The Legend Of MERMAID

The Legend Of MERMAID
ACARA PERTUNANGAN 2


__ADS_3

Kain cadar yang menutupi wajah cantik Youra pelan-pelan terbuka. Semua mata yang hadir menjadi terbelalak kaget tidak percaya, wanita yang selalu dihina dan dicaci maki atas wajahnya yang buruk rupa, ternyata adalah wanita tercantik di Daratan ini. Tidak pernah mereka melihat wajah yang aura kecantikannya berbeda dari wanita lainnya. Para Pangeran pun menjadi sangat iri melihat calon permaisuri pangeran ketiga, begitu cantik tiada tandingannya, bahkan Youn Hee yang dipuja-puja cantik, kecantikannya ibarat hanya seujung kuku Youra. Raja hanya mengernyitkan dahinya, dia tidak tahu harus respon senang atau kesal karena telah memberi calon yang cantik untuk pangeran ketiga. Semua orang yang ada kini menjadi memuji kecantikan Youra, gumaman demi gumaman mulai terdengar enak ditelinga Youra.


"benarkah itu Youra-nuna ayahanda?" tanya Youn Young, namun perdana menteri hanya diam dan terpaku melihat putrinya, kini dia merasa sangat bersalah telah menelantarkan putrinya, putrinya berjuang hidup sendirian diatas penghinaan oranglain.


"wahhh tidak kusangka, Calon permaisuri pangeran ketiga sangat cantik." ucap Pangeran ketujuh


"benar, aku tidak menyangkanya, tahu begitu aku yang akan menikahinya." saut Pangeran kelima


"sialll harusnya aku yang menjadi calon suaminya, aku yang lebih cocok. lihat saja, kau akan menjadi permaisuriku kelak." gerutu Pangeran Pertama dalam hati dengan licik


Pangeran ketiga tersenyum puas melihat calonnya begitu cantik, dia sudah menduga dibalik cadar itu ada keindahan yang tidak terkira.


"maafkan aku jika setelah melihat wajahku, kalian ingin muntah karena buruk rupa seperti ini." ucap Youra dengan penuh manja dan tersenyum licik


"andai pangeran ketiga tidak lumpuh, mereka adalah pasangan serasi, pasangan terupawan abad ini." ucap para tamu, membuat Youn Hee marah.


"benarr.."


"benarr""


"benar"


Youn Hee kini sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"apa kalian lupa, bahwa Youra-nuna tidak memiliki bakat apapun, menaripun tak bisa, apalagi beladiri." ejek Youn Hee yang sudah sangat kesal mendengar pujian ini terus menerus. Selama tujuh tahun ini dia melakukan kesalahan, hanya merundung Youra yang mengenakan cadar tanpa melihat bagaimana wajahnya sekarang, jika dia tahu wajahnya kembali cantik, dia akan membakarnya lagi hingga menjadi abu, pikirnya yang sudah sangat emosi.


"diaammm semuanyaa!!" teriak Raja Darat yang sudah tidak tahan, semua orang menjadi asyik berbicara sendiri-sendiri


"tetua, segera laksanakan acara pertunangan ini." titah Raja


"maaf yang mulia Raja menyela, bolehkah aku menunjukkan tarian sebelum melakukan pertunangan ini, aku ingin menghibur semua yang datang disini, sebagai tanda maafku karena membuat keributan akan wajahku yang buruk rupa ini." ucap Youra lembut, namun didalam hatinya sudah membara ingin rasanya membungkam mulut Youn Hee yang tidak memiliki rem.

__ADS_1


"baiklahh, tunjukkan tarianmu." Raja mempersilahkan


"pangeranku, maaf menunda acara intinya." ucap Youra membungkuk lalu berjalan ketengah, agar semua bisa melihatnya,


pangeran ketiga hanya tersenyum dan bergumam dalam hati, "apa yang ada dalam pikirannya, sungguh tidak bisa ditebak."


"silahkan mainkan musik apa saja." ucap Youra pada pemain musik


Lantunan musik mulai terdengar lembut dna nyaring, ini adalah tari penyambutan untuk acara pernikahan. Youra menggerakan tangannya dengan gemulai, diikuti langkah kaki dan gerakan kepala mengikuti alur tarian, ditambah senyumannya yang begitu manis merekah, membuat semua orang makin terpana. Senyumannya seperti menghipnotis semua orang yang disana, Raja pun menjadi terhanyut dalam melihat tarian Youra yang sangat indah. Para pangeran menatap Youra dengan penuh keinginan, namun apalah daya dia bukan miliknya. Akhirnya lantunan musikpun berhenti, Youra lalu membungkuk hormat seperti ala penari yang selesai pentas. Tepuk tangan yang meriah menguasai lapangan istana, semua bersorak gembira memuji tarian Youra. sementara youn hee, makin meledak-ledak emosinya, bagaimana bisa wanita yang selalu dirundungnya lebih hebat darinya, bahkan perdana menteri tidak pernah memberikan guru padanya.


"terimakasih Raja telah mengijinkanku menari. maaf tarian ku masih belum bagus seperti penari lainnya." ucap Youra dengan tersenyum sok merendahkan diri, semua orangpun tahu tariannya lebih bagus daripada penari.


