
Maaf sedikit terlambat karena Jumat minggu ini saya mengerjakan PAT atau Penilaian Akhir Tahun hingga Senin dua minggu kedepan. Saya usahakan untuk update setiap minggu walaupun hanya seminggu sekali. Walaupun wabah Corona tidak mereda saya harap kalian selalu semangat melakukan kegiatan walau #DirumahAja. Selalu berdoa agar wabah ini secepatnya selesai, saya sendiri walau salah satu #KaumRebahan sendiri bosan jika selalu dirumah dan tidak bertemu siapa siapa [Walaupun saya tidak salah satu orang yang menyukai keramaian] saya sangat rindu jajan diluar, uang jajan, dan ke mall. Jadi tetap semangat untuk menjalani kegiatan walau #DirumahAja. Dan satu lagi, tahan dulu rindu kalian dengan keluarga besar, gebetan, atau anggota keluarga yang tidak berada didekat kalian selalu doakan yang terbaik untuk mereka dengan menjalani LDR-an dulu jangan bahayakan anggota keluarga kalian atau orang yang kalian cintai karena ego kalian.
Selamat Membaca!!
"... Ini akan memerlukan banyak tenaga"
"Aku akan menemanimu Yueyue" Yu Jianyu mengusap kepala Xia Qiuyue.
Mereka kini berbagi tugas. Xia Qiuyue yang fokus memeriksa pasien dan Yu Jianyu yang sedang mengarahkan Pasukan Yu yang sehat mengangkut Pasien yang sudah dibedaan gejalanya. Xia Qiuyue membedakan kondisi pasien dengan mengikatkan triage*. Yu Jianyu sudah diberitahu ketika masih dikereta sebelumnya, jadi ia mengarahkan pasukannya sesuai arahan Xia Qiuyue sebelumnya. Xia Qiuyue dibantu oleh Doketer Militer yang ada disana untuk mengidentifikasi pasien, meskipun hanya 1 orang dokter mereka bekerja dengan cepat.
Ketika Xia Qiuyue memeriksa pasien ke 1000 nya, Wenhao datang membawa pesanan Yu Jianyu. Xia Qiuyue meninggalkan pasiennya tapi sebelum itu ia memberitahu Dokter Militer yang ada, ia membawa nampan berisi makanan dan air menuju kereta karena jarak nya dengan tenda khusus yang mereka siapkan sedikit jauh dari tempatnya berada mungkin berjarak sekitar 500 meter, jadi ia memutuskan untuk memeriksanya didalam kereta.
Yu Jianyu yang melihat Xia Qiuyue memasuki kereta hanya bisa menghembuskan nafas. Ia sudah mengenal Xia Qiuyue, wajah letih Xia Qiuyue tertangkap jelas olehnya.
*Gadis ini benar benar selalu membuatku khawatir.*
"Kalian berlima cari guci tanah liat besar dan sedang sebanyak yang bisa kalian temui" Yu Jianyu melirik kearah lima orang yang berada paling dekat dengannya.
"Baik Yang Mulia!" Mereka tanpa bertanya kembali langsung menjalankan tugasnya.
"Dan yang lainnya kerjakan yang sudah Benwang perintahkan sebelumnya! Bagi tim untuk membantu Dokter Fu" Yu Jianyu langsung menggunakan Qinggongnya menuju kereta meninggalkan Pasukannya dan kursi rodanya.
"Tuan Wenhao apakah tadi itu adalah Nyonya Yu masa depan?" Tanya salah satu pasukan yang melihat Yu Jianyu yang menyusul Xia Qiuyue di kereta.
"Benar, Nona Xia adalah Nyonya Yu masa depan! Kalian jangan terlalu dekan dengan Nona Xia jika tidak ingin merasakan aura gelap Yang Mulia" Wenhao tidak menutup-nutupi posisi Xia Qiuyue pada mereka.
"Mereka benar benar cocok satu sama lain!"
"Aku akan mengabarkan ini pada Pasukan lain"
"Akhirnya Yang Mulia tidak sendiri lagi"
"Yang satu cantik yang satu tampan, benar benar cocok dari pada wanita kerajaan"
"Apakah kalian wanita yang selalu bergosip? Kerjakan tugas kalian!?" Wenhao sudah muak dengan mereka yang tudak segera melaksanakan tugas dari Yu Jianyu.
"Baik!!"
"Tapi mereka benar, Yang Mulia dan Nona Xia sangat cocok" Wenhao bergumam ketika tidak ada satupun pasukan didekatnya.
...
