The Legend Of MERMAID

The Legend Of MERMAID
CINCIN MERAH


__ADS_3

"ayaahandaaaaa..... kau sudah bangun?" teriak Youra kaget langsung mengeluarkan air mata.


"kenapa kau membawaku kemari putriku?" tanya Raja Abalon lemah


"apa maksud ayahanda? aku tidak ingin kehilangan ayahanda akibat ulah para manusia yang kurang ajar dan serakah. kumohon jangan berkata seperti itu." jawab Youra sedih


"ambillah cincin merah ini." menyodorkan jari tangannya


"ini adalah cincin peninggalan leluhur kita terdahulu ayah, untuk apa diberikan padaku?" tanya Youra


"benar, dengan cincin ini kau bisa membaca pikiran orang lain, berbicara dengan arwah/roh dan masih banyak kegunaan yang lainnya yang belum terpecahkan, kekuatan didalamnya sudah seperti menguasai alam semesta, sebenarnya leluhur kita terdahulu adalah seorang dewa, oleh sebab itu leluhur memberikan cincin ini agar bangsa mermaid bisa melindungi habitatnya dan tidak punah. ayah sudah tidak bisa menemanimu didunia ini, sudah saatnya ayah pergi. ayah hanya bisa bergantung dan mengandalkanmu. ayah percaya kau adalah putri ayah yang paling hebat, tolong jaga bangsa mermaid untuk para leluluhur dan kerabatmu yang sudah meninggal secara tidak adil. Jangan sampai bangsa mermaid punah." ucap Raja Abalon lambat namun masih jelas dimengerti


"apa maksud ayahanda tidak bisa menemani ku lagi? ayah, aku tidak bisa hidup tanpamu ayahanda, kumohon bertahanlah." menangis tersedu-sedu


"ambillah." memegang tangan Youra dan dipakaikan di jari manisnya, lalu Raja Abalon menghembuskan nafas terakhirnya.


"ayaahhhh.... tidakkk ayahandaaa.... jangan tinggalkan Gangga sendiriannn... ayahandaa bagaimana aku bisa melakukan amanahmu... ayahhhhh.... inii semuaa salahkuuu.... huhuhuhuhu." teriak Youra sambil menangis terisak-isak menunduk, dia seperti orang linglung sekarang, duduk disamping gelembung ayahandanya, memikirkan semua hal, dari mulai kesalahannya hingga dia sangat membenci manusia, dia tidak akan terbujuk rayuan manusia lagi pikirnya..


Hingga semalaman, Youra hanya duduk termenung memikirkan semua hal yang membuat pikirannya begitu kacau. Saat menjelang pagi, Youra segera masuk kedalam air laut murni menuju dasar laut. Dia berenang dengan wajah yang begitu masam menuju kediaman tetua ungu.


"putri gangga, ada apa kau kemari sepagi ini?" tanya tetua mermaid ungu


"kenapa kau begitu murung, apakah ada masalah didaratan? jika kau tidak sanggup melawan manusia, tidak perlu pergi kesana lagi putri, tinggallah disini saja." imbuh tetua mermaid ungu


"aku yakin ayahanda pasti bisa hidup kembali, aku tidak akan memberi tahu tetua dulu." ucap Youra dalam hati


"akuu tidak apa-apa, hanya kelelahan dua hari ini melakukan pertandingan. maafkan aku baru sempat kemari, aku ingin mengambil cairan putih dari ketiga kalangan mermaid biru, aku akan mengusahakan sebisa mungkin melahirkan bayi mermaid biru." jawab Youra sedikit lemah


"sepertinya kau sedang tidak enak badan? masuklah terlebih dahulu, aku akan membuatkan mu ramuan." ucap tetua mermaid ungu


"terimakasih tetua, tapi aku ingin segera bersiap-siap untuk melakukan pertandingan terakhir....." tiba-tiba terpotong oleh tetua mermaid ungu


"bukankah ini cincin yang selalu dipakai Raja Abalon, peninggalan dari para leluhur? ada apa ini? kenapa kau yang memakainya?" tanya tetua Mermaid Ungu kawatir, karena orang yang memakai cincin itu adalah pemimpin/penerus bangsa mermaid, jika itu sudah diberikan kepada mermaid lain, itu berarti pemakai sebelumnya telah tiada.


"berikan aku cairan putihnya tetua." jawab Youra menahan air matanya

__ADS_1


"putri Gangga, apa yang kau sembunyikan, ceritalah padaku, jangan kau pendam sendiri." ucap tetua mermaid kawatir, lalu Youra memeluknya dengan erat


"ayahhh.. ayahanndaaa telah meninggalkan kita selamanyaa... ayahhh... aku yang menyebabkan ayah meninggal, akuuu." ucap Youra dengan menangis


(ditepuk-tepuk punggung Youra pelan, dia juga bersikap tabah menahan air matanya, agar Youra tidak terlalu larut dalam kesedihan)


"andai saja aku tidak terbujuk rayuan balarang, bangsa kita tidak akan susah seperti ini, ayahanda juga tidak akan meninggalkan kita secepat ini." imbuh Youra


"ini bukan salahmu putri, ini semua karena manusia sangat serakah, mereka ingin menguasai semuanya tanpa memikirkan makhluk lain yang ingin hidup. bersabarlah putri, kami akan selalu bersamamu." tenang tetua mermaid ungu


