The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor

The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor
#4 - Ketika Kamu Merasa Sendirian Kamu Boleh Memintaku Untuk Menemanimu


__ADS_3

**NB : (Saya meng-upload bab ini jauh sebelum waktu publish, saya selalu menggunakan waktu publish agar sesuai dengan jadwal. Karena harus lulus seleksi terlebih dahulu)


"Iya, aku cemburu jika kamu memperhatikan orang lain dan berbicara dengannya di hadapanku" Merekapun saling bertatapan menyalurkan perasaan masing masing.


**Apakah aku sudah jatuh cinta pada Jianyu? Bagaimana bisa kami baru kenal beberapa jam yang lalu.


*Entah kenapa Benwang ini selalu merasa Benwang dan Yue-er sudah kenal sejak lama*


"Yang Mulia makanan sudah siap" Diemo mematung ketika melihat kedua orang itu saling bertatapan.


*Bagaimana ini Yang Mulia pasti akan membunuhku!*


Xia Qiuyue memutuskan pandangannya, ia merasa salah tingkah karena Diemo memergokinya. Sedangkan Yu Jianyu menatap dingin kearah Diemo.


*Ingin kubunuh saja pria itu*


"Tuan Diemo apakah..." Perkataan Xia Jianyu terputus.


"Yue-er panggil dia tanpa kata Tuan" Ucap Yu Jianyu yang bertambah kesal karena Xia Qiuyue berbicara dengan Diemo.


"Benar apa yang dikatakan Yang Mulia Nona, panggil saja Diemo tanpa Tuan" Diemo berbicara tanpa mengetahui jika tatapan Yu Jianyu semakin sengit padanya.


Tik Tik Ddddrreess...


Tiba tiba hujan turun dengan spontan Xia Qiuyue mendorong kursi roda Yu Jianyu kedalam halamannya.


"Apakah lukamu terkena air?" Tanya Xia Qiuyue melihat kondisi Yu Jianyu.


"Tidak, reaksi mu tadi sangat cepat lukaku tidak apa apa" Yu Jianyu merasa senang dengan perlakuan Xia Qiuyue padanya, tanpa ia sadari senyuman terpasang dari sudut bibirnya.


"Syukurlah, kita akan membicarakan diagnosis ku tentang Diemo nanti setelah makan bolehkan? Sekarang aku sudah lapar Yang Mulia" Xia Qiuyue memasang wajah memelasnya.


Sedari dulu di abad 21, Xia Qiuyue tidak pernah bisa menahan yang namanya lapar. Dia rewel, kekanak-kanakan, dan memasang wajah menyedihkan kepada siapapun, itu adalah kelemahan terbesarnya. Dan kali ini tanpa Xia Qiuyue sadari, ia memegang tangan Yu Jianyu.


*Kenapa dia sangat imut?!! Ingin ku simpan saja wanita ini hanya untuk Benwang seorang*


"Baiklah baiklah, Diemo dorong Benwang ke arah ruang kerja Benwang" titah Yu Jianyu pada Diemo.


Diemo mendorong kursi roda Yu Jianyu sedangkan Xia Qiuyue berjalan disamping Yu Jianyu tanpa melepas tangannya layaknya anak kecil sampai di Ruang Kerja Yu Jianyu.


Disana sudah terdapat makanan diatas meja tinggi dan sebuah kursi. Yu Jianyu didorong


sampai berhadapan dengan kursi kosong yang akan diduduki oleh Xia Qiuyue.


"Sampai kapan kamu memegang tangan ku? Bukankan kamu lapar Yue-er?" Goda Yu Jianyu membuat Xia Qiuyue salah tingkah dan berlari menuju kursi yang kosong itu.


Tanpa Yu Jianyu berbicara Xia Qiuyue langsung menyantap makanan yang ada disana. Dengan lahap dan cepat, tetapi masih memiliki etika yang indah.


*Meskipun makannya cepat, dia selalu memperhatikan etikanya. Apakah Benwang sudah jatuh cinta pada gadis ini?*


"Ada apa Jianyu? Apakah kamu merasa terganggu dengan keberadaanku?" Xia Qiuyue berhenti memakan makanannya.


