The Legend Of MERMAID

The Legend Of MERMAID
PERTANDINGAN 1


__ADS_3

#Keesokan harinya


Hari dimana pertandingan akan dilaksanakan di gor istana, yang mana Raja akan mencari pengganti pangeran ketiga Ha Joon menjadi Jenderal militer. Didepan gor istana para peserta/pendekar sudah mengantri untuk mendaftarkan dirinya masing-masing, antrian sudah begitu panjang seperti antrian akan menerima sembako gratis.


Sebelum menuju gor istana, pagi-pagi sekali Youra bertemu dengan pemimpin kelompok Gangga biru di cafetaria. Pemimpin melaporkan bahwa mereka berhasil membunuh perdana menteri Dong dan berhasil mencuri peta emas yang katanya berharga itu.


"bagus, kerja yang bagus, nanti aku akan langsung temui orang yang menyuruh kita dan meminta bayaran sisanya. kembalilah." ucap youra


"baikk putri." jawab Pemimpin kelompok Gangga Biru membungkuk ijin undur diri


Segera disembunyikan peta itu di kalung dimensinya dan berangkat menuju Gor Lapangan istana. Seperti biasa, suasana menjadi riuh dan heboh saat mereka tahu siapa yang datang. Youra ikut mengantri untuk mendaftar, tidak seperti bangsawan lainnya yang langsung memasuki Gor, karena mereka mendaftar jalur belakang.


"itu putri Youra, benar yang dikabarkan ternyata dia sangat cantik tidak ada buruk rupanya sama sekali." ucap mereka terkagum


"tapi kenapa dia ikut antri? bukankah lebih baik langsung masuk saja, diakan termasuk bangsawan, apalagi sekarang menjadi tunangan pangeran ketiga." ucap mereka lagi


"atau dia merasa kurang percaya diri, rumor kan sudah tersebar dari dulu bahwa dia tidak bisa beladiri sama sekali."


"agh iyaa benar-benar, waktu itu saat digoda preman pasar pun dia tidak bisa melawan sama sekali."


"untuk apa dia kemari, apa hanya untuk membuat malu dirinya."


"aghh aku ingin selalu memuji kecantikannya, tapi jika aku melihat dia tidak bisa beladiri bisa sirna sudahh." terdengar ucapan para peserta itu ditelinga Youra, dia hanya menunjukkan senyuman mengerikan mendengar itu semua, kenapa hidupnya tidak bisa tenang diabad ini pikirnya.

__ADS_1


Tiba-tiba ucapan itu hilang seketika,


"para pangeran datang, para pangeran datang. oh dewa mereka tampan sekali." histeris para peserta wanita


Youra hanya menarik nafas beratnya, sebegitukah dipuja-pujanya seorang pangeran di abad ini, padahal mereka semua tidak punya hati, pikir Youra.


"putri Youra, kenapa anda disini?" sapa Pangeran Pertama namun tidak digubris sama sekali, dan malah melangkah maju mengambil gilirannya untuk mendaftar


"ouhh ternyata calon permaisuri adikku ketiga ikut pertandingan ini, kenapa tidak langsung masuk saja, bilang saja atas ijin Pangeran pertama." goda Pangeran Pertama, semua orang mulai berbisik tentang Youra yang didekati Pangeran Pertama


"terimakasih pangeran Dae Hyun." ucap Youra langsung melenggang pergi meninggalkan para pangeran


"apa kau dengar hyung, Putri Youra memanggil namamu, bukankah tidak sopan kalau kalian belum kenal?" ucap pangeran kedua, dan tidak digubris pangeran pertama malah melenggang masuk


"aishh tutup saja mulutmu." ucap pangeran kelima dengan membungkam mulut pangeran keenam


Pembawa acara didalam Gor menyambut kedatangan pangeran, dan mempersilakan untuk duduk di tempat yang telah disiapkan, para juri juga sudah berada pada posisi masing-masing, untuk Raja hanya akan menghadiri pertandingan saat sudah final. Tahun ini pangeran dilarang mengikuti pertandingan, karena takut ada yang terluka seperti pangeran ketiga, oleh karena itu Raja tidak memperbolehkan itu.


Youra mengambil kursinya, ternyata dia duduk bersebelahan disamping saudara tirinya, dia hanya bisa menghela nafas panjang, kenapa selalu di dekat tikus pengganggu.


