
**NB : (Saya meng-upload bab ini jauh sebelum waktu publish, saya selalu menggunakan waktu publish agar sesuai dengan jadwal. Karena harus lulus seleksi terlebih dahulu)
**NB : Part ini berisi Flashback, jadi akan ada banyak bagian yang sudah dipublikasikan
(Flashback \= italic/huruf miring)
"Apa apaan ini?!" Wen Huimu terkejut dengan apa yang ia rasakan.
"Ada apa?" Yu Jianyu mengalihkan pandangannya pada Wen Huimu.
Yu Jianyu berfirasat buruk ketika melihat raut wajah Wen Huimu.
"Bagaimana bisa Yueyue memiliki racun yang mematikan ini? Apa yang terjadi padanya di keluarga Xia?" Wen Huimu langsung teringat dengan perkataan Xia Zichen padanya tadi.
"Yue jie adik Chenchen jadi Master jangan lupa dengan Chenchen, kalau hanya Yue jie sendirian Chenchen nanti akan sendirian dipukul sama Rong jie"
*Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?*
"Chenchen siapa itu Rong jie?" Tanya Wen Huimu pada Xia Zichen yang menangis dalam diam ketika melihat jiejie nya tidak sadarkan diri.
"Rong jie adalah anak ibu Mu, selir ayah. Rong jie, Wen jie, An jie, ibu selir Mu, ibu selir Yi, ayah. Chenchen tidak suka mereka, mereka selalu memukul Yue jie dan Chenchen, mereka tidak suka dengan kami jadi kami tidak pernah dikenal siapapun" Wen Huimu menarik Xia Zichen kepelukan nya.
Xia Zichen menangis tersedu-sedu ketika mengingat apa yang keluarganya lakukan pada nya dan kakaknya. Yu Jianyu teringat dengan percakapan Mu Jian dan Xia Qiuyue kemarin.
"*Berani sekali kamu keluar Qiuyue!!" Ternyata yang menarik tangan Xia Qiuyue adalah Mu Jian, selir keluarga Xia.
*Bukankah dia selir keluarga Xia? Apa hubungannya dengan gadis ini?*
"Apa maksud anda ini Selir Mu Shi? Apakah anda mengenali saya?" Tanya Xia Qiuyue sembari memegang pipinya yang tadi ditampar oleh Mu Jian.
"Siapa yang menyuruh kamu keluar dari Kediaman Xia!! Bahkan ayahmu tidak memperbolehkan dirimu untuk keluar kamar" Bentak Mu Jian yang ia tatap dengan tajam.
*Siapa orang ini? Berani sekali melakukan itu dihadapan ku*
"Apa hubungan antara aku dan kediaman Xia? Lalu siapa yang anda maksud dengan ayah? Siapa ayahku? Bukankah aku tidak punya ayah?" Xia Qiuyue langsung mendorong kembali kursi roda miliknya untuk memasuki
toko*.
*Jadi itulah alasanmu waktu itu Yue-er? Sakit hatiku mendengar alasannya, dibalik kepribadian yang keras dan tak tersentuh adalah kedokmu untuk menutupi semuanya*
Yu Jianyu menatap sendu wajah Xia Qiuyue yang ada di pelukannya.
"Anda tadi mengatakan ada racun di tubuh Yue-er, racun apa yang anda maksud?" Yu Jianyu pun teringat dengan ucapan Wen Huimu beberapa saat yang lalu.
"Racun yang berbahaya, lebih berbahaya dari Racun anda yang Mulia. Racun Akar Sanca. Seperti namanya, racun ini sama berbahayanya dengan ular Sanca. Tapi yang membedakannya adalah waktu, racun ular Sanca akan langsung membunuh manusia dalam hitungan detik sedangkan Racun Akar Sanca akan membunuh manusia dengan perlahan" Wen Huimu mengendong Xia Zichen yang lelah menangis.
__ADS_1
Yu Jianyu teringat dengan surat membuatnya penasaran dengan Xia Qiuyue.