"Tidak, aku hanya tertarik melihatmu makan itu sangat menggemaskan" Jawab Yu Jianyu membuat Xia Qiuyue salah tingkah lagi.


**Di abad 21 tidak ada yang berani mendekatiku seperti yang Jianyu lakukan, semuanya melihatku dengan kagum dan hormat hal yang memuakkan bagiku. Tapi kenapa Jianyu mendekati ku? Apakah dia menyukaiku? Mencintaiku?


*Apakah Benwang ini menyukai gadis ini? Bagaimana bisa hanya dengan waktu beberapa jam Benwang menyukai gadis seperti ini?*


Mereka berdua sibuk dengan pemikirannya masing masing hingga makanan yang tersedia habis tidak tersisa. Xia Qiuyue mengambil air minum yang disediakan dimeja.


"Baiklah akan aku mulai! Diemo berapa lama benjolan dibelakang telinga kirimu muncul?" Tanya Xia Qiuyue para Diemo yang sedari tadi menunggu mereka makan atas perintah Xia Qiuyue didekat pintu.


"Saya pikir sudah ada sejak tiga tahun yang lalu Nona, memangnya apa yang akan terjadi dengan benjolan ini Nona?" Diemo merasa Xia Qiuyue bisa menjawab pertanyaan yang sedari dulu ia ingin tahu.


"Apakah kamu sudah bertanya pada dokter atau tabib?"


"Sudah, mereka berkata ini hanya benjolan biasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan"


"Semua benjolan jangka panjang tidak bisa dilewatkan begitu saja, sangat berbahaya"


"Bagaimana bisa berbahaya Nona, bukankah ini hanya benjolan biasa?"


Diemo semakin bingung dengan perkataan Xia Qiuyue, sedangkan Yu Jianyu menjadi pendengar setia.


"Coba saja kamu angkat kaki kiri mu, ingat kamu tidak boleh memakai Qinggong¹" titah Xia Qiuyue.


Diemo mengikuti instruksi Xia Qiuyue. Baru saja mengangkat kakinya, ia oleng kearah kiri.


"Kita harus segera mengangkat benjolan itu, sudah terlalu lama bersarang di tubuhmu" kata Xia Qiuyue.


"Kapan kamu melakukannya?" Tanya Yu Jianyu pada Xia Qiuyue.


"Besok, besok ditempat Master Wen. Setelah operasi usus buntu dilakukan, aku akan mengangkat benjolan dibelakang telinga kiri Diemo" Kata Xia Qiuyue.


"Baiklah, besok aku dan dia akan menjemput mu di tempat tadi. Sekarang ayo aku antarkan kamu pulang"

__ADS_1


"Tidak perlu Jianyu, aku bisa..."


"Tidak aku akan tetap mengantarmu" potong Yu Jianyu.


"Terserah Yang Mulia Yu saja" Xia Qiuyue pasrah dengan kelakuan Yu Jianyu padanya.


Xia Qiuyue selalu merasa tidak bisa menolak perkataan Yu Jianyu, bukan berarti dia takut dengan Yu Jianyu tetapi dirinya selalu merasa yang dilakukan Yu Jianyu padanya itu adalah perhatian yang selama ini tidak pernah ia rasakan.


"Nona Xia sangat penurut" ujar Yu Jianyu tidak memikirkan ucapan 'Yang Mulia Yu' yang Xia Qiuyue ucapkan tadi.


"Diemo, kamu tidak perlu mengikuti Benwang" Yu Jianyu menghentikan Diemo yang ingin mengikuti kedua orang itu.


"Baik Yang Mulia!"


Mereka berdua keluar dari Kediaman Jianyu.


"Bisakah aku bertanya padamu Jianyu?" Tanya Xia Qiuyue pada Yu Jianyu.


"Bertanya apa?"


"Kenapa papan nama Kediamanmu tidak memakai marga mu?" Tanya Xia Qiuyue.


"Sederhana saja Yue-er, aku hanya tidak ingin menggunakannya" Jawab Yu Jianyu.


