
⚠️Awas Typo!
⚠️ Jangan lupa voment sahabat
...Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗...
"Rain," panggil Sam sebelum Rain membuka ganggang Pintu.
"Thanks," ucap Sam tulus, dan dibalas senyuman tipis oleh Rain.
"Gue gak tau kenapa muka lo sampe bonyok kayak gitu, dan gue rasa kayaknya gue gak perlu tau. Tapi sebelum lo buat luka kayak gini, ingat ada orang tua Lo yang khawatir kapanpun, dan dimanapun itu, Sam," pesan Rain lalu berlalu di balik pintu.
Setelah memastikan Rain benar-benar menghilang, Gesang membuka suaranya lagi. "Siapa?"
"Preman jalanan," jawab Sam singkat.
Gesang menatap Sam penuh selidik. Ia sedikit tidak percaya dengan jawaban Sam.
"Lah, salah apa Lo sampe di keroyok?" tanya Wildan.
"Gue ngebut," jawab Sam asal.
"Gak masuk akal." ucap Gesang.
"Iya juga sih... Gak mungkin lo di keroyok cuma gara-gara ngebut," sahut Alex.
"Empat tahun gue rasa gue cukup kenal segala ekspresi Lo. Jangan lupa insting gue tajam, Sam. Gue tau lo bohong," kata Gesang dengan ekspresi datar.
Sam mengacak rambutnya kasar. Dalam keadaan seperti ini rasanya ia ingin mencabut otak Gesang yang kadang pintarnya tidak sesuai keadaan.
"Kenakalan gue lebih parah daripada lo semua. So, otomatis musuh gue juga lebih dari kalian."
"Alah, gak usah lo jelasin gitu juga gue udah ngerti. Kenakalan lo lebih parah, gue tau. Musuh lo lebih banyak dari pada kita, kita semua juga tau. Terpampang jelas noh di apart gue kalau foto musuh lo paling banyak." sanggah Alex dan diangguki Wildan.
Sudah dibilang kan, kalau Apartemen Alex itu baschamp empat sekawan. Memang model musuh mereka semua berbeda-beda. Jika Sam memiliki musuh karena balap motor dan tawuran, maka berbeda dengan Alex dan Wildan yang dominan memiliki musuh karena rebutan cewek, dan berbeda juga dengan Gesang yang sedari dulu musuhnya paling berbeda. Kelahinya, kelahi otak. Bukan tonjok menonjok. Dan semua wajah musuh mereka di tempel di salah satu kamar yang ada di apartemen Alex. Kamar dengan sebutan 'hell room'.
"Yofal, Rizky, Radit, Ardan, Dito, Reza, Darga, Dimas, Leon, Kinan, Amal, Doni, terakhir ... Leonard."
"Ngabsen siapa Lo?"
"Musuhnya Sam."
"Leonard blacklist. Tuh orang udah mendekem di penjara." ucap Wildan
Sam menggeleng pelan."Dia udah keluar."
Keluar, satu kata yang membuat Alex, Wildan, dan Gesang membeku di tempat.
"Gimana dia bisa keluar?" lirih Alex.
"Jangan bilang, ini..."
__ADS_1
"Iya," jawab Sam cepat
"Anjir kenapa lo gak ngomong dari tadi goblok!" umpat Wildan.
"Tapi gimana bisa dia keluar? Sedangkan aturannya dia dipenjara selama 6 tahun. Dan sekarang bahkan baru jalan 2 tahun."
"Money. Keluarga Leonard juga bukan keluarga yang bisa diajak main-main dengan hukum. Pamannya pengacara terkenal. And i mean, dua tahun di penjara itu hanya sebagai hukuman dari keluarganya." jelas Gesang.
"Tapi gak bisa begitu lah. Dua tahun yang lalu jelas dia sudah kena tuntutan percobaan pembunahan, dan dia make." Sanggah Wildan tidak terima. Kejadian dua tahun yang lalu bahkan masih membekas di otaknya.
"Lek, lo, okey?" tanya Sam saat melihat wajah Alex yang mulai sedikit pucat.
"Ha?" Alex ling lung.
"Dua tahun mungkin gak cukup buat lo sembuh dari trauma. Tapi gue gak bisa ngelakuin hal lebih. Gue punya batasan buat ngelakuin suatu hal. Gue gak bisa buat leonard masuk penjara lagi, tapi gue pastiin, Gue, Wildan, dan Gesang bakal ada buat selalu jadi tameng lo. Gak usah khawatir, gue jamin kejadian dua tahun yang lalu gak bakal keulang lagi." ucap Sam penuh keyakinan.
