The Rain Is Pouring

The Rain Is Pouring
Kado Ulang Tahun


__ADS_3

Sidney, 14 Agustus 2022


Sudah satu minggu mama Rosa menemani anak & menantunya di Australia. Seperti teringat kembali masa mudanya saat menyelesaikan studinya S1 beliau di sini juga. Dimana ia dan almarhum ayah Aiman masih sangat sehat dan belia.


"Sayang, anak kita sudah tumbuh besar dan menikah. Engkau meninggalkannya terlalu cepat." ucap Bu Rosa menghela napas panjang.


Aiman dan Amel mengantar mama Rosa ke bandara. Keduanya berpisah dalam lambaian yang semakin menghilang.


"Mama pasti sedih jika teringat masa mudanya bersama ayah kamu. Mereka mengemban kuliah dan menghabiskan waktu sama-sama, pasti banyak banget memori indahnya," kata Amel.


"Iya, tapi mama adalah wanita yang kuat. Terakhir melihat mama depresi saat kepergian papa. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 2 SMP, kami masih di Jakarta. Papa sakit jantung." kata Aiman.


"Setelah itu, tak pernah terlihat lagi mamaa dengan wajah yang murung, dia selalu semangat membangun bisnis dan relasi yang luas." Aiman melanjutkan kata-katanya.


"Sekuat-kuatnya lelaki, hati wanita jauh lebih kuat dalam menyembunyikan perasaannya." ucap Amel.


Aiman tersenyum memandangi wajah istrinya. Lalu membelai ubun-ubunnya dan mencium keningnya.


"Ahhh, tatapan kamu bikin meleyot.." kata Amel. Mereka tertawa di dalam mobil.


Dulu, aku tidak pernah menginginkn kehadiran pria ini. Entah dia yang terlalu baik, ataukah aku yang memang tidak tertarik. Tapi, lama kelamaan, kesungguhannya membuatku benar-benar takjub. Dan tanpa basa-basi, pria ini memilih waktu yang tepat untuk melamarku. Dia sangat sabar dan penyayang.


Amel dan Aiman berada di kampus yang sama dengan Olivia. Amel pun dekat dengan Olivia.


Aiman melihat ke luar jendela, tampak seorang wanita berjalan berlawanan arah di trotoar.


"Sayang, wanita tadi mirip foto ibu kamu. Tetapi aku tidak yakin karena mungkin sudah banyak perubahan pada fisiknya," kata Aiman menepikan mobil dan keluar. Amel pun terkejut dan ikut ke luar.


"Ibu?" sontak Amel langsung mencari ke arah perginya.


"Mas, wanita itu masuk ke mobil tersebut. Mas ayo kita ikuti saja!" kata Amel.


Namun, sayang. Di lampu merah mereka kehilangan mobil tersebut. Dengan tertunduk sedih Amel sedikit kecewa.


"Gapapa, masih ada hari esok. Kamu yang tenang ya, sayang." kata Aiman.


"Iya, gapapa kok." sahut Amel.


HESTIANA ARUMSARI


Nama itu terngiang-ngiang dalam ingatan. Sampai di rumah Amel membuat lemon panas. Aiman memeluk Amel yang sedang mengaduk minuman. Amel hanya tersenyum melihat suaminya yang manja menempelkan dagunya di bahu Amel.


"Jangan seperti ini, kamu membuatku jadi mager." kata Amel.


"Cuaca di luar dingin, mau yang anget-anget.." jawab sang suami.


"Winter di sini ga bersalju ya, aku terkejut, pikirku seperti di Eropa ada saljunya." kata Amel.


"Kita beruntung, suhunya ga sampai minus. Bentar lagi winter bakal lewat.." jawab Aiman.


TUUUTUUUTUUUUTT... TUUUTUUUUTUUUTUUUUUTT...


Terlihat video call dari layar hape..


"Olivia mas.." sahut Amel.


"Hey, kalian.. aku mengundang kalian datang ke rumah ya, ada perayaan ultahku.. kebetulan cuma keluarga inti aja sih yang merayakan. Spesial aku mengundang kalian loh.." kata Olive.


"Baik, kami akan datang!" sahut Aiman.


"Apa dresscodenya?" tanya Amel.


"Apa aja, kasual aja ya.." kata Olivia.


