The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
18. Bunuh diri


__ADS_3

...18. Bunuh diri...


Karena Wang dan Doxin mabuk malam itu.. Wang Fei dan Doxin tidur di sofa tempat mereka minum.. Wang Fei pun bermalam di rumah Doxin. Paginya setelah Doxin bangun. Doxin terkejut melihat Presiden sudah ada di hadapan nya.


" Akhirnya kau bangun.. ". ujar Wang Fei


Doxin yang saat itu terkejut..Doxin langsung meminta maaf kepada presiden Wang Fei.


" Maaf Presiden.. aku belum siap siap.. " ( sial aku kesiangan ) guman Doxin.


" Sudah lah.. cepat mandi.. dan antar kan aku pulang.. setelah itu pergilah bekerja. "


" Baik presiden ".


Doxin pergi dengan perasaan malu. Doxin terlihat konyol di hadapan orang yang ia cintai.


Doxin pergi mandi.. sesuai yang di perintahkan oleh presiden Wang Fei.. Doxin mengantar kan presiden Wang Fei ke penginapan nya.. dan berangkat bekerja.


Wang Fei masih mengingat masa lalunya itu.. dimana hari itu keluarganya di bantai oleh orang. namun hingga saat ini Wang Fei masih belum menemukan siapa orang di balik peristiwa kala itu. Wang Fei yang masih menyimpan dendam kepada para pembantai keluarganya hingga saat ini. Wang Fei masih terus mencari informasi tentang mereka.


Sebenernya Wang Fei mengetahui salah satu orang di balik pembantaian keluarganya. namun Wang Fei sudah terikat janji oleh orang tersebut untuk merahasiakan nya. namun Wang Fei masih mencari 9 orang yang membantai keluarga nya.


" kruugg.. kruugg " Terdengar suara Perut Wang Fei yang belum makan saat itu.


" Oh tidak.. apa kah kamu lapar cacing baik.. hmmm seperti aku akan makan di restoran nenek itu.. aku ingin melihat kemajuannya ". Wang Fei pun langsung mengganti baju dengan tampilan sederhana. Wang Fei yang masih belum mau identitas dirinya terungkap ia harus melakukan hal ini setiap keluar dari penginapan nya.


Wang Fei pun langsung bergegas pergi menuju restoran milik nenek itu. Saat di jalan Wang Fei memikirkan Istrinya Rann. "apa kabar istriku saat ini. rasanya aku merindukan dirinya."


Wang Fei mengingat senyuman istrinya. Wang Fei merindukan dirinya di marahi oleh istrinya. saat ini di kepala Wang Fei hanya ada Rann. sampai sampai Wang Fei tidak fokus pada jalanan. Wang Fei hampir saja di tabrak oleh mobil. " hey apakah kamu tidak punya mata!!. "


seketika Wang Fei tersadar dari lamunan nya dan ia hampir saja di tabrak oleh mobil.


" Maafkan aku.. aku melamun ".


" eh.. sepertinya aku mengenal mu.. ".


Turun lah wanita yang cantik dan seorang pria yang gagah dari dalam mobil.


" haiya.. ternyata benar kau Fei si anak manja dulu".


" Alinda ternyata kau.. apa kabar sekarang.? "


Wang Fei menyodorkan tangannya.. bermaksud untuk berjabat tangan dengan ya. namun Alinda menolaknya dengan menampar tangan Wang Fei.


" eh.. jaga tangan kotor mu jangan sampai menyentuh ku."


Wang Fei membalas dengan senyuman. karna Wang Fei saat itu tidak mau hal itu menjadi masalah. Wang Fei berjalan pergi meninggalkan mereka.


" hey.. siapa yang menyuruhmu pergi..kamu pikir aku akan melepaskan dirimu semudah itu". ujar pria yang bersama alinda. pria itu langsung menarik Wang Fei.

__ADS_1


" aku kan sudah meminta maaf. biarkan aku pergi ".


" hey..kalau tadi aku menabrak mu bisa saja aku dalam masalah besar.. kau pikir itu semua bisa di maafkan. "


Wang Fei tidak memperdulikan itu. Wang Fei langsung pergi saja meninggalkan alinda. namun sekali lagi Pria yang bersama alinda menariknya.


" apakah kamu tidak tau siapa aku ?".


" maaf kan aku.. aku tidak ingin terlibat masalah. "


tiba tiba alinda menampar Wang Fei.." apakah kamu pikir ini semua hanya bisa di bayar dengan maaf.. Bersihkan sepatu ku..maka kau akan ku lepaskan ".


Wang Fei yang saat itu tidak mau terlibat dalam masalah. ia menuruti perkataan alinda. Wang Fei mulai membersihkan sepatu alinda.


" Anjing pintar.. sudah lah nanti sepatuku rusak".


alinda dan pria itu pun tertawa melihat Wang Fei yang membersihkan sepatu nya.


alinda dan pria tersebut masuk ke dalam mobil. dan pergi Meninggalkan Wang Fei.


Wang Fei pun pergi melanjutkan perjalanan nya ke restoran nenek itu.


