
**NB : (Saya meng-upload bab ini jauh sebelum waktu publish, saya selalu menggunakan waktu publish agar sesuai dengan jadwal. Karena harus lulus seleksi terlebih dahulu)
*Dia sangat cantik!*
"Jianyu kamu tidak jadi ikut?" Tanya Xia Qiuyue memastikan.
Yu Jianyu langsung tersadar dari lamunannya. Ia menatap mata Xia Qiuyue yang berada tepat didepannya dengan ekspresi marah.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kamu melihat orang lain telanjang? Aku harus menjaga matamu" Jawab Yu Jianyu dengan pasti.
**Sebenarnya aku sudah biasa melihat orang telanjang waktu aku mengoperasi pasien dulu. Sebenarnya apa yang dipikirkan Jianyu ini!
"Terserah kamu. Aku tidak akan tanya lagi tentang operasi kedua, operasinya Diemo. Pastinya kamu ikut bukan. Tapi jangan pernah mengganggu ku, lihat saja jangan bersuara atau aku tidak akan berbicara denganmu" ancam Xia Qiuyue dengan serius.
Mendengar hal itu Yu Jianyu merasa terancam. Dia hanya bisa mengangguk agar ia diperbolehkan mengawasinya.
"Tolong bawakan sebentar" Xia Qiuyue meletakkan kotak medisnya di pangkuan Yu Jianyu.
"Apa saja yang kamu bawa? Untung saja Diemo aku suruh ambil barang yang kamu bawa, ini terlalu berat untuk mu" Kata Yu Jianyu merasakan kotak medis yang Xia Qiuyue letakkan di pahanya.
"Jangan banyak bicara Jianyu!"
Yu Jianyu langsung diam tidak berbicara lagi. Dan Xia Qiuyue langsung mendorong kursi roda menuju depan pintu masuk ruangan yang akan dilakukan operasi. Xia Qiuyue berjongkok mengganti sepatunya dan sepatu Yu Jianyu.
"Kursi roda mu hanya bisa sampai sini, apakah kamu bisa menggunakan Qinggong sampai kursi itu?" Tanya Xia Qiuyue dengan nada khawatir.
"Kamu tenang saja, itu sangat mudah" Jawab Yu Jianyu.
Xia Qiuyue mengambil kotak medis dari Yu Jianyu dan Yu Jianyu langsung menggunakan Qinggong nya untuk sampai di kursi dan tersenyum pada Xia Qiuyue. Melihat Yu Jianyu yang sudah duduk dengan tenang membuat Xia Qiuyue menghela nafas pasrah, ia masuk ke dalam ruangan. Lalu ia mengambil semprotan Desinfektan¹, dan ia semprotkan keseluruh ruangan tanpa ada yang tertinggal. Wen Huimu dan Yu Jianyu kebingungan dengan apa yang dilakukan Xia Qiuyue.
"Ini agar tidak ada bakteri atau virus yang menyerang saat pembedahan dimulai" Kata Xia Qiuyue tanpa menunggu pertanyaan dari kedua pria itu.
"Master bisa memakai sarung tangan ini, ikuti cara saya" Kata Xia Qiuyue memberi sepasang Handscoon steril² pada Wen Huimu dan memakainya untuk dirinya sendiri.
"Dan pakai masker ini" Xia Qiuyue tidak memberi masker modern pada kedua orang itu, ia memberi masker kain yang biasa dipakai dokter disana.
Yu Jianyu dan Wen Huimu memakai masker. Dengan cekatan Xia Qiuyue memasangkan infus dan suntikan obat bius. Dan Yueyue menunggu sampai pasiennya tertidur.
"Master jika anda ingin bertanya, nanti saja ketika operasi sudah selesai. Dan kamu Jianyu, jangan membuka suaramu" kata Xia Qiuyue langsung memulai operasi.
Yu Jianyu mengamati apa yang dilakukan Xia Qiuyue, meskipun banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan tentang 'Apa benda itu?', 'Apa cairan itu?', 'Bagaimana bisa dia tertidur tanpa menutup titik akupuntur³ nya?', 'Bagaimana pisau sekecil itu bisa membelah perutnya?', dan lain lain. Yu Jianyu tidak berani membuka suaranya karena takut ancaman Xia Qiuyue sebelumnya. Sedangkan Wen Huimu diam memperhatikan cara berkerja Xia Qiuyue dengan tenang.
Tangan Xia Qiuyue sangat lihai mengambil peralatan yang digunakan untuk mengoperasi. Ia sudah terbiasa mengoperasi pasien sendiri meskipun di abad 21 ia seringkali dibantu oleh dokter dan perawat. Ia juga sering berlatih sendirian, agar ia terbiasa mengoperasi pasien dalam keadaan hanya dia yang ada. 1 jam kemudian ia menjahit kulit pasien dan operasi pertama selesai.
