
⚠️Awas Typo!
⚠️ Jangan lupa vote + coment
...Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗...
Ada sebuah kata-kata yang berisi 'Rumahku adalah istanaku.' Betul. Kalimat itu betul. Dimana Rumah adalah istananya, Ayah yang menduduki kedudukan paling tertinggi sebagai raja, Lalu Bunda yang menduduki sebagai Ratu, dan anak yang menduduki sebagai pangeran atau putri kerajaan.
Dari tangga Sam menatap sekitar rumahnya. Hari ini tepat 6 tahun bunda dan ayah bercerai. Tepat 6 tahun yang lalu semua kebahagian sesungguhnya di diri Sam hilang. Tepat 6 yang lalu, rumah yang di sebut istana ini kehilangan kepimpinan seorang Raja. Dan selama 6 tahun ini hanyalah seorang ratu dan pangeran yang tinggal di rumah ini.
Andai 6 tahun yang lalu Raja dan Ratu di rumah ini menurunkan egonya sedikit saja semua tidak akan terjadi. Perceraian di tengah emosi yang membara itu tidak akan terjadi. Dan kini, andai saja Sam mau menurunkan egonya sedikit saja, kemungkinan terbesar Rumah yang di sebutnya istana ini akan utuh kembali. Dimana ada Raja, Ratu, dan Pangeran.
Sam menggelengkan kepalanya berkali-kali. Ia tidak boleh berandai-andai. Itu akan membuat keputusannya akan goyah. Tidak Sam tidak mau melihat Bunda yang hampir setiap malamnya menangis lagi.
"Sam! Ngapain ngelamun di tangga?" tegur bunda dari bawah tangga. Tadinya bunda mau naik memanggil Sam untuk makan malam.
"Siapa yang ngelamun? Nih warna cat nya mulai pudar, Bun," elak Sam.
"Sam saranin sih warnanya hitam, abu-abu, biru kalau bunda mau cat ulang." ucapan Sam membuat bunda geleng-geleng kepala.
"Kamar kamu itu udah warnanya udah gelap. Belum puas sampai satu rumah mau kamu kasih warna gelap?"
"Maunya sih gitu."
"Warna rumah itu harus warna-warni, Sam... Biar bawa good vibes. Bunda suka warna-warni berarti Bunda bawa keceriaan. Kalau kamu suka warna gelap bawa apa coba?" Ucapan Bunda sedikit menggores hati Sam. Ceria dari mana kalau ingat Ayah aja Bunda masih suka nangis. Walaupun itu sudah 6 tahun berlalu.
"Bawa diri," jawab Sam ngaco.
"Kan, ngaco jawabannya. Ayo, ah, turun. Tuh puding kejunya udah jadi."
Setelah itu Sam turun dan mengikuti Bunda ke dapur.
Sampai di dapur, puding chesecake sudah tersaji di meja makan. Melihat pundding itu ditambah keju yang ditaburi diatas puding membuat Sam langsung mencomot keju-keju tersebut.
"Sam, Bunda pengen deh cewek kamu bawa kerumah," ujar Bunda membuat Sam tersedak keju yang ia comot.
"Sam baru punya cewe satu, Bun."
"Heh, terus kamu mau punya cewek berapa? Buaya banget." Sam melotot saat bunda mengatakan dirinya buaya.
"Bunda cantik. Nih cewek pertama Sam itu Bunda. Tunggu yang kedua baru Sam bawa kesini," jelas Sam.
"Terus kamu mau cari cewek yang gimana?" Sam mulai tidak nyaman dengan pertanyaan Sang Bunda. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba bicarain soal pacar.
"Yang bisa buat puding keju lebih enak daripada buatan bunda," jawab Sam singkat, padat, dan jelas. Selain cintanya pada Bunda, dan dunia balap, Sam sangat menyukai puding keju buatan bundanya.
"Itu doang?" tanya bunda yang dibalas anggukan oleh Sam.
__ADS_1
"Berarti kalau misalnya bunda mau ngajarin satu cewek buat puding keju, terus lebih enak daripada buatan bunda, kamu mau dong pacaran sama dia?"
Sam menghela nafasnya gusar. Untung Bunda, bukan Wildan atau Alex.
"Nda, Nanti kalau Sam punya cewek, langsung dah laporan sama Bunda. Sekarang fokus Sam ngejagain Bunda, dan sekolah. Cewek mah urusan belakang. Sam ini ganteng kedip mata aja udah langsung dapat," ucap Sam dengan pede.