Sewaktu sampai di restoran milik nenek itu. Wang Fei terkejut melihat mobil yang parkir di depan restoran itu.


" ini seperti mobil milik alinda.. apakah dia sedang makan di sini.. lebih baik aku pergi dari pada aku dalam masalah".


" mau kemana anak ku.. mampirlah kesini makan sebentar."


Tangan Wang Fei di tarik nenek itu dan paksa masuk. akhirnya Wang Fei masuk ke dalam restoran milik nenek itu.. benar saja di dalam restoran itu ada alinda dan pria itu. awalnya Wang Fei duduk berjauhan supaya ia tetap aman. namun Alinda melihat Wang Fei sedang duduk di restoran itu. Alinda dan pria itu langsung saja menghampiri Wang Fei yang sedang duduk sendirian.


" Hey.. bagaimana gembel seperti dirimu bisa makan di tempat ini.. atau jangan jangan kau mau kabur setelah makan hah ?." alinda dan pria itu tertawa.


Wang Fei hanya tersenyum sambil melihat ke arah Alinda.


namun Alinda sengaja ingin membuat malu Wang Fei. ia memanggil keamanan restoran itu.


" Keamanan..kemari.."


Terlihat ke 5 keamanan restoran itu datang ke alinda. usut punya usut alinda dan pria itu adalah langganan di restoran ini. Restoran terbesar di kota space. harga makanannya juga bukan main.


" Bagaimana kerja kalian.. kalian liat gembel ini.. ia mencoba makan gratis disini.. apakah kalian mau di pecat karna kelalaian kalian. " ujar alinda.


Para keamanan restoran langsung memegangi badan Wang Fei. tiba tiba satu keamanan melepaskan pegangannya dari badan Wang Fei saat ia melihat wajah Wang Fei.. kemana ini itu langsung menunduk dan terdiam.


" hey.. kenapa kau berhenti cepat lakukan tugas kalian dasar bodoh."


para keamanan lainya langsung menarik Wang Fei. terkejut keamanan itu saat melihat wajah Wang Fei. seketika para keamanan itu langsung memegangi alinda dan pria itu. lalu menariknya keluar dari restoran. Alinda saat itu berteriak tidak terima atas perlakuan terhadap dirinya. namun para keamanan itu terus saja menyeret alinda dan tidak memperdulikan yang mereka katakan.


" Pergilah sebelum kalian aku habisi di sini.." ujar keamanan itu kepada alinda dan pria itu.

__ADS_1


Alinda dan pria itu ketakutan dan pergi meninggalkan restoran tersebut.


Segera para keamanan kembali ke meja di mana Wang Fei duduk sendirian.


" maafkan kami presiden. telah lancang memegang mu tadi"


Terlihat dari wajah para keamanan itu ketakutan sekali. wajar saja mereka mengulangi kesalahannya yang sama ke dua kalinya.


" Sudah lah.. aku hanya ingin makan saja." ujar Wang Fei sambil tersenyum.


para keamanan itu langsung pergi meninggalkan Wang Fei. tak berselang lama kemudian nenek itu datang membawakan makan kepada Wang Fei.


" liat anak ku nenek memasak makanan ini sendiri "


" Tapi nek.. seharunya nenek tidak usah repot repot seperti ini.. nenek kan punya karyawan. "


" Sudah lah tidak apa.. ini nenek membuatkanya khusus untukmu."


Wang Fei pun langsung memakan masakan dari nenek itu.


" bagaimana rasanya anak ku?." tanya nenek itu sambil tersenyum ke arah Wang Fei.


" enak sekali ".


" kalau begitu datang lagi dan makan disini.. nenek akan selalu menantimu datang kemari anak ku."


Wang Fei tersenyum dan melanjutkan makanya.


Selesailah Wang Fei makan. lalu Wang Fei langsung pamit pada nenek itu.. dan pergi pulang.


saat perjalanan pulang hp Wang Fei tiba tiba bergetar. terlihat nama Rann di ponselnya.


" sepertinya Rann merindukanku. "


Wang Fei senang sekali karna Rann menelponnya. namun ia terkejut karena ia mendengar suara laki laki.


" halo.. apakah ini Riyan ".


" iya benar.. "


Wang Fei mengenali suara itu.. itu adalah suara ayah mertuanya.


" cepatlah kemari ke apartemen ku.. Rann mau bunuh diri.. segeralah kemari. " ujar Shinchin.


Wang Fei yang mendengar hal itu. langsung lari menuju apartemen keluarga Kudo. Wang Fei sampai tak sadar kalau ia melempar ponselnya entah kemana.


" Rann.. apa yang kamu pikirkan.. tahan lah sebentar aku ke sana.. sabar lah. " guman Wang Fei dalam hati.


Wang Fei terus berlari. ia tidak memperdulikan jalanan yang ramai. bahkan Wang Fei hampir saja tertabrak mobil truk.. namun Wang Fei tidak tahu soal itu.. saat ini Wang Fei hanya terus berlari.. " Rann.. " itu lah yang ada di pikiran Wang Fei.

__ADS_1


__ADS_2