
⚠️Awas Typo!
⚠️ Jangan lupa vote + komen
...Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗...
Menjadi orang yang pelupa dan ceroboh itu sangat amat menyusahkan. Rain dengan terpaksa harus kembali ke kelas untuk mengambil dompetnya yang ketinggalan. Ingin rasanya ia tetap meninggalkan dompetnya itu di dalam laci, tapi takut jika ada yang siswa yang usil.
"Sudah kaki pincang, naik tangga lagi," gerutu Rain.
Saat sampai di kelas, Rain segera mengambil dompetnya lalu keluar sebelum pikiran Rain menjalar kemana-mana. Maksudnya sebelum Rain memikirkan tentang hantu. Karena yang pernah Rain dengar mereka terbentuk karena sugesti. Sedangkan pikiran Rain saat di tempat sepi pasti ya tidak jauh-jauh dari hantu.
Sesampainya di ujung tangga, Rain menatap satu-satunya pintu yang berada sebelahnya. Pintu yang pernah ia lewati bersama Sam saat bolos. Rain memegang gagang pintu tersebut lalu membukanya dengan pelan.
Gelap. Hanya ada tangga di depannya. Tidak ada pencahayaan sedikitpun.
"Pingin ke rooftop tapi takut," monolog Rain.
Dengan sisa keberanian, Rain mengambil handphone yang untungnya batrainya masih ada 20 persen. Lumayan untuk senter buat naik dan turun nanti. Ia melupakan rasa sakit kakinya. Dengan mantap Rain melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Dengan tak sabar Rain membuka pintu rooftop.
Angin yang kencang membuat rambut Rain berterbangan. Netranya jatuh pada bola basket yang tergeletak di ujung rooftop. Ia mengambil bola basket tersebut lalu menaruhnya ke kursi panjang.
Rain melupakan rasa sakit kakinya, ia memutar-mutar badannya sambil berteriak. Suka Rain sangat menyukai ini hungga tak sadar ada seseorang yang membuka pintu rooftop.
"Bocah!" seru orang itu.
Rain yang kaget langsung berhenti dan duduk selonjoran. Semua rasanya seperti berputar. Hingga rasa pusingnya hilang baru ia melihat jelas siapa yang mengatainya bocah.
"Lo mutar-mutar kayak gitu terus lo jatuh kebawa gimana, oon! Ya, kalau nyawa lo sembilan," cerca Sam.
Rain meringis pelan. Namun, tak lama kemudian ide usilnya muncul. "Lo khawatir sama gue ya?" tanya Rain sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Sam memutar bola matanya jengah. Lihat mukanya sangat ingin ia cium. Ralat, tampol maksudnya.
"Ngapain lo kesini? Gak pulang lo? Dicariin lo ntar," tanya Sam yang sudah duduk di kursi panjang.
Pertanyaan Sam membuat Rain tersenyum pahit. Dicariin? Sama siapa emangnya? Bunda? Ayah? Abang? Ah, mungkin mereka sedang melihat Rain yang mutar-mutar di rooftop sejak tadi.
"Mereka gak bakal nyariin. Tuh, mereka lagi liatin gue dari atas," ujar Rain sambil menunjuk 3 awan yang kebetulan tepat berada di atasnya.
Sam terdiam kaku ketika tahu maksud ucapan Rain.
"Sorry, Gue enggak maksud buat lo sedih," ujar Sam merasa bersalah.
Rain menghembuskan nafasnya pelan. Mencoba menghilangkan rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi hatinya. Lalu tersenyum hangat. "Enggak papa."
Rain berdiri lalu berpindah duduk di samping Sam. "Lo ngapain kesini?" tanya Rain.
"Ngambil basket," jawab Sam seadanya. Ia tak tahu harus berkata apalagi.
Rain melirik jam tangannya. Sudah sore sekali ternyata. "Ini gue mau pulang."
"Gue antar," sahut Sam.
"Gak usah... Gue bawa mobil kok."
"Gue ikutin dari belakang,"
"Lo emang gak pulang?"
"Pulang abis antar lo." Sam berdiri sambil bawa basketnya.
Rain menyusul berdiri dan jalan lebih dulu. Sampai di parkiran Rain menoleh. "Lo yakin mau ngikut gue?"
__ADS_1
tanya Rain memastikan.
"Iya. Cepat sana lo ke mobil!" titah Sam.
...🍫🍫🍫...
Sesampainya di rumah, Rain berjalan ke arah Sam yang masih duduk di atas motornya. "Masuk yok," ajak Rain.
"Mau magrib," sahut Sam.
"Ya makanya masuk dulu. Kata mama gue dulu kalau magrib gak boleh keluar. Banyak jin keliaran," jelas Sam.
Sam mengangguk lalu memasukkan mengikuti Rain dari belakang. Rain membuka pintu lalu menyarankan Sam masuk. Saat Sam masuk ia menyerngit bingung ketika mencium aroma masakan yang tajam.
Sam terus membututi Rain sampai dapur. Sam menahan kakinya sampai di depan pintu dapur. Semua seakan berhenti. Tangannya mengepal kuat menahan amarah.
"Bajingan!" desis Sam.
Lelaki yang memeluk Rain langsung menoleh kaget. Begitu juga dengan Rain. Ia langsung melepas pelukan itu dan mendatangi Sam.
"Sam, hey, lo kenapa?" tanya Rain. Tangan yang tadinya ingin menyentuh pundak Sam langsung di tepis kasar.
"Lo ajak gue masuk cuma suruh liat lo pelukan sama bajingan itu?!"
...🍫🍫🍫...
...SAMU(EL) UPDATE WOY‼️...
...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...
...Salam...
__ADS_1
...Penikmat Coklat🍫...