The Perfect Samu(El)

The Perfect Samu(El)
part 7


__ADS_3

⚠️Awas Typo!


⚠️ Jangan lupa voment sahabat


Happy reading guys!! Hope you like this chapter🤗


Tahu bagaimana reaksi para fans saat ada idol-nya datang? Heboh, ribut, berhamburan, bergerombolan. Begitulah juga reaksi siswa SMA Ganesha saat bel pulang berbunyi. Semuanya berhamburan keluar kelas seakan-akan ada idol yang datang.


Sebelum pulang Rain memasukkan alat tulis dan buku paket miliknya ke dalam loker. Setiap siswa di SMA Ganesha memiliki loker masing-masing. Rain memanfaatkan lokernya untuk menaruh buku paket pelajarannya.


"Rain, gue gak jadi nebeng sama lo deh," ucap Pipit. Ya, tadinya Pipit sempat ingin nebeng dengan Rain karena abangnya tidak bisa menjeput.


"Lho, kenapa?" tanya Rain bingung.


"Gue lupa Gesang ngajak gue ngerjain tugas yang dikasih Bu Mar."


"Untung gue udah ngerjain dari awal dikasih." Kata Rania lega.


"Heleh, palingan cuma lo doang yang ngerjain." cibir Keysha.


Rania terkekeh."Iya sih. Tapi gak rugi amat juga."


"Kok gak rugi?" Rain menautkan kedua alisnya.


"Ya gak bakal rugi lah kalo setiap Rania yang ngerjain besoknya langsung di kasih kartu ATM nya Dewa." ucap Keysha menggebu-gebu.


"Serius?"


"He'em."


"Lo udah ngerjain Rain?" tanya Rania.


"Belom. Gue bingung cara ajak Sam gimana."


"Lo pake cara Rania aja. Dia untung, Lo juga untung. Apa tuh bahasa IPA nya?" usul Pipit


"Simbiosis Mutualisme." sahut Keysha.


Rain memutar bola matanya. "Tsk! Gue gak butuh begituan. Uang gue juga banyak."


...🍫🍫🍫...


Setelah pulang sekolah Sam memilih pulang ke rumah terlebih dahulu sebelum pergi main. Menurutnya Rumah nomor satu.

__ADS_1


"I'm home!"


Tidak ada sahutan. Biasanya Sang bunda langsung menghampiri Sam. Ia melangkahkan kakinya ke arah dapur, tempat favorit bundanya. Namun tidak ada. Kamar, pasti bundanya ada di kamar. Sam memutuskan untuk ke kamar Bunda.


Namun, Saat ia ingin membuka pintu kamar milik bunda, ia menuruni tangannya dari ganggang pintu.


"Maaf. Semua ada ditangan Sam. Kamu sudah membuatnya kecewa."


"Aku menyayangimu. Aku juga ingin kita kembali seperti dulu. Tapi semua kembali ke Sam. Jika dengan bersamanya kita kembali akan membuat Sam lebih membencimu, lebih baik tidak. Aku tidak ingin Sam membencimu lebih dari ini."


Diluar kamar Sam mengepalkan tangannya. Secara tidak langsung ia telah membuatnya bundanya sedih. Baginya kebahagiaan bundanya nomor satu dan ia selalu memastikan agar bundanya tidak akan bersedih. Tapi kenyataanya, dia lah yg membuatnya sedih.


Haruskah pria itu kembali agar bundanya bahagia? Tapi Sam belum bisa menerimanya kembali. Ia sudah terlanjur kecewa. Walau dipaksa pun tidak akan seperti semula.


Di lain tempat, dentingan sendok mengalun sunyi di tempat Rain menghabiskankan makanannya. Sunyi dan redup, hawa yang selalu hadir di rumahnya.


"Rain rindu. Rain pingin seperti yang lain. Rain belum siap untuk menjadi dewasa dan mandiri seperti ini. Rain rindu kehangatan kalian. Andai waktu bisa Rain ulang. Ini gak akan terjadi." eluh Rain


"Hah...udah saatnya gue ngehadapi kenyataan ini." gumam Rain, lalu memilih tenggelam dalam aktivitas makannya.


...🍫🍫🍫...


"Anjir! Jajan gue kemanaan, Setan!" kesal Alex.


"Barusan gue habisin bareng Gesang. Ya kan, Sang?" tanya Wildan menyenggol lengan Gesang.


Alex melotot tidak terima. Bisa-bisanya jajan yang sudah ia stok di habisi. "Gak mau tau ganti jajan gue."


"Iya nanti minta Sam bawain," ucap Wildan malas.


"Gak mau gue mau sekarang."


"Heh, Alex cucunya Young Lex! Lo baru aja keluarin itu isi perut Lo," cerca Wildan.


"Ya mangkanya sekarang gue lapar lagi!" sahut Alex.


"Setan! Ni gue telpon Sam. Puas lo?!"


"Sangat puas."


Dilain tempat, Samuel tengah berbaring dikamarnya. Pikirannya sudah mulai tenang. Tadi bundanya sempat mengajaknya makan diluar namun ia tolak dengan alibi makan di rumah lebih nikmat. Padahal ia hanya tidak ingin bersama bunda lebih lama. Melihat bunda membuat dirinya semakin diliputi rasa bersalah.


Sam menolehkan kepalanya saat hp miliknya bergetar. Memang hp miliknya tidak pernah di beri nada dering. Baginya itu sangat mengganggu.

__ADS_1


"Lo dimana Sam?"


"Rumah."


"Lo ke apartemen gak?"


"Kenapa?"


"Cucunya Young Lex minta jajan. Gue bukan cucunya Young Lex anjing,"


"Ya." Sam sudah menebak pasti ada keributan di apartemen Alex.


Sam segera mengambil jaket dan kunci motor. Mungkin setelah pulang dari apartemen Alex pikirannya menjadi jauh lebih baik.


"Sam mau kemana?" tanya Bunda saat melihat Sam menuruni tangga. Entah Sam ingin merutuki tangga yang berada di ruang keluarga, atau bundanya yang selalu ada dimana-mana.


"Ke apartemen Alex, Bun," jawab Sam.


"Jangan malam-malam pulangnya."


"iya."


Sam lalu mencium tangan dan pucuk kepala Bunda. Walaupun ia ingin memberi jarak, tapi kebiasaan mencium tangan dan pucuk kepala tak bisa Sam lepaskan.


...


...


...🍫🍫🍫...


...Trulalalala🎉🎉 SAMUEL datang kembali. ...


...Biarpun pendek yang penting gue up. ...


...Biar dirumah aja. Rasanya susah buat curi-curi waktu :(...


...Kalau lagi ada ide, tiba-tiba emak nyuruh. Terus kalo lagi megang hp, ide nya dah keburu ilang. ...


...Haha.. Jadi curhat😅...


...Abaikan bacotan gue....


...Tetap jaga kesehatan kalian ya😚...

__ADS_1


...Salam...


...Penikmat Coklat🍫...


__ADS_2