"tarianmu sungguh indah, terimakasih telah menghibur kami. duduklah, acara akan dimulai." jawab Raja lembut, sepertinya dia menjadi suka dengan calon menantunya ini


Acara inti pertunangan pun dimulai, tetua yang memimpin acara ini, agar pangeran ketiga dan Youra resmi bertunangan. Tetua berjalan mengelilingi kedua pasangan dengan melilitkan gelang merah dikedua tangan Pangeran Ketiga dan Youra, dan diberikan doa-doa pertunangan. Tidak memakan waktu berjam-jam untuk mengikat hubungan mereka, kini mereka sudah resmi menjadi pasangan yang sudah bertunangan. Lalu acara didampingi dengan musik, tarian dan jamuan untuk para tamu. Sedangkan Youra masih ditempat duduknya menunggu acara hingga selesai, pangeran pertama telah meninggalkan lapangan setelah selesai pengikatan hubungan, dia terlalu iri melihat ini semua. Kelima pangeran yang lain menghampiri pasangan tunangan ini dulu sebelum pergi.


"selamat hyung, tidak kusangka calon permaisuri mu begitu cantik dan manis." ucap Pangeran keempat


"terimakasih pangeran-pangeran." jawab Youra dengan senyuman palsu diwajahnya, para pangeranpun meninggalkan mereka setelah memberikan selamat


"aighh membosankan sekali, aku begitu lelah." gumam Youra


"apa kau lelah? kita bisa pergi lebih dulu." ajak pangeran ketiga yang hanya dibalas seringaian yang tidak enak dari wajah Youra


"maafkan aku, wanita secantik dirimu seharusnya tidak berada disampingku, dan seharusnya kau bisa memilih pangeran yang lebih mumpuni daripada aku." ucap Pangeran ketiga menunduk


"apa yang dia bicarakan? haishhh menyebalkan sekali punya lelaki lemah seperti ini. katanya dia dulu seorang jendral, tapi baru segini saja sudah lemah." gerutu Youra dalam hati


"jika kau tidak menyukaiku, kau boleh membatalkan pernikahan kita nanti." ucap pangeran ketiga tiba-tiba


"apa yang kau bicarakan? bukankah kau dulu seorang jenderal pasukan militer, kenapa kau begitu lemah sekarang?" jawab Youra sedikit marah

__ADS_1


"busungkan dadamu, kau harus terlihat kuat, aku tidak ingin mempunyai pasangan yang lemah seperti ini. lagipula aku tidak mau berpasangan dengan pangeran yang lain. ini pun juga terpaksa." imbuh Youra begitu ketus


Mendengar pernyataan Youra, pangeran ketiga tersenyum puas dengan respon yang dilontarkan, "bagaimanapun caranya, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan tidak akan pernah kulepaskan." gumam pangeran ketiga dalam hati


"apakah kau sudah tau namaku? namaku Ha Joon." ucap Pangeran Ketiga, namun tidak digubris sama sekali oleh Youra


Akhirnya acara pertunangan pun selesai, Youra dengan cepat berdiri akan meninggalkan Pangeran Ha Joon, namun langkahnya terhenti saat melihat para pelayan membantu Pangeran Ha Joon pindah kekursi rodanya, dia tidak ingin terlihat seperti calon permaisuri yang tidak punya belas kasih, dengan terpaksa dia kembali mendekati Pangeran Ha Joon.


"biarkan aku yang mengantar pangeran ke kediamannya." ucap Youra. Raja melihat itu menjadi tersentuh atas perlakuan Youra, tapi disatu sisi dia masih sangat membenci pangeran ketiga Ha Joon


Berjalan melewati koridor menuju kediaman Pangeran ketiga dengan penuh kesunyian tanpa ada percakapan.


"bukankah tadi kau tidak sabar untuk pulang?" tanya Pangeran Ha Joon mengejek


"dimana arah kediamanmu?" mengalihkan pertanyaan


"lurus saja, kediamanku paling ujung." jawab Pangeran ketiga dengan tersenyum, dan Youra tetap mendorong kursi roda itu dalam diam


Namun hingga ujung, mereka belum sampai juga dikediaman Pangeran Ketiga.


"apa dia membodohiku? dimana sebenarnya kediamannya, aku sangat lelah. aghhh menyebalkan." gumam Youra kesal


"sebentar lagi sampai." ucap Pangeran ketiga Ha Joon menahan tawa


"apa apaan ini? kau menipuku? ini hanya sebuahh taman." ucap Youra marah


"duduklah terlebih dahulu kau lelahkan?, kita nikmati udara sejuk ini." ajak Pangeran Ha Joon


"malas sekali hanya berdua denganmu ditempat seperti ini." ucap Youra lalu ingin melenggang pergi meninggalkan pangeran Hajoon. namun lebih cepat dari yang diduga, Pangeran Ha Joon menarik tangan Youra hingga dia terjatuh dipangkuan Pangeran Ha Joon. Mata mereka saling tatap yang hanya berjarak beberap senti, jantung mereka berdetak kencang bergantian.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2