The Legend Of MERMAID

The Legend Of MERMAID
SERAH TERIMA


__ADS_3

"pemenang pertandingan kali ini adalah Putri Youra." teriak Wasit mengumumkan, semua orang memberi tepuk tangan yang meriah hingga berdiri, mereka sangat kagum terhadap Youra sekarang.


Pembawa acara meminta Raja dan pangeran ketiga Ha Joon untuk memasuki arena memberikan lencana Jenderal Militer, ini seperti acara serah terima jabatan yang dilakukan jenderal sebelumnya dan yang akan menjabat.


"sebelumnya terimakasih kepada seluruh pendekar yang telah mengikuti pertandingan ini, acara ini bisa berjalan lancar karena kalian semua. Dan pada akhirnya kita telah menemukan pemenang dari pertandingan ini dan akan langsung menerima lencana sah sebagai Jenderal militer." ucap Raja lalu memberikan lencana yang diberikan oleh Pangeran Ha Joon, dan dipasangkan oleh Raja di atas dada Youra. Tepukan meriah menggema disetiap ujung Gor istana.


"Selamat putri Youra atas jabatan yang telah kau dapat semoga kau amanah menjalankan tugas ini. kau juga akan mendapatkan hadiah kediaman baru, didekat pasar, jika kau berkenan kau boleh langsung memakainya, kediaman itu adalah kediaman Jenderal Militer, disanalah tempat tinggal para pasukan militer jika pulang kekota." ucap Raja sambil tersenyum palsu


"terimakasih yang mulia, hamba menerima kemurahan yang mulia." jawab Youra membungkuk, ini akan lebih baik dia tinggal dikediaman Jenderal, dia bisa melatih seluruh pasukan untuk selalu patuh padanya. Dia juga mendapatkan hadiah 10ribu koin emas dari pertandingan ini.


"tidak kusangka calon permaisuri pangeran ketiga sehebat ini, tahu begini aku akan menjodohkannya dengan pangeran pertama. aku harus mencari cara agar mereka berdua mau berpisah." ucap Raja dalam hati yang dapat didengar Youra, mendengar itu Youra hanya menyeringai sinis, tidak disangka Raja benar-benar tidak menyukai pangeran Ketiga


"Selamat putri." ucap Pangeran Ha Joon pada Youra dengan tersenyum


"(dalam hati) aku sangat kagum padamu putri, kuharap kau bisa menghadapi semua rintangan kedepan." Pangeran Ha Joon


"terimakasih, pasti aku bisa menghadapinya." jawab Youra dengan senyuman sedikit percaya diri, bagaimanapun dia masih takut jika penyamarannya sebagai manusia terbongkar, untuk sekarang dia harus semaksimal mungkin menutupi identitasnya.


Setelah serah terima selesai, Raja dan Para Pangeran dipersilahkan untuk meninggalkan Gor istana terlebih dahulu, setelah itu para pendekar dan penonton mulai bubar dari area Gor istana. Tiba-tiba Youra dihadang oleh pendekar Zee


"kau pasti bukan manusia, bagaimana bisa kau menguasai banyak jurus." ucap Pendekar Zee marah, Youra tidak mendengarkannya dan melenggang pergi


"heyy apa kau tuli?" teriak Pendekar Zee sambil menunjuk membuat Youra menghentikan jalannya dan menoleh sinis kearahnya, aura dingin mulai muncul dari dalam dirinya, semua mata kini tertuju pada mereka berdua


"kau pasti bukan manusia, bagaimana mungkin kau bisa mengendalikan semua roh itu." teriak pendekar Zee tidak terima


"kenapa itu pendekar Zee marah-marah?" bisik bisik semua mata yang melihat


"haiss aku malas sekali meladeninya." gumam Youra


"kenapa kau diam saja? pasti benar dugaanku, kau bukan manusia." teriak pendekar Zee lagi


"kalau kekuatan mu masih dibawah rata-rata jangan tidak terima dong atas kekalahanmu." jawab Youra singkat dan menekan pada kata kalah

__ADS_1


"apa? dibawah rata-rata? jelas-jelas akulah paling kuat diantara para pendekar."


