
Youra reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "apakah ini kekuatan dari cincin merah ini?" ucap Youra dalam hati
"bagaimana kau bisa mendengar suara hatiku?" tanya Pangeran Ha Joon membuat Youra kebingungan tidak tahu harus menjawab apa
"aaa ini pasti karena kita adalah pasangan yang sudah ditentukan dewa, jadi kau bisa membaca isi hatiku. hheehhe." goda Pangeran Ha Joon membuat Youra menyeringai kesal
"bagaimana dia bisa memiliki kekuatan batin, pasti ada yang disembunyikannya?" ucap Pangeran Ha Joon dalam hati
"tidakkk... aku tidak menyembunyikan apapun darimu." jawab Youra Refleks yang membuat pangeran Ha Joon mendekatkan badannya memojokkan Youra, hingga wajah mereka berdekatan
"padahal aku berbicara dalam hatiku barusan." ucap Pangeran Ha Joon pelan membuat Youra makin bingung
"aihhh aku belum terbiasa dengan kekuatan ini, aku belum bisa membedakan mana ucapan lantang dan dalam hati." ucap Youra dalam hati
"kenapa kau diam dan begitu bingung? apa kau takut karena aku mengetahui rahasiamu." ucap Pangeran Ha Joon
"rahasia? rahasia apaan, jangan sembarang bicara." ucap Youra mendorong badan Pangeran Ha Joon yang tidak bergeming, malah badannya didekatkan lagi pada Youra
"kalau bukan rahasia, ini berarti aku bisa memberi tahu siapapun. ah leganya aku." jawab Pangeran Ha Joon lalu bangkit dari dekatnya badan mereka
"eihhh... bukan begituu,, baiklahh... baiklahh... aku mengakui itu, tolong jangan beritahu siapapun, aku percaya padamu." ucap Youra lugas
"kau percaya padaku? mana bukti kau percaya padaku." goda pangeran Ha Joon sambil berbicara didekat telinga Youra pelan
"ishhh apa-apaan kau ini. biarkan aku turun disini." teriak Youra kesal
"eihh ngambekk, calon permaisuri tidak boleh cemberut begitu dong, cantiknya jadi hilang." goda Pangeran Ha Joon sambil mencubit kedua pipi Youra yang terlihat mengembang karena memanyunkan bibirnya
"terserah kau saja." menepis kedua tangan Pangeran Ha Joon dan menggeser duduknya agar sedikit menjauh.
__ADS_1
"pangeran kita telah tiba." lapor Pengawal Yool
Pengawal Yool membuka pintu kereta dan membantu Pangeran Ha Joon untuk turun, begitupun Youra berpura-pura baik didepan umum.
"aku tahu sekarang kau bisa mendengarku, kuharap kau bisa menang dan mengalahkan trik murahan yang digunakan pendekar Zee, aku pergi dulu." ucap Pangeran Ha Joon dalam hati, mengisyaratkan pada pengawalnya untuk masuk kedalam Gor Istana.
Youra berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan oleh pantia, disampingnya sudah ada pendekar Zee yang tersenyum padanya.
"lihat saja Putri Youra, walaupun kau menguasai banyak jurus, tapi kau tidak akan bisa melawan kekuatan rohku, apalagi ramuan yang sudah kubuat sebagai cara terakhir untuk mengalahkanmu." ucap Pendekar Zee dalam hati, Youra hanya menyeringai mendengar itu semua.
Sedangkan, bangku podium penonton sudah penuh bersesakan, mereka sangat penasaran dengan kekuatan Putri Youra yang dianggap sampah sebelumnya. Youra menjadi bahan pembicaraan terhangat dari kemarin tentang kekuatannya, apalagi bisa melawan Youn Hee dengan mudah. Keluarga Youra juga datang kali ini, wajah Youn Hee masih terlihat kesal dengan Youra, penuh kebencian dan kedendaman. Tak lama kemudian, Raja memasuki Gor Istana, di temani para pangeran, semua orang langsung berdiri membungkuk memberi hormat terhadap Raja. Karena Raja sudah datang, acara pun segera dimulai, dengan memukul gong tiga kali.
Pembawa acara mempersilahkan Youra dan pendekar Zee memasuki arena. Wasit meminta mereka untuk membungkuk satu sama lain memberi hormat, peraturan masih sama, tidak boleh saling membunuh, siapapun yang sudah tidak melawan dan keluar dari arena dianggap kalah. Namun, cara apapun untuk menyerang dianggap sah-sah saja, asal tidak membunuh lawan.
Wasitpun memberi aba-aba bahwa pertandingan bisa dimulai. Youra mencoba mencari titik celah dari pendekar Zee dengan melawan kecil-kecilan namun tidak disangka Pendekar Zee langsung membalas dengan kekuatan penuh, hingga membuat Youra terpental.
