The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor

The Isolated First Young Lady : Divine Doctor Meets Ghost Emperor
#20 - Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

"Tunggu sampai kita pulang dari sini ya Jianyu, kita akan membicarakan tentang hal itu nanti. Sekarang kita harus fokus dengan masalah ini dahulu"


Yu Jianyu tampak bersemangat ketika mendengar jawaban dari Xia Qiuyue. Dirinya memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi ketika Yueyue nya menjadi istrinya. Yu Jianyu bahkan menghayal tentang dirinya, Yueyue nya, dan anak mereka yang sangat dinantikan pada saat mereka sudah menikah. Yu Jianyu bersumpah akan menjaga keluarga kecilnya dengan sepenuh hati.


"Emm... Jianyu aku benar benar ingin mengatakan sesuatu padamu" Pertanyaan ambigu Xia Qiuyue membuat pikiran pikiran negatif menyerang kepala Yu Jianyu.


Bagaimana tidak, Xia Qiuyue yang tiba tiba melepaskan pelukan mereka dan menatap mata Yu Jianyu takut takut. Yu Jianyu semakin berpikiran negatif karena tingkah laku Xia Qiuyue.


"Ada apa?" Jantung Yu Jianyu berdebar kencang ketika melontarkan pertanyaan itu.


"Ehmm.. Tidak jadi" Bertambah kencang lah debaran jantung Yu Jianyu ketika melihat Xia Qiuyue mengatakan jawaban itu sembari memilin kedua jari tangannya.


"Ada apa hmm? Jangan membuatku takut Yueyue" Yu Jianyu ingin menetralkan jantungnya dengan memegang tangan Xia Qiuyue yang semula memilin jarinya sendiri.


"Kenapa kamu takut? Aku hanya ingin mengatakan jika, bagaimana pendapatmu tentang pasukan khusus. Itu saja! Sebenarnya apa yang kamu pikirkan itu sayang?" Xia Qiuyue benar benar bingung dengan pembicaraan ini bisa membuat Yu Jianyu ketakutan.


"Benarkah yang kamu katakan itu?..." Xia Qiuyue mengangguk menyetujui pertanyaan Yu Jianyu, Yu Jianyu merasa lega dan menenggelamkan kepalanya di pundak Xia Qiuyue.


"... Astaga aku sudah takut ketika melihatmu tadi, kupikir kamu akan mengatakan hal hal yang membuat ku akan jauh darimu" Suara Yu Jianyu terendam karena Yu Jianyu menenggelamkan kepalanya di bahu Xia Qiuyue, tapi Xia Qiuyue masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"Kenapa kamu berfikiran seperti itu?" Xia Qiuyue tidak merasakan risih dengan kepala Yu Jianyu yang menekan bahunya itu, Xia Qiuyue malah mengusap kepala Yu Jianyu.


"Karena nada dan ekspresi wajah mu tadi Yueyue, itu yang membuatku berpikiran macam-macam sayang" Yu Jianyu mendusel di ceruk lehernya menikmati aroma khas Xia Qiuyue yang bisa menenangkan dirinya.


"Benarkah?" Xia Qiuyue memikirkan perkataan Yu Jianyu dengan nada pelan.


"Apa yang kamu maksud Pasukan Khusus itu Yueyue?"


"Aku ingin membantumu memperkuat Pasukan Yu, mungkin akan sangat membantu kalian untuk Perang nanti"


"Yueyue, kamu selalu membuatku terpesona. Apa lagi yang bisa kamu lakukan selain menyembuhkan orang?"


"Banyak hal yang aku lakukan dulu, aku selalu tertarik dengan hal baru dan menarik. memanah, bermain pedang, belajar bahasa, sejarah, mesin, merakit benda, membuat benda, dan banyak lagi..."


"... Tapi dulu aku tidak pernah tertarik dengan namanya cinta dan perasaan istimewa antara pria dan wanita. Hanya ketika aku melihatmu aku ingin mengetahui rasanya cinta dan kasih sayang"


"Dan aku semakin ingin mengenalmu lebih banyak lagi Xia Qiuyue, bisakah kita melakukannya bersama?"


"Dengan senang hati Yang Mulia"


Yu Jianyu menarik tubuh Xia Qiuyue kedalam pelukannya dengan perasaan bahagia yang membuncah.


"Aku akan mengajakmu ke tempat latihan memanah" Yu Jianyu kembali menatap mata Xia Qiuyue.


Tanpa mendengar jawaban Xia Qiuyue, Yu Jianyu langsung membawa kursi rodanya berjalan menuju tujuan karena dirinya sudah tahu apa yang nanti dijawab oleh Xia Qiuyue nya itu.