/...Luka di wajah anda pasti menyakitkan bukan, efek dari Racun Bunga Malam akan selalu ada walaupun anda sudah berusaha untuk menahannya anda sudah berusaha dengan keras..../
*Lebih berbahaya dari Racun ku? Seharusnya kamu jangan mengatakan seperti itu padaku, kamu sudah berusaha lebih keras dariku Yue-er*
"Racun Ular Sanca baru kami temukan dua puluh tahun yang lalu, saat itu seseorang mendatangi Asosiasi Dokter dengan kondisi yang terlihat baik baik saja tetapi beberapa saat kemudian ia sudah terbujur kaku tidak bernyawa, kami pun menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan kamipun mengetahui alasannya dari istrinya, istrinya mengatakan bahwa suaminya tersebut sudah lima belas tahun mengalami gejala sering pusing, mual, dan tiba tiba pingsan tanpa diketahui penyakitnya walaupun mereka sudah memeriksa nya ke dokter. Dan kamipun belum mengetahui darimana racun itu berasal. Kamipun memutuskan untuk memberi nama racun itu Racun Akar Sanca" Wen Huimu mengingat kejadian itu dengan pandangan kosong.
"Bagaimana caranya Yue-er bisa sembuh? Benwang ini akan melakukan apapun demi Yue-er" Yu Jianyu mendengar penjelasan Wen Huimu semakin takut dengan keadaan Xia Qiuyue.
"Saya berfikir anda tidak bisa melakukannya, karena ini akan sangat sulit untuk dilakukan dalam waktu beberapa hari saja" Wen Huimu menggelengkan kepalanya putus asa ketika mengingat tonik yang bisa menyembuhkan racun Xia Qiuyue.
"Yue-er adalah wanita yang tulus menolong Benwang ketika Benwang tertusuk pedang waktu itu, Yue-er juga wanita pertama yang tulus mengatakan Benwang adalah pria tampan ketika sudah melihat wajah Benwang yang rusak ini. Dan Yue-er adalah wanita pertama yang dicintai Benwang jadi tidak ada alasan lain untuk menolak perkataan Benwang ini" Yu Jianyu mengatakan dengan tegas tak terbantahkan.
*Benar! Ini adalah perasaan cinta Benwang pada Yue-er! Tidak ada yang boleh menghalangi Benwang ketika menyangkut Yue-er*
"Ini akan sangat sulit apakah anda bisa melakukannya walau dapat mengancam nyawa anda?" Wen Huimu merasa rasa Yu Jianyu pada anak angkatnya itu sangat tulus.
"Sudah Benwang katakan bukan, apapun itu tidak ada yang bisa menghalangi Benwang untuk menyelamatkan Yue-er" Yu Jianyu merasa muak dengan ucapan Wen Huimu yang terbelit belit.
"Tonik ini baru empat belas tahun yang lalu ditemukan di Benua Phoenix, diciptakan oleh keluarga alchemist terkemuka. Keluarga Tang. Tonik itu dibuat untuk menyembuhkan anak dari keluarga Tang yang memiliki racun yang sama seperti racun Yueyue. Tapi tiba tiba anak itu hilang seperti tertelan bumi" Jelas Wen Huimu meletakkan Xia Zichen pada ranjang kosong disamping Diemo.
"Lebih baik kita membicarakan ini di ruangan saya" Yu Jianyu mengangguk mendengar ajakan Wen Huimu.
"Yang saya katakan tentang Tonik itu memang benar keberadaannya, tetapi Keluarga Tang tidak memberikan resep ataupun tidak menjual Tonik tersebut untuk umum. Mereka percaya jika anak mereka akan kembali, merekapun mengawetkan Tonik tersebut. Apakah anda bisa membawakannya?" Suara Wen Huimu membuka percakapan ketika sudah sampai di ruangannya.
"Benwang akan membawakannya demi Yue-er" tekat Yu Jianyu membara ketika mendengar lokasi tonik itu.