Yu Jianyu yang sudah berada dikereta disuguhkan wajah serius Xia Qiuyue yang sedang meneteskan cairan kedalam air. Xia Qiuyue mengetes air dengan larutan khusus dan alat alat laboratorium yang sudah ia ambil dari SRM, ia mengaduk aduknya dengan Batang Pangaduk**. Tiba tiba saja ketika air diuji berubah warna yang semula bening menjadi keunguan yang berarti mengandung racun.
Xia Qiuyue yang merasa ada yang memperhatikan pun langsung tahu siapa itu, ia langsung mengalihkan pandangannya pada Yu Jianyu yang berada didepannya dan tersenyum tipis. Xia Qiuyue tiba tiba menyandarkan kepalanya yang terasa berat di dinding kereta dan memejamkan matanya.
**Tubuh ini benar benar lemah.
Yu Jianyu menjadi sedikit panik ketika melihatb Xia Qiuyue yang semula tersenyum padanya manjadi lemas tak bertenaga. Ia segera duduk disamping Xia Qiuyue.
"Yueyue ada apa?" Nada panik Yu Jianyu terdengar disampingnya.
"Tidak apa apa Jianyu hanya lelah. Sepertinya aku harus beristirahat sebentar, aku tidak mau jatuh sakit dan membuat beban yang lainnya" Xia Qiuyue mengganti posisi kepalanya di bahu Yu Jianyu, Yu Jianyu menghela nafas lega ketika mendengar jawaban Xia Qiuyue.
"Bagaimana hasilnya?"
"Seperti yang kuduga, air adalah sumber masalah dan harus ditutup. Kamu arahkan Pasukan Yu untuk menutup sumur dan mengambil air di mata air sidikit jauh dari sumur"
"Baiklah, sekarang kamu boleh beristirahat" Yu Jianyu mengangkat tubuh Xia Qiuyue dipangkuannya, dan ia peluk layaknya koala yang memeluk anaknya.
Xia Qiuyue mengistirahatkan tubuhnya dipelukan nyaman Yu Jianyu. Sesekali Yu Jianyu mengecup kepala Xia Qiuyue dengan pelan untuk menenangkan hatinya yang sangat khawatir dengan Xia Qiuyue.
*Bagaimana bisa wanita ini tidak mengeluh lelah ketika diluar? Dan sekarang ia tertidur pulas dipelukkanku, walaupun begitu aku senang karena dirinya hanya menampakkan wajah aslinya hanya padaku*
...
Tak terasa hari sudah mulai gelap, Xia Qiuyue hanya tidur selama 30 menit dan langsung melanjutkan pemeriksaan pasiennya hanya kurang 1/4 pasukan yang sakit karena Pasukan sehat ikut membantu Xia Qiuyue memeriksa pasien. Tepat ketika matahari terbenam seluruh pasukan yang sakit sudah dipindahkan ke tenda mesing masing. Melihat sudah tidak ada lagi pasien yang diperiksa, pasukan yang membantu memeriksa dan memindahkan langsung terduduk ditanah.
"Akhirnya selesai! Terima kasih sudah membantu ku" Xia Qiuyue tersenyum dengan wajahnya yang menuh keringat pada Pasukan pasukan yang membantunya memeriksa.
"Dengan senang hati Nona Xia!!" Suara para pasukan terdengar serempak, walaupun lelah mereka langsung semangat ketika melihat senyuman Xia Qiuyue yang manis.
"Pantas saja Yang Mulia menyukai Nona Xia, ternyata senyuman Nona Xia sangat indah"
"Benar! Jika itu aku pasti aku langsung mengambil Nona Xia menjadi istri"
__ADS_1
"Jika saja Yang Mulia tidak menjadikan Nona Xia menjadi Nyonya Yu, aku akan mengambilnya menjadi istriku"
"Aku rela mati saat jika sudah melihat sunyuman Nona Xia"
"Aku bahkan rela sakit seperti yang lainnya jika diperksa oleh Nona Xia"
"Aku setuju denganmu"
Tanpa mereka sadari Yu Jianyu yang selalu berada di samping Xia Qiuyue mengeluarkan aura menakutkannya.
"Banarkah kalian ingin sakit sekarang?" Suara rendah Yu Jianyu terdengar jelas di indra pendengaran mereka, mereka melihat kearah Yu Jianyu yang melihat mereka sangat tajam langsung bersujud dihadapan Yu Jianyu.
"Tidak tidak Yang Mulia! Maafkan mulut kami yang lancang ini!" Mereka pun dengan serempat meminta ampun dengan Yu Jianyu.
"Hahaha... Benar benar lucu! Jianyu bagaimana bisa kamu membuat mereka ketakutan seperti itu? Kamu sangat pecemburu Jianyu" Suara indah Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu menarik auranya.
