The Perfect Samu(El)

The Perfect Samu(El)
Part 3


__ADS_3

Rain memasuki kelasnya. Masih sepi, pikirnya. Ia menaruh tasnya lalu memasang earphone, ia melirik tempat disampingnya. Masih kosong. Ya, Sam belum datang. Rain ingin memejamkan matanya sebentar. Tadi malam ia baru pulang pukul 4 pagi. Tak sampai 5 menit, Rain sudah memasuki alam mimpinya.


Sam datang masuk kelas bersama tiga kunyuk.


"Lah, tumben nih bocah pagi-pagi udah tidur," kata Wildan saat melihat Rain.


"Biarin aja," balas Sam. Setelah itu Sam meminta memundurkan sedikit meja Rania agar dia bisa lewat. Sam meneliti sebentar wajah Rain saat tertidur. Kebetulan, Rain tidur menghadap arah mejanya.


"Ngapain lo liatin dia, Sam?" tanya Alex sambil menaik turunkan alisnya. "Naksir Lo?" lanjutnya menggoda Sam.


Namun jawaban yang Sam berikan benar-benar diluar ekspetasi. "Dia tidur ngiler." Sam menjawab dengan wajah lugunya.


Wildan, Alex, dan Gesang tidak bisa menahan ketawanya lagi. Sungguh Sam luar biasa. Karena ketawa tiga kunyuk itu membuat Rain terbangun. Ia menatap disampingnya sudah ada Sam yang sudah di sampingnya. Lalu menatap Wildan dan Alex yang masih belum berhenti ketawa. Ada apa dengan dua bocah ini?


"Kenapa kalian ketawa?" tanya Rain pada Alex dan Wildan.


"Ha? Gakpapa. Mending lo cuci muka dulu. Noh ada pulau di pinggir bibir lo." tunjuk Alex yang sudah memberhentikan ketawanya. 


"Ha?" Rain segera menutup mulutnya dan berlari ke toilet. Di dalam toilet, ada beberapa siswa. Tapi ia tak menghiraukan. Saat ia sudah berada didepan cermin, betul. Ada sedikit pulau di pinggir bibirnya. Memalukan! Rain langsung mencuci mukanya. Ia juga sedikit membenahi tataan rambut dan seragamnya yang sedikit berantakan.


"Lo anak baru di kelasnya Sam?" tanya seorang siswi disampingnya yang sedang memoles bedak ke wajahnya.


"Lo nanya gue?" tanya Rain menunjuk dirinya.


"menurut Lo?"


"Ah ... Iya gue anak baru. Kenalin gue Rain," Rain menjulurkan tangannya kearah cewek itu.


Cewek itu membalas jabatan tangan Rain dengan senyum meremehkan. "Kenalin, gue Tania. Pacarnya Sam. Jadi lo tau kan maksud gue?"


"Ha? Apaan? Gak ngerti gue,"


Tania hanya membalas dengan senyum remeh. Setelah itu ia membereskan alat make up nya dan meninggalkan Rain.


"itu pacarnya Sam? Cowok dingin itu suka sama cewek model tante-tante?"


Tadi Rain sempat menilai penampilan Tania yang menurutnya terlalu berani. Rambut yang di cat warna ungu, bajunya yang ketat, roknya yang mungkin satu jengkal diatas lutut, bedak dan lipstick yang menurutnya berlebihan, dan tas yang di bawanya yang sangat berlebihan untuk anak sekolahan.


Ia membandingkan dengan penampilan dirinya, Rain menggidik ngeri. Baru kali ini ia melihat ada siswa seperti Tania. Rain segera kembali ke kelasnya karena sebentar lagi bel tanda masuk berbunyi.

__ADS_1


...🍫🍫🍫...


Waktu istirahat adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua murid. Kini empat sekawan, yakni Sam, Wildan, Alex, dan Gesang memasuki kantin. Tanpa perlu tebar pesona, pesona mereka sudah tertebar kemana-mana. Banyak pasang mata yang secara terang-terangan melihat ke mereka.


Sam yang pertama menduduki kursi kanti paling ujung. Yap, kursi itu sudah di klaim menjadi milik Sam dan teman-temannya. Kemana teman Sam yang lain? Gesang sedang memesan bakso, Wildan dan Alex tentu saja sedang menggoda adik kelas. Sudah kelas duabelas tingkat playboy mereka bukannya menurun malah makin meningkat.


"Gue punya teka-teki," celetuk Wildan.


"Paan?" tanya Alex sambil memasukkan batagor ke mulutnya.


"Burung apa yang enggak bisa bertelur?" tanya Wildan


"Burung gue enggak bisa bertelur," jawab Gesang.


"Goblok,"


"Burung lo udah ada telurnya bego!"


"Lo yang bego! Itu namanya skrotum bukan telor," balas Gesang membela diri.


"Wow. Gue baru tau lo pintar biologi, Sang."


Namun hal itu membuat jiwa hujat teman-temannya naik.


"Bodo!"


"Tolol."


"Oon."


"Gue ternistakan."


Dari tadi Rain memperhatikan empat orang yang duduk di meja ujung kantin. Semua Rain perhatikan. Mulai  dari Gesang yang pergi memesan makanan, Wildan dan Alex yang mencoba ngenggoda adik kelas, ketika mereka sedang menyantap makanan mereka lalu Wildan memberi teka teki dan berakhir Gesang yang di kata-katain. Rain juga sempat menatap Sam. Namun, tatapan itu secepatnya ia alihakan saat Sam menatapnya juga. Kebetulan tempat duduknya tidak jauh dari tempat duduk empat sekawan itu.


Tania. Nama itu seketika terlintas di kepala Rain.


"Emm... Ran," panggil Rain. Istirahat ini Rain ditemani oleh Rania. Awalnya Pipit dan Keysha ingin ikut, tetapi ada panggilan dari ekskul tari.


"what?" tanya Rania.

__ADS_1


"Gue tadi ketemu sama ceweknya Sam di wc."


"Ha? Ngaco lo! Sejak kapan Sam punya cewek."


"Serius. Gue gak nyangka kalo seleranya Sam modelan tante-tante,"


"Wait, ini cewek yang lo maksud Tania?"


"Engh ... Iya," jawab Rain ragu.


"Bwahahaha,"


Rain mengerutkan dahinya, "Kok lo ketawa sih?"


"Ya abis, lo itu lucu. Fyi, Tania itu cuma ngaku-ngaku doang kali. Emang gitu sifatnya dari dulu."


"Berarti bukan?"


"Ya bukanlah. Sam masih jomblo sejauh ini," jelas Rania. "Jangan-jangan lo suka Sam ya? Ngaku aja gakpapa kok emang gue akui pesonanya dia kuat," Rania menaik turunkan alisnya untuk menggoda Rain.


"Haha ... Lo yang ngaco. Gak mungkin lah gue suka."


"Ya siapa tau kan," Rania mengendikkan bahunya lalu melanjutkan memakan batagornya yang tertunda.


...🍫🍫🍫...


...Teman kalian ada yang otaknya sama seperti Gesang? Pelajaran biologi cuma pintar di bagian reproduksi?...


...Atau...


...Ada yang sedingin Sam?...


...Atau...


...Ada yang tukang tidur, sampai ngiler?...


...Dont forget vote and coment😉...


...Salam...

__ADS_1


...Penikmat Coklat🍫...


__ADS_2