"Tapi tantangan terbesarnya adalah tonik itu harus diberikan pada Yueyue dalam waktu lima belas hari. Jika tidak, sayapun tidak bisa menjamin keselamatan Yueyue" Wen Huimu mengatakan dengan raut wajah serius.
"Benwang jamin tidak akan lebih dari lima belas hari" Yu Jianyu membalas tak kalah seriusnya.
Tiba tiba Xia Qiuyue terbangun dari pingsannya. Ketika membuka mata, hal pertama kali ia lihat adalah wajah Yu Jianyu menatap Wen Huimu dengan serius.
**Baru kali ini aku melihat Jianyu dengan ekspresi serius. Dia tetap tampan.
"Jianyu bisakah kamu menurunkan ku?" Xia Qiuyue mengejutkan kedua orang yang saling menatap serius itu.
"Tidak! Kamu tidak boleh!" Tolak Yu Jianyu semakin mengeratkan pelukannya.
"Pasti kalian sudah tahu dengan keadaanku bukan" lirih Xia Qiuyue melihat ekspresi kedua pria itu yang menatapnya khawatir.
"Tidak apa apa, aku baik baik saja... Saat ini" Xia Qiuyue pun sebenarnya meragukan keadaannya sendiri.
"Kamu tidak baik baik saja Yue-er! Bahkan, bahkan racun mu lebih berbahaya dari racun ku. Bagaimana bisa kamu baik baik saja?" Yu Jianyu menatap sendu Xia Qiuyue.
__ADS_1
"Saya akan memberikan waktu anda untuk Yueyue" Wen Huimu meninggalkan ruangan tersebut.
Kini tersisa dua orang yang ada disana. Yu Jianyu masih tidak melepaskan pelukannya dengan posisi Xia Qiuyue tidur.
"Yue-er, aku benar benar mencintaimu. Tidak ada wanita lain selain dirimu yang berani melihat wajahku dan mengagumi ku seperti yang kamu lakukan beberapa hari yang lalu" Yu Jianyu mengutarakan isi hatinya pada Xia Qiuyue tanpa melepas pelukannya.
"Bagaimana kamu bisa mencintaiku Jianyu? Keberadaan ku disini tidak dikenali siapapun bahkan lebih rendah dari seorang budak, sedangkan dirimu adalah seorang Tuan Muda bagaimana kamu bisa mencintaiku Jianyu?" Xia Qiuyue merasakan sesak dadanya ketika mengatakan itu.
**Benar yang kukatakan, keberadaan ku disini tidak dikenali siapapun bahkan lebih rendah dari seorang budak, sedangkan diri nya adalah seorang Tuan Muda yang memiliki kasta jauh lebih tinggi dari ku. Pasti dia akan mengambil beberapa wanita lagi untuk melayaninya.
"Apa yang kamu katakan itu Yue-er? Keberadaan mu tidak dikenali? Lebih rendah dari budak? Yue-er aku marah jika kamu terus merendahkan dirimu lagi. Jangan menyiksa dirimu terus menerus, waktunya kamu bahagia sekarang" Yu Jianyu melepaskan pelukannya dan menatap tepat di mata Xia Qiuyue dengan kesungguhan.
"Bahagia? Aku memang ingin bahagia, tapi bagaimana kamu sendiri Jianyu? Apakah kamu sudah bahagia?" Xia Qiuyue membalas tatapan Yu Jianyu, ia sadar ketika dia bersama Juanyu jantungnya berdetak kencang.
"Sebelum ini aku tidak pernah merasa bahagia. Bahkan aku tidak pernah melihat orang tuaku sedari aku kecil, melihat anak anak lain yang bahagia dengan orang tuanya berkeliling dengan orang tuanya aku pernah bertekad menemukan orang tuaku tapi ternyata mereka sudah dibunuh oleh sepupunya sendiri setelah beberapa hari aku lahir" Xia Qiuyue menarik Yu Jianyu ke pelukannya.
