The Rain Is Pouring

The Rain Is Pouring
Restu


__ADS_3

Pagi itu Aiman menjemput Amel. Biip..


Suara mobil Aiman yang sudah sampai depan. Aiman ke luar dan mengetuk pintu mobil.


"Hari ini kita ketemu mama ya, Mel. Mama lagi main golf." kata Aiman.


Amel terkejut bakal secepat ini. Ia tersenyum menatap Aiman. Antara ragu dan takut, ia takut mamanya tidak akan merestui.


"Apa mama kamu sudah tahu hubungan kita?" tanya Amel.


"Belum mel, tapi semalem aku sudah bilang akan bawa seseorang yang mau aku kenalin ke mama." jawab Aiman.


"Terus mama kamu menjawab apa?" tanya Amel penasaran.


"Just said Okay," jawab Aiman. Tersenyum ke arah Amel seolah mengisyaratkan untuk tenang aja.


"Oiya mama kamu suka buah apa?" tanya Amel.


"Dia suka kiwi," kata Aiman.


"Ke supermarket dulu yok, aku mau bawain kiwi untuk mama kamu." kata Amel.


"Boleh," jawab Aiman.


"Sayang, sebelah sana.." kata-katanya membuat hati Amel menjadi adem. 3 detik Amel menatap pria bertubuh putih bersih tinggi itu lalu tersenyum tersipu malu.


Amel dan Aiman memilih buahnya. "Bagus semua sih," kata Aiman.


"Iya, masih fresh semua." sahut Amel.


"Kamu duduk di sana sebentar ya, aku bawa buahnya dulu," Aiman lngsung bergegas ke kasir. Ia juga mengambil minuman dingin untuk Amel.


Ia menghampiri amel yang sedang duduk di kursi.


"Kamu tunggu sini dulu ya.." kata Aiman. Amel menurut.


"Kamu mau ke mana?" tanya Amel tapi terburu pria tersebut berlari ke luar.


Aiman berlari ke toko bunga.


"Wahhh, bagus-bagus bunganya," gumam Aiman.


"Ci, satu buket mawar putih & satunya lagi mawar merah," kata Aiman.


"Banyak sekali mas, wait ya.." jawab cici tersebut.


"Iya, buat mamah sama calon istri." jawab Aiman lalu tersenyum.


"Pasti cantik calonnya," kata cici.


"Kaya dewi." sahut Aiman.


Keduanya tertawa.


"Ini, mas.. semoga lancar ya.. terima kasih," kata cici.


"Aamiin, sama-sama cii.." jawab Aiman.


Kemudian bergegas menemui Amel.


"Dimana sih, Aiman?" Amel celingukan mencari prianya.


Tak lama kemudian muncul Aiman dari arah kasir. "Wahhh, dia mencari bunga rupanya." gumam Amel.


"Maaf ya lama, bosen ya menunggu?" kata Aiman.


"Engga papa kok. Bunganya cantik banget, mas?" tanya Amel.


"Yang ini untuk mama, dan yang ini untuk calon istri aku," Aiman memberikan buket mawar merah untuk Amel.


"Kok lega banget ya dengernya," gumam Amel. Amel mencium aroma bunganya yang fresh. "Makasih," ucap Amel.


(Taman golf)


Hari ini Aiman & Amel memakai outfit yang senada berwarna putih semua.


Mamanya yang melihat putranya datang bersama seseorang lalu berhenti dan mnyambut mendatangi putranya.


"Anak mama sama seorang cewek, siapa ini?" tanya ibu Rosa.


"Assalamu'alaikum tante, saya Amelika." sapa Amel menjabat mencium punggung tangan wanita tersebut.


"Wa'alaikumussalam, masya Allah cantiknya.." kata mama Rosa.


"Ini Amel bawakan buah & bunga untuk tante," kata Amel.

__ADS_1


"Terima kasih nak..." jawab mama Rosa begitu ramah.


Sebelumnya....


"Amel, nanti kamu kasih ke mama ya bunganya..pasti bakal seneng banget." kata Aiman.


"Sini-sini duduk, pesan minum nak." kata mama Rosa kepada keduanya. Tak lama kemudian pelayan datang.


"Sepertinya kita pernah ketemu ya? Dimana ya?" tanya mama Rosa.


"Iya ,mah. Waktu kita diner sama Chika di White kafe. Kebetulan Amel kerja di sana yang waktu itu melayani meja kita, mah." sahut Aiman.


Lalu mamanya mencoba mengingat-ingat kembali.


"Ohhh, yaaaa... mama inget. Jadi kalian?" Mama Rosa menebak.