"Benarkah?" Tanya Xia Qiuyue tidak mempercayai ucapan Yu Jianyu.


"Apakah kamu tidak mempercayai ku Yue-er?" Yu Jianyu merasa sedih ketika mendengar pertanyaan Xia Qiuyue yang tidak mempercayainya.


"Aku percaya padamu, tapi aku meragukan mu ketika alasanmu hanya tidak ingin menggunakan marga mu itu" Jelas Xia Qiuyue.


"Aku tidak bisa menyembunyikan nya padamu ternyata, aku tidak menggunakan namaku karena disana hanya aku seorang yang menempatinya. Tidak ada seorangpun kecuali pelayan dan aku hanya aku yang bermarga Yu disana, itu alasanku tidak menggunakan marga untuk papan namanya" Jawab Yu Jianyu.


"Ketika kamu merasa sendirian kamu boleh memintaku untuk menemanimu, Jianyu" Xia Qiuyue berhenti mendorong kursi rodanya karena tangan Xia Qiuyue mengusap bahu tegap Yu Jianyu.


Merekapun kembali berjalan menuju jalan sepi yang menuju arah jalan rahasia yang dibuat Xia Qiuyue.


"Besok kutunggu disini Yue-er!" Kata Yu Jianyu sebelum Xia Qiuyue menghilang dari pandangannya.


"Ya" Xia Qiuyue melanjutkan jalannya menuju jalan rahasia Kediaman Xia.


"Chenchen? Dimana kamu sayang?" Xia Qiuyue bingung karena paviliun terlihat sepi tidak berpenghuni.


"Yue jie?" Wajah Xia Zichen terlihat dibalik tiang.


"Kenapa kamu disana sayang?" Dengan cepat Xia Qiuyue mendekati Xia Zichen dan memeriksa tubuhnya.


"Maafkan Yue jie ya sayang, besok kamu akan terus ikut Yue jie kemanapun Yue jie berada. Jadi Chenchen tidak akan dipukul lagi" Xia Qiuyue memeluk erat adiknya.


**Memang salahku meninggalkan Zichen sendirian dikandang buaya ini. Xia Xuerong rasa sakit Zichen akan kubalas seribu kali lebih menyakitkan.


"Ayo kita masuk, Yue jie akan mengobati luka Chenchen" Xia Qiuyue menggendong adiknya masuk kedalam.


Xia Qiuyue sudah berumur 15 tahun dan Xia Zichen berumur 8 tahun. Jadi Xia Qiuyue masih kuat untuk menggendong Xia Zichen yang beratnya masih dibawah rata rata.


"Yue jie akan mengobati Chenchen jadi Chenchen lepas baju Chenchen ya" kata Xia Qiuyue menuntun adiknya untuk melepas bajunya.


"Rasanya mungkin sedikit sakit, jadi Chenchen harus menahannya ya nanti Yue jie memberi Chenchen hadiah" bujuk Xia Qiuyue ketika melihat punggung Xia Zichen dipenuhi garis garis merah.


Xia Qiuyue mulai mengobati adiknya dengan penuh kasih sayang . Sedangkan Xia Zichen menahan rasa perih bercampur dingin ketika Xia Qiuyue mengoleskan obat di punggungnya. Ketika susah selesai, dengan perlahan Xia Qiuyue memakaikan baju adiknya lalu mengajak adiknya bercuci tangan.


"Nah sudah selesai, ini hadiah untuk Chenchen" Xia Qiuyue memberikan dua batang coklat pada adiknya.


"Apa ini Yue jie? Warnanya aneh!" Xia Zichen berkata dengan polosnya.


"Namanya coklat. Ini hadiah karena Chenchen mau menunggu Yue jie dan ini hadiah karena Chenchen menahan rasa sakit tadi"


Xia Zichen membuka coklat itu lalu ia mematahkannya sedikit dan memakannya.


"Rasanya manis Chenchen suka!!" Ujar Xia Zichen langsung mengigit coklat dengan gigitan besar.


"Memang manis rasanya, tapi Chenchen jangan lupa gosok gigi agar gigi Chenchen tidak sakit"


...