"Operasi sudah selesai. Master bisa tolong pindahkan dia keruang samping? Dan panggilkan Diemo kesini. Operasi kedua akan segera dimulai" Kata Xia Qiuyue sambil membereskan set bedah pertama yang sudah dipakai dan menata set bedah kedua untuk dipakai.
Wen Huimu memindahkan pasien keruangan samping, karena tidak ada Brankar⁴ layaknya rumah sakit modern Wen Huimu mengangkat badan pasien manual. Tak lama kemudian Diemo dan Wen Huimu masuk kedalam ruangan operasi.
"Lepas atasanmu" kata Xia Qiuyue mengagetkan Yu Jianyu dan Diemo yang memposisikan berbaring di kasur.
Yu Jianyu menatap Diemo tajam dan Diemo menatap takut Yu Jianyu. Yu Jianyu langsung memutuskan pandangannya dari Diemo lalu menarik tangan Xia Qiuyue yang sedang membuang kain penutup dan Hanscoon nya lalu menutup mata Xia Qiuyue.
"Apa yang kamu lakukan?!" Teriak Xia Qiuyue terkejut dengan kelakuan Yu Jianyu.
"Cepat lepas atasanmu dan pakai kain itu!" Titah Yu Jianyu pada Diemo.
Dengan cepat Diemo melepaskan atasannya lalu menyelimuti dirinya dengan kain operasi. Wen Huimu hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Yu Jianyu yang cemburu.
"Cepat lepaskan tanganmu Jianyu, atau aku patahkan tanganmu itu!" Yu Jianyu langsung melepaskan tangannya dari mata Xia Qiuyue ketika melihat Diemo selesai menyelimuti dirinya dengan kain.
"Bisa bisanya kamu bertingkah kekanak-kanakan seperti ini Jianyu" Tanpa takut Xia Qiuyue menggetok kepala Yu Jianyu dengan tangannya.
"Sudah kubilang bukan kalau kamu tidak ku perbolehkan melihat pria lain, apalagi tanpa busana itu sangat tidak sopan Nona Xia!" Yu Jianyu mengatakan dengan mulut cemberut yang tertutupi kain itu.
__ADS_1
"Lagipula sebagai dokter aku sudah melihat 'Seluruh Bagian' dari tubuh manusia Yang Mulia Yu. Dan ketika aku melakukan operasi terhadap tubuhmu, kamu juga 'Tidak memakai Busana' tercintamu itu Tuan" Xia Qiuyue langsung pergi kearah ranjang tanpa memperhatikan Yu Jianyu yang memerah.
*Aku akan telanjang dihadapan Xia Qiuyue!*
Xia Qiuyue memindahkan meja kecil yang sudah tertata set bedah ke kanan ranjang. Lalu ia mengambil jarum infus dan suntikan.
"Tahan sedikit, mungkin akan sedikit sakit" Xia Qiuyue dengan cekatan menusuk punggung tangan Diemo dengan jarum.
*Bisa bisanya ia memegang tangan Diemo di hadapanku, akan ku hukum Diemo ketika sudah sembuh*
Xia Qiuyue mengambil suntikan bius dan membius Diemo agar tertidur. Ketika sudah tidak sadarkan diri, Xia Qiuyue memposisikan tubuh Diemo miring kearah kanan dibantu oleh Wen Huimu.
"Master anda pegang tubuhnya agar tetap seperti ini" Wen Huimu mengangguk tanda paham.
Xia Qiuyue mengoperasi Diemo dengan tenang tetapi Yu Jianyu yang sedang memperhatikan Xia Qiuyue sangat serius.
*Apakah wanita itu tidak tahu jika aku cemburu dengan apa yang dilakukannya pada pria lain*
Kali ini operasi berjalan sekitar 5 jam karena kasus Diemo adalah tumor jinak di daerah kepala. Jadi Xia Qiuyue sangat berhati hati agar tidak melukai atau salah memotong syaraf bagian kepala. Total ia berdiri sudah 6 jam tanpa berhenti, membuat tubuhnya sangat lelah dan lapar. Untung saja Diemo sudah dipindahkan keruang rawat dengan 4 orang untuk mengangkat ranjang yang dipakai operasi.
**Kenapa aku sangat lelah? Biasanya aku masih bisa mengoperasi pasien hingga 2 hari berturut turut. Apa karena tubuh ini masih terpengaruh oleh racun?
