao tiba tiba sudah berada dibelakang kursi roda.
"Kami menyetujuinya, Aku akan membawa Chenchen" Tuan Tang menggendong Xia Zichen, Xia Zichen tidak terusik dengan hal itu ia masih tertidur pulas.
*Sepertinya anak ini benar benar kelelahan*
"Saya mohon jangan bangunkan Chenchen, kerena ia baru tidur setelah dia hari menunggu Jiejie nya bangun" Wen Huimu menjawab kebingungan Nyonya Liu karena melihat Xia Zichen yang tidak bergerak sama sekali ketika suaminya menggendong nya.
"Anak ini benar benar sangat menyayangi Jiejie nya, kita tidak boleh memisahkan mereka" Nyonya Liu mengusap sayang kepala Xia Zichen.
"Benar Ah-Heng" Mereka berdua mengikuti Yu Jianyu yang susah meninggalkan mereka.
Sampai di depan Klinik Medis Wen sudah terlihat kereta kuda milik Mansion Jianyu, banyak orang yang lewat atau berobat melihat kereta kuda karena desain yang terukir di kereta kuda sangat khas milik Mansion Jianyu.
Yu Jianyu sudah masuk kedalam kereta dengan Xia Qiuyue di pangkuannya. Nyonya Liu dan Tuan Tang ikut masuk kedalam bersama Yu Jianyu. Kereta kuda langsung berangkat ketika para tamu sudah duduk didalamnya.
"Selamat datang Yang Mulia" Sapaan Diemo hanya dibalas anggukan oleh Yu Jianyu.
"Selamat datang Tuan Tang dan Nyonya Liu" Diemo menyapa Tuan Tang bersama istrinya.
"Lama tidak berjumpa Diemo" Nyonya Liu termasuk orang yang ramah membalas sapaan Diemo.
"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya, Zichen nya biar saya saja yang menggendongnya" Diemo menawarkan diri untuk menggendong Xia Zichen.
Ia tidak enak membiarkan mereka menggendong Zichen, ia sudah menganggap Xia Zichen sebagai Tuan Muda yang sangat patuh. Ia menyukai sifat Xia Zichen yang pemalu tapi baik hati.
"Tidak perlu biarkan aku yang menggendongnya" Tuan Tang menolak tawaran dari Diemo, ia sangat menyukai rasanya menggendong anak kecil karena sebelumnya ia melewatkan kejadian yang sangat dinantikannya.
Mendengar itu Diemo tidak memaksa Tuan Tang untuk menggendong Xia Zichen. Sebagai gantinya ia mengambil alih kursi roda Yu Jianyu yang akan didorong oleh Fengzhao, Fengzhao pun memberikannya pada Diemo lalu ia kembali menjalankan tugasnya.
Diemo pun mendorong kursi roda Yu Jianyu menuju kedalam ruangan besar yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Yu Jianyu tidak melihat sekelilingnya karena tatapannya sudah terpaku pada Xia Qiuyue yang sedang tertidur pulas di pangkuannya.
"Ke kamar Yueyue" Tanpa bertanya lagi Diemo mendorong kursi roda mengganti tujuan
Tuan Tang dan Nyonya Liu mengikuti Diemo yang sedang berbelok arah keluar dari ruangan utama. Tujuan mereka hanya ingin mengantarkan Xia Zichen tidur bersama jiejie nya karena kemungkinan besar Xia Zichen akan mencari Xia Qiuyue ketika bangun tidur.
Mereka memasuki kedalam rumah itu. Yu Jianyu membaringkan Xia Qiuyue di kasur dan Tuan Tang juga membaringkan Xia Zichen disebelah Xia Qiuyue. Yu Jianyu memerintahkan Diemo dan pelayan pelayannya keluar dari sana.
__ADS_1
"Tuan Tang ada yang ingin Benwang bicarakan dengan kalian" Yu Jianyu memutar kursi rodanya menuju sebuah tempat untuk menjamu tamu yang ada disana.
Tuan Tang melihat istrinya untuk menghampiri Yu Jianyu dan duduk disebuah bantal duduk yang sudah tersedia kan.
"Ada apa Tuan Muda Yu?" Nyonya Liu berinisiatif untuk bertanya terlebih dahulu.