Keesokkan Paginya


"Chenchen sudah siap?" Tanya Xia Qiuyue sembari membawa peralatan bedahnya di kotak medis.


"Sudah Yue jie!" Jawab Xia Zichen bersemangat.


Xia Qiuyue yang sangat menyukai putih memakai Hanfu² putih dan Xia Zichen memakai Hanfu biru muda. Mereka berdua berjalan menuju jalan rahasia yang tidak diketahui siapapun. Lalu berjalan menuju tempat Yu Jianyu dan Diemo berada.


Yu Jianyu menatap Xia Zichen yang digandeng oleh Xia Qiuyue.


"Siapa ini Yue-er?" Tanya Yu Jianyu dengan nada kesal.

__ADS_1


"Masih pagi kamu sudah cemburu, hilangkan rasa cemburu mu itu Jianyu ini adikku Xia Zichen. Adik kandungku, jadi cemburu mu itu tidak berguna" Jawab Xia Qiuyue yang kesal dengan kelakuan Yu Jianyu yang kekanak-kanakan itu.


Yu Jianyu tersadar karena ucapan Xia Qiuyue yang membuatnya malu. Bagaimana bisa dia cemburu dengan adik kandung Xia Qiuyue.


"Diemo bawa bawaan Yue-er" titah Yu Jianyu ketika melihat kotak kayu yang terlihat berat yang dibawa oleh Xia Qiuyue.


Diemo mengambil kotak medis Xia Qiuyue sedangkan Xia Qiuyue sendiri mendorong kursi roda Yu Jianyu dan Xia Zichen berada tepat disamping jiejie nya. Mereka berempat berjalan menuju 'Toko Herbal Wen' dengan tenang.


"Yueyue akhirnya kamu datang! Ini siapa?" Wen Huimu langsung berlari menuju mereka berempat berada.


Wen Huimu melihat Xia Zichen dengan tatapan bingung. Dan Xia Zichen pun menatap mata Wen Huimu dengan pandangan polosnya.


"Ini adik Yueyue Master namanya Xia Zichen, maaf dia tidak terbiasa bertemu dengan orang baru" Xia Qiuyue mengenalkan Xia Zichen pada Wen Huimu.


"Hai Master, aku Chenchen" Xia Zichen merasa aura yang dipancarkan Wen Huimu sangat hangat jadi dia berani berbicara.


"Chenchen lucu sekali, ayo kita masuk sudah lama kita menunggu kedatangan mu Yueyue" Wen Huimu menggandeng Xia Zichen dan Xia Zichen tidak menolak Wen Huimu.


Mereka pun masuk kedalam 'Rumah Herbal', salah satu rumah sakit kecil yang dimiliki Asosiasi Dokter lebih tepatnya yang dimiliki Wen Huimu.


"Ini ruangan yang kamu inginkan" kata Wen Huimu menunjukkan ruangan yang tertutup rapat.


"Master Wen bisa sediakan beberapa sepatu baru?" Tanya Xia Qiuyue pada Wen Huimu.


"Tentu saja!"


Tak lama pelayan membawakan beberapa sepatu baru.


"Dimana pasiennya?" Tanya Xia Qiuyue mengambil jas dokternya di kotak medis.


"Di kamar sebelahnya"


Mereka memasuki kamar yang dimaksud Xia Qiuyue. Disana terbaring seorang pria yang terlihat kesakitan. Xia Qiuyue melirik sebentar Yu Jianyu. Xia Qiuyue mendekati pasien.


"Tuan sudah berapa lama anda mengalami kesakitan diarea perut kanan anda?" Tanya Xia Qiuyue pada orang itu.


"Sudah beberapa tahun yang lalu"


Mendengar hal itu Xia Qiuyue mendekati Wen Huimu.


"Master anda berganti baju dengan ini" Xia Qiuyue memberi Baju Operasi pada Wen Huimu.


Wen Huimu mengambil baju operasi dan pergi berganti baju.