"Ah, anjir baper gue. Gue mau ubah gender ah. Terus pacaran sama lo. Diam-diam perhatian." Huft. Sudahlah jangan mengharap bisa ngomong serius dengan Alex.
"Goblok! dikasih hati minta jantung ya kek gini."
Bunda calling...
Sam memberi kode teman-temannya diam dulu.
"Hallo, Nda."
"Dimana? Kenapa tadi malam gak pulang? Gak sekolah?"
"Bunda gak pernah ajarin Sam bohong. Jawab jujur dimana?"
"Siapa yang bohong?"
"Bunda tadi malam telpon Alex."
Sam melototkan matanya pada Alex. Lalu menjauhkan hp dari telinganya.
"Ngomong apa lo sama Bunda?" tanya Sam.
"Astaga Sam! lupa gue tadi malam bunda nelpon!" seru Alex heboh.
Sam memutar matanya malas. Ia meruntuki sifat pelupa Alex. Bodoh!
"Sekarang kasih tau bunda kamu dimana?" seru Bunda saat Sam kembali menempelkan handphone di telinganya.
Sam menghela nafas sebentar. Mau tidak mau harus jawab. Daripada bunda mengamuk."Rumah sakit, Bun."
"Ha? Kamu gak bohongin bunda kan? Rumah sakit mana? Kok bisa masuk rumah sakit? Cepet jawab rumah sakit mana?!"
"Rumah Sakit... Sang, ini rumah sakit apa?" tanya Samuel pada Gesang.
"Amalia," jawab Gesang.
__ADS_1
"Rumah sakit Amalia, Bun."
"Bunda kesana. Kamu ini ada-ada saja." keluh Bunda.
Memang cukup mengagetkan kalau Sam sampai masuk tumah sakit. Terakhir ia di rawat inap 8 tahun yang lalu saat kelas 4 SD karena sakit DBD.
...🍫🍫🍫...
Kelas 12 IPS 2 lebih sepi dari biasanya. Sudah pasti alasannya karena tidak adanya empat sekawan si penghuni meja-meja di ujung belakang. Tapi bukan berarti kelas mereka jadi hening. Tetap saja ribut tetapi sedikit berkurang saja.
"Gue yakin pasti mereka bolos bareng," celetuk Keysha.
"Tapi masa Gesang juga bolos? Dia gak pernah sekalipun bolos." balas Pipit yang memang selalu menjadi teman sebangkunya Gesang.
"Apasih yang enggak kalau sudah ada Wildan sama Alex. Mereka berdua itu racun," ucap Keysha menggebu-gebu.
"Gak usah suudzon lu pada. Wildan sama Alex itu sakit." ucap Rania yang bsrusan saja mendapat kabar dari walikelas. Di kelas ini Rania menjabat sebagai seketaris. Jadi jika ada yang tidak masuk, Bu Citra akan memberitahu Rania. Masih ingat Bu citra kan?
"Terus Sam dan Gesang?"
"Si Gesang katanya nemanin keluarganya yang sakit, kalau Sam gak tau deh, itu anak kemana. Belom ada kabar lagi dari Bu Citra." jawab Rania yang masih sibuk dengan mengisi buku absen dan jurnal.
"Serius Sam belom ngasih kabar?"
"Belom emang kenapa?"
"Lo mulai tertarik sama Sam?" Keysha menggoda menaik turunkan kedua alisnya.
Rain memutar matanya malas."Ck. Gue nanya bukan berarti gue suka. Coba gue tanya sekarang. Pipit yang tau Gesang gak pernah bolos, apa berarti dia suka Gesang?"
"Wo ya jelas!" seru Keysha dan Rania kompak hingga membuat pipi Pipit bersemu malu.
"Udah dari dulu mah kalo dia kebawa baper sama Gesang."
"Serius, Pit?" tanya Rain memastikan. Cukup kaget memang saat mengetahui ternyata selama ini Pipit menyimpan rasa pada Gesang.
"Udah ihh... Kok nyambung ke gue sih." Pipit menunduk malu.
...🍫🍫🍫...
...SAMU(EL) UP!!!...
...DAH GAK DIGANTUNG LAGI KAN?...
...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...
...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...
...Salam...
...Penikmat Coklat🍫...
__ADS_1