"Seharusnya kita tidak perlu berbicara formal seperti ini karena kita nanti akan menjadi keluarga" Yu Jianyu sepertinya sudah terpengaruh dengan Xia Qiuyue yang ramah pada siapa saja.
*Bukankah benar? Yueyue akan menjadi istriku dan mereka akan jadi mertuaku*
"Itu benar, tidak perlu membawa sebuah jabatan di Keluarga. Jadi bagaimana kami memanggilmu?" Tuan Tang pun merasa Yu Jianyu sudah mulai terbuka padanya.
"Jianyu saja dan aku akan memanggil kalian ayah dan ibu jika Yueyue memanggil kalian seperti itu. Jadi untuk sementara aku akan mengikuti panggilan Yueyue yang ditunjukan untuk kalian"
"Kapan kamu menikahi Xiao Yue?" Nyonya Liu sedikit bersemangat bertanya seputar pernikahan putrinya.
"Aku akan mengikuti kemauan Yueyue, jadi aku tidak tahu kapan akan menikahinya"
"Jika begitu kami pun tidak bisa memaksa kalian untuk menikah secepatnya, tapi jika kalian sudah menikah tolong jaga putriku. Jika kamu membuat putriku menangis aku tidak segan segan untuk mengambilnya darimu" Tuan Tang memperingati Yu Jianyu, ia benar benar akan mengambil Xia Qiuyue jika Yu Jianyu membuat putri tercintanya itu menangis.
"Tidak akan, aku mencintai Yueyue aku tidak mau di menangis karena ku hanya tangisan bahagia yang boleh Yueyue keluarkan" Mendengar peringatan Tuan Tang, Yu Jianyu benar benar tidak bisa membayangkan dirinya membuat Xia Qiuyue menangis ataupun terluka karenanya apalagi ia tidak bisa hidup tanpa Xia Qiuyue.
*Aku akan membunuh diriku sendiri jika membuat Yueyue menangis*
"Aku akan memegang ucapan mu, bagaimana menurutmu balasan Xiao Yue jika dia dan Chenchen akan tinggal bersama kami?"
"Dia tidak keberatan jika tinggal bersama kalian jika Zichen ikut dengannya. Tapi aku tidak bisa menjanjikan Yueyue akan tinggal bersama kalian karena ia akan tinggal bersamaku"
"Kenapa begitu?"
"Aku ingin dia menjadi milikku seutuhnya dan aku menjadi miliknya. Tidak ada yang bisa memisahkan kami nanti" Yu Jianyu tersenyum samar jika memikirkan ia dan Xia Qiuyue akan menjadi pasangan yang sebenarnya dan tidak akan ada yang memisahkan mereka.
"Aku sangat menyetujui hal itu, tidak ada yang bisa memisahkan seseorang jika orang itu menjadi pasangan seutuhnya yang saling mencintai" Tuan Tang menggenggam tangan Nyonya Liu lalu menciumnya.
*Dasar orang tua, jika aku dan Yueyue sudah seperti kalian aku tidak segan segan untuk bermesraan didepan kalian*
Yu Jianyu menatap jengah kelakuan kedua orang tua. Xia Qiuyue itu. Selalu saja mengumbar kemesraan tanpa memikirkan orang lain yang sedang menunggu kekasihnya terbangun dari tidurnya itu.
"Jianyu" Samar samar terdengar suara Xia Qiuyue ketika Yu Jianyu sudah muak dengan kedua orang tua itu.
Yu Jianyu dan kedua orang tua Xia Qiuyue menghampiri Xia Qiuyue yang sudah membuka matanya. Matanya menoleh kearah samping dimana ada adiknya yang tertidur pulas lalu menoleh kearah ketiga orang yang menatap matanya.
"Selamat pagi Ayah, Ibu, dan Jianyu" Xia Qiuyue tersenyum dengan senyuman terbaiknya.
----- TO BE CONTINUE -----
**Siapa yang mau jadi Yueyue? Jujur saja author sendiri mau!
Saya ingin membuat novel lagi, hanya saja bertemakan romantis, modern, dan remaja. Bagaimana menurut kalian**?
__ADS_1
****NB \= Jaga selalu kesehatan kalian! Sering sering cuci tangan menggunakan sabun! Kurangi keluar rumah jika tidak perlu!
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar***.