The Perfect Samu(El)

The Perfect Samu(El)
part 9


__ADS_3

⚠️Typo bertebaran


⚠️Dont forget vote and coment


Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗


Klik!


Jepitan berwarna hitam polos itu terpasang sempurna dirambut Rain. Dengan segera gadis itu mengambil tas sekolah dan kunci mobilnya. Rain melangkah ke meja makan, dan mengambil selembar roti lalu mengoleskan selai coklat. Setelah itu berjalan keluar dan segera memasuki mobilnya.


Seperti itulah rutinitas Rain sekarang. Pulang kerja, tidur, bangun, sarapan sendiri, lalu berangkat sekolah. Tidak seperti dulu yang setiap pagi ia melihat mamanya membantu Bi Narsih di dapur, dan menyambutnya dengan pelukan hangat.


Setelah menempuh jarak 20 menit, Rain sampai di SMA Ganesha. Tetapi hujan tiba-tiba turun dengan deras membuat dirinya tak bisa keluar dari mobil. Bukannya Rain tak suka hujan atau phobia hujan. Masalahnya waktunya yang tidak tepat. Sekarang ia sedang menggunakan seragam putih, kalau kena air sudah pasti bakal tercetak jelas dalamannya. Mana parkiran ke lobby itu jaraknya agak jauh, dan dirinya tidak menyiapkan payung di dalam mobil. Besok ia harus memastikan ada payung di mobilnya ini agar tidak perlu repot seperti sekarang.


Ah, ia ingat kalau enggak salah, ada payung yang digantung di belakang kelas. Rain segera nge whatsapp Rania.


^^^Rain^^^


^^^Ran, Lo kebawah dong bawain payung kelas. Gue kejebak di parkiran nih... ^^^


Rania


Di bawa sama Sam turun deh kayaknya tadi Rain


^^^Rain^^^


^^^Yah.. Gimana dong^^^


Rania


Kata Dewa, Sam mau ke parkiran juga kok. Tadi dia lupa cabut kunci motor katanya. Lo cegat aja dia ntar.


Rain menghembuskan nafasnya. Satu-satunya harapan sekarang cuma Samuel. Setelah melihat Sam berjalan menuju ke arah parkiran, Rain langsung membuka kaca mobilnya dan meneriaki Sam.


"Sam!" teriak Rain.


Rain kesal dengan suara hujan hingga membuat suaranya tidak kedengangaran


"Kesini!" teriak Rain lagi. Dengan malas Sam menghampiri Rain di parkiran mobil.


"Kenapa?" tanya Sam.


"Gue nebeng payung dong. Tadi gue whatsapp Rania dia bilang lo yang bawa payung," jawab Rain.


Samuel tak langsung mengiakan. Ia menimang-nimang sebentar.


"Oke," ucap Sam akhirnya setuju. Lagian kasian juga jika Rain basah-basahan. "Gue ambil kunci motor dulu," lanjutnya.


"Gue ikut aja. Biar lo gak bolak-balik," ujar Rain. Pasalnya parkiran motor lebih dekat dengan Lobby.


Sam mengangguk dan memundurkan diri saat Rain membuka pintu mobilnya.


"Yuk." Mereka berdua berjalan beriringan dengan payung yang Sam pegang. Seperti sepasang kekasih bukan? Namun, sepertinya keberuntungan tidak memihak Rain hingga ia menginjak tali sepatunya sendiri.

__ADS_1


Gubrak!


"Aww!"


"Shit!"


Entah ini terlihat memalukan atau seperti drama korea. Saat Rain menginjak tali sepatunya dan hampir terjatuh, Sam refleks menahan tubuh Rain namun, sepertinya semesta ingin lebih uwow hingga membuat mereka berdua terjatuh. Lebih parah lagi posisi Sam yang berada diatas tubuh Rain.


Deg!


Deg!


Deg!


Jantung Rain berpacu dengan cepat. Rasa keterkejutan masih menyerang dirinya.


Jeritan kehebohan dari lobby membuat Rain kembali sadar dan mendorong Sam. Rain menunduk, ia tak berani walau hanya mengangkat kepala. Hingga ia merasa jaket tersampir di bahunya, Rain mengangkat kepalanya. Ia dapat melihat smirk Sam.


" I can feel your heart, and pink," bisik Sam.


Sialan! Malu, Rain sangat malu. 


...🍫🍫🍫...


Haruskah hari ini Rain nobatkan menjadi hari tersial selama hidupnya? Hanya karena satu ketidaksengajaan membuat dirinya dan Sam menjadi perbincangan satu sekolah. Belum lagi anak kelas yang sangat heboh dan menggoda Rain dengan mengatakan bahwa dirinya akan mendapat gelar The Real of Actor Ganesha. Demi apa pun ia ingin menutup mulut mereka satu per satu jika bisa.


