
...14. Titik Kehancuran...
Keluarga zoo dan keluarga Kudo sampai di apartemen keluarga Kudo. Setelah sampai Amarah dari ayah Roy memuncak.. tamparan keras di berikan kepada Shinchin. " PPLllakkk"..
semua mata ber sorot kepada ayah Roy dan Shinchin.
Pertikaian kembali terjadi keluarga zoo dan keluarga Kudo kembali beradu mulut. ( biasalah pada bacot.. Kek netizen +62 awokawok ). Ryder yang dari dulu membenci Rann mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan Rann lagi.. dia pergi naik ke lantai dua.. Ryder membuat pintu kamar Rann.. dan menyeretnya ke bawah. " Apakah kalian tau.. dia lah pembawa sial di keluarga kita.. dia lah penyebab semuanya ". berkata Ryder sambil memegang rambut Rann. pertikaian semakin ramai..
" DIAMMMMM....!! " Teriakan Rann memberhentikan semua orang..
Air mata yang mengalir di mata Rann.. rambut nya yang sudah berantakan karena di Hakimi keluarga sendiri. Rann dengan lantang nya berteriak.. Semua orang terdiam bisu.
" Apakah kalian sudah puas.. dulu kalian siksa suami ku.. kalian jadikan dia budak.. sekarang kalian siksa aku.. bukankah pernikahan ini kalian yang minta.. apakah aku pernah mau dengan pernikahan ini.. tidak.. aku hanya ingin suamiku yang dulu.. kalau kalian ingin terus bertengkar.. bertengkar lah.. aku tidak perduli".
" Dasar wanita lajang.. ini semua karna mu.." Ryder yang berusaha terus menjatuhkan Rann. berusaha tanpa henti..
" apa.. bukankah pernikahan ini kalian yang minta.. bukankah dulu kalian juga yang mengusir suami ku dari sini.. Aku bagaikan mainan di mata kalian.. setelah Menuruti perintah kalian kesalahan pula yang aku dapatkan.."
" Diam kau wanita jalang.. hidup mu hanya membawa bencana bagi keluarga ini.. lihatlah keluarga kita jadi terpecah belah karna kau.. dasar bangsat kau ". bruugg
. hantaman keras ke wajah Rann oleh Ryder.. Dalma hati Ryder berkata " akhirnya aku puas dengan wanita satu ini.. "
Darah mengalir dari hidung Rann.. Rann bangun langsung lari pergi ke kamarnya.. pertikaian itu masih saja terjadi sampai sampai saling adu tonjok antar keluarga Kudo dan keluarga zoo.
Mereka memutuskan untuk menceraikan Roy dan Rann.. mereka juga tidak mau lagi ada hubungan apa antara kedua keluarga.
Malam hari .. bintang bersinar terang.. Presiden Wang Fei yang saat itu pergi ingin mencari makan keluar dengan pakaian compang camping.. ya karna ia masih tidak mau identitasnya terbongkar di publik..
saat berjalan menuju persimpangan jalan.. presiden Wang Fei melihat seorang nenek di tendang Tendang oleh pemilik restoran. Saat Wang Fei tau nama restoran tersebut dia tersadar kalau itu restoran miliknya..
Wang Fei langsung berlari menghampiri nenek tersebut yang sedang di hakimi oleh karyawan restoran. Karna Wang Fei sudah emosi ia langsung memukul pria yang menendang nendang nenek tersebut. " BRUUUGG ".
Pria yang di pukul oleh Wang Fei langsung terbangun.. " hey siapa kau berani sekali kau.. memukulku.. " ujar pria tersebut.
" aku adalah kehancuran untuk mu ". ujar Wang Fei dengan marahnya.
" apakah kau mau mati.. kau tau siapa aku disini.. aku adalah Manager di restoran ini.. gembel seperti sama sekali bukan apa apa untuk ku hahahaha ".
" Apa masalahmu dengan nenek ini sehingga kau tega menendang nya ".
" ternyata kamu adalah pahlawan kesiangan.. dasar kalian rakyat miskin.. pergi kalian.. jangan ganggu restoran ku dengan bau kalian. "
Wang Fei mengambil perkataan manager restoran itu.. ia bertanya kepada nenek yang sedang menangis di sampingnya.. " Hay nenek.. kenapa kamu sampai begini.. apa yang kamu lakukan .. apa kah nenek mencuri ".
Dengan tangisannya nenek itu menjawab " Tidak anak ku.. aku hanya meminta nasi lebih untuk makan di rumah dengan cucuku.. namun aku di tendang oleh nya.. "
__ADS_1
Wang Fei langsung bangun dan ingin memukul pria pemilik restoran tersebut. saat ia melihat ke arah pria tersebut.. ia di kejutkan dengan adanya 5 penjaga berbadan kekar.. Wang Fei yang awalnya ingin memukul pria tersebut.. malah sekarang ia yang di pukuli oleh 5 penjaga restoran.
plakk brugg kick jederrr bruugg ngeng .. suara pukulan menghantam badan Wang Fei..
Nenek tersebut mencoba melindungi Wang Fei dengan cara memeluknya.. namun.. aksinya itu membuat ia ikut terpukul dan mengeluarkan darah dari hidungnya..
Wang Fei yang melihat nenek itu ber cucuran darah di hidungnya.. langsung bangun.. dan bergegas menelpon Doxin ..
Pria yang melihat kelakuan Wang Fei.. tertawa..
" apakah kau mau menelpon teman - teman gembel mu untuk memukuli ku.. panggil saja aku tidak takut hahaha "..
telpon tersambung dengan Doxin.. Doxin terkejut.. saat mendengar nada bicara dari presiden Wang Fei yang lantang.. " DATANG KE SINI SEKARANG AKU ADA DI RESTORAN WANG DI JALAN KERAMAT.. AKU TUNGGU TIGA MENIT KAU HARUS SAMPAI.." Wang Fei langsung memutuskan telpon nya.. dan langsung memeluk nenek tersebut.
