
⚠️Awas Typo!
⚠️ Jangan lupa vote + coment
...Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗...
Pintu kamar rawat inap Sam terbuka lebar. Ia melihat bundanya di depan pintu. Sudah dapat ia pastikan bundanya akan mengomel.
Bunda berjalan mendekati Samuel. Sampai di samping Sam, Bunda langsung memeluk Sam dengan erat. Terdengar suara isakan kecil dari bibir Bunda. Salah. Semua ekspetasi Sam ternyata salah.
"Kapan sih kamu gak bikin Bunda khawatir, hah?"
"Ssstt... Bunda udah. Sam yang bonyok kok bunda yang nangis?"
Bunda melotot, "Bunda itu nangis ya karena kamu. Siapa suruh muka di bonyok-bonyokin begini! Udah tau jelek kan jadi tambah jelek!" omel Bunda
Jangan lupakan masih ada Wildan, Alex, dan Gesang yang masih ada diruangan ini. Baru pertama kali ada yang bilang Sam jelek. Tawa menggelegar tak bisa ditahan sampai Sam melotot ke arah mereka, baru bisa diam.
"Kamu habis tawuran lagi ya?" tuding Bunda
"Astagfirullah haladzim... Enggak, Bun." Benar kan? Sam enggak tawuran, cuma dikeroyok aja.
"Ini bonyok kenapa?" Bunda menekan luka di rahang kiri Sam.
"Aww! Sakit Bunda!"
Bunda memutar bola matanya. "Udah tau sakit, masih aja suka buat luka."
Setelah menonton perdebatan antara anak vs emak, Alex, Wildan, dan Gesang memilih mencari sarapan di kantin Rumah Sakit.
"Gue gak yakin kalau setelah ini gak bakal terjadi apa-apa. Hari ini Leo balas dendamnya ke Sam. Bisa jadi besoknya di antara kita yang bakal jadi sasarannya. Gue minta kita bisa jaga-jaga." Gesang sudah memperkirakan apa yang akan terjadi
Permusuhan mereka dengan Leonard tidak akan pernah berhenti.
"Paling penting buat Lo Lex. Lo mending nginep di rumah gue aja. Gue gak jamin kalo Leonard gak nekat." Gesang melirik Alex. Dia tahu Alex lah yang paling trauma.
"Nah betul tuh. Berarti baschamp kita pindah ke rumah Lo Sang!" seru Wildan kegirangan. Di rumah Gesang itu serba ada. Mau makan tinggal bilang mau makan apa, jajan? Jangan tanya lagi rumah Gesang punya supermarket sendiri. Hemat kuota pula. Kurang enak apalagi coba.
__ADS_1
"Gak! Lo rusuh. Stress adek gue ntar kalo ada Lo!" tolak Gesang.
"Enggak. Gak bakal gue ganggu dah adek Lo."
"Inggik bikil gii ginggi dih idik Li. Ntar tau tau udah Lo rantai dipohon pisang tetangga." cibir Gesang.
"Anjir ngakak! Terakhir si doggy di taruh depan pos satpam kompleks. Ntar mau Lo taroh mana lagi, Wil?" Alex tertawa lebar. Ia sangat ingat saat Wildan membuat takut Satpam penjaga kompleks karena menaruh anjing Gesang di pas pintu pos.
Ya, adek itu panggilan Gesang untuk anjingnya. Dulu ia sangat menginginkan adek, tapi mamanya tidak mau. Dan akhirnya ia luluh dengan seekor anjing, dan berhenti merengek minta adek.
...🍫🍫🍫...
Hari sudah berganti malam. Kini Rain sudah siap untuk berangkat ke club. Capek? Sudah pasti Rain capek. Mau bagaimana lagi. Hanya ini cara satu-satunya.
"Rain!" teriak seseorang dari atas balkon rumah didepannya.
"Ayah!" jerit Rain.
"Tunggu Ayah disitu sebentar," ucap Ayah lalu diangguki Rain.
Tak butuh waktu yang lama, Ayah Firman sudah terlihat didepan pintu dengan senyum lebar. Meskipun sudah berkepala empat, ketampanan Ayah Firman jangan diragukan.
"Wait. Ayah sehat kan?" tanya Rain ragu.
"Sangat sehat," jawab Firman.
"Ayah mau kemana? Balapan?"
Firman menggeleng pelan. "Ayah ikut ke club bagaimana?"
"Serius? Rain kasih tau Bunda ah nanti. Mayan siapa tau ada drama live," gurau Rain. Sebenarnya Rain tidak tahu bagaimana wajah Bunda yang dimaksud Ayah Firman. Ia hanya tau cerita Bunda dari Ayah.
"Sudahlah. Bunda tidak akan tahu." Wajah Ayah yang tadinya tersenyum sekarang sedikit luntur.
"Khusus malam ini ayah akan menemani putri hujan bekerja."
"Rain bukan bocah, Ayah."
__ADS_1
"Dimata ayah kamu tetap bacah."
Ayah segera menarik tangan Rain memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
...🍫🍫🍫...
"Sam," panggil Wildan.
"Ha?"
"Gue punya hot news. Dijamin Lo bakal kaget. Daritadi nih gue nahan ngomong nunggu Bunda pulang dulu."
"Mau ngomong apaan Lo? Sono kasih ke Bibin biar masuk Lambe School." timpal Alex. Mendengar itu Sam teringat saat namanya masuk Lambe School karena ketidaksengajaan.
"Gila. Bakal jadi berita besar anjir kalau ini kasih ke Bibin," ucap Wildan.
"Bacot! Cepat apaan?" seru Sam yang sedari menunggu. Bahkan Gesang yang sebenarnya malas mendengar hal semacam ini pun ikut tertarik.
Wildan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya lalu menyerahkan pada Sam. Di dalam kartu itu terdapat foto seseorang yang Sam kenal. Tidak, bahkan mereka berempat sangat kenal dengan perempuan yang ada di foto itu. Satu lagi yang menarik di mata Sam. Nama Club yang sering mereka kunjungi.
"Nemu dimana Lo?" tanya Sam setelah beberapa menit memperhatikan kartu tersebut.
"Depan pintu kamar lo," jawab Wildan.
"Di Club situ setau gue rata-rata pegawai perempuan enggak cuma jadi pekerja aja. Ngerti kan Lo maksud gue apa?"
"Tolol. Mau berubah jadi emak emak gosip atau gimana Lo? Lancar amat tuh mulut," sindir Gesang.
"Ingat bro... Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan."
...🍫🍫🍫...
...Woah!! Samu(el) up❗❗...
...Jangan lupa pencet ⭐ di ujung kiri bawah, dan komen biar SAMU(EL) cepat updet😉...
...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...
__ADS_1
...Salam...
...Penikmat Coklat🍫...