"Kamu sangat mengenalku Yueyue. Kalian segera bubar dan berbagi tugas untuk menjaga tenda"
"BAIK" Karena tidak ingin mendapat celaka, mereka langsung menghilang dari pandangan Yu Jianyu dan Xia Qiuyue.
"Ini benar benar melelahkan" Xia Qiuyue langsung terduduk disamping kursi roda Yu Jianyu.
"Yueyue jangan duduk ditanah, itu kotor" Yu Jianyu langsung mengangkat tubuh Xia Qiuyue dipangkuannya.
"Jianyu bagaimana bisa kamu mengangkatku seperti itu? Apakah aku seringan itu?"
Bagaimana tidak Yu Jianyu selalu mengangkat dirinya seperti mengangkat anak kecil, apakah dirinya seringan itu?
"Bagiku kamu sangat ringan Yueyue, kamu perlu makan lebih banyak lagi"
Menurut Yu Jianyu, Xia Qiuyue harus lebih berisi daripada saat ini. Jika dirinya sekurus ini pria lain akan selalu melirikya, menginginkannya, bahkan ingin merebut Xia Qiuyue dari tangannya. Jika Xia Qiuyue labih gemuk lagi akan sangat enak untuk dipeluk, dan tidak akan ada pria yang meliriknya. Xia Qiuyue adalah miliknya.
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan Jianyu? Apakah kamu takut pria lain merebutku darimu? Yang ada aku takut dirimu direbut dariku"
"Tidak ada yang boleh merebutmu darku Yueyue, bahkan aku tidak menginkan wanila lain selain diririmu"
"Sudahlah Jianyu, aku sangat lelah aku ingin tidur sekarang"
"Baiklah aku akan membawamu ketenda" Yu Jianyu menjalankan kursi rodanya denan Qi nya, membuat meeka berjalan dengan sangat cepat.
...
Sebenarnya tidur adalah hal yang paling Xia Qiuyue sukai, namun ada hal yang paling penting dilakukan. Kini dirinya sudah duduk di kursi SRM untuk membuka satu persatu bungkus obat yang nanti diperlukan untuk pasien. Tentu saja Yu Jianyu menemaninya membuka bungkus dan diletakkan di gentong besar yang sebelumnya ia bawa dari luar. Sudah ada 2 guci tanah liat sedang yang sudah terisi obat yang berbeda, mereka kini mengisi guci ke 3.
Ketika mereka sudah mengisi penuh ketiga guci itu. Xia Qiuyue mengeluarkan guci itu dan mengisi guci besar dengan suntik dan cairan injeksi. Ia pun membawa itu dan beberapa alat peraga, ralat bukan dirinya tapi Yu Jianyu merampas semuanya dari tangannya.
"Sudah kubilang bukan kamu tidak boleh membawa sesuatu jika aku ada disampingmu"
"Iya iya maaf Jianyu" Mereka berduapun langsung keluar dari SRM.
"Wenhao! Yuxi! Fengzhao!" Suara Yu Jianyu terdengar ditelinga mereka karena posisi mereka tidak jauh dari tenda.
"Kalian bawa ini dan berikan pada pasukan yang ada diluar untuk dibagikan pada pasien" Xia Qiuyue membatalkan niatnya mengambil guci sedang itu karena tatapan memperingati dari Yu Jianyu dan memutuskan untuk menunjuk ketiga guci itu.
**Sebenarnya itu sama sekali tidak berat, dasar Jianyu.
"Baik nona!" Mereka pun langsung menghilang ketika sudah menggambil guci itu.
"Aku sangat percaya jika aku tidak boleh melakukan satu ini" Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu penasaran, sedari Xia Qiuyue mengeluarkan benda yang menyerupai 'area bawah kaki bagian belakang' dari SRM.
"Kenapa begitu?"
"Aku akan melakukan ini" Xia Qiuyue mengambil salah satu suntikan kosong dan menusukkannya di 'Benda itu'.
Yu Jianyu melotot melihat itu. Bagaimana tidak menyentuh pria lain sangat menyiksa darinya apa lagi melihat 'Bagian terlarang' pria lain?
"Tentu saja aku tidak mengijinkanmu melakukan hal itu, Yueyue kamu bahkan tidak pernah melihat milik 'Calon Suamimu' ini bagaimana bisa melihat milik pria lain?" Nada protes dari Yu Jianyu terdengar jelas, hampir saja dirinya kehilangan kontrol karena marah tapi ia menahannya karena didepannya ini adalah wanita yang sangat dicintainya.