Saat Youra mencoba untuk bangkit, Pendekar Zee langsung menggunakan jurus Pemanggil Roh, roh itu langsung keluar dan mengelilingi Youra, bagi Pendekar yang memiliki kekuatan dibawah rata-rata tidak akan bisa melihat roh tersebut.
"ada apa? kenapa dengan putri Youra?" tanya penonton yang melihat Youra kesusahan untuk bangkit
"tidak disangka pendekar Zee langsung menggunakan jurus pemanggil roh, dia pasti merasa jurus api tidak akan mempan bagi Youra, kurasa dia sedang mencari kelemahan putri Youra." ucap para pendekar yang mampu melihat roh mengelilingi Youra
Terlihat seringaian dari bibir Youra,
"kau tidak menganggapku enteng ternyata." gumam Youra, sedangkan Pendekar Zee sudah terlihat bangga melihat Youra kewalahan
Digunakan kekuatan cincin merahnya untuk berkomunikasi dengan para roh tersebut, lagipula batu penyegel roh yang diberikan Pangeran Ha Joon sangat berguna, sehingga para roh tidak bisa bermain-main dengan rohnya.
"apa kalian yakin ingin bermain-main dengan rohku?" tanya Youra dalam batin yang mencoba berkomunikasi dengan para roh
__ADS_1
"bagaimana bisa kau berbicara dengan kami?" tanya para roh itu
"aku adalah jiwa yang sudah mati, mungkin aku lebih tua dari kalian semua, apa kalian tidak bisa merasakannya?" jawab Youra dengan penuh percaya diri
"benar, aku merasa roh wanita ini dari 7 abad yang lalu, pantas saja kita tidak bisa dengan mudahnya memainkan rohnya. biasanya dengan batu penyegel pun kita bisa melewatinya." ucapa para roh
"maafkan kami leluhur tidak tahu asal muasalmu, kami minta maaf telah menganggu kehidupan mu didalam tubuh wanita ini." ucap para roh merasa bersalah, karena bisa memasuki tubuh seseorang adalah kemauan semua para roh didunia ini, jadi mereka tidak ingin menganggu sesama roh yang sudah mati dan ingin hidup kembali.
"ada apa dengan para roh itu? kenapa mereka diam saja, seperti sedang berdiskusi?" semua orang yang melihat menjadi bingung dan bertanya-tanya
"tidak kusangka dia sehebat ini." gumam Pangeran Ketiga Ha Joon kagum, begitupun Raja yang melihatnya sangat takjub, para pangeran juga tidak bisa mengalihkan mata mereka pada Youra
"baiklah, kali ini aku akan memaafkan kalian, sekarang kalian pilih, akan kembali pada pendekar brengsek itu, atau pergi dari sini?" tanya Youra
"jangan usir kami leluhur, biarkan kami tetap bersamanya, sebagai balasannya kami akan selalu hormat dan patuh terhadapmu." mohon para roh
"baiklah, mulai sekarang anggap aku tuan kalian yang lebih tinggi dari pendekar itu, jika kalian berani macam-macam, aku bisa melenyapkan kalian seketika." ancam Youra, lalu para roh itu langsung kembali pada pendekar Zee
"apa-apaan ini? kenapa para rohku kembali tanpa melakukan apapun?" ucap pendekar Zee, mencoba membaca mantra agar para roh menyerang Youra namun sia-sia, para roh tidak mau mendengarkan.
"sial!!!! aku harus menggunakan cara terakhir, dengan ramuan pelumpuh saraf, dengan begini dia tidak akan bisa apa-apa." ucap pendekar Zee dalam hati
"ouhh jadi ini adalah cara terakhirmu, baiklahh." gumam Youra dengan senyuman sumringahnya
Ternyata ramuan itu dioleskan pada pedang kecilnya, pendekar Zee akan menyerangnya dengan jarak dekat. Melihat hal itu, Youra mengeluarkan jurus es untuk membuat benteng agar pendekar Zee susah mendekatinya, saat melihat pendekar Zee sibuk melelehkan benteng es dengan jurus apinya, Youra menggunakan jurus bayangan, yang mana tubuh aslinya berada tepat dibelakang Pendekar Zee, dengan kekuatan pengendali tubuh, secara paksa pendekar Zee menggerakkan tangannya sendiri, mengambil pedang yang sudah terlumuri ramuan pelumpuh saraf, dan menggoreskannya sendiri di tangan dan kakinya. Tidak menunggu lama, Pendekar Zee terduduk lemas, tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya. Wasitpun menghitung mundur, apakah Pendekar Zee masih bisa bangkit, sampai hitungan kesepuluh, Pendekar Zee masih terduduk lemah tak berdaya dengan wajah kesalnya karena kekalahan.
"pemenang pertandingan kali ini adalah Putri Youra." teriak Wasit mengumumkan, semua orang memberi tepuk tangan yang meriah hingga berdiri, mereka sangat kagum terhadap Youra sekarang.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1