"Master pindahkan dia ke ruangan samping pasien lepas sepatu dan anda memakai sepatu baru yang disediakan, setelah itu lepas seluruh baju yang dikenakan dan tutupi dengan kain ini, lingkaran berada tepat di perut sebelah kanan" Xia Qiuyue memberi kain operasi pada Wen Huimu


Wen Huimu memapah pasien ke ruang sebelah. Yu Jianyu tertegun mendengar perkataan Xia Qiuyue.


*Membuka baju? Semuanya? Kamu tidak boleh melihatnya!*


Xia Qiuyue menepuk punggung tangan Yu Jianyu. Yu Jianyu tersadar dari lamunannya.


"Jianyu" panggil Xia Qiuyue.


"Ada apa?" Tanya Yu Jianyu yang masih tidak bisa menghilangkan pikiran tentang pasien telanjang dan Xia Qiuyue ada disana.


"Kamu, Diemo, dan Chenchen tunggu saja disini. Aku akan mengganti baju dahulu" ia pun mengambil baju operasi di kotak medis.


"Tidak aku ikut denganmu!" Tolak keras Yu Jianyu.


"Tidak kamu tidak boleh ikut!" Kata Xia Qiuyue mendengar penolakan Yu Jianyu.


**Pasti ia menolak karena mendengar pasien akan melepas seluruh bajunya.


"Dia telanjang, aku tidak mau kamu melihatnya" bisik Yu Jianyu tepat seperti dugaannya.


"Aku selalu tidak bisa menolak perkataanmu Jianyu, ganti bajumu dengan ini. Dan aku akan menyiapkan kursi untukmu duduk" Xia Qiuyue pergi setelah memberinya Baju Operasi.


"Diemo kamu dan anak kecil ini tunggu di luar saja, Benwang akan berganti baju disini" titah Yu Jianyu pada Diemo.


Diemo mengajak Xia Zichen keluar dari ruangan itu dan menutup pintu. Tak lama Xia Qiuyue datang dengan Baju Operasinya dan Yu Jianyu tertegun melihatnya dengan Xia Qiuyue yang mengikat rambutnya.


*Dia sangat cantik!*


----- TO BE CONTINUE -----


- 1. Qinggong (轻切) \= Kemampuan Untuk meringankan tubuh dan bergerak dengan kelincahan dan kecepatan. Pada tingkat kelahiran yang tinggi, cultivator³ dari keterampilan ini dapat berjalan di air, melompat ke puncak pohon atau gunung, atau bahkan melayang di udara.


- 2. Hanfu \= Busana tradisional bangsa Tionghoa yang berasal dari Tiongkok. [Baju utama yang dipakai oleh para pemain di novel ini untuk sehari hari]


- 3. Cultivator \= Praktisi yang berlatih seni beladiri dan mistis, umumnya agar menjadi kuat dan meningkatkan umur mereka. Meditasi⁴ budidaya Qi¹¹ adalah praktik umum.


- 4. Meditasi \= Praktek untuk pelatihan atau menenangkan pikiran dan jiwa. Cultivator menghabiskan banyak waktu dalam meditasi, pelatihan Qi bahan perenungan wawasan membuat umumnya memerlukan itu. [Singkatnya meditasi adalah waktu ketika seorang cultivator ingin menaikkan tingkat spiritual (Kelas)]


- 11. Qi (气) \= Energi vital yang ada dalam segala hal. Pelatihan Qi adalah Tema utama dalam Wuxia¹², Xianxia, dan Xuanhuan. Energi spiritual dari surga dan bumi (天地之气 tiāndì zhī qì) - Energi natural dari dunia. [Tema novel ini adalah Wuxia, jadi saya tidak akan menjelaskan tentang kedua lainnya. Jika kalian penasaran silakan searching di Google.]

__ADS_1


- 12. Wuxia (武俠) \= Secara harfiah diartikan sebagai pendekar bela diri (Martial Heroes). Cerita fiksi yang menceritakan seorang yang dapat mencapai kemampuan supranatural untuk bertempur melalui proses latihan bela diri Cina dan budaya meditasi. tema ksatria, tragedi, balas dendam dan percintaan adalah tema umum yang digunakan. [Tema di novel ini adalah percintaan dan balas dendam dibumbui oleh tema ksatria]


**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar.


__ADS_2