
Keluar lah seorang wanita dari dalam rumah gubuk.. Wanita tersebut adalah istri dari pria paruh baya itu..
" Wah.. ayah bawa tamu.. aduh maaf rumah kami seperti ini.. silahkan masuk pak ." ujarnya sambil membungkukkan badan...
" Hangat.. hangat sekali keluarga ini.." ujar ibu Wang Fei..
Keluarga pria baya tersebut hanya tersenyum..
keluarga Wang Fei masuk ke dalam gubuk milik pria paruh baya tersebut..
__ADS_1
Dinding yang terbuat dari kayu.. dan atap rumah yang berlobang lobang.. sempit dan sederhana..
Namun keluarga Wang berasa berada dalam istana yang megah.. bukan karna inventori dan harta.. Namun kehangatan yang langka.. wajar saja mereka betah tinggal di tengah tengah pesawahan... kehangatan keluarga mereka.. mampu mengalahkan ramainya kota.. kemiskinan mereka jauh sekali dengan kerasnya kota..
" Maaf Bu kami hanya punya teh saja..kami tidak punya minuman yang lain ." ujar istri pria paruh baya tersebut.
" makasih Bu.. maaf saya merepotkan ibu dan keluarga" sahut ibu Wang Fei.
" Bapak belum menjawab pertanyaan saya.. bapak bisa berbahasa Indonesia.. apakah bapak orang Indonesia ?". ujar ayah Wang Fei..
__ADS_1
menarik nafas dalam berkata pria paruh baya tersebut : " sebenarnya saya adalah orang Indonesia.. Saya pergi ke Jepang untuk kuliah.. suatu hari saya mendengar kabar bahwa pabrik keluarga saya kebakaran.. dan ayah saya meninggal dalam peristiwa itu.. saat itu adalah saat - terburuk saya.. saya tidak punya apa-apa.. tidak punya siapa-siapa lagi.. ibu saya meninggal di saat saya duduk di bangku SMA.. Saya tidak punya uang untuk pulang di Indonesia.. saya dulu hidup hanya memegang sebuah keyakinan.. dulu saya pernah tidak makan selama tiga hari.. mengambil makanan dari tempat sampah.. Mau bagaimana lagi.. saya tidak punya apa-apa untuk di jual.. mau bekerja saya tidak di terima..karna masih di bawah umur.. Dari emperan toko ke toko yang lainya..itu lah tempat saya tidur dulu.. dari tempat sampah ke tempat sampah lainya.. itu lah saya mencari makanan.. hidup bagaikan kuda.. dengan matanya tertutup namun dia yakin akan apa yang ia lakukan.. hingga suatu hari di musim salju.. aku bertemu dengannya.. saat itu keadaan saya tidak berdaya karena dinginnya salju.. dulu istri saya menolong saya yang tidak berdaya tersebut.. dia membawa saya ke rumahnya.. saat itu saya pingsan.. saya terkejut saat terbangun.. dalam pikiran saya.. apakah aku sudah ada di rumah.. aku ingin pulang.. aku tidak punya apa-apa disini.. itulah isi pikiran saya saat itu.. saya terkejut saat melihat seorang wanita mendekati saya.. saat itu saya membernya diri untuk bertanya.. " Siapa kamu..? " namun wanita tersebut hanya tersenyum dan menyuruh saya meminum segelas air hangat yang di bawanya.. Di situ saya sadar bahwa saya telah di tolong ya.. setelah meminum segelas air hangat yang di berikan wanita tersebut.. saya mengucapkan terimakasih karena telah menolong saya.. " Terima kasih nona Karena Telah menolong saya.. namun.. saya meminta maaf.. saya tidak punya apa-apa untuk membalas Budi kebaikan nona" itu adalah ucapan terima kasih serta maaf dari saya.. wanita tersebut menjawab " Sudahlah.. itu bukan apa-apa.. apakah kamu punya tempat tinggal ?." saya seketika terdiam.. saya berpikir.. apakah yang harus saya katakan.. namun wanita tersebut berbicara lagi " kalau kamu tidak punya tempat tinggal.. tinggal lah di sini bersamaku..". saat itu saya seakan melihat sebuah bidadari di hadapan saya.. terdiam dan tidak bisa berkata.. seakan semua kesakitan selama ini yang saya rasakan menghilang.. seakan saya melihat sebuah cahaya dalam kegelapan.. namun setelah saya menginap di rumahnya selama satu Minggu.. tiba " kerumunan orang datang ke rumah wanita Tersebut.. Mereka semua menuntut saya dan wanita tersebut Alias istri saya untuk menikah.."
" bukan kah dulu anda tinggal di kota.. dan istri anda mempunyai pekerjaan tetap.. lantas mengapa keluarga anda pindah kesini ?" tanya lagi ayah Wang Fei..
ayah Wang Fei kira Pria paruh baya tersebut tidak akan menjawab.. karna ia hanya tersenyum.. namun dia menghela nafasnya dan berkata
" karna saya bukan orang asli di kota ini.. di situlah saya menjadi buron.. namun.. istri saya yang baru saja menikah dengan saya rela meninggalkan semua jabatan dan hartanya demi saya.. saya rasa itulah balasan dari semua penderitaan yang saya alami saat ini.. dia belum pernah mengeluh dari dulu keluarga saya pindah ke sini hingga sekarang . ujar pria paruh baya sambil tersenyum..
..." *Ingatlah keadilan Tuhan itu ada.. hanya saja kamu melupakan kebahagiaan mu dan rasa sakit yang kau buat pada orang lain.. hingga saat cobaan datang kamu merasa bahwa dirimu adalah orang yang paling buruk di dunia.."...
__ADS_1
#Bersyukur
^^^@Rann.Lyroh*^^^