"aku tidak akan mengecewakan kalian semua untuk kedua kalinya." ucap Youra penuh keteguhan dengan memegang pundak Tetua Mermaid ungu


"tolong berikan cairan putih itu, aku harus segera kembali." imbuh Youra yang kini sudah sedikit tenang


"ini putri, berhati-hatilah." memberikan 3 botol cairan putih


Youra berenang kembali menuju kalung dimensi, dan berendam sebentar sambil melihat jasad ayahandanya, dia sudah bertekad akan membalaskan dendam terhadap manusia yang sudah membuat bangsa mermaid sengsara. Bangkit dari kolam,lalu kembali keruang bacanya. Segera menyiapkan diri untuk pertandingan Final , apalagi hari ini Raja akan datang menyaksikan langsung pertandingan ini, bagaimanapun caranya dia harus menang.


Lalu ia keluar dari ruang bacanya, terlihat kamarnya begitu berantakan, terlihat Soo Min, Chul Moo dan keenam budaknya membereskan kamarnya.


"maaf putri, semalam Putri Youn Hee datang mencari putri, karena tidak menemukan putri , dia mengacak-acak seluruh ruangan ini, maafkan saya yang tidak bisa berbuat apa-apa." jawab Soo Min


"kurang ajar memang wanita itu. aku harus memberinya pelajaran agar dia kapok telah berani mengusik ketenanganku." ucap Youra


"maafkan saya putri, saya tidak bisa membantu Soo Min karena menjaga Kelompok Gangga Biru dan Cafetaria." ucap Chul Moo membungkuk maaf


"tidak apa-apa, kau memang kutugaskan disitu." jawab Youra


"baiklah, bereskan ini segera, dan kalian berenam segera ke cafetaria menyiapkan semuanya." perintah Youra


"hamba ingin lapor putri, keuntungan kita dua hari ini melonjak pesat ini mungkin karena adanya pertandingan, jadi seluruh pendekar mampir untuk beristirahat." lapor Aeri


"adakah yang lain?" tanya Youra


"lapor putri, saat hamba menyajikan makanan dan minuman, sekelompok pendekar berbicara jika pendekar Zee yang masuk Final adalah orang yang licik. Dia akan melakukan apapun untuk bisa menang, apalagi dia adalah seorang pengendali roh." lapor Hwan

__ADS_1


"hamba juga mendengar, dia sudah menyiapkam ramuan yang bisa melumpuhkan saraf lawannya seketika." tambah Hoon


"baiklah, terimakasih laporannya." lalu Youra melenggang pergi tersenyum sengit, memang manusia sangat licik dan penuh akal bulus, agar mereka dipandang oleh khalayak.


Dibukalah pintu kediamannya oleh Chul Moo, Youra menatap sinis seseorang yang berada didepan gerbang kediamannya, dia berasa ingin langsung menghilang saat ini juga.


"ada apa kau kemari?" tanya Youra sinis sambil mendekati orang didepan gerbang


"tentu saja untuk menjemput calon permaisuriku." jawab Pangeran Ha Joon


"aku bisa berangkat sendiri." jawab Youra ketus


"aku tidak ingin kau membuang tenagamu untuk berjalan, lebih baik naik keretaku agar kau tetap bugar saat dipertandingan." Youra tidak mendengarkan, malah mencoba untuk pergi


"yasudah kalau begitu, bersiaplah untuk bertemu pangeran pertama, aku dengar dia sengaja ingin menjemputmu pagi ini." dan terdengar suara pacuan kuda mendekat, membuat Youra menghentikan langkahnya.


"belum selesai aku berbicara, dia sudah datang." ledek pangeran Ha Joon, Youra hanya menggerutu kesal dan terpaksa memasuki kereta Pangeran Ha Joon tanpa sepatah katapun. Dia hanya duduk termenung memikirkan ayahanda, bangsa mermaid, dan manusia yang sangat dibencinya.


Pangeran Ha Joon menatap pekat Youra, dia merasa Youra berbeda hari ini, terlihat begitu sedih, seperti banyak beban pikiran, ucap Pangeran dalam hati.


"haruskah aku menghiburnya? tapi bagaimana caranya, dia begitu dingin." ucap pangeran Ha Joon lagi dalam hati, yang membuat Youra tersenyum


"aku harus mencobanya." Pangeran Ha Joon dalam hati, saat dia ingin membuka mulutnya terhenti oleh ucapan Youra


"kalau tidak bisa menghibur orang lain, tidak perlu menghiburku." ucap Youra ketus


"haa?? bagaimana dia tahu aku ingin menghiburnya." ucap Pangeran Ha Joon dalam hati lagi karena bingung


"jelas-jelas kau berbicara begitu lantang, bagaimana mungkin aku tidak mendengarmu. semua orang pasti akan mendengarmu." ucap Youra lalu menoleh kearah pangeran Ha Joon yang sedang kebingungan.


"Yool, apa kau mendengar aku berbicara akan menghibur calon permaisuriku?" tanya Pangeran Ha Joon pada pengawal setianya Yool yang duduk di kursi kusir.


"tidak pangeran." jawab Yool tegas


Youra reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "apakah ini kekuatan dari cincin merah ini?" ucap Youra dalam hati

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2