The Legend Of MERMAID

The Legend Of MERMAID
KEMURKAAN


__ADS_3

"apakah putri Youra sakit? hamba akan memanggil tabib." ucap Soo Min lalu bergegas pergi memanggil tabib


Putri Gangga masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi, apa yang disembunyikan oleh ayahandanya, kenapa pelayan itu memanggilnya putri Youra, apakah dia berada ditubuh orang lain pikirnya. Lalu dia langsung berdiri dan mencari air untuk melihat wajahnya, saat ia mencari air wajahnya terpantul disebuah benda yang menurutnya aneh.


"apa ini? apakah itu pantulan dari badanku, wahh abad ini sungguh sudah maju." gumamnya lalu Putri Gangga segera mengusap kaca yang berdebu sehingga wajahnya tidak terlihat. Dia tersentak kaget, hingga jatuh kelantai.


"kenapa wajahku ini? ada apa dengan wajahku?" ucapnya sambil memegangi wajahnya yang memiliki banyak luka seperti luka bakar, badan, tangan dan kakinya juga dipenuhi luka bakar


"tidaakkk... tidakk mungkiinnn, wajahku begitu lembut cantik dan berseri, semua orang akan terpana dengan kecantikanku saat di abad ke 3, tapi kenapa iniii... apa karena aku melintasi waktu, atau ini wajah yang mirip denganku di abad ini? jikaa iyaa, ini adalah reinkarnasi ku. tungguuu jika tubuh ini adalah reinkarnasi diriku, itu berarti aku sudah meninggal. tapi mana mungkin aku sudah meninggal, aku memiliki kekuatan yang besar, bisa hidup hingga berpuluh-puluh abad. dann ayahanda pasti juga ada di abad ini.. yapss aku harus mencari ayahanda disini, aku harus mencari tahu apa yang terjadi." gumamnya dengan penuh banyak tanya dan pikirannya menjadi berkecamuk entah bagaimana


"putriii kenapa kau duduk dilantai?" teriak Soo Min kawatir melihat nonanya terlihat bingung dan linglung, lalu mengarahkannya untuk duduk di ranjangnya


"tabib, tolong segera periksa putri Youra." mohon Soo Min, lalu tabib langsung mengecek kesehatannya, Putri Gangga masih diam termenung tidak merespon sedikitpun dan terlihat memikirkan banyak hal


"sepertinya putri Youra sedikit mengalami gangguan mental, dia sangat terpukul dengan hidupnya hingga melupakan semua kejadian yang menurutnya pahit." ucap tabib


"lalu bagaimana tabib?" tanya Soo Min kawatir


"aku tidak bisa memberikan resep obat apapun, hanya berilah ketenangan dan beri makanan minuman yang menyegarkan, itu mungkin bisa memulihkannya." jelas tabib


"bagaimana putri bisa tenang tabib, dia selalu dirundung oleh saudara-saudaranya, termasuk perdana menteri." ucap Soo Min dengan menangis


"kalau begitu saya permisi." tabib meninggalkan Soo Min yang menangis terisak-isak meratapi nasib nonanya, sedangkan Putri Gangga masih terlihat bingung dan termenung


"soo min.." tiba-tiba Putri Gangga memanggilnya membuatnya tersentak


"kenapa kau menangis?" tanyanya lagi


"apakah putri baik-baik saja?" tanya Soo min dengan mengusap airmatanya


"tentu, aku baik-baik saja." jawabnya

__ADS_1


"ehmm apakah disini jauh dari laut?" tanyanya


"kenapa nona bertanya soal laut?" tanya Soo Min balik


"aghh kau ini, setiap aku bertanya kau kembali bertanya, jawab pertanyaanku." ucap Putri Gangga marah


"maaf putri, hamba tidak bermaksud begitu. daerah ini tidak terlalu jauh dengan laut putri." jawab Soo Min penasaran, karena selama ini Nonanya tidak mau keluar ruangan ataupun mengetahui tentang dunia luar sejak wajahnya terbakar, apakah nonanya ingin menenangkan diri pikirnya. yapss wajah Putri Youra terbakar saat umurnya 10tahun, dia sengaja dikunci oleh saudara tirinya karena iri dengan kecantikan yang dimilikinya.


"kalau begitu antarkan aku kesana." jawabnya antusias


"tidakk putri, anda tidak boleh kesana, hamba takut jika putri ingin bunuh diri lagi." jawab Soo Min menunduk lesu


"aku tidak akan bunuh diri. aku berjanji." jawabnya meyakinkan


"ada apa dengan pelayan ini, aku bukan tipe orang yang suka bunuh diri." gumamnya dalam hati


Dengan segala rayuan dan bujukan putri Gangga, akhirnya Soo Min mau mengantarkannya. Putri Gangga menggunakan cadar agar wajah terbakarnya tidak terlihat serta baju yang tertutup.


Kini mereka sudah berada dikeramaian, putri Gangga tercengang kaget melihat perubahan yang begitu drastis di abad 10 ini, barang-barang terlihat bagus, dia belum pernah melihat barang-barang indah seperti ini. Meskipun ayahandanya sering pergi kemasa depan, tapi tidak pernah dibawakannya oleh-oleh ataupun cerita tentang masa depan. Saat dia berjalan dan menikmati keasingan yang menakjubkan ini, semua orang disitu bergumam


"iyaa, dia adalah putri buruk rupa, dan hanyalah sampah yang membuat malu keluarga perdana menteri."