" Apakah nenek tidak apa apa ? ".
" Maaf kan nenek anak ku.. karna nenek kau jadi terlibat ."
" Tenang lah nek.. aku akan membalas semua perbuatan mereka. "
Pria pemilik restoran dan penjaga restoran yang mendengar perkembangan itu langsung tertawa terbahak-bahak.. " apa yang kamu katakan.. membalas kami.. jangan membuat lelucon hahahah ".
" Sreettt " sebuah mobil berhenti di hadapan mereka.. Pria pemilik restoran tersebut terkejut karena ia tau.. kalau mobil itu milik nona Doxin..
Turunlah nona Doxin dari dalam mobil.. Doxin yang melihat presiden Wang Fei babak belur.. dan seorang nenek yang di peluk oleh presiden sedang menangis dan ber Cucuran darah di hidungnya.. ia menampar pria pemilik restoran tersebut. Wang Fei langsung berdiri dan ber bisik " Hey.. kau pura - pura tidak mengenalku dulu.. kau mintai keterangan mereka apa yang mereka lakukan. "
Pria dan penjaga restoran langsung tunduk pada nona Doxin.. Pria tersebut menjawab " tidak nona kau salah paham.. sebenarnya tadi nenek ini terjatuh dan mengeluarkan darah.. aku sudah menyuruh nya untuk masuk.. namun ia tidak mau ".
" Lantas untuk apa penjaga ini ? ". tanya Doxin.
" Tadinya aku panggil untuk mengangkat nenek tersebut masuk.. aku khawatir nenek itu tidak bisa jalan.. namun pria gembel satu ini.. menghalangi kami ."
" Sudah sandiwara mu ? ". berdiri Wang Fei.. terlihat wajahnya yang babak belur di penuhi amarah.
" Diam kau gembel.. dasar orang miskin tidak punya hati ".
Setelah mendengar perkataan pria pemilik restoran tersebut.. Doxin langsung menampar nya dengan keras.. " apakah kalian tau siapa dia?.. dia adalah presiden kita.. dia lah yang memberikan kalian gajih.. dia pemilik semua saham.. dia presiden Wang Fei. "
Pria tersebut langsung sujud di hadapan Wang Fei.
" Maafkan aku tuan presiden.. aku tidak tau itu kau.. aku ini memang bodoh. "
Wang Fei melirik ke arah penjaga restoran yang tadi memukulinya.. para penjaga restoran langsung sujud di hadapan presiden Fei. " maafkan aku tuan Presiden
. aku hanya menjalankan tugasku.. tolong ampuni aku.. "
__ADS_1
" Apakah kalian mau di ampuni para penjaga?."
" mau sekali tuan presiden." badannya yang kekar itu merintih ketakutan di kaki Wang Fei.
" kalian lakukan apa yang sudah kalian lakukan kepadaku.. tadi.. namun kalian harus memukulinya sampai koma.. terus mulai sekarang nenek ini adalah pemilik restoran ini.. tugas kalian selanjutnya menjaga nenek ini kemanapun dia pergi ".
Pria tersebut yang mendengar dirinya akan di pukuli sampai koma langsung memohon mohon pengampunan pada Wang Fei..
" maaf kan aku tuan Presiden.. aku tidak akan mengulanginya lagi ".
Wang Fei langsung mengangkat wajah pria tersebut .
" apakah orang sepertimu pantas untuk ampunan.. lebih baik kau mati.. dari pada hidup ".
Presiden Wang Fei dan Doxin mengajak nenek tersebut masuk ke dalam restoran.
saat mereka masuk kedalam restoran.. rupanya para karyawan restoran sudah berkumpul menyaksikan masalah tadi..
Wang Fei langsung menyuruh Doxin untuk mengumumkan kepemilikan restoran ini di semua karyawan restoran.
" Bagus sekali kalian sudah berkumpul semua disini.. ada satu pemberian tahuan untuk kalian. "
semua karyawan hanya membungkukan badannya dan tidak berani menjawab.
" mulai hari ini.. nenek ini adalah pemilik restoran ini.. jadi kalian harus hormat padanya.. apakah kalian mengerti ".
MENGERTI..!! Suara yang kompak dari seluruh karyawan..
nenek tersebut langsung sujud kepada nona Doxin dan presiden Wang Fei.. " terimakasih anak ku.. aku tidak bisa membalas kalian ".
Presiden Wang Fei.. langsung membangunkan nenek tersebut . " Nek jangan seperti itu.. seharunya kami semua yang sujud di hadapanmu.. nenek tidak perlu membalas nya .. nenek cukup kelola restoran ini dengan baik.. itu saja sudah lebih dari cukup. ".
setelah berkata itu Wang Fei dan Doxin pergi keluar dari restoran tersebut.
saat mereka sampai di depan restoran.. pria tersebut dan para penjaga langsung sujud memohon pengampunan.
" maafkan aku tuan presiden ".
Wang Fei dan Doxin tidak perduli dan pergi ke mobil Doxin.. saat mau masuk kedalam mobil.. Wang Fei berkata. "penjaga lakukan tugas mu sekarang ".
Semua penjaga langsung memukuli pria tersebut. Wang Fei melihat dari dalam mobil dan tersenyum.
" Kelakuan mu adalah Simbol dari kehancuran dan kemakmuran hidupmu.. jalan nona ".
..." *Kelakuan mu adalah Simbol dari kehancuran dan kemakmuran hidupmu." ...
__ADS_1
@ Wang Fei*.