"Happy birthday ya Olivia!" Amel dan Aiman mengucapkan selamat ke Olivia.

__ADS_1


"Kita kasih kado apa ya?" tanya Amel.


"Aku tahu kado yang bagus & bermanfaat! Yang pasti dia bakal suka dan bakal kepakai setiap hari. Ayookk siap-siap cari kado!" kata Aiman.


"Ke luar lagi kita?" Sepertinya Amel terlanjur mager, tapi apa boleh buat.


Akhirnya mereka tiba di sebuah toko. Aiman memilih sebuah selimut tebal yang lembut. Mereka juga memilih warna yang cocok dan kalem. Harganya cukup fantastis, tapi tidak masalah , sekalian sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu & mendampingi dia dengan sang istri untuk mendapatkan kampus di Sidney.


"Sayang, apakah kita bisa menemukan kue yang halal di sekitar sini?" tanya Amel.


"Tentu, mama pernah mengajakku ke tokonya, letaknya agak ke dalam. Kuenya enak-enak. Apakah itu untuk Olivia?" tanya Aiman.


"Benar, ayo kita cari.. " Amel dengan semangat menggeret tangan suaminya. "Wanita memang selalu enerjik saat berbelanja.. " kata Aiman.


"Karena belanja bisa mengalihkan rasa stress, bukankah harusnya kamu bahagia kalau aku enerjik?" sahut Amel.


"Tentu, sayang.. " sahut Aiman lalu meraih tangan sang istri dan mengecupnya.


"Eh, kita salah jalan, harusnya masuk ke gang nomor 2 tadi." Aiman memundurkan mobilnya kemudian belok ke gang nomor 2.


"Tadaaaaa... " kata Aiman berhenti di depan toko. GINGER CAKE.


"Wahh, dari luar aja sudah kelihatan menarik sekali," Amel melihat toko kue bercat biru langit, seperti warna kesukaannya.


TIIIING... terdengar suara bel setiap ada pelanggan yang membuka pintu.


"Selamat datang Tuan & Nyonya.. Saya Julie, ada yang bisa kami bantu? " tanya seorang pelayan toko tersebut.


"Ooo.. Mr. Aiman? Apa kabar? " Julie terkejut dengan kedatangan Aiman.


"Halo, Ms. Julie. Ini istri saya. " Aiman menyapa dan memperkenalkan istrinya.


"Halo, Ms. Julie, saya Amel. Senang bertemu anda. Julie pun menyambut hangat sepasang suami istri tersebut.


Aiman menghirup aroma yang semerbak menyelimuti ruangan tersebut. "Aroma jahe yang khas seperti 3 tahun yang lalu." kata Aiman.


"Benar, sayang beliau sedang menjalankan bisnisnya di luar kota." kata pelayan.


"Apakah hampir semua kue di sini mengandung jahe?" tanya Amel.


"Benar, tak heran jika harga kue di toko kami sedikit mahal dari rata-rata, karena kami mengimpornya dari indonesia." Julie menginformasikannya.


"Aku jadi teringat dengan wedang jahe buatan ibuku.. " kata Amel. Aiman membelai bahu istrinya.


Amel segera memilih kuenya. "Sepertinya ini enak.. "kata Amel.


"Ms. Julie.. bagaimana menurut anda, apakah kue ini cocok untuk kado ultah? "tanya Aiman.


"Iya, Tuan. Ginger choco Almond banyak disukai." jawab Julie.


"Oke, bungkus.. "kata Amel.


"Sayang, ini enak.. brownies kacang.. " Aiman memanggil sang istri.


"Boleh, aku mau yang itu.. " sahut Amel sambil menunjuk ke kue jahe kering.


"Cocok sambil minum jahe.." kata Amel.


"Kebetulan sekali...Andrew datang," kata Julie.


"Tuan, Nyonya.. silahkan diminum, jahe madu khas toko ini gratis untuk setiap pelanggan yang melakukan transaksi pembelian." seorang pelayan pria yang juga masih muda bernama Andrew membawakan 2 cangkir jahe panas.


Tak lama kemudian datang pelanggan yang lain juga mencari kue jahe kering. Amel dan Aiman menikmati wedang jahenya.


"Sayang, ini mirip sekali sama buatan ibu aku dulu.. " kata Amel.