"jika kau paling kuat, kau pasti bisa mengalahkanku." jawab Youra dengan wajah datar


"kurang ajarr!!!! rasakan ini." pendekar Zee mengeluarkan jurus api yang begitu besar dan membara, lalu api itu mati seketika dipadamkan oleh Pangeran Pertama Dae Hyun dengan jurus air ombak


"ada apa denganmu? kau bisa membakar seluruh kota jika kau menggunakan jurusmu disini." marah Pangeran Dae Hyun, semua orang lalu membungkuk hormat melihat para pangeran datang


"dia bukan manusia pangeran, dia tidak mungkin seorang manusia, bagaimana mungkin dia bisa menguasai seluruh jurus dengan baik." ucap Pendekar Zee sedikit takut namun pantang menyerah


"tutup mulutmuuu!!! jangan membuat malu nama pendekar dengan ucapan kosongmu itu, apa kau buta, dia adalah putri sah dari perdana menteri Man Shik, semua orang tahu itu. omongan kosongmu ini perlu dikasih pelajaran." teriak Pangeran Dae Hyun


"pengawall, bawa dia kepenjara, hukum agar dia bisa menyadari apa kesalahannya." pinta Pangeran Dae Hyun langsung dilaksanakan oleh pengawal


"ampuunn pangerann... ampuunn... tolong maafkan hamba, jangan kurung hamba pangeran." mohon Pendekar Zee namun tidak digubrisnya, malah dia mendekati Youra


"apa kau tidak apa-apa?" tanyanya dengan memegang pundak Youra dan langsung ditepisnya


"mari kuantar." pinta pangeran Dae Hyun


"tidak usah, aku bisa pulang sendiri." Youra langsung melenggang pergi


Berjalan ditengah keramaiannya kota, dia ingin menyewa kereta untuk mengangkut barang-barangnya ke kediaman Jenderal. Hari ini Youra akan membereskan barang-barangnya dan akan langsung pindah besok, lebih cepat lebih baik pikirnya. Setelah lama berkeliling akhirnya dia mendapatkan kereta sewa dengan harga yang pas, setelah itu mampir ke cafetaria mencari Soo Min dan Chul Moo untuk membantu nya berkemas. Cafetaria terlihat begitu ramai, hingga banyak pendekar yang mengantri diluar untuk merasakan suasana yang katanya berbeda dan menyenangkan.


"hei apa kalian lihat tadi di depan Gor Istana, pangeran pertama membantu Putri Youra saat di labrak oleh pendekar Zee." gumam para pendekar diluar sambil ngerumpi 😬


"benar, pangeran pertama sangat perduli dengan Putri Youra, mereka berdua sangatlah cocok."


"sangat disayangkan Putri Youra mau dijodohkan dengan pangeran ketiga."


Bincangan demi bincangan terdengar jelas ditelinga Youra, tanpa rasa apapun Youra melewati mereka semua, mereka menjadi kikuk melihat Youra datang. Para penjaga membungkuk melihat kedatangan Youra, namun tangannya mengisyaratkan untuk tidak perlu dan mereka sudah paham apa maksudnya.


"aku ingin bertemu pemilik cafetaria ini." ucap Youra

__ADS_1


"baik nona, mari kami antar." ucap Penjaga penuh hormat, merekapun langsung masuk kedalam


"hey apa kau lihat tadi, para penjaga membungkuk hormat pada Putri Youra, apa Putri Youra sedang dekat dengan tuan gangga pemilik cafetaria ini?" mereka bergumam lagi


"entahlah, bisa jadi begitu. aku makin penasaran." ucap mereka


]]


Soo Min dan Chul Moo menemui Youra dan membungkuk hormat.


"besok kita akan pindah kekediaman jenderal yang sudah disiapkan Raja, hari ini kalian pulang lebih awal, bantu aku memindahkan barang segera." ucap Youra


"tapi putri, di kediaman jenderal pasti tidak akan sebebas di kediaman perdana menteri." ucap Soo Min


"apa kau lupa? akulah pemilik kediaman jenderal sekarang, tidak akan ada seorangpun yang bisa membantahku, aku bisa melakukan apa saja, karena aku kini pemiliknya. aku harus segera melatih semua prajurit untuk patuh kepadaku. aku akan melatih mereka menjadi tahan banting." jelas Youra


"baiklah putri. lalu untuk keenam pelayan bagaimana putri?" tanya Soo Min


"aku sudah membeli kediaman didekat cafetaria ini, kediaman itu akan ditempati oleh para pelayan cafetaria." ucap Youra sambil memberikan kunci kediaman yang sudah ia beli


"berikan pada mereka nanti."


"ohiya, dimana kakek dan anaknya?" tanya Youra


"maaf putri, Saya lupa memberi tahu, mereka sudah dari kemarin meninggalkan kota putri, mereka ingin tinggal didaerah pelosok dan bercocok tanam. jadi kakek memberikan ini untuk putri, sebagai tanda terimakasih. dia meminta maaf karena tidak bisa berpamitan langsung pada putri." ucap Soo Min sambil memberikan gulungan kertas dan kayu. entah kayu apa yang diberikan


Saat mereka sedang berbicara, terdengar suara keributan diluar.


"Chul Moo segera liat ada apa diluar." suruh Youra lalu dia mengganti pakaiannya menjadi laki-laki dibantu Soo Min


"baik putri." Chul Moo langsung keluar melihat situasi


-BERSAMBUNG"

__ADS_1


__ADS_2