The Perfect Samu(El)

The Perfect Samu(El)
part 5


__ADS_3

⚠️Awas Typo!


⚠️ Jangan lupa voment sahabat


Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗


Pagi yang cerah. Tapi tak secerah wajah Elrain. Sudah 15 menit ia menunggu ojek online, tapi sampai sekarang belum datang. Jam sudah menunjukkan pukul 06.50. Artinya sepuluh menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Mustahil dirinya tidak telat. Rain meninggalkan mobilnya di apartemen Daffa. Sungguh kecerobohan yang haqiqi.


Rain memandang nanar gerbang yang berada di depannya. Tinggal menunggu anggota osis datang, dan mencatat namanya, lalu memberi hukuman. Dalam hati, Rain meruntuki dirinya sendiri karena lupa setting alarm.


"Stttss...." Rain menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri. Namun, gak ada orang.


"Sstttsss...." Sekali lagi suara itu membuat Rain menoleh ke kanan-kiri.


"Tenang Rain, tenang. Ini udah terang. Gak mungkin ada setan," ucap Rain menenangkan dirinya sendiri.


Trang!


"Aww!" pekik Rain sambil memegangi kepalanya. Ia menatap botol kaleng yang mengenai kepalanya.


"Ini pasti orang, gak mungkin setan."


Rain berbalik ke arah belakang dan bertolak pinggang. "Siapa pun itu keluar, Lo!"


Saat Rain ingin memaki orang yang melemparnya dengan botol kaleng, makiannya tertahan ketika ada yang membekap mulutnya. Rain yakin tangan yang ngebekap mulutnya ini laki-laki. Tapi Rain masih belum tau orang ini siapa.


Rain terus memberontak untuk dilepaskan. Hingga sampai dibelakang sekolah, orang tersebut melepas tangannya dari mulut Rain.


Rain mengatur napasnya sejenak. Saat ia melihat siapa yang membekap mulutnya tadi, mata Rain seakan ingin keluar.


"Lo apa-apaan sih?!" Rain sangat kesal dengan human satu ini. "Gue udah telat. Dengan Lo bawa gue kesini, udah pasti gue tambah telat!" cerca Rain.


"Lagian Lo ngapain juga bawa gue kesini? Mana sepi banget lagi." Rain menatap sekelilingnya.


"udah selesai ngomongnya?" tanya orang tersebut.


"Anjir, Lo, Sam." Dalam hati Rain masih ingin terus mengumpati human enggak ada akhlak di depannya ini.


"Gue yang lempar lo pake kaleng botol." ucapan Samuel lagi-lagi membuat darah dalam tubuh Rain seketika mendidih. Rasa keselnya yang barusan belum hilang, sudah ditambah lagi.

__ADS_1


"Lo itu manusia atau jelmaan setan sih?! Apa untungnya coba Lo lempar gue pake kaleng botol? Lo kira gak sakit?"


"Untungnya Lo bebas dari hukuman."


"Pala Lo lima, bebas dari hukuman. Yang ada malah ditambah hukuman gue."


Samuel mengangkat kedua bahunya. Lalu ia berjalan meninggalkan Rain. Demi malaikat Atid, Rain menyumpahi agar kelakuan Sam ini segera dicatat.


Samuel membuka sebuah pintu. Rain baru sadar ada pintu. Pandangan pertama saat pintu terbuka hanya sebuah lorong yang gelap. Sam menarik tangan Rain untuk ikut bersamanya. Namun, Rain menahan dan menggelengkan kepalanya.


"Gue gak bakal apa-apain Lo," ucap Samuel meyakinkan.


Bukan yang di ucapkan Sam yang memenuhi pikiran. Justru segala macam bentuk setan yang menghantui isi kepalanya. Lorong ini gelap, dan setan suka gelap. Lagi Rain menggelengkan kepalanya.


"Sam, kalau ada setan di lorong ini gimana?" pertanyaan bodoh apa itu Rain!


"Ya lewatin lah," dengus Sam


"Di dalam pasti banyak setannya."


"Hm."


"Gak ada." Sam berjalan memasuki lorong yang sangat minim pencahayaan itu.


"Sam! Tunggu gue!" teriak Rain.


Sepanjang jalan Rain tidak berani menolehkan kepalanya. Ia terus menunduk dan memegang tas Samuel. Sampai ditangga terakhir, Samuel membuka pintu lagi.


Kali ini buka lorong gelap lagi yang menjadi objek pandangan Rain. Justru ini jauh lebih bagus. Hamparan hijau dan angin yang menerpa wajah Rain. Sungguh di luar dugaan.


Yap, kini mereka sedang berada di atas rooftop sekolah. Rain sunnguh tidak menyangka kalau sekolahnya memilik Rooftop yang benar-benar indah. Bukannya Rain katrok tidak pernah ke atas rooftop. Tentu saja pernah.


Jika rooftop yang biasanya ada pada gendung-gedung atau sekolahnya dulu hanya hamparan semen yang sudah berlumut, tapi kali ini ia melihat rotop yang mungkin bisa dikatakan lapangan bola mini.


Rain melihat Sam sudah duduk di salah satu sofa, lalu ikut mendudukkan diri.


"Gue baru tau kalau sekolah Ghanesa punya rooftop sebagus ini." Rain masih menatap sekitar dengan decak kagum. Rooftop nya nyaman dan yang point plus nya adalah view yang sangat indah. "Tau gitu dari kemarin-kemarin gue kesini," imbuh Rain.


"Sok berani," ejek Samuel.

__ADS_1


"Wait, kok Lo bisa dapat kuncinya?"


"Gesang bisa duplikat kunci."


"Terus gimana caranya kita ke kelas?"


Sam menunjuk sebuah pintu di ujung Rooftop, dan berkata, "Pintu itu jalan pintas ke lantai tiga."


Di lain tempat, Kelas 12 IPS 2 sedang mengerjakan tugas dari Bu Darma yang sedang izin sebentar.


"Lek, Sam kemana?" tanya Wildan.


"Mana gue tau. Lo kira gue emaknya."


"Santai aja kali jawabnya. Dasar Ale-ale seribuan."


"Sang, lo tau Sam kemana?"


"Enggak."


"Teman apaan kalian. Temannya sendiri kemana aja gak tau." cerca Wildan.


"Apa bedanya sama Lo goblok?!"


...🍫🍫🍫...


...SAMU(EL) PART 5 UDAH UP💥...


...Mon maap yak kalo part ini pendek. ...


...Semangat Author lagi anjlok banget!!...


...Kasih semangat dong!!...


...Tetap stay home and safe healty...


...Salam...


...Penikmat Coklat🍫...

__ADS_1


__ADS_2