**Di kehidupan sebelumnya aku pernah melihat orang tuaku bahagia bersama mereka, bahkan aku masih melihat mereka beberapa hari sebelum kematian ku. Tapi Jianyu tidak pernah melihat orang tuanya.
"Tapi ketika aku bertemu baru pertama kali aku tahu apa itu bahagia, aku ingin selalu bersamamu, tersenyum bersamamu, bahagia bersamamu, dan hidup bersamamu. Maafkan aku jika aku tidak mengerti apa itu bahagia, karena baru kali ini aku merasakan bahagia dan itu karena mu" Yu Jianyu berkata dengan lirih dipundak Xia Qiuyue yang memeluknya.
Yu Jianyu membalas pelukan Xia Qiuyue. Tanpa sadar Xia Qiuyue menitikkan air mata, dadanya sesak seperti ia yang mengalami hal itu.
"Sebenarnya aku juga mencintaimu Jianyu, tapi disini sudah biasa pria memiliki tiga istri dan empat selir membuatku ragu jika kamu nanti tidak akan mengambil wanita lain. Aku ingin kamu bahagia, tapi aku juga tidak ingin kebahagiaan ku direnggut oleh keputusanmu nanti. Aku tidak mau seperti ibuku yang dibohongi oleh janji ayahku yang tidak akan mengambil wanita lain karena alasan mencintai ibuku, ibuku sekarang sudah tidak ada karena bunuh diri karena ayahku sudah tidak mencintai ibuku karena wanita lain. Itu alasanku tidak mengakui perasaanku padamu" Xia Qiuyue mengutarakan isi hatinya pada Yu Jianyu.
Yu Jianyu terkejut mendengar hal itu, hatinya seketika dilanda perasaan bahagia dan bingung karena pengakuan Xia Qiuyue. Ia pun melepaskan pelukan mereka karena senangnya, tapi senyuman itu menghilang ketika melihat air mata Xia Qiuyue.
"Yue-er kenapa menangis?" Yu Jianyu mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Xia Qiuyue.
"Karena mu Jianyu, kamu menceritakan jika selama ini kamu tidak pernah bahagia. Entah kenapa aku seperti merasakan apa yang kamu rasakan, dan air mata ini menetes dengan sendirinya" Xia Qiuyue memegang tangan Yu Jianyu yang menghapus air mata yang tidak pernah berhenti mengalir dari matanya.
"Seharusnya aku tidak menceritakannya jika tahu kamu akan menangis seperti ini, aku tidak suka melihat air mata mu Yue-er" Yu Jianyu terlihat menyesal mendengar alasan Xia Qiuyue menangis.
"Jangan menyesal Jianyu, jika kamu tidak menceritakannya aku pasti tidak akan percaya jika kamu mencintaiku Jianyu" Xia Qiuyue memegang tangan Yu Jianyu dan meletakkannya di pahanya.
"Aku punya banyak rahasia yang belum kukatakan padamu apakah kamu bisa menerimaku?" Tanya Xia Qiuyue mengusap punggung tangan Yu Jianyu.
"Apa pun itu jika kamu mau mencintaiku, aku akan terima apa pun itu. Walau kamu berubah menjadi jelek, bodoh, cacat, jadi iblis, monster, atau jadi pria sekalipun jika kamu bersedia mencintaiku aku akan menerimanya" Yu Jianyu mengatakan tanpa ada keraguan dihatinya.
"Dan terakhir apakah kamu bisa berjanji padaku tidak akan mengambil wanita lain?" Tanya Xia Qiuyue menatap tepat pada mata Yu Jianyu menanti jawabannya.
----- TO BE CONTINUE -----
Author berbicara : Kurasa Yu Jianyu memanggil Xia Qiuyue dengan Yue-er itu tidak cocok. Enaknya tetap atau ganti? Kalau ganti apa ya? (Yueyue? A-Yue? atau yang lain)
**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.
__ADS_1