__ADS_1


"Mungkin ga sih ini pemiliknya ibu kamu? atau ini cuma kebetulan saja?" kata Aiman.


"Aku berharap begitu, hmmmm... Oya, aku harus mencari tahu alamat yang ada di buku tabungan ibu." kata Amel.


"Kamu benar, kita selesaikan hari ini dulu untuk Olive. Agar setelahnya kita bisa leluasa mencari informasi tentang ibu." kata Aiman.


"Oke." Amel setuju. Malam harinya mereka berpesta di rumah Olivia. Olivia sangat senang dengan kehadiran Amel dan Aiman.


"Happy birthday to you.. happy birthday to you.. Happy birthday, happy birthday, happy birthday Olive... "🎂👏👏


"Hmmmm... kuenya sangat enak.. kalian harus cicipi ini.. "kata Olivia kepada ayah & ibunya. Lalu datanglah Inggrid kakaknya yang sempat bilang tidak bisa ikut pesta.


"Aiman.. Long time no see... sekarang sudah punya istri yang sangat cantik." suara seseorang menggema mengagetkan semuanya.


"Rasanya keterlaluan jika aku absen di acara ultah adikku, jadi kubatalkan kencanku..dan bolehkah aku mencicipi kue itu.. " kata Inggrid.


"Tentu.. " sahut yang lain senang dengan kedatangan Inggrid. Olivia memeluk kakaknya.


"Woaaa, apakah ini kue dari Ginger bakery itu? Pemiliknya sangat ramah & hangat. Namanya Ibu Arum." kata Inggrid.


Seketika membuat Amel dan Aiman terkejut. "Apakah kita bisa bertemu dengan pemiliknya? untuk belajar membuat kue? " tanya Amel.


"Sayang sekali, tidak semudah itu meminta waktu beliau, dia sangat sibuk dengan bisnis cakenya yang 3 cabang di luar kota itu." kata Inggrid.


"Okay... " Amel menghela napas.


"Apakah kak Inggrid tahu letak cabang yang lainnya?" tanya Amel.


"Sidney, Perth, & Canberra.." kata Inggrid.


"Jadi pemiliknya orang Indonesia? " tanya Aiman.


"True.. " sahut Inggrid. Amel mencoba menahan segala keingintahuannya agar tidak merusak mood.


"Mungkin, aku dan Amel bisa mengunjungi cabang Perth & Canberra saat weekend nanti. Ya sayang?" Aiman menatap Amel. Ia tahu bagaimana perasaan istrinya saat ini. Menyelesaikan S2 dan menemukan ibu kandung Amel adalah misi mereka.


"Apapun keadaan ibu, aku akan menerimanya, apapun alasan di masa lalu aku sudah memaafkannya. Bagaimanapun ibu adalah ibuku." bisik Amel dalam hati.


"Apa aku bisa ikut kalian kalau mau ke Ginger Bakery di Perth & Canberra?" Olivia memohon.


"Aku juga... aku perlu healing.. " kata Inggrid.


"Hmmmm... baiklah karena anak om & tante memaksa." jawab Aiman.


"Rupanya anak-anak ingin healing ke luar kota.. Baiklah biar aku dan ibu kalian jaga rumah." kata Pak Tan ayah Olive. Semua tertawa. Bu Elsa telah menyiapkan hidangan.


"Tenang, kami memesan hidangan ini di resto Turki depan sana.." kata Olive.


"Maaf, kalian jadi berepot-repot karena kami." kata Aiman.


"Tentu tidak, kami memang sudah merencanakannya nak." kata bu Elsa.


Keesokan harinya..


Hari ini anak-anak berdiskusi & presentasi. Pagi yang cukup menguras energi.


"Akhirnya kita menyelesaikan presentasi hari ini, huh... " kata Amel.


"Good Job! Aku bangga padamu," kata Aiman.


"Makasih, sayang.. Oops... " kata Amel keceplosan.


"Hanya aku yang tahu hubungan kalian.. " Olive mengerlingkan mata ke Amel & Aiman.


"Engkau memang bisa diandalkan," sahut Aiman.

__ADS_1


"Aku suka selimutnya, thank's Amel, Aiman.. lope-lope sekebon!" Teriak Olive menuruni tangga ke luar.


Amel & Aiman merasa lega.


__ADS_2