The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
10. Pertemuan pertama


__ADS_3


Pertemuan pertama



Malam hari setelah pernikahan ran.. suasana apartemen Keluarga Kudo masih ramai dengan pesta pernikahan mereka.. Menurut kabar angin pesta pernikahan Rann dan Roy di adakan tiga hari tiga malam.


Suasana di keluarga Kudo ramai sekali.. tentu saja ini membuat publik gempar.. karna mereka semua tau bahwa Rann masih memiliki seorang suami.. yaitu bernama Riyan.


Namun ramainya pesta di apartemen keluarga Kudo tidak membuat hati Rann menjadi tenang. Semua orang berbahagia kecuali Rann. Rann masih memikirkan Riyan. Setelah kejadian itu Rann tidak lagi melihat sosok Riyan.


Menurut Rann, Riyan adalah sosok suami paling sabar.. bagaimana tidak!! Mana ada seorang suami yang mau di jadikan budak di keluarga mertuanya.. Setiap hari ayahnya Selalu menyiksa Riyan.. namun Riyan hanya membalas dengan senyuman.


DUARRR!! suara petir mengejutkan Doxin.. seketika Doxin tersadar dari lamunannya yang mengingat masa lalu..


" aku merindukan suasana pertemuan pertama itu". itu adalah kata kata yang selalu ada di hati Doxin.. pertemuan dengan siapa ?..


Seketika Doxin teringat lagi dengan masa lalunya di mana dia pertama kali bertemu dengan Presiden Wang Fei..


Doxin yang saat itu berusia 7 tahun.. dan pertama kalinya dia melihat orang asing.. Yaitu mereka Keluarga Wang yang saat itu Mobilnya mogok kehabisan bahan bakar.. keluarga Wang di tolong oleh ayahku dan ayahku membawa keluarga Wang kerumah ku.. di situlah Pertemuan Pertama kita :)..


Saat itu Doxin tidak tahu siapa pria yang sedang mengobrol dengan ayahnya.. Doxin yang sedang mengintip dari balik pintu kamar di kaget kan oleh ibunya..


" Nak.. sedang apa kamu .? " tanya ibu Doxin..


Doxin hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya..


" Malam ini kamu tidur sama teman baru kamu ya ." Ujar ibu Doxin.. sambil mengelus kepala Doxin..


Dengan wajah polosnya Doxin melirik ke arah ibunya dan mengangguk kan kepala nya..


" Nak Fei sini.. Malam ini kamu tidur dengan anak ibu ya.. maaf ya nak kamarnya tidak seperti di rumahmu". ujar ibu Doxin dengan senyum..


" Baik ". itu lah yang di katakan Fei.. Dan kata itu adalah kata pertama yang Doxin dengar dari mulut Fei.

__ADS_1


Wang Fei yang saat itu berusia 5 tahun Dan Doxin berusia 7 tahun.. Mereka berdua masih sama sama polos.


" Masuklah nak hari sudah malam.. kalian berdua tidurlah duluan". Ujar ibu Doxin


" Anakku masuklah ajak teman barumu." dengan senyum ibu Doxin menyuruh anaknya segera tidur.


Masuklah Doxin dan Fei kedalam kamar.. Kamar yang sederhana dan sempit.


" Hey.. siapa namamu?".. tanya Fei ke Doxin..


Doxin yang saat itu belum pernah mengobrol dengan orang asing Doxin malu.. dan terdiam tanpa menjawab


" Hey.. aku bertanya padamu".


Lagi lagi Doxin Diam..


Ada apa dengan dia.. kenapa terdiam apakah dia malu?..


" Hey.. apakah kamu mau membaca komik bersamaku?". tanya lagi Fei ke Doxin.


Doxin masih terdiam..


" Hey kemari.. lihat ini.. mari kita baca sama sama". ujar Fei


Doxin masih terdiam.. Namun Doxin yang melihat sampul buku yang bagus dan penuh gambar itu jadi tertarik.. Doxin mendekat ke Fei tanpa berkata.


" Baiklah aku bacakan ceritanya ya ". ujar Fei sambil mulai membaca komiknya.


Doxin dan Fei bersenang senang.. mereka berdua tertawa bahagia karena komik yang di baca oleh Fei itu lucu.. Suasana yang tadinya senyap sekarang jadi ramai.. Doxin yang saat itu terdiam kini sudah berani berbicara dan tertawaan..


" Doxin.. namaku Doxin " ujar Doxin.


"ehh.." dengan muka heran Fei melirik ke arah Doxin.


" Bukan kah tadi kau tanya namaku.. namaku Doxin ". Sahur Doxin dengan nada sedikit marah.

__ADS_1


" Baiklah.. ". jawab Fei sambil tersenyum..


Hari menjelang malam.. Mereka berdua pun berniat untuk tidur..


" Hey.. apakah kau mau ciuman selamat tidur ?".. ujar Fei


" Apa itu cium selamat tidur?". tanya Doxin dengan polosnya.


" Baiklah.. " ujar Fei sambil mendekat kan mukanya ke wajah Doxin..


"mmmuacchh.." Bibir Fei mencium ke arah Kening Doxin..


Seketika wajah Doxin memerah semua.. Doxin malu bukan kepalang..saking malunya Doxin langsung menutup mukanya dengan bantal.


" Hey hey.. " ujar Fei..


dengan perlahan Doxin membuka wajahnya dari bantalnya.. Terlihat wajah imut memerah..


" Kenapa ".. sahut Doxin..


" Apakah kamu menyukai Komik ini.. aku berikan komik ini padamu.. tapi kamu harus berjanji menjaganya dengan baik.. itu adalah komik kesayangan ku.. Ambilah jaga baik baik." ujar Fei sambil tersenyum.


Doxin mengambil komik itu dari tangan Fei. " Makasih banyak ".


tiba tiba Doxin langsung mencium Fei di bagian bibirnya.


" mmmuuacchhh "


" Eh apa yang kamu lakukan". Ujar Fei terkejut melihat Doxin yang menciumnya.


Saat itu perasaan cinta muncul dalam hati Doxin.. Dan perasaan itu masih utuh sampai sekarang Doxin dewasa. Doxin yang selalu menanti Fei dengan sabarnya. Doxin tidak tahu kalau Fei sudah menikah dengan orang lain. Namun Doxin masih tidak mau menyerahkan.. dia masih yakin dengan cintanya kepada Wang Fei.


..." Mencintaimu dalam diam lebih baik menurutku.. menunggu mu itu yang kulakukan.. Perasaan cinta itu yang ku punya "...


@Doxin.

__ADS_1


__ADS_2