
Youra lalu ingin melenggang pergi meninggalkan pangeran Hajoon. namun lebih cepat dari yang diduga, Pangeran Ha Joon menarik tangan Youra hingga dia terjatuh dipangkuan Pangeran Ha Joon. Mata mereka saling tatap yang hanya berjarak beberapa senti, jantung mereka berdetak kencang bergantian.
Pangeran Ha Joon mendekatkan wajahnya pelan ke arah telinga Youra, ditarik nafasnya pelan, dan membuang nafasnya pelan, aroma wangi yang ia rasakan sungguh membuatnya segera ingin memiliki Youra sepenuhnya.
Badan Youra terasa begitu kaku merasakan nafas hangat yang dikeluarkan oleh pangeran Ha Joon. dengan segera ia beranjak bangun dari pangkuan Pangeran Ha Joon dan berteriak marah,
"apa yang kau lakukan?"
"bukankah kini kau calon permaisuriku?" ejek Pangeran Ha Joon
"yaa.... tapiii bukan berarti kau bisa seenaknya." jawabnya marah
"kau bilang tadi tidak ingin bersanding dengan pangeran lain, itu berarti kau sudah bersedia bersanding denganku." Pangeran Ha Joon masih menggodanya
"aghh terserah kau saja, aku mau pulang." ucap Youra
"kutunggu besok di pertandingan, aku yakin kau akan mengikuti pertandingan ini, apalagi hadiahnya begitu menarik." ucap Pangeran Ha Joon tersenyum misteri yang tanpa direspon Youra, malah langsung melenggang pergi
"bagaimana dia bisa tahu aku akan mengikuti pertandingan ini? apakah aku semudah ini ditebak?" ucap Youra dalam hati lalu pergi pulang.
Diluar dugaannya, saat berjalan melewati koridor, dia malah di hadang oleh Pangeran Pertama. Melihatnya saja Youra sudah merasa jijik, malah bertemu seperti ini pikirnya.
"aghh tidak kusangka bisa bertemu dengan Putri Youra disini." ucap Pangeran Pertama namun tidak direspon oleh Youra membuatnya sedikit geram
"apakah putri Youra ingin pulang? bukankah seharusnya adikku mengantar mu. aghh iyaa aku lupa bahwa dia sudah lumpuh." ucap Pangeran Pertama sangat kasar
"maaf pangeran pertama, aku permisi." ucap Youra mencoba untuk pergi
"panggil aku Dae Hyun saja putri, bila perlu Dae Hyun oppa." goda Pangeran Pertama Dae Hyun
"(berbicara dalam hati) hemmm rasanya aku benar-benar ingin muntah mendengarnya." Youra
"lebih baik kau kuantar pulang, akan berbahaya membiarkan wanita cantik pulang sendirian." goda Pangeran Dae Hyun
"terimakasih tawarannya pangeran, aku bisa pulang sendiri." jawab Youra lalu melenggang pergi
"hemmm menarikk, aku harus merebutnya." gumam Pangeran Pertama.
#Sesampainya dikediaman Youra
"putri, kau dari mana saja? aku mencarimu kemana mana." ucap Soo Min kawatir
__ADS_1
"aghh aku tadi sedang mengurus tikus-tikus yang mengangguku." jawab Youra
"dimanakah ada tikus putri? biar aku yang mengusirnya." tanya Soo min lugu
"lupakan saja, dimana Chul Moo?" tanya Youra
"dia membantu keenam pelayan mengurus cafetaria putri, karena aku menemani putri diacara pertunangan, jadi Chul Moo menggantikanku." jawab soo Min
"baguslahh, kalian harus tetap mengurus cafetaria dengan benar, meskipun tidak ada aku disana."
"aku akan beristirahat dulu." imbuh Youra
Namun rasa keinginan untuk istirahatnya hanya ada dalam keinginannya, kini Youn Hee dan Youn Young datang menghampiri kediaman Youra.
