The Perfect Samu(El)

The Perfect Samu(El)
part 14


__ADS_3

⚠️Awas Typo!


⚠️ Jangan lupa vote + coment


...Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗...


Waktu sudah hampir jam 12 malam, dan Sam kini baru keluar dari rumah Gesang. Begitulah laki-laki tak pernah ingat waktu ketika bermain. Sam menyalakan motor kebanggaannya dan melaju menuju jalan raya yang mulai lenggang. Bintang bertaburan yang menghiasi langit membuat Sam semakin menikmati indahnya malam.


Sam memelankan motornya saat melihat seseorang dipinggir jalan. Dengan segera Sam meminggirkan motornya dan menghampiri orang  menyipitkan mata. Aneh saja kalau jam segini ia melihat seorang perempuan masih keluyuran.


"Sam!"


"Gak bagus cewek jam segini masih keluyuran," ujar Sam.


Rain menggaruk tengkuknya yang padahal tidak gatal sama sekali. Kenapa harus Sam? Rain segera memutar otak untuk mencari alasan.


"Eng... Enggak lah. Ngapain gue keluyuran jam segini. Tadi gue habis nyari nasgor setan. Eh, ternyata tutup," alibi Rain. Tidak mungkin kan Rain bilang dia akan berangkat kerja.


"Gue kira nih cewek mau bilang mau ke club," batin Sam.


"Terus Lo dipinggir jalan begini mau ngapain? Ngegembel?"


"Mulut lo ya! Noh liat ban gue kempes kah atau bocor enggak tau gue. Gue mau cari bantuan tapi gak tau. Bengkel jam segini gak ada yang bakalan buka," jelas Rain.


Sam mengangguk pelan. "Pulang bareng gue. Besok pagi nih mobil dah beres," ujar Sam.


Rain mengerutkan keningnya. "Lo punya teman orang bengkel? Telfon dong. Atau sini nomor hp nya gue minta. Gakpapa gue bayar mahal asal nih mobil jadi malam ini."


"Percaya sama gue, jam enam mobil lo udah ada di halaman rumah lo," ucap Sam.


"Bukannya gue gak percaya. Tapi gue butuh sekarang, Sam," balas Rain.


"Emang Lo mau kemana sih? Pulang 'kan? Yaudah ayo gue antar. Ambil barang-barang penting Lo."


Rain menghela napas gusar. Dalam sebulan ini dia udah tiga kali absen dari pekerjaannya. Ditambah lagi sekarang. Bosnya itu sangat tegas pada orang yang tidak disiplin waktu. Telat aja kena ceramah, apalagi kebanyakan izin.


"Gak bisa Lo telpon sekarang?" tanya Rain sekali lagi.


"Orangnya tidur jam segini," jawab Sam asal. Sejujurnya Sam tidak tau langganan orang bengkel dia sedang apa.


"Ya terus mobil gue di benarinnya kapan Sam?!"


"Udah Lo tinggal tunggu jadinya aja. Gak usah ribet." jawab Sam final. Setelah itu Sam menyuruh Rain mengambil barang-barang pentingnya.


Dengan lesu Rain mengambil slingbag dan handphone miliknya. "Janji ya lo besok pagi mobil harus sudah ada di rumah gue. Sampai gue telat lo tersangka utamnya," cerca Rain.

__ADS_1


"Hm."


"Pakai." Sam menyodorkan helm nya kepada Rain.


"Enggak deh. Lo aja yang pake."


"Lo mati gue dipenjara ntar."


"Iss..."


Setelah memakai hel full face milik Sam yang agak kebesaran dikepalanya, Rain sudah duduk di goncengan motor, dengan Sam melajukan motronya dengan sedang.


Rain baru sadar ternyata bintangnya malam ini sangatlah indah.


"Sam tolong pelanin jalan Lo. Gue mau ambil foto."


"Ya."


Dari kaca spion Sam bisa melihat Rain yang sedang membidik bintang - bintang yang berkelap-kelip nan indah. Ia tersenyum tipis saat melihat Rain dengan helm kebesaran miliknya.


Setelah sampai di depan rumah, Rain melepas helm yang dikepalanya dan memberinya ke Sam. Tak lupa Rain juga mengucapkan terimakasih.


" Sama-sama," jawab Sam.


"Lain kali gak usah lo keluar tengah malam. Mungkin hari ini lo beruntung ketemu gue. Kalau yang lo temu orang jahat gimana?" Sambungnya.


...🍫🍫🍫...


Setelah memarkirkan mobil di parkiran khusus mobil siswa, Rain melangkahkan kakinya menuju lobby sekolah. Samuel tidak berbohong. Tepat jam enam ada orang yang datang kerumahnya mengantarkan mobil miliknya. Mungkin Rain akan mengucapkan terimakasih sekali lagi ke Sam.


Dari ambang pintu, Rain melihat kelas sudah lumayan ramai. Rain menaruh tasnya setelah dirinya duduk. Rain melihat tas Sam sudah ada di bangkunya. Tapi kemana anaknya? Rain melihat ke arah meja Dewa, Gesang, dan Alex. Sama, mereka semua tidak ada. Hanya ada tasnya saja.


"Key, lo liat Sam kemana gak?" tanya Rain.


"Gak tau gue. Tadi mereka sempat mojok noh di pojok sana. Habis itu pergi," jawab Keysha.


"Lo tau, Ran?"


Rania membenarkan kacamatanya terlebih dahulu. "Enggak sih. Btw, tadi gue nguping dikit. Mereka kek ngomongin club gitu. Tapi gak penting ah."


Rain hanya mengangguk. Ia tidak kaget mendengar mereka ke club. Mungkin dua minggu sekali Rain melihat mereka berempat mengumpul di club.


"Mereka ke club ya? Kok gue nanya ke Gesang tadi malam dimana, dia bilang di rumah?" tanya Pipit bingung.


"Aduh, Pit, Pit. Lo kan cuma nge chat. Bukan nge vidcall atau telfon. Cowok itu banyak bohongnya." Dengan gemas Keysha menarik kedua pipi Pipit.

__ADS_1


"Tapi Gesang gak pernah bohong," bela Pipit.


"Apa jaminannya kalau Gesang gak pernah bohong?"


"Eumm... Gak ada sih. Tapi gue percaya walaupun Gesang nakal dia gak bakal bohong." Tetap di pendiriannya, Pipit tetap membela Gesang.


"Suka boleh sayang. Tapi jangan bego juga!"


"Isss..."


...🍫🍫🍫...


Walaupun waktu masuk kelas kurang 5 menit lagi, empat sekawan ini masih saja duduk santai di rooftop.


"Gue gak ada liat cewek bermasker itu," kata Wildan.


"Jam 12 gue antar Rain pulang," balas Sam.


"Dah lah. Itu orang sama," sahut Gesang.


"Gak lega gue kalo belum buktiin sendiri. Ye gak, Sam?"


Sam mengangguk. Dirinya pun sama dengan Wildan. Gak bakal lega kalu gak buktiin sendiri.


"Terus Lo tadi malam ngapain?" tanya Alex ke Wildan.


"NGEDUGEM LAH!"


"Nah kan, kan. Aturannya gue ikut."


"Enak sumpah! Ngedugem sendiri, dapat cewe banyak. Surga dunia." ujar Wildan memanas-manasi Alex.


"Neraka di akhirat!"


...🍫🍫🍫...


...Hallo Readers Samu(el)❗❗...


...Masih ingat gak rooftop empat sekawan ini? Kalau gak ingat coba baca lagi yang part 5...


...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...


...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...


...Salam...

__ADS_1


...Penikmat Coklat🍫...


__ADS_2