
⚠️Awas Typo!
⚠️ Jangan lupa vote + komen
Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗
"Angkat celana lo," ujar Sam.
Rain menggeleng pelan. "Sam, mending lo balik aja deh ke lapangan. Kaki gue gak sakit kok. Cuma lecet doang."
"Serius gak sakit?"
"Dua rius ini gak sakit. Lecet doang- Aww!"
Sam memang sengaja sedikit menekan luka Rain. Cewek ini kepala batu memang. Sok kuat.
"Masih mau bilang gak sakit?" tanya Sam tersenyum remeh.
"Ya, kan, lo tekan. Jelas sakit lah!"
Tak ada jawaban dari Sam. Justru perbuatan Sam membuat Rain membeku. Dengan penuh hati hati Sam mengangkat sebelah celana Rain sampai diatas lutut. Lalu ia bersihkan luka di lutut Rain dengan tisu yang sudah ia basahi. Saat Sam ingin memberi revanol pada lukanya. Tiba-tiba tangan Sam ditahan.
"Eng... Gak usah pakai itu," ujar Rain.
Sam terkekeh kecil. Pantas saja Rain menyuruhnya segera balik ke lapangan ternyata ini alasannya.
"Tinggal bilang takut aja ribet," ejek Sam.
Sam mengarahkan kedua tangan Rain ke lengannya. "Kalau memang sakit, lo bisa tekan lengan gue," ujar Sam.
Sam mulai menuangkan cairan kuning itu ke kapas lalu mengusap kapas itu pada luka Rain dengan sedikit menekannya. Sam tidak merasakan lengannya ditekan oleh Rain. Ia hanya mendengar ringisan.
"Dah," ujar Sam setelah memberi handsaplast di luka tersebut.
"Gue ke lapangan. Nanti gue suruh Rania kesini," ujar Sam lalu membalikkan badannya.
__ADS_1
"Sam," panggil Rain.
Sam yang sudah sampi depan pintu menoleh. "Ya?"
"Thanks."
...🍫🍫🍫...
Setelah kembali ke lapangan, ternyata semua teman-temannya sudah duduk berselonjoran. Bahkan beberapa sudah ada yang membawa air es.
"Lah kok sudah kesini? Kurang lama anjir!" seru Alex yang pertama kali menyadari Sam kembali.
"Baru gue mau kesana Sam," ujar Gesang.
"Buat apa?" tanya Sam yang sudah ikut duduk di samping Gesang.
"Buat ngingatin. Takutnya lo khilaf," jawab Gesang dengan suara yang sedikit di kecilkan.
Semua murid menoleh ketika Alex dan Wildan tertawa keras. Sebenarnya, mereka tahu kalau Sam sangat tidak suka digoda seperti ini. Tetapi, bukan teman namanya kalau tidak saling jail.
Sam mengabaikan ucapan Gesang dan mendatangi Rania. " Ran, ke UKS."
...🍫🍫🍫...
"Kalau gue jatuh kayak Rain, Gesang mau nolongin gue juga gak ya?" Kan, mulai kan, Pipit ngehalu.
Tak!
"HALU TERUS!" Teriak Rain, Keysha, Rania serempak
"Tapi serius sih, gue aja kaget. Masalahnya Sam itu dari dulu selalu duduk sendiri. Enggak mau ada teman cewek. Nah ini tiba-tiba gendong lo yang notabenya bukan siapa-siapanya dia. Atau jangan-jangan..." Rania menggantung ucapannya lalu ia tersenyum sambil menaik turunkan alis. Siapa sih yang tidak mengerti?
"Enggak usah ngaco." Jujur sebenarnya tadi Rain sempat baper saat Sam mengangkatnya. Tapi semua kebaperan itu segera Rain enyahkan. Anggap saja Sam menggendongnya karena rasa kasihan. Ya, anggap saja seperti itu.
"Lima menit lagi masuk kelas nih, lo mau ke kelas atau disini?" tanya Pipit pada Rain.
__ADS_1
"Ikut lah!" Enak saja Rain bolos mata pelajaran cuma gara-gara luka kecil seperti ini.
Rain turun dari ranjang dan berjalan menuju kelas dengan kaki yg masih pincang walaupun ia sudah mencoba jalan biasa. Ya iyalah. Siapa sih yang enggak pincang kalau lukanya di lutut.
"Rain, gue bantu deh, kasihan gue liat lo," ujar Keysha.
"Key, kaki gue masih bisa jalan," tolak Rain.
"Okey, okey!" Keysha itu gemes liat Rain jalan pincang-pincang gitu.
Sampai di kelas, matanya langsung tertuju ke Sam yang juga menatapnya.
"Ngapain lo ke kelas?" tanya Sam saat Rain sudah duduk di kursinya.
"Menurut lo gue bakal bolos pelajaran cuma karena luka ini? Lemah banget gue," jawab Rain.
"Iya, memang lo lemah!"
Rain melotot tidak terima. "Heh! Atas dasar apa lo bilang gue lemah?!"
"Atas dasar cewek yang takut sama REVANOL!" balas Sam membuat Rain terdiam.
"Sialan!"
...🍫🍫🍫...
...SAMU(EL) UPDATE WOY‼️...
...Demi apa gue baru sadar kalau gue ninggalin cerita ini sudah lama banget. ...
...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...
...Salam...
...Penikmat Coklat🍫...
__ADS_1
...
...