"Begini mah, Aiman sudah lama mengenal Amel sejak di Jogja. Aiman mau serius sama Amel. Aiman sama Amel mau minta restunya mama," kata Aiman.


Melihat putranya yang sungguh-sungguh memohon, Bu Rosa merasa bersalah telah menjodohkan Aiman dengan Chika. Putranya telah dewasa, dia berhak menjalani kehidupannya seperyi apa yang ia mau, bukan seperti ala yang orang tuanya mau. Ia juga melihat Amel anak yang manis. "Aku tidak boleh egois," bu Rosa menghela napas.


Bu Rosa mengangguk. Amel dan Aiman tersenyum bertatap. Keduanya berterima kasih kepada Bu Rosa. Amel dan Bu Rosa mengobrol tentang orang tua Amel. Amel berkata apa adanya, bahwa sampai saat ini Amel pun masih berjuang untuk menemukan ibunya.


Bu Rosa merasa begitu iba dengan Amel. Bu Rosa mengajari Amel bermain golf, Aiman juga ikut bermain golf. Ia bersyukur dan tidak menyangka kali ini mamanya memberi restu, meski sempat berdebat karena menolak perjodohannya dengan Chika. Mamanya juga lebih memilih memberi kesempatan untuk Amel menjadi calon menantunya.


"Amel, nanti ke rumah ya. Mama mau masakin kalian." kata Bu Rosa.


"Beneran tante?" tanya Amel.


"Bener, ajak ke rumah nak." kata Bu Rosa.


"Siap, mah!" Aiman merasa senang mamanya begitu terbuka pada Amel.


Hal ini seperti impian semua pasangan di seluruh dunia ini agar bisa diterima dengan baik di keluarga pasangannya dan direstui. Aku hanyalah gadis biasa yang mempunyai impian sederhana ingin dicintai dengan tulus.


"Good job!" bisik Aiman kepada Amel.


"Love U," bisiknya tanpa suara.


Siang itu Aiman memperkenalkan Amel kepada Olivia. Seperti rencana awal Aiman untuk membantu mencarikan kampus di Australi. Melalui video call Aiman & Amel berdiskusi dengan Olivia. Beruntung sekali Olivia bersedia membantu Amel.


Mama Rosa yang tahu rencana itu mendukung penuh Amel.


"Mama tahu, tujuan utama Amel ke Sidney adalah intuk mencari ibu kamu. Tapi, berjanjilah bahwa apapun yang terjadi, kuliah kamu harus berhasil, kuliah kamu harus benar! Mengerti?" kata mama Rosa yang begitu perhatian dengan calon mantunya. Amel dan mama Rosa saling berpelukan. Aiman pun memeluk mamanya yang masih mendekap Amel.


"Kalu Amel berhasil dapat kampus di sana, mama yang akan antar Amel ke sana. Nanti sama Aiman juga." kata Bu Rosa.


"Beneran dong." sahut mama Rosa.


"Love you.." sahut Aiman mengecup pipi mamanya.


----


Jakarta, 14 Mei 2022


Aiman makan malam brerdua dengan mamanya di sebuah resto.


"Apa yang mau kamu omongin nak? To the point aja mamaga suka basa-basi." kata Mama Rosa.


"Kita kan udah sepakat Aiman juga S2 di Australi." kata Aiman.


"Mmmmm..." sahut mamanya terus mendengarkan apa yang ingin putranya sampaikan.


"Bisa engga kalau kami menikah dulu sebelum berangkat," kata Aiman.


UHUKKKK. UHUKKKKK. (Mama Rosa tersentak mendengar keinginan anaknya tersebut).


"Apa kamu serius?" tanya mamanya.


"Tentu dong ma, biar Aiman juga bisa lebih leluasa menjaga Amelika. Halal." jawab Aiman menatap mata ibunya dengan serius.


"Ini keputusan besar lo nak, jangan macam-macam kamu. Kalian juga harus fokus sama study." kata Mama.


"Ma, visi misi kami udah jelas, Aiman punya penghasilan & bisa menjamin istri aku nanti untuk hidup nyaman & aman. Mama ga pengen apa segera nimang cucu? Kami akan persembahin putra mahkota ke mama." jawab Aiman serius.


Bu Rosa tersenyum.


"Ternyata anakku sudah matang pikirannya." kata Bu Rosa.


"Jadi?" Aiman penasaran dengan jawaban ibunya.


"Baiklah, mama kasih kamu kepercayaan. Mama juga tidak ingin kalau kalian sampai berbuat dosa. Apa boleh buat , toh kalian saling mencintai." kata Bu Rosa dengan penuh kesadaran.