"Yang Mulia dan Nona Xia ingin pergi kemana?" Seorang prajurit yang sedang bertugas menjaga sisa temannya yang sakit langsung berdiri melihat kedua sejoli itu keluar dari tenda.


"Jianyu ingin menunjukkan tempat latihan memanah, Wu Pei jangan lupa berikan mereka obat seperti biasanya" Xia Qiuyue memang mengetahui nama semua Prajurit Yu karena ingatan nya yang sangat luar biasa itu.


"Baik Nona Xia, hati hati di jalannya"


Karena sudah biasa melihat kemesraan Tuannya bersama Calon Nyonya muda itu. Bagaimanapun juga mereka tidak ingin mengganggu karena mereka juga menikmati kebersamaan kedua sejoli yang terasa hangat dan indah.


Tangan Xia Qiuyue yang semulanya melingkar di leher Yu Jianyu berpindah melingkar di pinggang Yu Jianyu. Jarak mereka yang semula berjarak 10 cm menjadi tidak memiliki jarak karena Xia Qiuyue memeluk erat tubuh Yu Jianyu.


Yu Jianyu merasa senang dengan kelakuan Xia Qiuyue padanya. Ia juga tidak menyesal dengan keputusannya yang mengijinkan Xia Qiuyue membantunya merawat para prajurit yang sakit adalah keputusan yang tepat, nyatanya hubungan mereka sangat dekat bahkan maut pun tidak bisa memisahkan mereka.


"Huang Yu dan Peng Mao adalah pelatih para pemanah" Yu Jianyu memecahkan keheningan diantara keduanya, entah kenapa dirinya tidak suka dengan adanya keheningan diantara mereka.


"Apakah itu berarti Huang Yu dan Peng Mao adalah ahlinya panahan?"


"Tidak, mereka adalah murid dari Fengzhao"


"Jianyu apakah Fengzhao sibuk?" Ucapan Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu terkejut dan menghentikan kursi rodanya.


"Jianyu kamu cemburu?" Xia Qiuyue mengetahui semua sifat Yu Jianyu, hanya mendengar deru nafas Yu Jianyu dirinya sudah tahu jika Yu Jianyu sedang cemburu.


"Tentu saja, kenapa kamu menanyakan pria lain?"

__ADS_1


"Kamu itu sangat menggemaskan Jianyu, tidak mungkin juga aku menanyakan pria lain jika tidak ada sebab bukan. Aku hanya ingin bertanya padamu karena aku ingin melihat kepandaiannya dalam memanah, itu saja kalaupun bisa aku ingin mengajaknya berduel"


"Yueyue ku sangat berani. Sebenarnya kamu tidak perlu mengajak pria lain, pria mu ini bisa segala hal jika kamu lupa"


"Tambahkan, yang tidak bisa pria ku lakukan adalah jauh dariku"


"Itu sangat tepat, pria mu ini tidak bisa jauh darimu karena hanya kamu lah satu satunya tujuan hidupku"


"Bagaimana jika aku harus menjauhi mu?" Pertanyaan Xia Qiuyue membuat mata Yu Jianyu membesar.


"Tidak boleh! Kenapa kamu harus menjauhi ku? Apa nanti kamu tidak mencintaiku lagi? Tidak, bahkan jika itu terjadi aku akan mengejar mu dan membuatmu jatuh cinta lagi padaku" Yu Jianyu melampiaskan kekhawatiran nya dengan memeluk erat tubuh Xia Qiuyue.


"Jika itu terjadi padamu aku juga akan melakukan hal yang sama, sayang..." Xia Qiuyue membalas pelukan Yu Jianyu dengan erat.


"... Ayo jalan lagi, aku tidak sabar memegang busur lagi" Wajah bersemangat Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu ikut bersemangat.


Yu Jianyu pun kembali menjalankan kursi rodanya menuju tempat berlatih memanah. Dan tak lama kemudian mereka berdua sampai di tempat tujuan, bukan karena jaraknya dekat bahkan Tempat Panahan memiliki jarak 12 km dari tenda mereka tinggal. Hanya saja Yu Jianyu sendiri dengan mudahnya mempercepat perjalanan dengan Qi nya agar dirinya bisa melihat tunangan nya itu bermain panahan dengan wajah semangatnya.


"Yuxi dan Diemo ada disini?" Xia Qiuyue terkejut ketika melihat pengawal pribadi nya dan tangan kanan Yu Jianyu berada di sana.


"Tentu saja mereka aku perintahkan berasa disini agar bisa mengawasi mu" Yu Jianyu melepaskan tangannya yang berada di roda dikarenakan Diemo sudah mengambil alih kursi roda itu.