"idih, pede banget kamu."
"Ya, abis bunda aneh. Ngapain coba nanya seperti itu."
"Gak ada. Cuma mau buat kamu kesel aja. Tapi gak bisa."
Jreng!
Sendok yang tadinya Sam ingin masukkan ke mulut tertahan. Ia menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan pikiran Sang Bunda.
...🍫🍫🍫...
Setelah mengunci pintu, Rain memeriksa isi tasnya dan juga memasukkan kunci pintu rumahnya ke dalam slimbag.
Tin!
Suara klakson mobil membuat Rain mengangkat kepalanya. Ayah Firman membuka kaca mobil.
"Rain, mau kemana?" tanya Ayah Firman.
"Main, Yah. Biasa teman ngajak ngemall," jawab Rain.
"Ayah mau kemana?"
"Ke PI. Biasa mau cari sesuap nasi."
Rain mencibir. Mau cari sesuap nasi konon. Sesuap saham, yang menghasilkan sebuah mobil, dan berlembar-lembar uang itu yang benar. "Rain mau ikut. Tapi ntar kerja gimana?"
"Dah, gampang. Ayah ikut ntar."
"Ikut lagi?"
"Anything for my Princess."
...🍫🍫🍫...
"Ya tuhan. Kesel gue sama emak," ujar Rania
"Why?" tanya Rain.
"Yakali dikira gue nge-date sama Wildan." adu Rania.
__ADS_1
Key tertawa keras. Lalu berkata, "Lah, anying. Kita jalan berempat, kok emak lo malah bilang lo jalan sama Wildan?"
"Tadi gue udah bilang mau jalan sama kalian, eh.. Malah emak ngotot kalau gue jalan sama Wildan. Demen apa gimana ya dia?" ujar Rania yang tidak mengerti dengan isi kepala mamanya itu.
"Anjir! Gue inget. Demen dia sama Wildan gegara di bawain martabak," ujar Key setelah berhasil mengingat-ingat.
Rania menggelang. "Emak gue gak mempan sama martabak doang. Dia cuma doyan sama emas."
"Salah satu alasan bokap lo mundur!" Sambung Key.
Keluarga Rania memang unik. Dimana Mama dan Papanya berpisah saat ia masih duduk di bangku 1 SD. Yang menjadi aneh sekaligus uniknya adalah Mama dan Papa Rania memilih untuk tidak menikah lagi. Apalagi setiap kali bertemu selalu saja seperti tom and jerry.
"Pengen jadi anak mama lo, Ran. Mama gue, boleh pacaran tapi ntar tunggu umur 21." ujar Pipit tiba-tiba.
"Calm. Setiap orang tua punya cara masing-masing didik anaknya. Mungkin itu yang terbaik menurut mama lo, Pit." ujar Rain menenangkan Pipit. Dalam lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya Rain tidak suka jika teman-temannya membahas prihal otang tua. Hal itu membuat dirinya semakin iri dan berujung sedih. Rain pingin seperti teman-temannya yang bisa berbagi cerita bersama ibunya. Ia merindukan masa-masa itu.
"Makan dulu, atau keliling?"
"Makan ja lah dulu. Key kalo keliling lama. Auto menggigil gue gak makan." uajr Rania
"Gak usah kayak orang seminggu gak makan." cibir Key.
Setelah itu mereka memasuki salah satu restoran cepat saji yang berada di mall tersebut.
Saat masuk, Rain mengedarkan pandangannya untuk mencari kursi kosong. Namun, yang di dapat oleh netranya adalah sebuah hal yang agak mengganjal.
Rain memejamkan matanya sebentar. Saat ia membuka kembali, ia masih melihat hal yang sama.
"Ayah sama perempuan? Apa itu bunda yang dimaksud ayah? Siapa sih itu?" batin Rain menerka-nerka.
"Lo liat siapa sih? Iri sama om-om lagi berduaan?" tanya Rania melihat objek yang sedari tadi tak lepas dari mata Rain.
Rain berjengkit kaget. "Apaan dah iri sama om-om. Gila lo?"
"Itu noh pojok kosong kuy lah!" seru Keysha.
...🍫🍫🍫...
...HALLO READERS❗❗❗...
...Nah loh... Ayah Firman lagi sama siapa hayo? ...
...Skuy ikutin terus cerita Samu(el)....
...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...
...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...
__ADS_1
...Salam...
...Penikmat Coklat🍫...