"dia bahkan tidak bisa melawan semut." ejekan dan gumaman semua orang membuatnya sedikit risih, bagaimana tidak, dia biasanya selalu dipuja kini dihina mati-matian. Tapi dia hanya menghiraukannya dan berjalan biasa menuju laut.


Sesampainya dilaut, dilihatnya laut sudah terlihat berbeda, terlihat suram seperti tidak ada kehidupan, berbeda di abad 3 para Mermaid selalu menjaga kebersihan dan keindahan laut.


"kenapa laut ini terlihat suram dan tidak terawat?" tanya Putri Gangga


"ini adalah ulah pendekar yang memiliki kekuatan tinggi putri, mereka berlomba-lomba untuk mencari mermaid." jawab Soo Min


"kenapa mereka mencari mermaid?" tanyanya lagi

__ADS_1


"apakah putri tidak tahu, bahwa dengan memakan ekor mermaid mereka bisa dengan cepat meningkatkan kekuatan dalam mereka." jawab Soo Min


"apa maksudmu memakan ekor mermaid? apakah mereka tidak takut jika Raja mermaid murka." suara Putri Gangga sudah meninggi tidak terima manusia berani memakan kerabatnya


"putri ada apa denganmu?" tanya Soo Min kawatir


"jelaskan padaku semuanya yang jau ketahui tentang mermaid." bentak Putri Gangga yang membuat Soo Min takut


"setahu hamba, mermaid hanyalah makhluk langka yang diincar pendekar untuk meningkatkan kekuatan. karena 7 abad yang lalu, Raja dan Putra Mahkota negeri ini mampu mengalahkan Kerajan Lautan/mermaid, sehingga Mermaid menjadi binasa, hanya ada beberapa yang selamat hingga sekarang." jawab Soo Min dengan penuh hati-hati


"kurang ajar, keparat memang manusia daratan." wajah Putri Gangga sudah memerah seperti api membara


"ayoo kita kembali ke kediaman." ucap Putri Gangga yang sudah meletup letup hatinya


Dia ingin segera kembali ke abad 3 dan membunuh Putra Mahkota Balarang, bagaimana tidak, dia sudah berani mempermainkan perasaannya. Dia tidak bisa menerima ini semuanya, apalagi Raja dan dirinya sudah binasa hingga tidak di abad 10 lagi.


Sesampainya di kediaman, Putri Gangga menyuruh Soo Min untuk keluar, dan dia mengunci kamarnya. Segera dia memasuki kalung dimensi yang mana hanya Jiwanya yang masuk, sedangkan Raga Putri Youra masih duduk bersila. Didalam dimensi dia segera mencari pintu berwarna biru, saat menemukannya, tanpa berpikir panjang lagi langsung masuk kedalam pintu itu.


Mata Putri Gangga yang berada didalam gelembung terbuka, dia terbelalak kaget melihat istana laut sudah hancur, seluruh kerabatnya terlihat mati keracunan, kulit mereka melepuh. Ini karena serbuk bunga Ilalang, yappp putri Gangga pernah memberi tahu putra Balarang tentang kelemahan Mermaid karena dia sudah sangat percaya terhadap kekasihnya itu. tidak disangka mereka secepat ini menghancurkan kerajaan laut. Dia merasa murka dan menyesal akan perbuatannya, karena ulahnya semua kerabatnya mati, dan dia hanya bisa meratapi ini karena terlambat menyelamatkan mereka semua. Putri Gangga berenang menggunakan gelembung itu agar kulitnya tidak ikut melepuh terkena serbuk bunga ilalang. Dia berenang mencari Ayahandanya, dan terlihat tergeletak lemas dibawah singgahsananya.


"ayahandaa... ayahhh bangunlahhh.. kenapa ayah tidak memberitahuku semua ini." suara serak Putri Gangga karena tangisnya


Ayahandanya masih bisa membuka mata dan melihat putrinya.


"ayahanda tidak menyalahkanmu sayang, kembalilah ke abad 10 segera, masuklah kedalam dimensi dan cari pintu berwarna merah untuk kembali ke abad 10, dan balaskan dendam dari seluruh kerabatmu yang mati." ucap Raja Abalon


"kenapa ayah tidak hancurkan saja dunia ini. aku tahu ayah bisa melakukannya." suara seraknya masih menggema ditelinga Raja Abalon, lalu dia menutup matanya


"tidakk.. ayahhh tidakkk, bangunlahh.." teriak Putri Gangga lalu menyentuh nadi ayahanda masih terdengar


"aku akan membawa mu ke kalung dimensiku, aku yakin ayahanda akan sembuh suatu saat, dan mari kita hancurkan dunia ini bersama. dan untuk ragaku akan kutinggalkan dilaut ini sebagai tanda kemurkaan ku dan saksi bisu penuh kedendaman dari kerabat-kerabatku. lihatt saja aku akan memusnahkan seluruh keturunanmu tanpa sisa Balarang." ucap Putri Gangga dengan penuh kebencian dan kedendaman

__ADS_1


Segera ia membawa ayahanda ke ruang dimensi dan meninggalkan Raganya didalam gelembung laut. Setelah didalam dimensi, dibaringkan Ayahanda didalam gelembung buatannya dari air laut murni didalam dimensi ini, dia yakin suatu saat Ayahanda nya akan sembuh dan bangkit kembali. Setelah membaringkan Ayahanda nya dengan tenang, dia kembali ke raga Putri Youra, dan bertekad penuh akan membalaskan dendamnya dan melindungi kerabatnya yang masih hidup.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2