"aghh kebetulan sekali nuna, kita duduk berdampingan." ucap Youn Young dengan polos


"untuk apa kau kemari? apa hanya ingin mempermalukan dirimu saja, sudah lebih baik pulang saja, bangun pandangan baik orang dengan wajahmu. hahaha" sindir Youn Hee

__ADS_1


Dihiraukannya ucapan kedua saudara tirinya, Youra malah melihat sekeliling, seperti ada yang ingin dicarinya.


"cihhhh... katanya mau menungguku dipertandingan ini, tapi batang hidungnya saja tidak kelihatan." ucap Youra dalam hati


"ihhh pemikiran apa iniii?" gumamnya lagi sambil memukul kepalanya pelan


"pangeran ketiga yang mewakili sebagai mantan jenderal sebelumnya datang." semua mata tertuju pada pintu melihat seorang lelaki tampan diatas kursi roda didorong oleh pengawalnya, suara bisik-bisik mulai terdengar kembali


"kasihan sekali pangeran ketiga. andaikan dia tidak lumpuh." gumam para peserta dan penonton


"baiklah karena semua sudah berada di sini, acara akan segera dimulai." ucap pembawa acara lalu gong dipukul tigakali


Pembawa acara meminta bangsawan,juri, dan pangeran pertam untuk melakukan sambutan. Pangeran pertama juga menjelaskan tentang peraturan pertandingan ini.


"pertandingan hanya dilaksanakan didalam arena, jika saat bertanding dan keluar dari arena, itu dinyatakan langsung gagal/kalah. Serangan apapun akan dianggap sah dalam arena, namun tidak boleh saling membunuh, lawan harus tetap masih hidup baru dianggap menang. siapapun yang melanggar ini akan langsung didiskualifikasi. Bagi para peserta yang unggul boleh memilih lawan mainnya dalam arena." tegas Pangeran Pertama singkat namun jelas


Pembawa acara sedikit menjelaskan ulang peraturan tersebut, dan langsung membuka pertandingan ini. Para peserta mulai dipanggil kedalam arena, melawan lawannya dengan sekuat tenaga dan seluruh kekuatan mereka, ada yang tenang, ada yang terlalu gegabah dan brutal saat menyerang. Banyak peserta yang mendapatkan luka yang serius, patah tulang, kulit tersayat, dan kehabisan darah. Mereka bisa melakukan apapun didalam arena asal lawannya tidak mati, jikalau lawannya mati diluar arena masih akan dianggap sah, karena bukan didalam arena, meskipun itu disebabkan oleh pertandingan ini. Peraturan yang sungguh kejam memang, tapi ini juga untuk melatih para calon Jenderal jika berada dimedan perang, mereka tidak boleh ada rasa belas kasih pada lawannya. Sebenarnya pertandingan ini hanya banyak diikuti oleh para pendekar lelaki, namun ada segelintir wanita yang mau mengikutinya, itu mungkin karena sudah merasa kekuatannya mumpuni untuk mengalahkan lelaki, seperti Youra yang sudah betekad akan mengambil alih dunia manusia, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Dia akan mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya, ini juga untuk melatih dirinya bagaimana rasanya melawan pendekar yang sudah berilmu tinggi didalam arena pikirnya.


Pembawa acara memanggil nama Youra dan lawan mainnya adalah Pendekar Feng dari gunung sebrang, Pendekar Feng lumayan banyak dikenal dengan kekuatan ilusinya, dia mampu dengan mudah mengelabuhi lawannya dengan menggandakan dirinya. Para penonton makin tertarik untuk melihat, apalagi lawannya adalah Youra, mungkin saja sekali gerak Youra sudah kalah pikir mereka. Para Pangeran menatap arena begitu pekat, begitupun pangeran Ketiga Hajoon dia berekspektasi tinggi terhadap calon permaisurinya. Wasit memberi aba-aba bahwa mereka bisa memulai pertandingannya.


"kudengar kau hanyalah sampah, tapi wajahmu begitu cantik, tidakkah kau mundur saja, daripada aku membuatmu malu dan membuat wajah cantikmu terluka." ejek Pendekar Feng, namun Youra hanya diam menatap hanya mengeluarkan hawa dingin membuat Pendekar Feng seperti ingin membeku, hingga para penonton dan peserta lainpun merasakan rasa dingin dalam tubuhnya.


"siapa yang mengeluarkan hawa dingin ini." gumam para peserta dan penonton

__ADS_1


"sudah kuduga, kau tidak seperti yang dirumorkan, auramu membuatku yakin bahwa kau bukan orang biasa." ucap Pangeran Ketiga dalam hati dengan penuh senyuman puas


__ADS_2