Samuel? Tidak usah mempermasalahkan dia. Justru Sam sangat menikmati. Hanya Rain yang mendapat godaan, sedangkan Sam, mana berani mereka menggoda Sam. Mendapat lirikannya aja rasanya jantung udah mau copot.


"Nikmati aja."


"Ya lo bisa gue enggak!"


"siapa suruh jatoh."


"Lo juga ngapain pake acara jatoh juga!"


"Nolong."


"Nolong Your head!"


Sam terkekeh pelan. Mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Foto mereka berdua pasti sudah masuk ke akun instagram Lambe School. Bisa saja ia menyuruh adminnya untuk menghapus. Tapi setelah dipikir-pikir, itu percuma saja. Karena sudah dipastikan seluruh murid Ganesha sudah mengetahui kejadian uwow tadi pagi. Begitulah Ganesha ketika ada sesuatu yang terlihat uwow, tidak usah menunggu lima menit berita itu udah sampai ke penjuru Ganesha.


...🍫🍫🍫...


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 tapi Rain masih saja memilih diam dikelas. Padahal waktu pulang sudah 15 menit yang lalu. Rain melihat di lapangan masih ada beberapa anak. Bagaimana ia turun.


"Loh kok gak turun?" tanya Pak Umar, cleaning servis sekolah.


"Oh tadi ngambil buku ketinggalan, Pak," alibi Rain. Tidak mungkin Rain bilang nunggu sekolah sepi.


"Udah ketemu bukunya?"


"Udah, Pak." setelah itu Rain mengucapkan permisi dan terpaksa turun.

__ADS_1


...🍫🍫🍫...


Malam ini Rain sedang menunggu Samuel datang. Tadi di sekolah mereka sepakat untuk mengerjakan di rumah Rain. Sam juga pasti sudah ingat rumahnya. Saat balapan kemarin, Sam mengantarnya balik kerumahnya.  Sam bilang jam tujuh ia akan datang. Tetapi ini sudah pukul sembilan Sam belum juga datang.


"Ih, ngaret banget sih tuh anak. Sekarang udah jam berapa coba," gerutu Rain.


Rain menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sekarang sudah pukul sembilan malam dan pukul sebelas ia harus berangkat kerja. Belom lagi besok tugas kelompok harus sudah dikumpulkan. Sam sableng!


Akhirnya mau tidak mau Rain mengerjakannya sendiri.


Dua jam sudah berlalu. Rain menutup laptopnya dan segera berganti pakaian untuk berangkat bekerja. Hari ini benar-benar hari paling menyebalkan.


Saat Rain membuka pintu, Rain melihat seseorang yang menaruh kepalanya di dashboard motor. Rain memincingkan matanya. Sepertinya dirinya kenal dengan motor ini. Sam, ya motor ini milik Sam. Tapi ngapain sam disitu dan tidak masuk kerumahnya?


"Sam," panggil Rain.


"Ni anak tidur, mati, atau pingsan sih? Kok gak nyaut?" batin Rain bertanya-tanya.


"Sam, hey!" panggil Rain kembali untuk ketiga kalinya. Dan kali ini Rain mengangkat kepala Sam.


Mata Rain membelalak kaget saat melihat wajah Sam. Muka sam penuh dengan lebam, dan lagi pelipis Sam terdapat luka yang cukup parah. Bahkan darah masih mengalir.


"Sam, lo bisa liat gue kan?"


"Sam, please buka mata lo sebentar," Rain menepuk-nepuk pelan pipi Sam.


"Gue udah sampai rumah Lo?"


"Ck, bego!" umpat Rain.


Dengan perlahan Rain memampah tubuh Sam ke dalam mobil. Luka Sam cukup serius. Ia harus membawanya ke rumah sakit.


"Jangan, awws, jangan bawa gue pulang, jangan kasih tau bunda." ucap Sam meringis. Kepalanya sangat tidak bisa di ajak kerjasama.


"Dasar idiot! Jangan banyak ngomong. Cukup tahan kesadaran Lo aja," ujar Rain yang tetap fokus menyetir.


Huh, sepertinya malam ini ia tidak akan bisa masuk kerja.


...🍫🍫🍫...


...BOMB! SAMU(EL) DATANG KEMBALI!...


...Hayoloh kenapa Sam mukanya sampai babak belur begitu?...


...Tunggu di part selanjutnya okey❗...


...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...


...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...


...Salam...


...Penikmat Coklat🍫...

__ADS_1


__ADS_2