"diam disitu ******!!!" teriak Youn Hee, Youra hanya membalik badannya malas, dia sudah sangat lelah tapi masih harus meladeni tikus pengganggu lainnya
"kau pasti bukan Youra putri ayahanda kan?" teriak Youn Hee
"apa maksud bocah tengik ini?" gumam Youra
"hahh kau hanya diam saja, aku yakin kau bukan Youra." imbuh Youn Hee
"jika aku bukan Youra, lantas aku siapa?" Youra balik bertanya
"hahaha kau lucu sekali. aku begitu lelah hari ini, bisakah kau meninggalkanku?" pinta Youra tenang
"Youn Hee nuna, apa kau ingat jika Youra nuna memiliki tanda lahir dibelakang punggungnya, kita harus melihatnya." ucap Youn Young
"kau benar." lalu Youn Hee berjalan mendekat untuk membuka paksa pakaian Youra untuk melihat punggungnya, Youra hanya tersenyum dan diam saja saat dipaksa
"putri apa yang kalian lakukan? dia benar putri Youra, aku yang selalu bersamanya." ucap Soo Min mencoba membantu menghentikan Youn Hee dan Youn Young
"diam kau!!!" Soo Min terlempar hingga menatap dinding ranjang Youra,
"apa yang kau lakukan pada Soo Min?" kini Youra mengeluarkan suara tingginya karena kesabarannya sudah habis, melihat pelayannya di dorong seperti itu
"beraninya kau membentakku!!!" bentak Youn Hee
"memang apa yang harus aku takutkan darimuuuuu!!!! dasarrr tikusss got." hina Youra
"apa kau bilang? kau menyebutku apa? dasar wanita kurang ajar!!!!" tangan Youn Hee mulai melayang keudara untuk menampar Youra, namun tangannya ditangkap oleh seseorang, ternyata itu ayah mereka perdana menteri man shik
__ADS_1
"apa yang akan kau lakukan?" teriak PM Man Shik pada Youn Hee, sedangkan Youra mendekati Soo min untuk melihat apa dia baik baik saja
"Youra-nuna telah membentakku ayah, hanya karena pelayan rendahan seperti itu." menunjuk Soo Min
"ajari anak kesayangan mu itu sopan santun, selalu mengomel bahwa aku tak mempunyai sopan santun, tapi ternyata dia tak lebih sopan yang berani merundung nunanya sendiri." tegas Youra
"segera minta maaf pada nunamu." perintah PM ManShik
"tapiii aku tidak salah ayah, Youra nuna lah yang salah." rengek Youn Hee
"benar ayah, Youn Hee nuna tidak salah." saut Youn Young
"apa aku tidak salah dengar? memaksa masuk kediamanku tanpa permisi lalu ingin melepas bajuku secara paksa apakah itu dinamakan tidak salah? apakah itu yang kau maksud tidak salah?" teriak Youra begitu marah dan menekankan kata tidak salah
"kauuu!!!!" PM ManShik menunjuk Youn Hee
"ayahhh bukan begitu maksudku, dia pasti bukan Youra nuna, apakah mungkin luka bakar yang ia punya bisa sembuh total seperti ini, aku yakin dia orang lain, maka dari itu aku ingin memastikannya dengan melihat tanda lahir dipunggungnya." rengek Youn Hee lagi
Tanpa menunggu aba-aba Youra melepas bajunya dan menunjukkan punggungnya yang putih bersih di timpa dengan tanda lahir (TOH berwarna merah muda) lalu menutupnya kembali.
"apa kau sudah puas?" tekan Youra
"kalian sangat keterlaluan, kembali kekediaman kalian, dan jangan berani-beraninya keluar rumah tanpa seijin ayah." tegas PM ManShik
"tapi ayahhhh...."
"tidak ada tapi-tapiannn, cepat kembali atau kalian ingin kutambah hukumann!!!!" tegas PM ManShik yang kini sadar sudah menelantarkan putri kandungnya demi putri seorang selir
Tidak bisa membantah, mereka pergi dengan wajah lesu dan penuh amarah, bagaimana mungkin ayahnya kini membela Youra pikir mereka.
"apa kau tidak apa-apa?" tanya PM ManShik pada Youra
"tidak apa-apa, lebih baik ayah kembali ke kediaman, aku sangat lelah ingin istirahat." jawab Youra dingin dan menuntun Soo Min untuk duduk diranjangnya
"baiklahh.. maafkan ayah." lalu PM ManShik pergi dengan rasa penyesalan dan kesedihan
"aku akan memanggil tabib untukmu." ucap Youra yang ingin pergi
"tidak perlu putri, aku baik-baik saja, lebih baik kau beristirahat, aku bisa kesana sendiri nanti. putri harus menjaga stamina, karena besok kau akan melakukan pertandingan. tenang saja aku tidak apa." ucap Soo Min dengan menarik Youra untuk masuk kedalam ruang baca
"baiklah, kau juga istirahat." masuk kedalam ruang bacanya
__ADS_1
-BERSAMBUNG-