"Ahhhh.. mama... I love U. I'm speechless. U are the best mother in this world." Aiman langsung meletakkan garpunya dan memeluk mamanya.


"Ingat Aiman! Mama membesarkanmu susah paya. Kamu harus amanah! Bawalah nama baik keluarga ini. Dewasalah dengan penuh tanggung jawab! Mengerti?" Bu Rosa meminta kepastian kepada anaknya.

__ADS_1


"Mengerti , Ma. Aiman berjanji!" tampak kegirangan di hati Aiman.


Sebagai pria aku akan bertanggung jawab penuh atas setiap apa yang akan aku lakukan. Bismillah, bimbing aku ya Allah.


Aiman telah memikirkan hal ini jauh-jauh hari. Ia tidak ingin main-main dalam setiap keputusannya. Aiman lebih suka kepastian.


Karena menikah lebih baik daripada menjaga jodoh orang. Dengan begitu ia bisa mencintai sepenuhnya wanita yang ada di sampingnya kelak.


Amel, aku akan melindungimu sampai maut memisahkan.


"Apa kamu sudah bilang sama Amel?" tanya mamanya.


"Belum mah, tapi besok Aiman akan bawa Amel ke mamah. Plis, bantu ngomong ya mah.." kata Aiman.


"Ohhh begitu, baiklah.." jawab mama Rosa.


Keesokan harinya...


15 Mei 2022


Sehabis isya' Aiman menjemput Amel membawanya ke rumah.


"Serius tante?" Amel terkejut bakal secepat ini Aiman ingin mempersuntingnya.


"Bagaimana sayang?" tanya mama Rosa kepada Amel.


"Amel mau, terima kasih tante.." Amel memeluk mama Rosa.


"Panggil mama jangan tante.." kata mama Rosa.


Chika yang mengintip dari balik pintu terkejut lalu pelan-pelan pergi.


"Terima kasih, Aiman. I love you." Amel merasa senang sekali.


Amel menyampaikan kepada nenek dan om Yusuf bahwa Aiman akan segera melamarnya. Tentu mereka menyambutnya dengan teramat senang.


Yogyakarta, 7 Juli 2022


Hari ini Aiman resmi menikahiku. Pria yang kucintai dengan lantang mengucapkan ijab qobul di hadapan para wali dan saksi.


Nenek dan Om Yusuf tersenyum merekah dengan penuh syukur ataa pernikahan kami.


"Aku bersyukur, dipersatukan dengan wanita yang aku cintai selama ini dalam ikatan suci yang dihadiri keluarga besar & kerabat."


Untuk pertama kalinya aku bisa mengecup istriku dan merangkulnya dalam bingkai foto tanpa ragu-ragu.


SAH


Kata yang kutunggu setelah kalimat yang kulantangkan, dimana para malaikat ikut menyaksikan janjiku kepada Tuhan terhadap wanita yang kini telah menjadi istriku.


Teman-teman sekolah kami juga turut hadir dalam acara resepsi. Banyak ucapan & doa dari semua orang.


Malam pertama kami justru berkumpul dengan kedua keluarga.


Seminggu kemudian kami menggelar resepsi di Jakarta di sebuah hotel ternama. Para karyawan yang hadir ikut memeriahkan pesta.


Semoga doa dan restu dari keluarga & kolega menjadikan pernikahan kami penuh berkah , sakinah, mawadah, dan warahmah.


"Kalian mau honey moon kemana?" tanya mama.


"Kita udah sepakat honeymoon ke Sidney aja sekalian. Kan sebentar lagi musim gugur, hawanya dingin-dingin gitu." jawab Aiman.


"Kalian mau HIBERNASI?" celetuk mamah.


Amel langsung ketawa keras.


"Gak gitu juga kali ma." sahut Aiman.


"Yeelah, mama ga keren.." kata Aiman langsung memeluk istrinya.


"Ciehhh, yang baru punya istri." ledek mamah.


"Iya dong," Aiman terlihat manja.


"Padahal ga pernah ni anak manja-manja kalau di kantor." kata Bi Rosa geleng-geleng.


"Harus berwibawa dong kalau di kantor," sahut Aiman.


"YEEEE!!" Bu Rosa langsung menimpuk putranya dengan bantal.


Aiman langsung menggendong istrinya ke dalam.


"Mah, mau honeymoon dulu ya... capek, pegel.." ucapnya.


"Katanya mau ke SIDNEY woyyyy..!!" Bu Rosa jadi tersipu malu. Teringat pernikahannya dulu.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2