(Benar Nona, tubuh Anda sangat lemah karena racun yang tertinggal di tubuh anda. Membuat Anda sangat mudah kelelahan.)
Di ruang operasi hanya ada Yu Jianyu dan Xia Qiuyue tersisa. Tenaga Xia Qiuyue sudah habis tidak tersisa, ia hampir jatuh kebawah jika Yu Jianyu tidak menariknya kedalam pelukan Yu Jianyu.
"Kamu sudah bekerja dengan baik Yue-er" kata Yu Jianyu dengan lembut.
"Terima kasih, aku pinjam badanmu sebentar. Aku hanya ingin tidur sebentar saja" Tanpa menunggu jawaban Yu Jianyu, Xia Qiuyue sudah terlelap di pelukan Yu Jianyu.
"Dengan senang hati Tuan Putriku" Yu Jianyu mengeratkan pelukannya dan ikut tertidur.
...
Xia Qiuyue terbangun dari mimpi indahnya lalu ia mengerjapkan matanya yang malang untuk terbuka. Sedangkan Yu Jianyu sudah 40 menit melihat Xia Qiuyue tertidur pulang di pangkuannya dan melihat tingkah bangun tidurnya. Xia Qiuyue menatap polos Yu Jianyu karena efek mengantuk masih belum hilang.
**Astaga, sejak kapan aku tertidur di pangkuannya?
*Tingkah bangun tidur nya lucu sekali. Rasanya ingin ku gigit saja pipi tembam itu*
"Ap..apakah aku tidur lama?" Tanya Xia Qiuyue pada Yu Jianyu tanpa menatap matanya.
"Apakah Nona Xia belum tahu, jika berbicara harus menatap orang yang diajak berbicara?" Goda Yu Jianyu.
"Jianyu jangan menggodaku, apa aku tidurnya lama?" Tanya Xia Qiuyue dengan cemberut.
"Mungkin sekitar satu jam Nona Xia. Nano Xia tidur sangat lama sekali, tapi aku menikmatinya" Xia Qiuyue langsung bangkit dari pangkuan Yu Jianyu.
"Sudah satu jam! Apakah ada yang mencariku?" Tanya Xia Qiuyue.
**Bagaimana jika ada yang melihatku tidur dipangkuan pria ini? Sangat memalukan!!
"Tidak ada Nona Xia, tidak ada yang berani membuka pintu" Jawab Yu Jianyu.
"Syukurlah. Aku akan pergi dulu!" Dengan hitungan detik Xia Qiuyue menghilang dari hadapan Yu Jianyu.
Xia Qiuyue bersandar di balik pintu Ruang Operasi sambil memegang dadanya.
**Apakah benar aku jatuh cinta pada Jianyu? Apa aku akan hidup tenang jika bersamanya? Di kehidupan ini seorang pria memiliki tiga istri dan empat selir sudah biasa, apakah bisa dia hanya mencintaiku? Xia Qiuyue jangan sia sia kan dirimu di kehidupan ini, pria yang tulus mencintaimu hanya akan mencintaimu dan tidak akan mencintai orang lain.
Xia Qiuyue kembali berjalan menuju tempat pasien dan Diemo dirawat, mereka dirawat di ruangan yang sama agar memudahkan Xia Qiuyue untuk memeriksa nya.
"Bagaimana keadaan pasien setelah operasi Master?" Tanya Xia Qiuyue memeriksa denyut jantung pasien.
__ADS_1
"Dia baik baik saja, tapi belum juga sadar apakah itu baik baik saja?" Wen Huimu khawatir dengan keadaan pasien karena baru kali ini dia melihat operasi secara langsung.
"Itu wajar saja, obat bius ini akan bertahan hingga satu jam ke depan jadi anda tidak perlu khawatir" Jelas Xia Qiuyue tersenyum pada Wen Huimu.
Wen Huimu hanya mengangguk mendengarnya. Lalu ia melihat Xia Qiuyue dengan penuh tanya.
"Apa yang ingin anda tanyakan Master?" Tanya Xia Qiuyue membuka pintu pertanyaan Wen Huimu.
"Benda, cairan, entah apa yang kamu gunakan tadi? Bagaimana bisa kamu melakukannya dengan cepat? Bagaimana bisa pasien tidak sadar tanpa menutup titik akupuntur?" Tanya Wen Huimu tanpa berhenti.
Untung saja Xia Qiuyue bisa dengan mudah menangkap semua pertanyaan yang ditanyakan Wen Huimu. Ia melirik pintu dan melihat Yu Jianyu diam didepan pintu dengan kursi rodanya.