*Sepertinya keputusanku mengajak Xia Qiuyue disini sangat salah! Salah besar! Bagaimana bisa dirinya melakukan 'Hal Itu'*
Yu Jianyu memasang wajah memelasnya, ia sebenarnya ingin mengunci Xia Qiuyue agar tidak melakukan hal hal yang membuatnya bersentuhan dengan pria lain. Tapi ia juga tidak bisa melihat wanitanya sedih karenanya. Hal ini benar benar membuat Yu Jianyu sangat muram.
"Hei hei tenang saja aku tidak akan melakukan itu" Xia Qiuyue langsung memeluk Yu Jianyu ketika merasakan aura suram dari prianya itu.
**Dia benar benar sangat sensitif.
__ADS_1
"Kamu harus janji denganku" Yu Jianyu mengeratkan pelukannya, ia sangat manja pada Xia Qiuyue saat ini.
"Aku berjanji padamu, karena itu aku membawa boneka ini keluar dari Ruangan Jianyu. Aku akan menyerahkan semuanya pada Pasukan Yu" Xia Qiuyue melepaskan pelukannya dan mengecup pipi Yu Jianyu.
"Kamu boleh melakukan apapun disini, kecuali jauh dariku"
"Iya iya Jianyu, aku akan selalu berada didekatmu..."
"... Sayang"
----- TO BE CONTINUE -----
***1. Triage \=** (Sumber : )
Triage adalah pengelompokan korban/pasien berdasarkan berat ringannya trauma atau penyakit serta kecepatan penanganan atau pemindahan.
Tujuan : Dapat menangani korban/pasien dengan cepat, cermat dan tepat sesuai dengan sumber daya yang ada
Prinsip-prinsip triage : “Time Saving is Life Saving (respon time diusahakan sependek mungkin), The Right Patient, to The Right Place at The Right Time (serta melakukan yang terbaik untuk jumlah terbanyak)” dengan seleksi korban berdasarkan :
- Ancaman jiwa mematikan dalam hitungan menit
- Dapat mati dalam hitungan jam
- Trauma ringan
- Sudah meninggal
Dari yang hidup dibuat prioritas
Prioritas : penentuan mana yang harus didahulukan mengenai penanganan dan pemindahan yang mengacu pada tingkat ancaman jiwa yang timbul
Tingkat prioritas :
- Prioritas I (prioritas tertinggi) warna merah untuk berat dan biru untuk sangat berat. Mengancam jiwa atau fungsi vital, perlu resusitasi dan tindakan bedah segera, mempunyai kesempatan hidup yang besar. Penanganan dan pemindahan bersifat segera yaitu gangguan pada jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi. Contohnya sumbatan jalan nafas, tension pneumothorak, syok hemoragik, luka terpotong pada tangan dan kaki, combutio (luka bakar) tingkat II dan III > 25%
- Prioritas II (medium) warna kuning. Potensial mengancam nyawa atau fungsi vital bila tidak segera ditangani dalam jangka waktu singkat. Penanganan dan pemindahan bersifat jangan terlambat. Contoh: patah tulang besar, combutio (luka bakar) tingkat II dan III < 25 %, trauma thorak/abdomen, laserasi luas, trauma bola mata.
- Prioritas III(rendah) warna hijau. Perlu penanganan seperti pelayanan biasa, tidak perlu segera. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Contoh luka superficial, luka-luka ringan
- Prioritas 0 warna Hitam. Kemungkinan untuk hidup sangat kecil, luka sangat parah. Hanya perlu terapi suportif. Contoh henti jantung kritis, trauma kepala kritis.
Penilaian dalam triage
- Primary survey (A,B,C) untuk menghasilkan prioritas I dan seterusnya
- Secondary survey (Head to Toe) untuk menghasilkan prioritas I, II, III,0 dan selanjutnya
- Monitoring korban akan kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan pada A, B, C, derajat kesadaran dan tanda vital lainnya.
- Perubahan prioritas karena perubahan kondisi korban
- Perencanaan triage
- Persiapan sebelum bencana
- Pengorganisasian personal (bentuk tim triage)
- Pengorganisasian ruang/tempat
- Pengorganisasian sarana/peralatan
- Pengorganisasian suplai
- Pelatihan
- Komunikasi
Atau kalian bisa menemukannya di UGD Rumah Sakit!
****2. Batang Pengaduk \=**
Kalian bisa menemukannya di laboratorium. Digunakan untuk mencampur bahan kimia dan cairan untuk keperluan laboratorium. Biasanya terbuat dari kaca pejal, dengan dengan ukuran hampir sama dengan sedotan minum, hanya sedikit lebih panjang dan ujungnya membulat.
***NB \= Jaga selalu kesehatan kalian! Sering sering cuci tangan menggunakan sabun! Kurangi keluar rumah jika tidak perlu!**
__ADS_1
****NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.**