"Bukankah disini sudah ada banyak Prajurit yang berlatih dan juga ada kamu"


"Hanya ingin menjagamu dengan lebih leluasa, disini tidak terlalu banyak Prajurit yang berlatih daripada di tenda, hanya limapuluh orang sayang"


"Itu berlebihan sayang"


"Tidak"


"Terserah kamu saja, aku ingin cepat cepat memegang busur"


Tanpa menunggu perintah Yuxi sudah memegang seperangkat alat untuk memanah, dan menyerahkannya pada Nona Mudanya itu.


"Terima kasih"


Xia Qiuyue menerima busur dan tas anak panah yang penuh dengan anak panah. Xia Qiuyue berdiri dari pangkuan Yu Jianyu mengambil alih kursi roda dari tangan Diemo.


Dengan senang hati Xia Qiuyue menyerahkan perangkat itu pada Yu Jianyu. Mereka berjalan kedalam dan disambut oleh Prajurit yang sedang berlatih.


"Semoga Tuan Muda dan Nona Xia berumur panjang"


"Tidak perlu terlalu formal seperti itu" Xia Qiuyue masih belum terbiasa dengan sambutan seperti itu.


Terlihat ada banyak sekali Terget dengan berbagai model dan jarak yang berbeda. Xia Qiuyue masih mendorong kursi roda Yu Jianyu sembari mencari Target yang menurutnya menarik untuk dicoba, hingga dirinya menghentikan dorongannya ketika melihat 3 target yang berjarak 100 m dan 150m dari tempat berdirinya.


"Aku ambil ya" Xia Qiuyue pun mengambil busur dan 3 anak panah dari Yu Jianyu.


Xia Qiuyue dengan senyumnya menarik tali busur yang ia berikan 3 buah anak panah sekaligus. Dan sesuai apa yang ia inginkan, tiga anak panah itu menancap di ketiga target dan tepat di titik merah.


"Bagaimana menurutmu?" Xia Qiuyue langsung berbalik kearah Yu Jianyu dengan senyum lebarnya.


"Seperti yang kubayangkan, bahkan kamu bisa menang melawan Fengzhao" Yu Jianyu dengan tidak sabarnya berdiri dan memeluk erat tubuh Xia Qiuyue.


"Benarkah? Jianyu apakah masih ada target yang lebih menantang? Ini sangat mudah"


"Tentu saja ada, apakah kamu ti..."


"Kamu tidak perlu menunjukkannya, aku baru sadar kalau disana ada sebuah target kecil di atas pohon. Aku ingin melakukannya" Xia Qiuyue langsung melepaskan pelukan mereka dan mengambil sebuah anak panah.


Para Prajurit yang sedang berlatih itu terkejut dengan perkataan Xia Qiuyue, selama beberapa tahun mereka berlatih tidak pernah melihat dan menyadari ada sebuah target panah yang berbentuk burung berada di atas pohon yang berjarak 200 m itu.


Yu Jianyu juga sedikit terkejut tapi dirinya tahu pasti ada banyak lagi hal hal menarik yang nanti akan terlihat dari kekasihnya ini. Yu Jianyu pun kembali ke kursi rodanya agar tidak mengganggu konsentrasi Xia Qiuyue.


PIU~~ TAK!


Sebuah target burung itupun terjatuh dari tempatnya berada. Seorang prajurit tanpa menunggu perintah mengambil target itu dan menyerahkannya pada Diemo.


"Sempurna" Diemo menunjukan target burung yang tertancap anak panah pada Yu Jianyu dan Xia Qiuyue.

__ADS_1


"Bagaimana? Keahlian ku bagus bukan" Xia Qiuyue memainkan alisnya naik turun kearah Yu Jianyu.


"Aku tidak pernah meragukan mu Yueyue" Yu Jianyu mengacak acak rambut panjang Xia Qiuyue.


"Tentu saja tidak boleh" Xia Qiuyue tidak terganggu dengan kelakuan Yu Jianyu yang mengacak acak rambut panjang nya, karena Yu Jianyu akan merapikannya lagi.


"Aku akan mengajak mu berkeliling perbatasan timur markas" Yu Jianyu menarik tangan Xia Qiuyue agar duduk di pangkuannya lagi.


"Dengan senang hati" Dengan gerakan cepat Xia Qiuyue mencium pipi Yu Jianyu tanpa orang lain sadari.


"Kamu sudah mulai berani Yueyue"


"Bukankah aku harus mengimbangi mu, jika kamu tidak malu kenapa aku harus malu"


Walaupun berkata seperti itu, lain halnya wajah Xia Qiuyue yang memerah. Yu Jianyu hanya tersenyum melihat reaksi Xia Qiuyue.