"Pasti kamu juga penasaran Jianyu, baiklah akan aku pertanyaan pertanyaan kalian" Xia Qiuyue mengambil kursi dan duduk dimeja yang terdapat kotak medisnya.
Xia Qiuyue menjelaskan pertanyaan, kejadian semua yang terjadi di ruang operasi, dan lain lainnya secara jelas dan lengkap. Ia juga menunjukkan dan menjelaskan fungsi semua alat alat uang dia bawa di kotak medisnya. Wen Huimu dan Yu Jianyu menyimak penjelasan Xia Qiuyue dengan serius.
"Ini akan Yueyue berikan pada Master, jangan lupa cuci alat alat setelah dan sebelum dipakai dengan air garam murni" Xia Qiuyue menyerahkan satu set peralatan bedah.
"Ini tidak perlu Yueyue, lagi pula aku tidak bisa memakainya seperti yang kamu lakukan" Wen Huimu tidak mengambil satu set peralatan bedah yang di serahkan padanya.
"Tidak apa apa Master, anda mungkin akan membutuhkan nya" kata Xia Qiuyue menyerahkan set bedah itu langsung ke tangan Wen Huimu.
"Bukankah kamu membutuhkannya?" Wen Huimu merasa terharu dengan kelakuan Xia Qiuyue padanya.
"Aku memilikinya dua set" Xia Qiuyue tersenyum pada Wen Huimu.
"Saya memberi anda satu set karena anda sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri"
"Baiklah, Yueyue kamu akan aku anggap layaknya anakku sendiri" kata Wen Huimu mendengar perkataan Xia Qiuyue.
"Chenchen juga!!" Xia Zichen tiba tiba berlari kearah Xia Qiuyue dan memeluknya.
"Yue jie adik Chenchen jadi Master jangan lupa dengan Chenchen, kalau hanya Yue jie sendirian Chenchen nanti akan sendirian dipukul sama Rong jie" Curhat Xia Zichen pada Wen Huimu.
"Tentu saja Chenchen juga aku anggap seperti anakku sendiri, jadi kalian jangan memanggil Master lagi ya, panggil saja Ayah Wen" Wen Huimu mengelus kepala Xia Zichen dan Xia Qiuyue.
"Tentu saja!" Xia Qiuyue dan Xia Zichen tersenyum lebar pada Wen Huimu.
Xia Qiuyue dan Xia Zichen merasa kehangatan seorang ayah yang belum pernah Xia Wenshen berikan. Sedangkan Yu Jianyu melihat mereka tersenyum simpul. Tiba tiba Xia Qiuyue pingsan di pelukan Wen Huimu membuat semua yang melihatnya terkejut.
"Yueyue!"
Yu Jianyu langsung terbang kearah mereka dan mengambil alih Xia Qiuyue dari pelukan Wen Huimu. Dan kembali lagi ke kursi rodanya, ia memandang Xia Qiuyue dengan khawatir.
"Tuan Jianyu, biarkan saya memeriksa keadaan Yueyue" Wen Huimu mendekati kursi roda Yu Jianyu.
Yu Jianyu tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Xia Qiuyue. Ia merespon dengan anggukan. Wen Huimu memeriksa denyut nadi Xia Qiuyue.
"Apa apaan ini?!" Wen Huimu terkejut dengan apa yang ia rasakan.
----- TO BE CONTINUE -----
- 1. Desinfektan \= Bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit, Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan.
- 2. Handscoon \= Pelindung tangan yang digunakan untuk menghindarkan infeksi silang atau transmisi mikroorganisme penyakit (patogen) melalui darah. Perbedanan handscoon steril dan handscoon tidak steril, handscoon steril digunakan sebagai pelindung dokter / perawat untuk mencegah infeksi bakterial dari pasien sedangkan handscoon tidak steril biasa digunakan untuk memegang instrumen / alat saja tapi tak tentu juga banyak kalangan yang menggunakan sebagai pelindung untuk membersihkan instrumen / alat yang telah digunakan.
- 3. Titik Akupuntur \= Titik akupunktur¹¹ menurut ilmu biomedik merupakan titik pada jaringan tubuh yang padat jaringan dan ujung-ujung saraf, sel-sel mast dan kapiler serta saluran limpatik. Kulit dan jaringan otot akan terlibat dalam penusukan jarum akupunktur.
- 4. Brankar \= Usungan untuk mengangkat orang sakit (dengan cara membaringkannya).
- 11. Akupuntur \= Penggunaan jarum untuk membuat perlukaan pada jaringan lunak. Sementara biomedis berarti aplikasi ilmu pengetahuan alam, khususnya ilmu biologi dan fisiologi, pada pengobatan klinis.
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.
__ADS_1