Yu Jianyu dan Xia Qiuyue berkeliling di perbatasan bagian timur markas ditemani oleh Yuxi dan Diemo yang berjaga dari jarak 10 meter. Perbatasan timur adalah bagian yang sebelumnya tidak pernah Xia Qiuyue datangi karena letaknya jauh dari tempatnya berada. Yu Jianyu menjelaskan apa saja yang mereka lewati, walaupun sesekali dirinya menggoda dan mencium Xia Qiuyue.


"Apakah didekat sini ada tempat yang tidak pernah atau jarang dilewati oleh orang orang?" Xia Qiuyue menghentikan laju kursi roda ketika berada didekat gerbang perbatasan.


"Diemo, dimana tempat itu berada?" Tatapan Yu Jianyu langsung berubah menjadi serius.


"Sekitar satu kilometer arah jam dua dari sini Yang Mulia, konon kata warga sekitar lembah itu sangat berbahaya karena dihuni oleh para monster tingkat bumi keatas"


"Aku ingin melihatnya, apakah kita bisa kesana?"


"Tentu saja kita bisa kesana, Diemo pimpin jalan"


Perjalan menuju lembah itu ditempuh sekitar 30 menit. Selama perjalanan mereka tidak menemukan 1 monster yang menyerang.


**Aku merasakan ada banyak hawa kehidupan disini, tidak mungkin hutan lembah ini tidak ada satupun menyerang kami, apakah mungkin karena aura Yu Jianyu membuat para monster takut dengan keberadaan mereka dan bersembunyi.


"Ini adalah perbuatan kamu bukan, Jianyu" Dengan tatapan selidik Xia Qiuyue hanya dibalas senyuman pasrah Yu Jianyu.


"Hutan ini sudah menjadi teritori Markas Pasukan Yu, jadi mereka harus tunduk pada ku" Yu Jianyu mengusap kepala Xia Qiuyue, tapi tidak menatap mata nya.


"Dari kapan hutan ini adalah teritori Markas Pasukan Yu?"


"Emm... Mulai sekarang?"


"Sungguh sangat bijak sana Yang Mulia"


"Hanya untuk mu saja Nyonya Muda"


Mereka pun saling tersenyum lebar. Tak lama kemudian mereka sampai di Lembah yang sangat luas. Mata Xia Qiuyue menyelidiki keseluruh bagian lembah.


"Sepertinya disini bisa digunakan untuk berlatih" Xia Qiuyue mulai menyukai tempatnya.


"Seperti yang kamu mau Yueyue" Melihat Xia Qiuyue senang senyuman Yu Jianyu pun terpasang indah di wajah tampan nya.


"Kita sebut saja Tiankong Gu"


...


Hari terasa mulai menggelap, mereka pun berjalan pulang menuju markas setelah Xia Qiuyue dan Yu Jianyu menyusun rencana untuk pasukan khusus yang berada dibawah pimpinan Xia Qiuyue sendiri.


[Aku sudah tidak tahan lagi]


"Apakah kalian mendengar suara ini?" Ucapan Xia Qiuyue membuat Yu Jianyu, Diemo, dan Yuxi was-was.


----- TO BE CONTINUE -----


**Hai semuanya!!! Bagaimana kabar kalian? Semoga semuanya baik baik saja!!


Terima kasih dan maaf untuk para pembaca setia TIFYL:DDMGE yang sudah sabar menunggu ketidak pastian kapan Update cerita ini. Maaf jika chat kalian tidak pernah dijawab oleh saya. Maaf juga jika cerita ini sedikit tidak masuk akal bagi para pembaca sekalian.


Untuk kelanjutan cerita ini akan saya Update setiap 1 Minggu sekali (Jika saya bersemangat untuk melanjutkannya). Mungkin 1 Minggu yang lalu saya install kembali Manggatoon karena sebelumnya saya butuh penyimpanan, saya baca baca chat kalian yang sudah tidak sabar menunggu cerita ini kembali membuat saya bersemangat (Terpacu adrenalin karena deadline).


Sekali lagi saya berterima kasih dan meminta maaf kepada kalian semua.

__ADS_1


-Eira


**NB \= Karya ini murni dengan pemikiran saya sendiri [Walau terinspirasi oleh beberapa cerita] semua yang ada di karya ini adalah hasil dari pemikiran saya. Bukan terjemahan, plagiarisme, dan hal hal apapun. Jika terjadi lama update, mohon dimaklumi karena saya juga memiliki hal hal yang lebih penting lainnya. Dan saya masih seorang pelajar**.


__ADS_2